
Blue dan kedua rekannya tetap bersembunyi, sekarang bukan masalah pengecut atau tidak. Hasil adalah tujuan setiap peserta di Kompetisi Nasional.
Satu jam berlalu tanpa ada situasi yang berarti. Bella mulai lengah dalam penjagaannya, tanpa dia sadari pengintai musuh sudah mengetahui tempat persembunyian Blue dan kedua temannya.
Merasakan adanya pergerakan. "Semua lari!" teriak Blue memberikan perintah.
Martin dengan cepat berlari menuju arah yang ditunjuk Blue. Sedangkan Bella masih belum siap, karena tidak ingin membuang waktu, Blue langsung meraih pinggangnya dan berlari menuju tempat lain.
"Tidak akan aku biarkan!" teriak salah seorang pria berpakaian hitam. Dia adalah pengintai yang ditugaskan Pentagon untuk mencari keberadaan Blue dan rekan-rekannya.
"Gelombang Kejut!" kata Blue menggunakan keterampilan andalannya. Adanya Bella membuat serangannya tidak bisa mengenai target dengan benar.
Namun sayatan pedang Blue berhasil menghentikan pengintai yang mengejarnya.
Ketiganya berhasil lolos dari pertempuran tanpa arti, jelas sekali Pentagon sedang mengincarnya. Namun sangat aneh ketika anggota Tanduk Iblis dan Pentagon tidak saling bertarung.
"Sepertinya kita harus merubah strategi, Pentagon dan Tanduk Iblis tidak mau bertarung. Mereka ingin sekali menyingkirkan kita," kata Blue memberikan pendapatnya.
Sekarang peserta kompetisi nasional tinggal 62, Blue dan teman-temannya harus menyingkirkan 46 orang untuk bisa melaju ke babak selanjutnya.
"Kita bertiga tidak mungkin mengalahkan para orang gila itu," kata Bella yang sudah putus asa. Semua rekannya dari Pelindung Naga sudah dikalahkan.
Sekarang dia tidak memiliki kesempatan untuk bermain Domain Dewa lagi. Makanya Bella terlihat sangat murung.
Marvin melihat Blue yang tampak berpikir keras. "Tenanglah, ketua kelompok kita bukan orang yang mudah menyerah. Aku yakin kita bisa melewati ini," katanya memberikan motivasi pada Bella.
Seketika Bella langsung memandang Marvin dan segera mengalihkan pandangannya pada Blue.
"Baiklah, kita tidak bisa bersembunyi lagi. Aku akan memancing beberapa musuh, Bella gunakan kemampuanmu untuk meningkatkan kecepatan dan serangan Marvin. Percayalah, aku bisa menghadapi beberapa orang sekaligus."
Blue tampak sangat percaya diri, hal itulah yang membuat kedua rekannya mempercayakan baris depan padanya.
Setelah membicarakan beberapa strategi, akhirnya Blue bergerak. Marvin dan Bella mengikutinya dari belakang. Dengan kemampuan Marvin, seharusnya Bella akan sulit ditemukan.
"Akhirnya aku menemukanmu, sebaiknya kamu menyerah," kata salah seorang perwakilan dari Tanduk Iblis.
Blue menggelengkan kepala, artinya Marvin dan Bella harus bersiap untuk melakukan penyergapan. "Bagaimana jika kalian menunjukkan kelayakan kalian!" katanya memprovokasi musuh di depannya.
Ada 5 orang yang ada di depan Blue, tetapi dia tidak bergeming sedikitpun. Malahan dia tampak percaya diri dengan dua pedang di tangan kanan dan kirinya.
Semua penonton bersorak, semua ingin melihat pertandingan Blue dan kekuatan dari Tanduk Iblis.
"Bodoh!" kata salah seorang kelompok musuh. Dia langsung menerjang ke arah Blue dengan tombak di tangannya.
Pemanah dan penyihir langsung bersiap untuk melakukan serangan. Blue bersiap untuk menghentikan serangan tombak, dia memiringkan badannya supaya mudah melakukan gerakan menghindar.
Tepat ketika tombak musuh berada di depannya, dia berubah pikirkan. Ternyata kekuatan musuh tidak terlalu tinggi, oleh karena itu dia langsung mengayunkan pedang kirinya untuk merubah garis serang musuh.
Setelah berhasil menangis serangan, Blue langsung berlari menuju pemanah dan penyihir yang sudah siap melakukan serangan. Keduanya langsung melepaskan keterampilannya ketika melihat Blue berlari kearahnya.
"Naif!" teriak penyihir api yang sudah selesai merapal mantra miliknya.
