
Blue langsung menyusul, Ayunda dan kelompoknya. Dia ingin melihat sampai seberapa jauh mereka menjelajah.
Namun siapa yang menyangka, Blue hanya membutuhkan 1 menit untuk menyusul mereka semuanya. Dia tidak tahu mengapa mereka sangat lambat, karena Raul sangat mencolok, Blue menariknya ke ruang penyimpanan.
Sedangkan Ela dan Bee tidak dimasukkan karena berukuran kecil. Blue segera mencari tempat yang mempunyai pandangan luas, sehingga bisa menonton pertarungan dengan baik.
"Wanita bodoh, jangan hanya diam. Segera sembuhkan kita semua!" teriak pemimpin kelompok dengan kapak besar di tangannya.
Walaupun perkataannya sangat kasar, dia merupakan pemimpin kelompok yang sangat baik. Terbukti mereka bisa sampai sejauh ini tanpa kehilangan satupun anggota.
Ayunda adalah seorang penyembuh yang menggunakan pedang. Kelas yang sangat langka, mereka juga digolongkan sebagai seorang Magic Sword.
Sayangnya Blue tidak pernah melihat Ayunda berada di papan peringkat. Dia hanya tahu kedua saudaranya, Gusti dan Prabu.
Pemain sekarang belum terlalu mengetahui keistimewaan Magic Sword, tetapi setelah mengetahui susahnya meningkatkan level, semua orang akan mencari seorang Magic Sword.
Blue tidak mengetahui tentang identitas sebenarnya Ayunda karena tidak menggunakan Mata Dewa. Namun siapa yang menyangka kelas Ayunda sangat langka.
Kelas Ayunda berfokus pada penyembuhan, tetapi dia juga memiliki keterampilan pedang yang cukup baik. Sayangnya keterampilan pedangnya tidak terlalu berkembang, Blue bisa melihat dari status Kekuatannya.
Mata Dewa bisa melihat status pemain yang memiliki level dibawahnya. Betapa mengejutkan ya ternyata Ayunda hanya berlevel 27. Sebelumnya dia tidak serendah itu, Blue semakin curiga. Pasti ada ancaman yang diterima Ayunda.
Blue tidak akan melakukan gerakan sebelum bos reruntuhan. Bukannya tidak bisa mengalahkan Bos, dia hanya merealisasikan rumor yang sedang beredar di seluruh Kerajaan Banyuwangi.
Ayunda yang mendapatkan ancaman langsung menggunakan keterampilannya untuk menyembuhkan semua anggota. Walaupun tidak banyak, HP yang ditambahkan bisa mencakup seluruh pemain.
Kelincahan Ayunda juga lumayan tinggi, sehingga ketua kelompok menyuruhnya menjadi tank di depan. Sehingga semua anggota kelompok bisa fokus menyerang monster.
Ayunda terus dijadikan umpan, supaya semua pemain tidak terkena kerusakan. Awalnya Blue menganggap ketua kelompok sangat baik, setelah melihat caranya, dia harus menarik kata-katanya.
Memang cara itu sangat bagus, terapi kelihaiannya dalam mengendalikan pemain masih sangat rendah.
Sembari menunggu mereka semua sampai di ruangan bos monster, Blue mencari beberapa biji yang di jual. Ternyata sudah banyak pemain yang menjual berbagai jenis biji pepohonan.
Bahkan ada 10 ribu biji Pohon Apel yang tidak bisa di tanam oleh pemain. Melihat harganya sangat rendah, Blue langsung membelinya semua.
"Ini sungguh keberuntungan yang bagus," gumam Blue pelan.
Pasalnya dia Bis mendapatkan 10 ribu biji Pohon Apel sangatlah berharga. Sekarang dia membutuhkan seorang penduduk pribumi atau npc yang mempunyai kemampuan berkebun.
Banyak penduduk pribumi di Desa Koral sudah berkembang. Blue menyuruh Jessica untuk mencarikan 5 penduduk pribumi yang mempunyai ketrampilan berkebun dan perhutanan.
Tidak sampai disitu, Blue membeli beberapa biji yang bisa meningkatkan produksi kayu di Desa Koral. Mungkin kayu tidak terlalu berharga setelah penemuan bubuk besi, tetapi masih memiliki pasarnya sendiri.
Sama seperti duanya nyata, walaupun kayu tidak sebaik besi. Ia memiliki ciri khasnya sendiri. Sehingga bisa digunakan oleh masyarakat.
Kayu di Domain Dewa juga akan seperti itu, bahkan para pedagang sering membeli kayu dalam jumlah besar.
