Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
212. Mustahil


__ADS_3

Walaupun bisa menahan serangan Vampir Hitam, Blue masih terpental hingga menabrak dinding gua. Darah segar keluar dari sudut bibirnya.


Domain Dewa sekali lagi menjadi lebih realistis, pembaruan rahasia ini adalah yang terakhir. Artinya sebentar lagi pembaruan keempat akan segera dirilis.


"Jangan membuat janji yang tidak bisa kamu tepati!" kata Hantu Vampir Hitam dengan nada tinggi. Sebenarnya dia cukup menikmati kehidupannya di dalam gua.


Namun berada di dalam gua selamanya sama sekali bukan gayanya. Pasalnya dia selalu berkelana untuk mencari kesenangan, bahkan dia akan berbuat jahat untuk dikenang oleh orang lain.


Sebenarnya Vampir Hitam bukan orang jahat, terapi dia sudah hidup cukup lama. Akhirnya menempatkan dirinya menjadi penjahat supaya dikenang banyak orang.


Blue berdiri dengan susah payah HPnya sudah berwarna merah karena serangan barusan. Dia yakin sudah menggunakan kemampuan terbaiknya untuk membelokkan serangan.


Namun Vampir Hitam adalah mahluk yang cerdas, dia bisa membaca pola pertahannya dan membuat celah untuk melancarkan serangan telak.


Jelas sekali Blue tidak bisa menang melawannya, jalan satu-satunya mengalahkan Vampir Hitam adalah membujuknya untuk menjadi temannya.


"Baiklah, jika kamu tidak mempercayainya. Mungkin kamu tidak akan pernah mendapatkan kesempatan ini untuk kedua kalinya," kata Blue sambil merentangkan kedua tangannya.


Dia sudah pasrah akan kekalahannya, siapa yang akan menyangka hantu Vampir Hitam muncul di depannya. Pada buku catatan dijelaskan bahwa hantu penjaga tidak sekuat sekarang.


Si Rambut Merah jelas sekali menuliskan musuhnya, bahkan sampai skill bawaan dan waktu pendinginannya.


Hantu Vampir Hitam adalah mahluk yang cerdas, dia juga memiliki kehendaknya sendiri. Bahkan dia tahu bahwa dunia yang dia huni adalah sebuah permainan, sama seperti Ratu Lebah dan Bee.


Walaupun sudah hidup bertahan-tahun. Dia tidak pernah melihat dunia luar dengan kedua matanya sendiri. Vampir Hitam selalu melihat dunia dari bola kristal yang dapat melihat keadaan sekitar.


Membunuh pemain dan berenang-senang dengan mereka adalah salah satu hiburannya. Karena sekarang dipenjara dalam gua misterius, dia sangat jarang bertemu dengan pemain.


Hingga akhirnya bertemu lagi dengan bocah yang berhasil membunuhnya.


Karena situasi mulai tidak terkendali, Blue berjalan perlahan menuju ruangan ketiga. Menurut ingatannya, pintu ketiga tidak dikunci.


Pemain hanya perlu berjalan mengarah pada ruangan selanjutnya jika jika ingin melanjutkan tantangan. Ruang kedua hanyalah sebuah ujian untuk pemain yang menginginkan pertarungan.


Blue bukan orang yang gila kan pertarungan, dia lebih memilih untuk masuk kedalam gua untuk mendapatkan poin pengalaman yang lebih banyak. Kompetisi Nasional tinggal 2 bulan lagi, dia harus bergegas.


Sebagai ketua guild tidak seharusnya Blue mempunyai level yang kecil. Jika semua orang melihatnya mempunyai level 65, jelas itu akan membuat Fairy Dance mendapat guncangan dari para musuhnya.


Pada Kompetisi Nasional tidak diperbolehkan menyembunyikan nama dan levelnya. Sehingga Blue tidak bisa menggunakan identitas Topeng Biru maupun Topeng Merah.