Namun siapa sangka, Blue tidak menghindar. Dia malah mengayunkan pedang kanannya untuk membelah sihir. Teknik ini jarang dilihat karena harus menggunakan pedang khusus atau mempunyai kekuatan yang jauh melebihi musuhnya.
Sedangkan kondisi Blue keduanya, dia memiliki kekuatan yang jauh dari musuhnya. Ditambah dengan pedang khusus miliknya, Dual Secret Sword.
Penonton berteriak ketika melihat Blue berhasil membelah serangan sihir dengan sempurna. Tidak hanya penonton, tetapi para pencari bakat juga terkejut. Pasalnya membelah sihir tidak semudah kelihatannya.
__ADS_1
Pemain harus benar-benar melihat titik tengah dari sihir kemudian mengayunkan pedangnya dengan kekuatan yang setara atau lebih banyak.
Tepat setelah berhasil membelah sihir musuhnya, Blue menggunakan pedang di tangan kirinya untuk menggunakan serangan mematikan Slash. Seketika penyihir langsung keluar arena pertarungan.
Sungguh kerusakan yang sangat mengerikan, itulah yang dipikirkan semua penonton.
Mereka semua melihat keanehan ketika mengetahui level Blue yang masih 83.
"Aneh, dia masih level 83. Bagaimana mungkin visa memberikan kerusakan yang sangat tinggi?" tanya seorang pencari bakat.
"Bodoh, jelas dia mempunyai kelas Epik. Dilihat dari set yang dia pakai dan senjatanya, itu sudah membuktikan bahwa statusnya lebih tinggi dari pemain level 90."
Semua pencari bakat menganggap bahwa Blue setara dengan pemain level 90. Namun sebenarnya level 100 tidak akan bisa menyamai kemampuannya bertarung.
Dengan syarat pemain tersebut kurang menguasai kelasnya atau penggunaan prana yang kurang baik.
Blue tidak menghentikan serangannya, dia langsung mengayunkan pedang kanannya pada pemanah yang berdiri disebelah penyihir. Seperti yang sudah diduga semua orang, pemanah langsung keluar dari arena pertandingan.
Setelah berhasil menumbangkan dua orang, Blue membenturkan kedua pedangnya. Itu adalah isyarat untuk Marvin segera menyerang pemain depan, atay lebih tepatnya menyerang pengguna tombak yang menyerangnya.
Marvin dengan penambahan kekuatan milik Bella langsung menggunakan keterampilan terbaiknya.
"Dominan Blade!" kata Marvin menggunakan Skill yang hampir menguras MP miliknya.
Dengan keterampilan itu, dia bisa mengirim pemain tombak dengan satu kali serang. Kedua rekan sisanya terkejut karena melihat ketua mereka kalah tanpa perlawanan.
Memanfaatkan situasi, Blue menggunakan sayap hitam dan menerjang keduanya dengan sangat mudah.
"Ekstrim Blade!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.
Seketika ketiganya langsung berlari mencari tempat untuk bersembunyi. MP Marvin hampir habis, sehingga tim harus bersembunyi dan tugas Bella adalah menyembuhkan Marvin.
Tidak lebih dari 5 menit, MP dan stamina Blue sudah terisi penuh. Dia tinggal menunggu Marvin untuk melakukan strategi yang sama.
Setelah Marvin selesai beristirahat, gantian Bella yang harus beristirahat. Jelas jika Blue bergerak sendiri, dia akan lebih mudah menang.
Namun tujuan Kompetisi Nasional bukan untuk melakukan pertarungan sendiri. Dia ingin menunjukkan bahwa ketua Fairy Dance tidak hanya kuat, tetapi memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik.
"Baiklah, karena sudah beristirahat, waktunya berburu lagi. Mungkin sekarang mereka sudah mengetahui taktik kita, waktunya untuk sedikit merubahnya."
Tepat setelah Blue menyelesaikan perkataannya, seorang pemain muncul dan menemukan persembunyiannya.
"Aku menemukanmu, Bocah!" katanya dengan wajah yang memerah karena marah. Dia mengangkat tangannya dan memberikan kode pada pemain lainnya untuk segera datang.
Blue dan rekan-rekannya tidak mempunyai kesempatan untuk lari. Jadi satu-satunya cara adalah melawan balik.
"Sepertinya ini adalah akhir dari perjuangan kita. Ayo kalahkan mereka dari belakang, Marvin jangan menunjukkan dirimu. Bella tetap berikan perlindungan pada kita. Percayalah, aku tidak akan membiarkan satupun serangan menyentuhmu," kata Blue memberikan harapan terakhir.
Untuk memulai pertarungan serius, Blue mengambil satu pedangnya. Dia melihat puluhan panah langsung menyerangnya dan Bella.