Karena Desa Koral sudah menjadi tingkat 3, banyak permintaan kayu yang tidak bisa dipenuhi. Oleh karena itu, Jessica berinisiatif membangun 4 pabrik kayu lainnya. Sehingga sekarang Fairy Dance memiliki 5 pabrik kayu yang berpusat di Desa Koral.
Keuntungan setiap harinya lebih dari 12 koin emas. Sungguh penghasilan yang sangat gila, Fairy Dance sudah berkembang sangat jauh.
Musuhnya seperti Galaxy Star dan Shadow sudah tidak bisa mengejarnya. Mereka hanya bisa melihat Fairy Dance terus meningkat karena Kota Danau Putih sudah berada di bawah kepemimpinannya.
Keuntungan Mutiara juga tidak sedikit, Buana berhasil menjual semua mutiara dengan nilai yang pantas. Karena kekuatan pertahanan Fairy Dance terlalu kuat, semua guild yang ingin menyerang langsung menyerah.
__ADS_1
Begitupula dengan semua pulau yang sudah di bangun tembok penghalang. Tidak ada satupun pemain yang berhasil menaklukkan benteng di lautan.
Bukan karena mereka kekurangan uang, tetapi Benteng di lautan masih terlalu kuat. Sebenarnya Blue mempunyai cara untuk menghancurkan tembok pertahanan di laut.
Namun dia belum berani mempublikasikannya makanya Blue harus menahan diri untuk menyerang pasukan lain.
Setelah menunggu cukup lama hingga Blue tampak menguap karena mengantuk. "Lama sekali mereka," katanya melihat bos yang masih memiliki 70% HP.
Sembari menunggu, Blue iseng menulis satu kata di sosial media pribadinya.
"Aku tidak peduli dengan cibiran mereka, bahkan aku tidak takut melawan seluruh dunia!"
Pernyataannya langsung mendapatkan sorotan dari media, mereka menganggap bahwa Fairy Dance akan melakukan perang besar dengan sebuah guild lainnya.
Semua reporter langsung menuju Desa Koral dan meminta klarifikasinya dari Jessica sebagai wakil ketua.
Karena satu pernyataannya, orang yang mengikutinya bertambah 10 ribu orang. Awalnya dia hanya memiliki 200 ribu pengikut, itupun semua anggota Fairy Dance.
Bos Api Merah juga melihat berita tersebut, dia langsung memerintahkan bawahnya menyelidiki Fairy Dance. Bukannya takut, dia hanya ingin melihat seberapa hebat orang bernama Blue.
Keisengannya membuat beberapa guild kecil yang menjadi musuh Fairy Dance segera menyerah. Rori sangat mendominasi di Kota Rawa Kuning karena satu pernyataannya.
Namun tidak sedikit yang memusuhi Fairy Dance karena mereka telah menjadi korban perluasan kekuasaan Fairy Dance.
Padahal Fairy Dance selalu memberikan penawaran yang sangat bagus. Siapapun yang menyerah dan memberikan desa guild miliknya mempunyai kesempatan untuk masuk Fairy Dance.
Untuk mendapat tanggung jawab yang lebih besar, Jessica harus mengamati setiap pemain yang terpaksa masuk kedalam Fairy Dance.
Bisa saja mereka akan menjadi bumerang yang akan menghancurkan Fairy Dance dari dalam. Blue sudah memberikan solusi kejadian tersebut, jika ada seorang pemberontakan dari provokator, maka akan langsung dikeluarkan dari guild. Semua itu tertulis dalam kontrak yang ditulis sebelum masuk.
Karena itulah kontrak di Domain Dewa akan berlaku juga di dunia nyata. Namun untuk mengaplikasikannya membutuhkan banyak waktu.
"Akhirnya mereka memasuki bagian akhir, ayo bergerak!" kata Blue memasang Topeng Joker Blue dan mengambil kedua pedangnya di punggung.
HP monster tinggal 10%, tidak mau menunggu lebih lama, Blue keluar dari persembunyiannya. Tanpa memberikan peringatan, dia langsung menebas salah satu pemain belakang kelompok Api Merah.
Seketika pemain belakang langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan karena HPnya sudah berkurang karena serangan area bos monster.
"Sialan, siapa kau!" teriak ketua kelompok dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya.
Blue tidak menjawab, dia mengeluarkan sayapnya. Karena Joker Blue mempengaruhi warna sayapnya, Blue leluasa untuk menggunakannya.
Semua pemain belakang dengan cepat dikirim ke Rumah Kebangkitan tanpa menggunakan keterampilan sedikitpun. Ketua kelompok sedikit curiga melihat Blue tidak melukai Ayunda.
