Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
184. Tidak Bisa Menahan Diri


__ADS_3

Suara tawa Buana sangat lantang. Bahkan para pekerja di bibir pantai mendengarnya.


Para super guild masih kebingungan dengan cara Fairy Dance membangun tembok pelindung pulau. Jika hanya bubuk besi dan pabrik, pastinya mereka mempunyai lebih banyak.


Namun kecepatan pembangunannya jauh dibawah Fairy Dance. Sangat aneh, tetapi itulah yang sedang terjadi. Beberapa super guild yang sudah tidak tahan lagi dengan pencapaian mereka langsung menghubungi Jessica.


Mereka bertanya tentang rahasia pembangunan tembok pelindung pulau yang amat cepat. Tanpa berpikir panjang, Jessica menjawab, "Wibawa. Itu adalah status tersembunyi untuk membantu pemain menarik kepercayaan para penduduk pribumi."


Jessica mengatakan itu karena dia mendapat perintah dari Blue untuk menyebarkan kebenaran. Namun tidak boleh memberikannya secara gratis.


Karena kelihaian Jessica dalam bernegosiasi, dia mendapatkan beberapa dana segar dan lahan untuk mengembangkan bisnisnya di wilayah orang lain.


Bahkan ada 3 Guild Super yang memberikan Desa tingkat 2 untuk meminta detail penyerangan dan detail pembuatan tembok.


Bisnis tetaplah bisnis, Blue melakukan semua hal yang bisa dimanfaatkan.


Tidak berasa Fairy Dance telah mengumpulkan nilai puluhan miliar hanya untuk informasi cara mengalahkan Monster Kerang dan cara meningkatkan kecepatan pembangunan.


Walaupun mereka semua tahu, meningkatkan Wibawa tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan orang lain akan kesusahan untuk mendapatkan Wibawa 100 poin.


Sedangkan Blue mempunyai ratusan bahkan sebentar lagi akan menembus angka 1000 poin. Ditambah lagi poin keberuntungannya sangat tinggi, makanya bisa menemukan para penduduk pribumi yang potensial.


Mata Dewa juga sangat membantu dalam penempatan pekerjaan. Sehingga Blue menempatkan semua pekerja dengan baik dan benar.


Itulah kunci dalam pembangunan tembok pelindung pulau Karang yang sangat diinginkan para super guild. Tanpa pikir panjang, para super guild langsung mengadakan perekrutan khusus untuk pemain yang memiliki Wibawa lebih dari 150 poin.


Banyak yang mendaftar, tetapi banyak yang mencoba peruntungan. Walaupun tidak memiliki Wibawa 150 poin, mereka tetap mendaftar karena status tersembunyi sangat sulit untuk diukur.


Dengan kejadian ini para pemain Domain Dewa mengetahui bahwa ada status tersembunyi yang tidak di tampilkan pada layar pemain. Sehingga mereka yang mendapatkan status tersembunyi sangat senang.


Blue duduk di atas karang melihat tembok yang akan berdiri 3 hari lagi. Kemudian dia keluar permainan untuk mencari angin segar di atas gedung.


[Markas Besar Fairy Dance]


"Sungguh pemandangan yang sangat indah," kata Arief sambil memandang bintang dan duduk di lantai kasar tanpa keramik.


Tanpa sadar, sebuah ingatan bersama Nidia terbesit dalam pikirannya. Dia tersentak dan langsung menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri.


Nidia adalah wanita yang membawanya menjadi ketua guild Shadow, perasaan bersalah menghantui Arief sampai akhir hayatnya.


Sayangnya setelah Blue di pecat dari Shadow, Nidia sudah mempunyai suami yang membuatnya bahagia. Arief perlahan-lahan mundur dan membiarkan Nidia menjalani hidupnya.


Walaupun tampak tegas, jelas saja perasaan bersalah, cemburu, menyesal dan lain sebagainya bercampur menjadi satu. Itulah alasan kenapa Arief menjadi orang serba bisa tanpa mencari wanita untuk menemani hidupnya.


Sebuah bayangan muncul di belakang Arief dan menodongkan pisau di lehernya.


"Siapa kamu sebenarnya?" katanya tampa melepaskan genggaman pisaunya.


Arief menghela napas. "Ibu, apa yang kamu bicarakan. Aku Arief, putramu."


"Tidak mungkin anakku menjadi sangat kuat tanpa sebab yang berarti!" kata Yuliana menggenggam erat pisaunya.

