Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
239. Relief


__ADS_3

Blue dan Ketua Fraksi Tinju Naga saling menatap setelah mengatakan kata yang sama. Duanya tidak ingin menghadapi musuh yang merepotkan.


Ketua Fraksi Tinju Naga bisa melihat bahwa Blue mempunyai banyak pasukan di belakangnya. Dia sudah melihat ada beberapa yang sedang bersembunyi dibalik bukit dan beberapa arah utara.


Bahkan jika Fraksi Tinju Naga turun tangan kemungkinan besar Pentagon tetap akan runtuh. Namun dia mendapatkan bayaran yang sangat besar, sehingga memungkinkan untuk bekerja sama dengan fraksi lain.


Setelah memikirkan beberapa pertimbangan akhirnya Ketua Fraksi Tinju Nada memilih untuk mundur dan berencana mengembalikan uang Pentagon.


Namun siapa yang menyangka lawannya juga ingin mundur. Mungkin ini akan menjadi perang sejarah dunia, kedua belah pihak sama-sama kalah.


Sedangkan Blue sudah memikirkan konsekuensi jika keras kepala menyerang Pentagon. Banyak yang harus dikorbankan ketika menghadapi Tujuh Mawar, belum lagi ketua Fraksi Kaku akan mendatanginya.


Dia harus menyiapkan suasana yang bagus supaya Ketua Fraksi Kaku tidak memusuhinya Fairy Dance. Blue menggunakan Fraksi Kaku untuk menakuti lawannya, jelas itu melanggar kode etik pasukan Tujuh Mawar.


Namun apa boleh buat, Blue sengaja mengatakan itu untuk memancing Toma menemuinya. Mungkin ini akan menjadi reuni antara murid dan guru di masa depan.


"Haha, kamu mempunyai pemikiran yang sama denganku. Bagaimana jika kita berteman?" tanya Ketua Fraksi Tinju Naga sambil mengulurkan tangannya.


Blue tersenyum tipis. "Hanya orang bodoh yang menolak tawaranmu, mari sudahi peperangan kali ini," jawabnya sambil menjabat tangan lawan bicaranya.


Walaupun keduanya berteman, Blue dan Ketua Fraksi Tinju Naga saling waspada. Pasalnya mereka berdua percaya dua harimau tidak akan bisa hidup berdampingan di gunung yang sama.


Kedua pasukan mundur, Blue sangat menyayangkan kegagalannya kali ini. Jika bukan karena fraksi Tujuh Mawar, dia pasti akan meratakan Pentagon.


Siapa yang menyangka Pentagon mempunyai jaringan ke Tujuh Mawar secara langsung. Namun Blue mempunyai keluarga Nakamoto yang cukup misterius, jadi para ketua Tujuh Mawar tidak akan bisa mencelakainya.


"Jessica, segera kembali. Regina kehilangan berapa level?" tanya Blue melalui pesan suara.


"14, sekarang dia berada di level 81. Beberapa petinggi Pentagon juga telah kehilangan banyak level, paling tinggi diantara mereka hanya level 79," jawab Jessica dengan lancar.


"Baiklah, aku yakin mereka tidak akan menerima begitu saja. Namun situasi tidak mendukung kita," kata Blue memberikan instruksi.


Amelia yang baru saja berenang-senang dengan tinjunya harus berhenti karena perintah Blue. "Bos, mengapa kita berhenti. Aku yakin bisa mengusir Pentagon dengan kekuatan kita sekarang?" tanyanya pelan.


"Iya kita bisa mengalahkan Pentagon, tetapi tidak dengan Tujuh Mawar." Blue menggelengkan kepala karena tidak setuju dengan pendapat Amelia.


"Bukankah orang besar tadi mengatakan bahwa dia mundur?" tanya Amelia lagi.


Blue melirik Amelia, dia tersenyum tipis. "Sesuai dengan namanya Tujuh Mawar, mereka mempunyai 7 fraksi yang sangat kuat. Salah satunya adalah Tinju Naga. Jika mereka gagal, kamu pasti tahu apa yang akan diperbuat fraksi lainnya."


Blue memberikan gambaran besar situasi Fairy Dance saat ini. Satu fraksi Tujuh Mawar sama dengan tiga kali Pentagon. Jika Fairy Dance benar-benar ingin menantang mereka, artinya dia harus melawan 21 kali lebih kuat dari Pentagon.


Amelia sadar akan situasi Fairy Dance, dia hanya bisa menyesalkan kesempatan emas ini. Mungkin suatu saat tidak akan ada kesempatan sebagus ini.


