Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
100. Cacing Raksasa


__ADS_3

Horizon yang tidak pernah melihat Kana kesal dengan seseorang mulai tersenyum aneh. Dia merasakan ada serbuk kasih sayang yang keluar dari ketua Teh Party.


"Tenanglah, Bos. Kita baru duduk 15 menit, kamu tahu sendiri Blue orang yang sangat sibuk setelah siaran langsungnya kemarin," kata Horizon tersenyum tipis.


Semua kelompok Teh Party tidak ada yang merasakannya, mereka tampak biasa dengan perilaku Kana. Bahkan Ridho dan Mendy yang sangat dekat dengannya tidak merasakan ada hal yang aneh.


Sesuai Rencana, guild Galaxy Star akan meminjamkan 20 pemain terbaik dan Teh Party 10 pemain termasuk Kana, Ketua Kelompok.


Walaupun hanya 10 orang, Arief yakin mereka semua adalah pemain kuat yang menyembunyikan kekuatan. Dengan pengetahuannya, Arief bisa menentukan pemain yang mempunyai mental juara dan tidak.


"Maafkan aku terlambat, sedang ada beberapa masalah yang harus diselesaikan. Baiklah sepertinya kamu sudah sangat siap, mari menuju gerbang Desa karena Galaxy Star sudah menunggu di sana," kata Arief memecahkan kesunyian.


Dia tidak ingin mengobrol di dalam ruangan yang penuh aura mengerikan. Mereka berjalan ke gerbang Desa dengan pembicaraan yang luwes dan mudah dipahami.


Kana yang mendengar bahwa Galaxy Star hanya menunggu di luar gerbang membuatnya merubah ekspresinya. Sekarang dia menyadari bahwa duduk di restoran adalah pelayanan terbaik yang bisa diberikan Fairy Dance.


Arief telah memilih beberapa orang untuk menutupi kekurangan penyerangan. Dia membawa 20 anggota inti Fairy Dance yang cukup berpengalaman dalam penyergapan.



Blue (Guild Master) (Pedang Ganda) (L)


Leon (Moderator) (Pedang Tunggal) (L)


Argya (Moderator) (Penyihir Air) (L)


Cola (Moderator) (Guardian) (L)


Rina (Moderator) (Penyembuhan) (P)


Lina (Moderator) (Penyembuhan) (P)


Qin Huang (Moderator) (Panah) (L)


Reaper (Moderator) (Pembunuh) (L)


Diana (Moderator) (Kesatria) (P)


Saputra (Moderator) (Penyihir Bumi) (L)


Salam (Veteran) (Guardian) (L)


Yudi (Veteran) (Tombak Tunggal) (L)


Randi (Veteran)(Pendukung) (L)


Amir (Veteran) (Pendukung CC) (L)


Aji (Member) (Kombat) (L)


Amelia (Member) (Kombat) (P)


Abimanyu (Member) (Kesatria) (L)


Rangga (Member) (Pemburu) (L)

__ADS_1


Bima (Member) (Pedang Sihir) (L)


Reza (Member) (Penyihir Putih) (L)



Bondan dan Dona tidak ikut karena harus menjalankan tugas khusus di Tambang Emas. Mereka akan memimpin pasukan untuk menghilangkan beberapa gangguan dari petualang bebas.


Menurut informasi, sekelompok petualang bebas telah membunuh para pekerja tambang. Hal itu sangat mempengaruhi kesejahteraan penambangan emas. Bondan yang sudah berpengalaman sebagai preman seharusnya bisa menyelesaikan permasalahan, dibantu dengan Dona yang cukup lihai dalam menghadapi para preman.


Arief menduga para preman itu adalah orang suruhan yang ditugaskan oleh salah satu musuh tersembunyi Fairy Dance. Tujuan awalnya mendapatkan Desa Abidzar supaya keamanan Tambang Emas milik Fairy Dance lebih aman.


Jika dia berhasil mendapatkan Desa Abidzar, maka beberapa kesatria sewaan bisa ditugaskan untuk melindungi tambang. Seperti yang diketahui semua orang, kesatria Danau Putih memiliki level 150 atau lebih, jelas itu akan membuat pemain kesulitan untuk membuat kerusuhan.


Melihat Arief berjalan bersama kelompoknya, Salju menghampirinya. "Akhirnya kamu datang, Blue. Kapan kita akan berangkat?" tanyanya sambil tersenyum tipis. Sebenarnya dia ingin memamerkan kostum seragam yang dipakai kelompoknya.