__ADS_1


Bukannya Arief tidak ingin menjelaskan kisah sesungguhnya. Dia belum bisa mempercayai satu orangpun di dunia ini termasuk ibunya.


Percaya dalam arti harus memberikan semua rahasianya dan orang yang dipercaya tidak akan membocorkannya. Walaupun Yuliana adalah ibunya, dia adalah pasukan khusus yang harus mematuhi atasannya.


Itulah yang dipikirkan Arief saat ini. Namun siapa yang menyangka justru sebaliknya, Yuliana adalah orang kuat yang dapat memerintah pasukan khusus.


Yuliana menghela napas lega. Dia tidak bisa membayangkan jika anak berusia 17 tahun di depannya bukan anak kandungnya. Artinya ada seseorang yang telah menyerapnya atau mungkin membunuhnya.


Sebuah aura anak muncul di tubuh Arief. Kemudian ingatan tentang Segel Jiwa mulai masuk kedalam kepalanya, Arief yang tidak kuasa menahannya langsung memegang erat kepalanya dan berteriak kecil.


"Arief apa yang terjadi?" tanya Yuliana kebingungan.


"Bodoh, cepat keluar bantu anakku!" lanjutnya sambil berteriak.


Salah satu orang dari Pasukan Harimau Putih langsung muncul. Dia adalah ahli dalam bidang pengobatan, seharusnya mudah untuknya membantu Arief dalam krisis seperti ini.


Tepat setelah mengalirkan energinya, orang yang mencoba menolong Arief langsung kehabisan kekuatannya. Keringat dingin langsung bercucuran di dahinya.


Rekan-rekannya dari Harimau Putih mencoba untuk membantunya. Namun pertolongan 20 orang tidak dapat mengeluarkan Arief dari masa krisis.


Tanpa ada peringatan, Yuliana tanpa sadar meneteskan air mata. Dia mengalirkan semua prana miliknya, tetapi di tolak langsung.


Arief Hardiman muncul dengan senyum manis si bibirnya. "Jadi teori yang aku kembangkan ada kebenarannya," katanya mendekati Yuliana kemudian menepuk pundaknya.


20 orang yang menolong Arief langsung berlutut memberikan penghormatan. Yuliana pernah mendengar orang tua tersebut waktu kecil, tetapi siapa sangka Aries Hardiman muncul di depannya.


"Apa maksudmu?" tanya Yuliana.


Yuliana memeluk erat anaknya yang terus mengeram kesakitan.! Setelah penyiksaan selama 5 menit, akhirnya Arief pingsan dalam pelukan ibunya.


"Menarik, auranya sudah sepenuhnya berubah. Sekarang aku ingin melihat bagaimana para kecoa-kecoa kecil itu mengganggunya," kata Aries Hardiman lalu menghilang dari pandangan semua orang.


Yuliana langsung membawanya kedalam kamar, dia sempat mendengar perkataan Aries Hardiman. Tanpa menunda waktu, Yuliana menelepon beberapa temannya.


"Aku tidak bisa bersembunyi lagi. Para musuh sudah mulai bergerak!" katanya sambil menggenggam ponselnya.


Beberapa orang tampak bangkit dari kursinya dengan senyum tipis. Semua orang bergerak menuju Markas Fairy Dance dan menemui Yuliana.


Boa yang menyadari si Putih telah membangun pasukannya segera merapat. Dia akan kembali lagi menjadi salah satu bawahannya yang paling setia.


Pasukan Raja Ular akan dibubarkan, tetapi semua orang yang ingin mengikutinya dipersiapkan. Berita tentang banyaknya pasukan khusus yang bubar membuat banyak orang kebingungan.


Bahkan perusahan Aldi harus melakukan beberapa pencegahan supaya tidak terjadi peperangan yang dapat mengguncang dunia lagi.


Setidaknya ada 127 pasukan khusus yang membubarkan diri. Mereka semua datang pergi ke Kota Bandar, tanpa alasan yang jelas.


Berita tentang Si Putih telah kembali mengejutkan semua orang yang mengetahuinya. Beberapa musuhnya juga sudah siap untuk melancarkan serangan.


Perusahaan Aldi segera menghadang pasukan yang akan menyerang Kota Bandar. Mereka tidak ingin ada keributan yang terlihat mencolok.


Para pasukan khusus yang memusuhi Yuliana tidak bisa berbuat apapun. Mereka tidak mau berurusan dengan Perusahaan Aldi yang sangat misterius.

__ADS_1


Arief masih terbaring di tempat tidur, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi diluar. Hanya satu panggil, Yuliana membuat seluruh dunia panik tidak menentu.