Bela menutup matanya, karena sudah putus asa. Namun siapa yang menyangka Blue mengayunkan pedangnya dan menghentikan laju panah dengan satu pedangnya. Tidak ada yang meleset, semua panah berhasil dihentikan dengan sempurna.
Semua orang langsung melongo melihatnya. Tidak mungkin, itulah yang mereka pikirkan.
Setelah berhasil menghalau semua panah, Blue mengambil satu pedangnya lagi. "Siapapun yang menyentuhnya akan aku kirim dia keluar dari arena," katanya dengan penuh percaya diri.
"Sombong!" teriak salah satu perwakilan dari Tanduk Iblis.
__ADS_1
Semua pasukan Tanduk Iblis menyerang seperti seekor semut yang sedang menemukan gula. Tidak sampai disitu, para pasukan Pentagon juga melakukan hal yang sama.
Mereka bekerja sama dengan Pentagon untuk menumbangkan Fairy Dance, lebih tepatnya mengalahkan Blue di Kompetisi Nasional.
Kerja sama Pentagon dan Tanduk Iblis terungkap karena mereka tidak saling membunuh, malah menyerang tiga pemain lemah.
Semua serangan berhasil ditangkis Blue dengan sangat baik. Bella melebarkan matanya tidak percaya, punggung Blue tampak lebih besar dari kelihatannya.
Tanpa sadar dia merasakan kenyamanan dan mulai merapal mantra penghancur untuk mengalahkan musuhnya.
Semua orang fokus pada HP Blue yang tidak berkurang kemudian bertambah dengan cepat.
"Apa yang terjadi?"
"Keterampilan penyedot HP?"
"Vampir?"
Semua orang menebak dengan argumen masing-masing. Tidak ada yang tahu mengapa itu bisa terjadi.
Marvin menggunakan pisaunya terus mengurangi HP musuhnya. Bella menggunakan keterampilan arena untuk memberikan kerusakan pada musuh.
"Blue, segeralah menyerah. Aku sudah bosan menunggumu!" teriak seorang pria dengan pakaian mewah.
Dia adalah pemimpin Pentagon dalam Kompetisi Nasional kali ini. Regina tidak ikut karena mengalami beberapa perselisihan dengan petinggi, jadi dia diasingkan.
"Jangan pernah meremehkan kelompok lemah, kamu akan menyesalinya." Blue hanya bisa berkata pelan, dia berfokus melindungi Bella dari setiap serangan.
"Haha, kamu terlalu percaya diri. Lihatlah sekelilingmu, untuk mengalahkan kita tidaklah mudah!"
"Apa kamu yakin?" tanya Blue dengan ekspresi serius.
"Tentu saja!"
"Baiklah, En...!" kata Blue melepaskan kekuatannya sebenarnya.
Aura ungu gelap muncul di sekujur tubuhnya, semua orang langsung berhenti bergerak. Bahkan para penonton langsung terdiam.
Hanya Aries Hardiman yang tersenyum dan tubuhnya tampak bergetar ketakutan. "Ini adalah yang aku tunggu!" katanya pelan.
Melihat semua orang terdiam, Blue berjalan menuju musuhnya perlahan. Setiap ayunan pedangnya langsung mengeluarkan pemain dari arena.
Semua orang masih terdiam, mereka baru sadar setelah Blue berhasil mengalahkan 15 pemain sendirian. Marvin tidak bergerak sedikitpun, dia memiliki mental yang kuat, tetapi siapa yang mengira aura Blue begitu menakutkan hingga dia tidak bisa bergerak.
Para pencari bakat langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi petinggi mereka.
"Blue adalah pemain yang kita inginkan!" Semua orang mengatakan hal yang sama.
Dalam sekejap, ribuan permintaan pembelian Blue terkirim ke Jessica. Tidak ada yang tahu bahwa Blue adalah investor utama dari Fairy Dance.
Makanya tidak mungkin baginya untuk keluar dari guild yang dia bangun sendiri.
"Sepertinya perbedaan kekuatan kita terlalu jauh," kata Blue sambil mengayunkan pedangnya pada ketua Pentagon.
Sayangnya ada salah satu jendral perang Pentagon yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya. Sehingga pertandingan selesai sebelum pedang Blue sampai di Ketua Pentagon.
Suara sorakan terdengar sangat nyaring, wanita pertama yang bersorak untuk Blue tidak lain adalah ibunya sendiri, Yuliana.
__ADS_1
"Bocah, gila. Kamu benar-benar menunjukkan kekuatanmu sebenarnya," katanya.
Aries Hardiman menutup matanya dan bergumam, "Pantas saja dia tampak mirip, ternyata bocah itu sama persis dengan orang itu. Misterius dan aneh."