
Arief yang bertahan tersenyum tipis, dia melihat garis serang Reno dengan sangat jelas. Kerena pelatihan khusus dan penggunaan prana membuatnya menjadi petarung yang sangat hebat.
Setiap serangan Reno berhasil di tahan dengan cerdas. Bukan menggunakan kekuatan, Arief hanya menangkisnya dengan lembut kearah luar.
Karena tubuh bagian kanan Reno mengalami cedera, pergerakan ototnya kirinya semakin terbebani. Hal itu membuatnya mudah kelelahan, sehingga Arief bisa membalikkan keadaan sekali lagi.
Melihat Reno yang mengatur nafas, Arief memaksanya untuk terus bertarung. Pukulan ringan tetapi cepat, membuat Reno selalu menghindar dan menghabiskan nafasnya.
Jessica yang melihat dengan saksama, mempelajarinya dengan cepat. Karena dia mempunyai penglihatan dan tingkat belajar yang sangat tinggi. Jadi hanya dengan sekali lihat, dia bisa mengerti maksud Arief mengulur waktu.
Sampai akhirnya pukulan Arief melayang tepat ke tulang rusuk Reno. Hal itu membuat Reno kehilangan keseimbangan.
Arief yang melihatnya langsung menggunakan pukulan kuat untuk menumbangkannya, tetapi itulah yang ditunggu Reno.
Senyum jahat tampak di wajah Reno, dia mengayunkan tangan kirinya untuk memukul rahang bawah Arief.
Keduanya saling mengadu tinju, Reno mengenai rahang bawah. Sedangkan Arief mengenai pelipis kiri Reno hingga membuatnya berdarah.
Keduanya terjatuh ketanah secara bersamaan. Reno terlentang menghadap atas, sedangkan Arief kehilangan keseimbangan dan berlutut sambil menundukkan kepala.
Jelas pukulan Reno mempengaruhi kesadarannya, tetapi tidak cukup membuatnya sampai jatuh pingsan.
"Bocah, kamu kuat. Aku hanya bisa mengatakan Juna itu orang yang sangat licik. Dia bisa menggunakan uangnya untuk menyakiti sekitarmu," kata Reno sambil melepaskan badannya di atas lantai.
Arief yang mendengarnya tersenyum dan berdiri seperti tidak pernah terpukul sebelumnya. "Juna memang orang yang licik, tetapi dia mempunyai hati rapuh. Tidak mungkin dia bisa menyakiti ibuku, apa lagi orang disekitar," katanya.
Juna adalah bos Shadow yang selalu bertindak sesuka hati. Dengan kekayaannya, dia berhasil mencapai banyak hal. Bahkan bisa menarik banyak pemain berbakat dengan paksaan.
Arief yang pernah menjadi ketua Guild Shadow hanya bisa tersenyum kecut melihat tingkah lakunya, tetapi itulah yang dibutuhkan seorang pengusaha untuk mendapat keuntungan.
Di dunia yang kejam ini, pasti ada yang dirugikan. Juna memilih untuk mengecewakan seluruh dunia daripada seluruh dunia mengecewakannya.
Tidak ada yang tahu seberapa kaya Juna, karena Mawar Putih saja tidak ingin bertarung habis-habisan dengannya. Walaupun penting mempunyai sifat licik, tetapi Juna terlalu berlebihan.
Itulah yang membuat Shadow tidak bisa berkembang lebih jauh. Jaringan yang dimiliki Juna tidak seluas Mawar Putih, tetapi dia memiliki kekuatan besar di belakangnya.
Arief tidak tahu seberapa kuat pasukan yang melindunginya. Setidaknya kekuatan pendukung Juna setara dengan Pasukan Garuda milik Pak Tua.
Karena Arief mengetahui bahwa ibunya adalah mantan prajurit, dia bisa tenang membiarkan ibunya sendirian. Sedangkan untuk teman-temannya, Arief harus memikirkan cara lain.
Bondan dan Dona yang diharapkan menjadi penjaga anggota lainnya dapat dikalahkan dengan mudah. Setidaknya membutuhkan waktu untuk membentuk keduanya.
Suara langkah kaki terdengar, mereka adalah pasukan pembantu yang dikirim Juna untuk memberi pelajaran kepada Fairy Dance.
__ADS_1
Amelia yang membawa tas kresek di tangan kirinya mengerutkan kening ketika melihat semua anggota Fairy Dance tergeletak di tanah. "Apa yang terjadi disini?" tanyanya melirik 5 orang yang baru masuk kedalam ruangan.