"Ibu, bagaiman keadaan, Bos?" tanya Jessica tampak khawatir. Dia sudah menganggap Yuliana sebagai ibunya, sehingga secara otomatis menganggap Arief sebagai adiknya.


Tidak kalah dengannya, Amelia berlari dan mendengar penjelasan Yuliana. Walaupun mereka bukan keluarga sedarah, keduanya menganggap Arief sebagai adiknya.


Makanya ketika Cola merendahkan Arief, Jessica dan Amelia mengajarnya tanpa ampun.


"Dia sudah stabil, tetapi masih butuh waktu untuk sembuh. Aku akan sementara waktu di sini, jadi atur semua urusan di Domain Dewa."


Yuliana memberikan instruksi kepada Jessica dan Amelia. Dia tahu bahwa Arief sangat menyukai Domain Dewa, bahkan semua urusan bisnis di limpahan padan Jessica dan beberapa orang terpercayanya. Jessica dan Amelia mengangguk setuju.


Aries Hardiman menghubungi pasukan Harimau Putih untuk mengirimkan beberapa orang terampil untuk melindungi Arief. Dia tidak bisa selalu muncul ketika Arief sedang dalam bahaya, sehingga menyuruh orang adalah pilihan yang paling tepat.


1000 orang pasukan Harimau Putih segera menuju markas Fairy Dance dengan kecepatan tinggi.


Arief mulai membuka matanya perlahan. Sosok wanita tampak tertidur sambil menggenggam tangannya, dia tidak lain adalah Yuliana.


"Maaf, Ibu," kata Arief tampak menyesal karena menunjukkan kelemahannya di depan ibunya.


Yuliana menjawab, "Jangan bodoh, aku tidak pernah tahu kamu melakukan kesalahan. Jangan meminta maaf."


Walaupun sedang tidur, Yuliana dapat mengendalikan prana miliknya untuk menangkap segala gerakan di sekitarnya.


Dia bisa mengirimnya kedalam otak dengan teknik prana, sehingga otaknya tetap bekerja walaupun sedang tertidur.


Yuliana bangkit dan melihat Arief dengan tatapan yang penuh arti. Suaminya sudah meninggal terbunuh oleh musuh-musuhnya, mana mungkin dia tega melibatkan anaknya di dunia peperangan.


Oleh karena itulah, Yuliana tidak pernah mengajari Arief teknik prana atau yang menyangkut beladiri.


"Ibu, jangan khawatir. Aku tidak akan kalah lagi mulai sekarang!" kata Arief membuat janji yang berani.


Setelah berbincang cukup lama, Arief memberitahu tentang Segel Jiwa yang baru saja dia pelajari. Segel itu bisa mengikat seseorang supaya tidak bisa mengkhianati tuannya.


Arief ingin mengikat Yuliana dengan Segel Jiwa, tetapi tidak sebagai tuan dan majikan. Namun sebagai sebuah tanda untuk tidak boleh mengkhianati satu sama lain.


Yuliana langsung menyetujuinya tanpa berpikir konsekuensinya. Dia sangat yakin dengan anaknya, bahkan dibunuh anaknya, Yuliana akan bersedia mati dengan senyum paling manis.


Sebuah spidol berwarna merah diambil, Arief menggambar sebuah simbol aneh di lantai dengannya. Yuliana tampak sangat kebingungan ketika melihat simbol-simbol aneh, bahkan sempat terbesit dipikirannya bahwa simbol itu untuk pemuja setan.


"Ibu berdirilah di pusat lingkaran, sesakit apapun jangan keluar dari lingkaran pusat." Arief langsung menempelkan kedua telapak tangannya.


Aura berwarna ungu kehitaman muncul dari tubuhnya dan mulai masuk kedalam simbol aneh. Arief mengucapkan beberapa syair aneh.


Sebuah cahaya berwarna merah muncul dari simbol dan mengikat Yuliana. Rasanya sangat sakit seperti jiwamu sedang diambil oleh malaikat.


Anehnya Yuliana dapat menahannya tanpa merubah ekspresinya sedikitpun. Bukan karena tidak sakit, dia sudah terbiasa dengan penyiksaan fisik maupun jiwa.


Setelah semua cahaya merah masuk kedalam tubuh Yuliana dan Arief. Segel Jiwa sudah berhasil dibuat antara keduanya.


Dari jatah sangat jauh, Aries Hardiman tersenyum. "Akhirnya bocah itu berhasil menggunakan kekuatan Jiwa!"

__ADS_1


__ADS_2