"Tenanglah, walaupun kita sudah mundur. Apa mungkin aku pergi tanpa membawa benda berharga," kata Blue sambil menunjukkan sebuah kalung.


"Apa?" kata Amelia terkejut melihat barang yang dipegang Blue.

__ADS_1


"Benar, ini adalah kalung tingkat Legenda milik Regina. Jika kita menjualnya pasti akan untung besar, terapi bagaimana jika kita menjualnya ke Pentagon?" tanya Blue memberikan pertanyaan yang membuat Amelia pusing.


"Aku tidak tahu, Bos. Yang pasti itu akan membuat Pentagon kebingungan dan marah," jawab Amelia sebisanya.


Blue hanya membalasnya dengan senyum manis, sebenarnya dia ingin menjual ke Pentagon untuk mengembalikannya pada Regina. Pasalnya dia adalah orang yang paling tepat untuk menggunakan kalung ini.


Disisi lain, Blue adalah musuh. Jadi tidak bisa memberikannya secara cuma-cuma, akhirnya memutuskan untuk menjualnya kembali ke Pentagon.


Tidak hanya kalung tingkat Legenda yang dia ambil, tetapi beberapa senjata tingkat Epik juga sudah berada di kantong penyimpanannya.


Rampasan perang tetaplah rampasan, Blue akan menuliskan daftar barang yang dijatuhkan oleh para pemain Pentagon.


Adanya Bee membuat Blue tidak perlu mengambil barang yang jatuh, semua barang langsung masuk penyimpanan tanpa terkecuali. Bahkan beberapa sampah seperti batu dan dauh juga masih kedalam penyimpanan.


Oleh karena itu Blue harus menyortir isi penyimpanannya setiap kali selesai perang atau pengerebekan monster.


Pembicaraan Blue dan Amelia berakhir sampai disitu, mereka berpisah untuk segera membersihkan medan perang dan memimpin pasukan masing-masing mundur.


Rori dan teman-temannya kembali ke markas, sedangkan Blue menemui Nakamoto dan pasukannya.


"Sepertinya kalian tidak mendapatkan jatah lagi, sayangnya dibelakang Pentagon ada kekuatan yang tidak bisa aku singgung," kata Blue pelan.


"Aku tahu, Tujuh Mawar cukup mengerikan. Ayahku pernah bilang bahwa mereka mempunyai banyak cabang, lebih baik tidak mengganggunya." Nakamoto menepuk pundak Blue, dia mencoba menenangkan temannya.


Keduanya berbincang sebentar kemudian Nakamoto kembali ke rumahnya. Dia akan melakukan perjalanan panjang seperti biasanya.


Sebelum pergi, Blue memberikan sebuah hadiah, itu adalah sebuah Topeng berwarna hijau muda. "Anggap ini sebagai rasa terimakasih," kata Blue sambil menyodorkan topengnya.


Seperti yang kita ketahui, Amon selalu membuat topeng yang sangat istimewa. Topeng itu juga akan menciptakan kostum khusus, sehingga Nakamoto bisa menyembunyikan identitasnya.


"Baiklah, jika membutuhkan bantuan hubungi aku. Sebagai teman yang baik tentunya aku akan datang secepat mungkin," kata Nakamoto menerima topeng yang diberikan.


Sebenarnya dia sudah memiliki topeng yang sangat bagus, tetapi setelah melihat status yang ditambahkan Jade Mark, dia tersenyum lebar.


Keduanya berpisah, Blue kembali ke Desa Koral menemui Jessica. Dia ingin membahas tentang pembaruan selanjutnya.


Dalam perjalanan menuju pembaruan kelima, akan ada pembukaan gate di setiap kota. Beberapa pemain berhasil mendapatkan inti gate dari Dungeon Rahasia tingkat 100 atau diatasnya.


"Darimana kamu mengetahui informasi ini, Bos?" tanya Jessica penasaran. Dia selalu penasaran tentang bagaikan Blue mendapatkan informasi dimasa depan.


"Ayo ikuti aku." Blue berjalan menuju Desa Sahara, lebih tepatnya di sebelah selatan desa. Tidak ada yang akan memperhatikan semak belukar di sebelah pintu masuk dungeon tingkat 20.


Blue memotong beberapa ranting pohon dengan tiga ayunan pedang. Kemudian dia menginjakkan kakinya disebuah batu batu berwarna hitam.


"Jessica jangan terlalu jauh. Kita akan dipindahkan ke sebuah tempat." Blue memberikan peringatan, Jessica langsung mendekat.