Namun siapa sangka, Kelompok Teh Party sudah menggunakan kostum yang sama. Disisi lain anggota Fairy Dance tidak ada yang terkejut sama sekali, mereka melihatnya seperti pemandangan yang sudah biasa.


Untuk menciptakan kostum yang sama, Arief harus mencari seseorang dengan profesi penjahit atau menemukan sebuah desain dan menyerahkannya kepada npc penjahit.


Galaxy Star adalah guild yang memilih cara kedua, mereka memberikan desain kepada npc penjahit. Dengan melakukan itu, mereka akan lebih cepat mendapatkan seragam, tetapi status tambahannya tidak terlalu tinggi.


Bahkan Blue Suit milik Arief memiliki status yang lebih tinggi dari kostum Teh Party maupun Galaxy Star. Mungkin banyak yang mengira karena Blue Suit mempunyai tingkat Langka, sedangkan seragam mereka hanya tingkat Tinggi.


"Jadi ini yang ingin di tunjukkan Mawar Putih. Sungguh mengesankan, katakan padanya bahwa aku sangat terkesan dengan kejutannya," kata Arief melirik Salju.


Salju hanya bisa tersenyum kecut karena tidak ada yang terkejut melihat pasukannya yang menggunakan seragam.


50 pemain berangkat menuju bos Monster Cacing Raksasa. Setidaknya membutuhkan 6 jam untuk sampai di tempat yang dituju. Walaupun cukup lama, dalam perjalanan mereka saling mengobrol untuk meningkatkan kekompakan.


"Pancing mereka keluar, pemain depan segera gunakan Guardian Guard bergantian!" teriak Arief melihat Cacing Raksasa.


Cola adalah pemain pertama yang sigap dalam menjalankan tugasnya, dia sudah terbiasa dengan perintah Arief yang sangat mendadak. Salju dan Kana langsung membelalakkan matanya, mereka tidak pernah menyangka ada pemain yang merespon dengan instruksi Arief yang mendadak.


Cacing Raksasa


Level : 100


HP : 5 juta


"Seperti yang direncanakan, jangan biarkan Cacing Raksasa menggunakan Skill pamungkasnya. Tidak ada pemain yang bisa menahan ledakannya!" kata Arief memberikan instruksi.


Skill pamungkas Cacing Raksasa biasa digunakan waktu pertama kali pemain menyerang, untuk mencegahnya pemain harus menggunakan skill yang dapat memprovokasinya secara berturut-turut. Setidaknya skill provokasi harus berdurasi 1 menit, karena pemain yang bisa menggunakan Guardian Guard berjumlah 10 orang, sudah cukup untuk membatalkan skill bos monster.


Setelah semua orang menggunakan skill provokasi, Arief memberikan perintah kepada pemain sihir untuk menggunakan serangan tunggal. Argya, Saputra, dan Reza menjadi pemain dengan kerusakan perdetik paling besar.


Statistik mereka sangat tinggi karena Arief membocorkan beberapa trik untuk mencari poin status dengan mudah, salah satunya dengan menyelesaikan misi beruntun khusus.


Hampir semua anggota Fairy Dance melakukannya, artinya sebagian besar pemain di Fairy Dance memiliki statistik yang jauh lebih tinggi dari pemain biasa. Walaupun mereka mempunyai level yang sedikit tertinggal, kemampuan bertarung mereka sangat bagus.


Sekarang Salju dan Kana mengetahui bahwa kelompoknya tidak dibutuhkan untuk menjatuhkan Cacing Raksasa. Arief hanya sedang memamerkan keahlian kelompoknya untuk menumbangkan monster level 100.


"Apa yang kalian lihat, segera serang. Kita tidak mempunyai banyak waktu!" teriak Arief melihat pasukan lainnya menyerang tanpa semangat.


Cacing Raksasa akan kabur jika tidak dikalahkan dalam waktu satu jam, jadi Arief dan kelompoknya harus terus memberikan kerusakan. Tidak peduli apa itu menggunakan skill atau menggunakan serangan dasar.

__ADS_1


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 250 kerusakan kritikal.


Jelas kerusakan itu sangat rendah untuk serangan dasar, Arief menutupinya dengan skill yang dapat memberikan kerusakan terus-menerus.


Semua pemain mulai kesusahan ketika sudah melewati 10 menit penyerangan. Beberapa pemain sudah mulai kendor karena staminanya mulai terkuras habis. Anehnya para pemain Fairy Dance masih tetap memberikan serangan yang stabil.