"Yah, bisa dibilang mereka orang yang mencoba melakukan tindakan kriminal," kata Arief sambil tersenyum.
Dia berjalan menuju 5 orang yang baru saja masuk sambil memberikan isyarat kepada Amelia dan Jessica untuk mendekatinya.
Jessica dan Amelia segera menanggapi dan berlari kesamping Arief. Jessica yang mengenakan pakaian formal melintang lengannya sampai ke siku. Amelia yang mengenakan kaos melemaskan kedua tangannya bersiap menerjang musuh.
Sebelum melangkah menyerang, Arief melirik Reno yang terlentang di tanah. "Aku akan memberitahumu, alasan Fairy Dance tidak takut dengan pasukan khusus yang ada di belakang Juna," katanya.
Arief tersenyum lebar dan berlari menuju lima orang yang berada di depan pintu ruangan. Disusul dengan Jessica dan Amelia yang secara pribadi dilatih Arief menggunakan teknik pernapasan modern.
Mereka semua tidak menggunakan prana, jadi Arief harus mengimbanginya. Bukan karena takut dengan pasukan misterius, tetapi untuk menjaga keamanan anggotanya yang belum menguasai prana.
Pukulan Arief jauh lebih berat daripada sebelumnya, langkah kakinya yang mantap membuat pukulannya mendarat di wajah musuh dengan sempurna. Suara benturan tulang wajah dan kepalan tangan terdengar keras.
Amelia dan Jessica tidak kalah mengerikan, mereka bisa menghindar dengan kelenturan tubuh yang telah dibentuk Arief menggunakan ingatan masa depannya. Jadi sudah pasti kelenturan dan kekuatannya sangat sempurna.
5 melawan 3, itulah yang dilihat Reno tepat di depan matanya. Anehnya 5 orang dari Pasukan Khusus seperti samsak yang tidak bisa melayangkan serangan sedikitpun.
Kelimanya jatuh tak berdaya, 3 orang kehilangan kesadaran karena Arief menggunakan pukulan mematikan. Berbeda dengan Jessica dan Amelia yang menggunakan kelembutan untuk menciptakan celah.
Setelah lima orang terkapar di tanah, 30 prajurit dari Garuda baru muncul. Mereka tampak kebingungan ketika melihat Arief, Jessica, dan Amelia berdiri di atas lima orang yang tampak terlatih.
Setelah memastikan tidak ada luka serius, Arief memindahkan semua orang kedalam kamar yang sudah disiapkan. Menggunakan sedikit ketrampilannya, Arief dengan cepat menyadarkan mereka semua.
Reno yang sendirian terlentang di ruangan. "Hai, setidaknya sadarlah disini ada pasien yang harus ditangani," katanya sambil mengusap dahinya yang berdarah.
Sebagai seorang prajurit, dia bisa mengendalikan tubuhnya dengan sempurna. Namun sekarang dia tidak bisa berdiri karena staminanya habis dan pukulan Arief yang sangat misterius.
Dia tidak melihat adanya penggunaan prana, tetapi merasa bahwa Arief bisa menggunakannya. Alasannya sangat tidak mungkin ada orang yang bisa menumbangkan 3 prajurit khusus dengan kedua tangannya.
Di samping itu, kekuatan pukulannya jauh lebih berat dari biasanya. "Tidak mungkin anak berusia 16 tahun bisa menggunakan prana," gumamnya pelan.
Walaupun seorang veteran tentara, Reno tidak bisa menggunakan prana. Namun kekuatan tubuhnya saja sudah cukup untuk mengimbangi pengguna prana.
Anehnya setiap pukulan yang dilancarkan Arief tidak sakit, tetapi serangannya terasa menusuk sampai tulangnya. Bahkan veteran yang sudah menggunakan prana puluhan tahun tidak bisa melakukannya.
Prana adalah energi yang hanya bisa memperkuat tubuh luar, seharusnya tidak bisa merusak bagian dalam. Setidaknya itulah yang diketahui manusia pada masa sekarang.
Pengetahuan Arief tentang masa depan membuat segalanya berubah. Reno mulai tertarik dengan penggunaan prana setelah umurnya mencapai 45 tahun.
Arief yang sudah selesai merawat semua orang menghampiri Reno yang tergeletak di lantai.