Sebuah cahaya berwarna hitam menyelimuti keduanya, dalam sekejap mata keduanya berada di sebuah hutan belantara.

__ADS_1


"Dimana ini, Bos?" tanya Jessica.


Blue menempelkan jari telunjuk ke bibirnya. "Jangan mengeluarkan suara terlalu keras," kata Blue pelan.


Merasakan ada sesuatu yang datang, Blue dan Jessica langsung bersembunyi. Seekor dinosaurus berukuran 12 meter terlihat, Jessica langsung melebarkan matanya. Dia sempat ingin mengeluarkan suara, tetapi Blue langsung menutup mulutnya.


Dinosaurus


Level : 410


HP : 5 miliar


Setelah dinosaurus itu pergi, Blue melepaskan tangannya. "Benar, kita berada di wilayah monster level 410. Alasanku datang kesini untuk menunjukkan padamu mengapa aku mengetahui pembaruan yang akan terjadi," katanya sambil berjalan menuju sebuah gua.


Kemudian Blue meraba sesuatu di dinding gua. "Lihatlah relief ini, bisa dibilang ini menjadi petunjuk perkembangan Domain Dewa dimasa depan!" katanya memandang Jessica yang menganga.


Jessica langsung melakukan beberapa penelitian, dia akhirnya bisa menarik kesimpulan bahwa semua perubahan Domain Dewa tercatat di relief dinding gua.


"Jadi pembaruan keempat adalah titik awal pemberontakan penduduk pribumi. Jika mereka semua sudah mendapatkan sistem, artinya sebentar lagi akan ada peperangan besar antar kota. Disisi lain banyak penduduk akan menggunakan portal seperti Desa Sahara."


Jessica mengatakan semua yang dia pikirkan. Dia harus mengingat semua gambar yang mungkin akan berguna dikemudian hari.


"Iya, sayangnya gambar ini hanya sampai pemberontakan awal penduduk pribumi. Artinya tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan dari Domain Dewa. Namun aku mengetahui satu hal, portal perpindahan antar kota harus kita monopoli," kata Blue memberikan pemikirannya.


"Bagaimana mendapatkannya, Bos?" tanya Jessica dengan penuh semangat. Sekarang dia mengerti mengapa Blue bisa mengetahui pembaruan lebih cepat dari orang lain.


Blue berjalan menuju sisi lain dari dinding gua. "Kemari, menurutku ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk memicu pembentukan portal di sebuah kota. Namun semua bahan ada di wilayah monster level 100 atau lebih," katanya.


"Kita sudah bisa menggunakan jumlah untuk mengepung para monster!" kata Jessica memberikan solusi terbaik yang bisa dia berikan.


Blue menggelengkan kepala, lihatlah lagi gambarnya. "Pemain tidak bisa mendapatkan barang tersebut, artinya hanya penduduk pribumi yang memungkinkan untuk mendapatkan semua barang yang dibutuhkan."


"Jadi ini alasan mengapa kamu ingin mencari para penduduk pribumi yang kuat. Sangat cerdas, Bos."


"Bukan seperti itu, masalah sebenarnya ada pada gambar paling bawah."


Jessica langsung mengarahkan pandangannya pada gambar di bawah. Seketika dia langsung melebarkan mata, penduduk pribumi harus mengalahkan monster dengan kekuatannya sendiri.


Tidak boleh ada pemain ataupun penduduk pribumi lainnya yang membantu. Yang paling mengejutkan adalah level mereka dengan monster harus sama persis.


Seperti yang kita tahu, npc atau pengawal memiliki status sedikit lebih tinggi dari pemain. Namun mereka masih jauh dibandingkan dengan para monster.


Jika disuruh bertarung satu lawan satu, para penduduk pribumi jelas akan kalah. Namun Blue tidak akan kehabisan akal, dia sudah menentukan beberapa pengawal yang mungkin bisa mengalahkan monster.


Pilihannya jatuh pada seorang Iblis atau yang tidak bisa mati. Jika penggunaan manusia, jelas sekali mereka tidak akan bisa menang.


Mungkin Yami dan beberapa orang bisa mengalahkan monster dengan level yang sama. Namun bukan itu tujuan Blue, dia ingin semua pengawalnya mendapatkan pengalaman bertarung dengan mahluk yang lebih kuat.

__ADS_1


"Kamu yakin ingin mencari pengawal seorang Iblis?" tanya Jessica penasaran.


Blue berpikir sejenak. "Aku belum memutuskannya, tetapi hubunganku dengan Dewa maupun Pahlawan sedikit kurang baik. Iblis adalah pilihan satu-satunya."


__ADS_2