"Blue, sebenarnya pelatihan apa yang kamu berikan kepada anggota Fairy Dance?" tanya Kana yang sedikit kelelahan.


Arief melihat Kana dan berkata, "Sangat sederhana, mereka hanya berlatih di dunia nyata. Stamina dunia nyata mempengaruhi poin status, itulah yang aku ketahui."


Dia tidak menyembunyikan kebenaran, karena kelompok Teh Party sangat membantu di masa depan. Arief berencana menarik kelompoknya kedalam Fairy Dance, tetapi butuh waktu dan kepercayaan.


"Aku juga sudah melakukannya, tetapi hasilnya masih jauh lebih rendah," sahut Salju yang bertarung di sebelah Arief dengan pedangnya.


Jessica yang menggunakan skill pamungkasnya membuat pandangan Kana dan Salju terikat.


¬ Pemain Jessica memberikan kerusakan - 800 kerusakan kritikal. (5x)


Tidak ada yang menyangka ada pemain yang bisa membuat kerusakan setinggi itu. Bahkan Arief terkejut karena Jessica yang hanya seorang manajer biasa menjadi pemain super hebat.


Statistik juga sangat bagus, Jessica sering berkonsultasi tentang pengalokasian poin status. Arief yang sangat berpengalaman, memberikan nasihat kepadanya, sehingga alokasi poinnya sangat baik untuk pengguna tombak ganda.


Melihat Jessica yang sudah menggunakan ketrampilan pamungkasnya, Amelia tidak mau kalah. Dia menggunakan ketrampilan tinju beruntun, itu adalah skill rahasia yang dia dapatkan dari Ramiro, npc pemberi skill rahasia.


Skillnya setara dengan Ekstrim Blade, tapi jumlah kerusakannya tidak setinggi itu.


Semua anggota Fairy Dance menggunakan serangan pamungkas dengan perhitungan yang sangat matang. Tidak ada satu orangpun yang meleset dari sasarannya.


Pesan pemberitahuan sistem dihiasi kerusakan kritikal tanpa henti. Salju yang melihatnya sangat terkejut, dia tidak pernah melihat tulisan berwarna kuning sebanyak itu.


Bahkan dalam serangan skala besar, Galaxy Star tidak bisa membuat kerusakan yang sangat tinggi seperti itu.


"Menurutmu siapa yang menjadi top damage pemain dalam penyerangan kali ini?" tanya Salju kepada Kana.


Top damage adalah sebutan seorang kepada pemain yang berhasil memberikan kerusakan terbesar dalam penyerangan.


Kana memberikan tanggapannya, "Menurutku Jessica adalah pemain yang sangat baik, tetapi setelah melihat Amelia aku harus berpikir ulang."


Cacing Raksasa mulai aktif dalam penyerangan, hal itu diakibatkan skill provokasi tidak bisa menarik perhatiannya lagi.


Karena HP Cacing Raksasa berwarna kuning, Arief memberikan instruksi selanjutnya. "Pemain depan segera lindungi para penyihir, pemain yang berfokus pada Kelincahan mengambil alih perannya!" kata Arief dengan lantang.


Segera 5 pemain langsung berlari menuju kepala Cacing Raksasa, mereka menyerang dengan pedang pendek atau dengan pisaunya. Kerusakan yang dihasilkan sangat kecil, bahkan tidak bisa mencapai 3 digit.


"Argya sekarang waktunya untukmu menunjukan keterampilan. Jangan biarkan Cacing Raksasa keluar dari jangkauan serangan milikmu," kata Arief memberikan peringatan.


"Penjara Air!" kata Argya menyebutkan nama keterampilannya. Sebuah bola air sebesar Cacing Raksasa muncul di atas kepala monster.


Skill itu didapatkan Argya ketika merubah kelasnya, seperti kehidupan yang lalu, dia memiliki kemampuan sihir air yang sangat mengesankan.


Keterampilannya langsung membungkus Cacing Raksasa, hal itu dilakukan supaya monster tidak bisa menggunakan skillnya.


Semua pemain menggunakan ketrampilan terbaiknya untuk memberikan kerusakan. Tidak ada yang melihat Arief menggunakan serangan pamungkasnya, hal itu membuat Horizon sedikit curiga.


"Mengapa kamu tidak menggunakan serangan pamungkas milikmu?" tanya Horizon kepada Arief yang berdiri disebelahnya.

__ADS_1


"Aku belum menemukan momentum, setidaknya butuh beberapa waktu untuk membuat persiapan," jawab Arief sambil tersenyum manis.


__ADS_2