Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ,, 75


__ADS_3

Tiba saatnya malam ini adalah perayaan ulang tahun Tania dan Aldy, semua persiapan sudah terselesaikan dan untuk undangan ulang tahun atas nama Aldy Putra Sinaja semua sudah di sebar ke beberapa sekolahan.


Tania, Aldy dan Faza sekarang sudah kumpul di kamar Aldy, mereka ingin membahas so'al party ulang tahun mereka malam ini.


Awalnya Aldy merasa kaget karena Faza ikut berkumpul dengan mereka berdua Tania, Aldy masih mengira Faza tidak tahu tentang Tania sehingga Tania mencoba untuk menceritakan sedikit tentang bagaimana Tania dan Faza bisa tahu tentang persaudaraan mereka.


"Jadi lo manggil Tania 'Ara' itu karena lo udah tahu nama asli kita?" tanya Aldy pada Faza dan Faza hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Lo manggil Tania dengan panggilan 'Ara,' tapi inget nama gue nggak boleh lo panggil di depan umum," tekan Aldy.


"Padahal gue mau manggil ...."


"Nggak-nggak! Sebelum urusan musuh kita terselesaikan, lo nggak boleh manggil gue Kenzi" ucap Aldy memotong perkataan Faza.


"Musuh? Dark Cobra itu?" tanya Faza.


"Gue pernah bilang nama Tania sama Aldy itu di luar dunia gelap kita jadi kalo sekarang kita pake nama Karamel sama Kenziro di muka umum, bukan cuma Dark Cobra tapi semua musuh dunia gelap kita bakal bantai kita lagi," ucap Tania serius.


"Lo pake nama Karamel di depan kak Aryan sama Leo, ...."


"Gue tahu itu bahaya tapi nama gue cuma di kenal sebagai Karamel doang, gue nggak pernah kasih nama lengkap gue jadi itu nggak akan berpengaruh juga," ucap Tania cepat karena mata Aldy memelotot kaget.


"Di malam ulang tahun kita berdua, gue bakal bongkar identitas gue sebagai Adik lo tapi untuk tampilan gue ...."


"Tan ...."

__ADS_1


"Gue belum selesai ngomong," ucap Tania.


"Babas, dia kembali Kak. Gue maupun Babas mungkin enggak saling kenal lagi jadi tunggu gue cari informasi Babas dulu baru setelah itu gue berhenti jadi cewek jelek di mata umum," pinta Tania.


"Babas? Sebastian?" beo Aldy.


"Em? Sebastian?" beo Tania.


"Cowok yang deket sama lo selama tiga tahun tapi setelah itu ninggalin lo nggak tahu ke mana 'kan?" ucap Aldy datar.


"Lo inget sama dia?" tanya Tania.


"Gue inget nama dia Sebastian tapi untuk kenal sama mukanya mustahil banget, muka tangan kanan lo si Vian aja gue lupa apalagi Sebastian, gue nggak tahu karena dulu gue jarang ketemu orang-orang lo," ucap Aldy datar.


"Lo harus inget, Sebastian kirim surat yang bertuliskan dia pergi sebentar dan bakalan kembali buat ketemu sama lo lagi dulu nggak ada hasilnya, sampai sekarang apa? Delapan tahun lo nungguin dia tapi dia nggak pernah nepatin janjinya," sengit Aldy.


"Terus mau lo apa, demi cari informasi dia dan demi nungguin dia, lo mau tetap pura-pura jadi orang asing buat kita." pekik Aldy.


"Gue nggak pernah bilang kalian orang asing," ucap Tania menatap Aldy.


"Lo nggak pernah bilang tapi penyamaran lo yang jadi cupu itu udah nunjukkin ke kita kalo lo sebenernya enggak butuh berada di deket kita semua, Tania." bentak Aldy membuat Tania menundukkan kepalanya.


"Maaf!" lirih Tania karena dirinya menyadari keegoisannya yang tidak memikirkan perasaan orang-orang di sekitarnya.


"Firgy, Niky sama Mika, apa lo enggak mikirin perasaan mereka yang terus-terusan ngeliat lo di bully sama Clara tapi mereka enggak bisa bantu lo karena lo enggak ngizinin mereka buat deket sama lo," sengit Aldy.

__ADS_1


"Gue kakak lo, Faza abang lo tapi kita ngerasa enggak becus ngejagain lo, Tania." ucap Aldy lagi.


"Maaf," lirih Tania lagi.


"Udah cukup, berhenti Ra!" pinta Faza lembut membuat Tania menatap ke arah Faza.


"Tapi ...."


"Mau ngomong apa lagi lo?" sengit Aldy membuat Tania memejamkan matanya kemudian ia menundukkan kepalanya lagi.


"Maaf malam ini Tania enggak bisa hadir," ucap Tania merasa malu pada kakaknya sendiri, Aldy dan Faza membulatkan matanya kala Tania malah mengurungkan niatnya untuk hadir di pesta ulang tahun mereka malam ini.


"Lo ...."


"Tenang aja, secepatnya Tania bakal bongkar identitas Tania tapi tunggu sebentar lagi, Tania mohon sama Kakak." ucap Tania.


"Enggak! ...."


"Malam ini dampingi Kak Aldy ya, Za." pinta Tania kemudian wanita itu pergi meninggalkan Aldy dan Faza.


"Fu*k!" umpat Aldy sangat keras hingga Tania yang berdiri di luar pintu memejamkan matanya kuat.


.......


.......

__ADS_1


.......


...:::Bersambung:::...


__ADS_2