"Aku tahu sekarang. Kamu adalah orang suruhan untuk menyelamatkan wanita itu!" kata ketua kelompok dengan nada tinggi.
Blue sekali lagi tidak menjawab, dia langsung menebas ketua kelompok. Kerusakan yang dihasilkan sangat besar, terapi tidak cukup untuk mengirimnya langsung ke Rumah Kebangkitan.
"Sungguh Pertahanan yang bagus," kata Blue pelan.
"Sialan kamu terus mengabaikan pertanyaan ku!"
"Ayo lah mengerti, Bos akan sia-sia jika tidak segera dibunuh. Makanya Lebih baik segera menyingkirkan kalian semua," kata Blue pelan tetapi menusuk hari musuhnya.
Karena merasa dilecehkan, ketua kelompok Api Merah langsung menggunakan kartu terbaiknya. Kapaknya dua kali lebih besar dari sebelumnya, Kekuatannya juga meningkat sebanyak 50%.
__ADS_1
Sungguh keterampilan yang sangat bagus, tetapi tidak cukup untuk mengungguli Blue dengan statusnya sekarang.
"Fokus pada penyerangan bos monster, aku akan mengurus pria sialan ini!" teriak ketua kelompok Api Merah.
"Kamu terlalu percaya diri, Kawan!" kata Blue langsung menggunakan keterampilan terbarunya.
[Keterampilan Buatan - Tebasan Bintang.]
Dua pedangnya di ayunan pada ketua kelompok dengan sangat cepat sehingga musuh tidak sempat menghindar. Tidak butuh waktu lama untuk mengalahkan ketua kelompok.
"Ayunda, kita bertemu lagi," sapa Blue melihat Ayunda.
"Kamu telah membuatku jatuh kedalam jurang. Namun aku ucapkan terima kasih, setidaknya kedua saudaraku akan menjadi seorang penjaga gerbang yang baik." Ayunda memberikan kartu yang dapat menjadikannya seorang Baron.
"Mengapa kamu memberikannya?" tanya Blue sedikit kebingungan. Pasalnya kartu itu hanya bisa digunakan Ayunda karena sudah didaftarkan penjaga gerbang.
"Terima kasih, aku sudah melihat kedua saudaraku masuk menjadi penjaga kerajaan. Sekarang aku tidak membutuhkan kartu itu, aku hanyalah seorang budak di sebuah desa," katanya.
Ayunda menjadi budak karena kecelakaan, dia berhutang pada seorang penduduk pribumi. Karena tidak bisa membayar, Ayunda dihukum menjadi budak pedagang tersebut selama 5 tahun.
Namun penduduk pribumi tersebut masih mempunyai hati nurani, dia memberikan libur padanya selama 1 minggu untuk bersama saudaranya.
Sekarang dia telah melanggar kontrak dan akan dikejar oleh penjaga Kerajaan Banyuwangi. Ayunda tidak mempunyai tujuan yang jelas.
"Ayo ikuti aku!" kata Blue memberikan perintah. Dia melihat HP bos monster tinggal 3%, Tebasan Bintang digunakan lagi untuk mengirim musuhnya ke Rumah Kebangkitan.
Ayunan pedangnya yang halus dan tepat membuat semua kelompok dikirim ke Rumah Kebangkitan dengan sangat cepat.
Karena bos monster mempunyai HP yang sedikit, Blue langsung menggunakan Ekstrim Blade untuk mengakhiri pertandingan.
Pemberitahuan sistem membuat Blue tersenyum manis melihat biji yang dijatuhkan bos monster.
[Hadiah :
Kapak Penghancur (Epik).
Bola Energi (Epik).
1000 biji pohon pinus.
Inti monster.]
Blue berjalan menuju Ayunda yang sedang bengong tidak percaya kerusakannya.
"Datanglah ke Fairy Dance, Bos bisa menginginkan wanita yang mempunyai tekad kuat sepertimu," kata Blue dengan mudahnya.
Aktingnya sangat baik, hingga membuat semua orang tidak bisa membedakannya. Namun sebuah kejutan di katakan Ayunda.
"Jangan berpura-pura bodoh, aku tahu kamu adalah Blue, Ketua Fairy Dance. Bahkan identitas sebagai Topeng Setan aku juga mengetahuinya," katanya pelan.
Blue hanya tersenyum kecut dan melepaskan topengnya. "Bagaimana kamu bisa tahu?" tanyanya.
__ADS_1
Sebelum menjawab Ayunda menunjuk matanya. "Aku mempunyai penglihatan yang istimewa, lebih tepatnya bisa membedakan aura manusia," jawabnya.