__ADS_1
"Hai, setidaknya kamu masih ingat adanya orang di ruangan ini," kata Reno mencoba bangkit dari tempat.
"Sebenarnya aku tidak mau mengatakannya. Tetapi mungkin saja kamu tertarik bergabung dengan Fairy Dance," kata Arief memberikan penawaran.
Reno tersenyum lebar dan berkata, "Jangan membuatku tertawa, aku adalah kapten dari Pasukan Cobra. Tidak mungkin bagiku mengkhianati pasukan khusus."
"Siapa bilang kamu harus mengkhianati pasukan Cobra, aku hanya bertanya ingin bergabung atau tidak. Semua bisa diatur dengan adanya uang, tenanglah," kata Arief tersenyum tipis.
Seperti yang dikatakan Arief, pasukan Cobra sangat menyukai uang. Itulah kenapa mereka mendukung Juna sepenuhnya.
Walaupun tidak sekaya Juna, Fairy Dance memiliki beberapa cadangan uang untuk menyelesaikan masalah seperti ini.
"Haha, aku tidak menyangka seorang bocah sepertimu mempunyai pemikiran seperti itu. Namun perkataan mu tidak sepenuhnya salah."
Reno berusaha berdiri dengan tubuh yang masih lemas, Arief memukul tepat di daerah yang dapat membuat seluruh tubuh lemas. Ilmu kedokteran membantunya untuk melancarkan serangan mematikan.
"Yah, pikirkanlah tawaranku. Mungkin kamu akan menemukan dunia yang berbeda setelah bergabung denganku, tetapi semua keputusan ada di tanganmu," kata Arief sambil membantu Reno yang mencoba berdiri.
"Baiklah, jika memang keadaan merestui. Aku akan mencari mu di Fairy Dance," kata Reno sambil tersenyum.
Arief menawarkan kesempatan untuk Reno bukan tanpa alasan, dia adalah orang yang menyaksikan tenggelamnya bakat Reno. Pasukan Cobra selalu menyuruhnya untuk membereskan beberapa masalah pribadi Juna. Sebagai seorang prajurit, Reno tidak bisa membantah perintah atasnya.
Dimasa lalu, Arief pernah di latih oleh Reno. Makanya dia bisa menggunakan kelemahannya untuk membuat celah, dia juga tidak memukul titik vital yang dapat membuat seseorang pingsan. Sangat berbeda dengan kelima orang lainnya.
Arief melihat Reno berjalan keluar dari Rumah Latihan Fairy Dance tersenyum manis. "Semoga kamu memilih jalan terbaik, Guru," katanya pelan.
Walaupun dimasa lalu Reno adalah gurunya, Arief tidak bisa melupakan bahwa Reno sekarang adalah musuh yang harus disingkirkan. Tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Arief kedepannya.
Setelah menyelesaikan beberapa urusan sepele, Arief masuk kedalam Domain Dewa. Dia melihat keributan di dalam forum Domain Dewa karena kenaikan harga yang sangat signifikan.
Pandai Besi biasanya hanya menarik 10 Tembaga, sekarang mereka menarik 10 Perak. Jumlah itu jelas sangat banyak untuk pemain bebas.
Oleh sebab itu, guild besar mulai panik membeli koin emas. Hanya dalam satu jam harganya mencapai 42 kredit.
Jessica tidak percaya dengan kenaikan signifikan yang terjadi. Jika Arief tidak menyuruhnya untuk berhenti membeli koin emas, uang cadangan Fairy Dance akan terkuras.
"Bos, bagaimana kamu bisa mengetahui kenaikan harga akan terjadi?" tanya Jessica dengan wajah serius.
"Sangat sederhana, perusahan Aldi bergerak di bidang bisnis. Jelas mereka tidak mungkin membuat permainan virtualnya merugi, pasti keuntungan adalah targetnya. Dengan menaikkan harga, maka penghasilan mereka akan meningkatkan drastis."
Perlu diketahui bahwa Domain Dewa sudah dimainkan 7 miliar pemain aktif. Jumlah itu sepertiga dari Benua Tengah tempat tinggal Arief.
"Lihatlah nilai saham Perusahaan Aldi," kata Arief.
__ADS_1
Seperti yang dia prediksi, nilai saham Perusahaan Aldi meningkat drastis karena pasokan dana segar dari orang misterius. Tidak ada yang mengetahui orang itu sampai Arief mendapat kehidupan keduanya.