"Tunggu," kata Vampir Hitam dengan nada pelan. Dia merasakan kebimbangan dengan tawaran Blue, tetapi tidak mungkin pemain bisa membangkitkan seorang mahluk yang sudah mati.


Blue dan Bee berhenti, mereka memandang Hantu Vampir Hitam dengan tatapan datar. "Aku akan mendengar keputusanmu l," kata Blue sambil tersenyum tipis.


Dalam hatinya dia sangat senang karena melihat keraguan tampak di raut wajah Vampir Hitam. Sehingga dia mempunyai kesempatan untuk membawa Vampir Hitam berada di sampingnya.


"Baiklah, aku akan menerimamu sebagai tuanku yang baru. Namun jangan terlalu mencampuri urusanku!" kata Vampir Hitam tegas.


Blue menggelengkan kepala, diikuti oleh Bee yang menganggukkan kepala. "Seharusnya kamu sudah tahu konsekuensi menjadi pengikut pemain, jadi jangan terlalu berharap lebih."


Vampir Hitam berpikir keras, dia sangat ingin keluar dari gua misterius setelah mendengar beberapa kata manis dari dua mahluk di depannya.


"Baiklah, aku bersedia mengikuti kalian. Namun aku tidak ingin masuk ruang penyimpanan!" kata Vampir Hitam tegas.

__ADS_1


Bee terbang mendekati Vampir Hitam. "Kamu masih terlalu lemah untuk bisa keluar dari ruang penyimpanan sendiri," ejeknya sambil membusungkan dadanya.


Dengan niat ingin pamer, Bee keluar masuk ruang penyimpanan sesuka hatinya. Dengan senyum jahat dan tatapan yang selalu memandang Vampir Hitam.


Karena Vampir Hitam adalah mahluk cerdas, dia tidak terpengaruh ejekan Bee. Ia segera memandang Blue yang tidak peduli dengan tindakan Bee.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Vampir Hitam dengan wajah yang tampak serius.


Blue membuat sebuah simbol aneh dibawah tanah. Simbol itu dia pelajari dari kehidupan sebelumnya, pasalnya simbol itu bisa membuat kontrak hidup dan mati mahluk pribumi.


Walaupun belum menguasai sepenuhnya, Blue bisa menggunakan segel tersebut setelah berhasil menguasai teknik prana.


Sebuah cahaya berwarna kuning keluar dari tanah dan mengikat Vampir Hitam. "Jangan di tahan, percayalah padaku!" teriak Blue memberikan instruksi.


Setelah beberapa saat, cahaya berhasil masuk kedalam tubuh Vampir Hitam. Sebuah pemberitahuan sistem membuat Blue tersenyum bahagia.


[Pemain Blue berhasil mengikat Vampir Hitam. Dewa Segel telah memperhatikanmu, jangan mengecewakannya]


"Bagus sekarang aku mendapatkan perhatian Dewa. Dengan ini aku siap menghadapi pembaruan keempat!" kata Blue dalam hati.


Hantu Vampir Hitam berubah menjadi mahluk kecil dengan sabit di tangannya. Anehnya tubuh Vampir Hitamnya sudah kembali seperti semula.


"Aku merasakan sensasi yang sedikit berbeda. Sudah lama aku tidak merasakan menjadi mahluk kecil," kata Vampir Hitam dengan gigi yang keluar dari bibirnya.


"Pangeran ini menyambut kamu. Semoga betah bertahan dengan bocah bodoh yang satu ini," kata Bee terbang menuju kepala Blue dan mendudukinya.


"Jangan dengarkan lebah gendut ini, karena kamu terlihat imut aku akan memanggilku Drakula." Blue memberi nama Vampir Hitam tanpa persetujuan.


Seperti halnya Bee yang harus menerima penamaan Blue yang sangat buruk. Vampir Hitam hanya bisa menerima nama tersebut tanpa perlawanan.


Vampir Hitam (Cerdas) (Drakula)


Ras : Vampir


Judul : Vampir Abadi


Level : 1


Status :


- Kekuatan : 10


- Pertahanan : 10


- Kelincahan : 100


- Daya Tahan : 100


- Kecerdasan : 2100


- HP : 10 ribu


- MP : 250 ribu

__ADS_1


Skill :



Sayatan Darah (Memberikan 1000% kecerdasan)


Pelindung Darah (Memberikan Perlindungan pada rekannya 20% HP target)


(Ketrampilan bisa bertambah sesuai dengan daging yang dimakan)


¬ Semua barang jatuh akan langsung masuk ke penyimpanan karena hewan peliharaan dapat menggunakan ketrampilan khusus miliknya.



Seperti yang diharapkan dari seorang Vampir Hitam, Blue tidak ingin memujinya. Dia langsung berjalan menuju pintu ruangan ketiga dengan langkah pasti.


Drakula sedikit kebingungan melihat Blue bisa menemukan pintu ke ruangan selanjutnya dengan mudah. Hingga dia memiringkan kepalanya kebingungan.


Bee menganggukkan kepalanya dan menepuk pindah Drakula pelan. "Bocah itu sangat pintar, jangan membandingkan dia dengan pemain lainnya. Aku curiga bocah itu datang dari masa depan!"


"Aku hidup lebih lama darimu, kembali ke masa lalu adalah hanyalah karangan belaka."


Drakula tidak percaya dengan mitos yang mengatakan orang bisa kembali ke masa lalu dan mengambil semua prestasi.


Sayangnya tebakan Bee adalah kebenaran, terapi Blue tidak ingin mengungkapkan kebenarannya kepada siapapun kecuali ibunya.


Ruangan ketiga terbuka, Blue berjalan perlahan sambil menggunakan Mata Dewa untuk melihat pergerakan para monster.


"Aneh mengapa tidak ada hantu di ruangan ini," gumam Blue kebingungan. Seharusnya pada ruangan ketiga adalah surga para pemain untuk melakukan peningkatan level.


"Belum, diluar masih malam hari. Mereka banyak yang keluar, tunggu sampai matahari terbit," kata Drakula memberikan pendapatnya.


"Masuk akal," kata Bee sambil menganggukkan kepalanya.


Sayangnya Blue kurang setuju dengan pernyataan itu, dia berjalan menuju sebuah kota aneh yang bertuliskan, "Jangan dibuka!"


Blue segera sadar bahwa kotak tersebut adalah kunci untuk memanggil para hantu. Dengan sifat Si Rambut Merah, seharusnya dia langsung membuka kota tersebut.


Namun Blue sedikit berbeda, dia melakukan beberapa persiapan seperti menyiapkan ranjau dan beberapa bom asap.


"Sedang apa dia?" tanya Drakula melihat Blue menggambar di tanah menggunakan pedangnya.


Bee menggelengkan kepala. "Aku juga tidak tahu, terapi kejadian menarik pasti akan segera terjadi," jawabnya pelan.


Keduanya sudah mulai akrab dengan sangat cepat. Hal itu karena keduanya mempunyai kecerdasan yang sangat tinggi.


Setelah selesai melakukan persiapan, Blue mencabut pedang dari punggungnya. Tanpa menunggu lama, dia langsung menggunakan Tebasan Bintang untuk membuka kotak misterius.


Siapa yang menyangka kotak yang tampak sangat kokoh langsung hancur hanya dengan satu kali serang.


Tepat telah hancur, Blue melebarkan matanya tidak percaya dengan jumlah hantu yang keluar. Seharusnya hantu yang ada di ruangan tidak lebih dari 10 juta.


Namun sekarang dia melihat ada lebih dari 100 juta hantu dengan poin pengalaman yang akan membuat semua orang menginginkannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Blue langsung melesat menuju gerombolan hantu sambil menggunakan keterampilan Slash.


__ADS_2