Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
279. Dua Pilihan


__ADS_3

Sebuah jaring berwarna hitam menangkap Hydra yang berencana kabur, serangan 9 kepalanya diabaikan Venom.


Walaupun berhasil memberikan kerusakan, Venom hanya perlu menghembuskan napas untuk menyembuhkan lukanya.


"Kamu ingin kabur setelah mengusikku. Sungguh keberanian yang patut untuk ditiru."


Blue terbang ke sebelah Venom, dia langsung melancarkan sebuah serangan telapak tangan. Itu adalah sebuah teknik yang dia dapatkan dari Celah Dimensi.


"Teknik Pemakan Jiwa!" telapak tangan Blue berhasil mengenai Hydra tanpa perlawanan.


Aura hitam keluar dari tubuh Hydra menuju Blue, ini adalah teknik untuk mengambil kekuatan dari monster yang jauh lebih kuat darinya.


Semakin sering digunakan, maka jarak antar level dari Blue dan target akan semakin mengecil. Karena Hydra berlevel 710 dan Blue mempunyai level 95 atau 110, makanya dia bisa menggunakan keterampilan ini.


Level Blue yang awalnya terdeteksi 95 langsung meningkat 15 level menjadi 110. Dalam layar statusnya juga menunjukkan level 125.


[Sistem telah mendeteksi pemain yang menyerap jiwa. Gelar Pemakan Jiwa akan ditambahkan secara otomatis.]


[Pemakan Jiwa


Memungkinkan pemain menyerap jiwa musuhnya. (Memiliki kondisi khusus, monster yang diserap harus 500 level lebih tinggi.)


Menambahkan poin pengalaman pada pemain secara paksa.]


"Terima kasih makanannya," kata Blue. Dia menempelkan kedua telapak tangan di depan dadanya serta sedikit membungkukkan badan.


"Apa yang kamu lakukan, mengapa kekuatanku bisa turun?" teriak Hydra marah.


"Ayolah sebagai teman lama, sedikit berbagi poin pengalaman tidaklah buruk. Aku hanya meminta sedikit kekuatanmu, jadi ya... Kamu pasti bisa menyimpulkan sendiri."


Venom melihat Blue semakin kagum, tidak hanya otaknya yang encer. Ternyata keterampilan yang dia tunjukkan sangat mengesankan.


Selama ada monster kuat yang Venom tangkap, maka Blue juga akan semakin kuat. Ini sungguh pertukaran yang sepadan.


"Sekarang apa aku boleh membunuh ular kecil ini?" tanya Venom dengan santai.


"Sialan, tubuhku ratusan kali lebih besar darinya. Sayangnya kekuatan kita terpaut sangat jauh!" kata Hydra dalam hati.


Blue menggelengkan kepala. "Aku menyarankan untuk menggunakan segel Raja Iblis untuk mengikatnya dan menjadikan monster itu peliharaan. Aku sudah melihat sendiri, bakatnya untuk menjadi kuat sangat hebat."


Saran Blue membuat Venom berpikir keras, dia masih sedikit tidak percaya diri bisa melakukan penyegelan pada monster di depannya.


Pasalnya Segel Raja Iblis hanya bisa digunakan pada makhluk yang jauh lebih lemah darinya. Hydra memang lemah di hadapan Venom, tetapi tidak sejauh Blue dan Venom.


"Bodoh, Raja Iblis Venom tidak akan bisa meletakkan segel padaku karena aku tidak menyetujuinya. Kamu pikir aku tidak tahu pengetahuan dasar seperti itu!" kata Hydra sambil tertawa.


Blue mengangkat bahunya. "Siapa yang tahu!" katanya.


Venom juga tidak yakin bisa melakukannya. Jika gagal dalam meletakkan segel, kemungkinan besar kekuatannya akan berkurang dan ada kasus kematian.


"Jika kamu tidak mau melakukannya, tidak apa-apa. Tapi aku ingin mengatakan ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Jika kamu kehilangan kekuatan, masih ada aku yang akan mengembalikannya seperti semula."


"Tapi... Jika kamu tidak mencobanya, kesempatan yang sama tidak akan pernah terulang," kata Blue menatap mata Venom.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melakukannya!" kata Venom.


Namun sebelum Venom mengangkat tangan untuk menggunakan tekniknya, Blue menghentikannya.


"Hydra, aku sudah tahu kamu telah lama dikurung. Kala itu aku juga melepaskan segel yang mengikatmu. Aku menyarankan untuk mengikuti Raja Iblis Venom, percayalah padaku!" kata Blue menatap Hydra yang terkurung.


Hanya dengan satu kata, keputusan Hydra sedikit goyah. Blue langsung mengirim telepati pada Venom untuk menggunakan tekniknya.


Tepat ketika tekad Hydra goyah, Venom melepaskan sebuah energi dari telunjuk tangannya. Energi itu langsung mengarah ke dada Hydra tanpa perlawanan sedikitpun.


Sebuah simbol muncul di dadanya, Venom terkejut melihat segel yang dia lepaskan berhasil digunakan tanpa ada perlawanan sedikitpun.


Blue tersenyum melihat segel Venom berhasil, ini adalah salah satu teknik yang dia dapatkan dari Celah Dimensi. Teknik itu disebut Manipulasi Area.


Cara kerjanya sangat sederhana, ketika Blue mengatakan sesuatu dan lawan bicaranya memperhatikan dan memikirkannya. Maka dia akan menggunakan keterampilan itu untuk mengulang perkataannya beberapa kali di dalam bayangan lawannya.


Beberapa orang menganggap ini adalah Hipnotis atau apalah namanya. Namun Blue menganggap ini adalah manipulasi area.


Karena orang di sekitar Hydra juga terpengaruh. Lihat saja Venom langsung menuruti perkataan Blue tanpa mempertimbangkan konsekuensi jika gagal dan mati.


Blue hanya mengatakan bahwa dia bisa mengembalikan kekuatannya. Artinya, jika Venom mati maka janjinya tidak akan berlaku.


Hydra tersadar. "Sialan, kamu menipuku!" teriaknya.


Sistem langsung menghukumnya karena berperilaku tidak sopan pada tuannya. Tubuh Hydra kaku seperti seseorang yang tersengat listrik.


Venom sedikit bingung, dia selalu menggunakan segelnya dan tidak pernah ada hukuman langsung dari sistem. "Apa yang terjadi, aku tidak pernah melihat hukuman aneh seperti ini," katanya.


Padahal Venom hanya mengatakan yang sesungguhnya. Dia tidak pernah melihat hukuman sistem di depan matanya. Jadi hal wajar untuk bertanya pada Blue.


"Itu adalah sebuah hukuman yang diberikan sistem pada semua makhluk di dunia ini. Aku juga akan mendapatkan hukuman sistem jika mencoba mengkhianati anda," kata Blue dengan santainya.


Padahal dia bisa melepaskan segel tanpa harus terkena hukuman sistem. Teknik ini hanya bisa dilakukan oleh pemain karena pengembang Domain Dewa Perusahaan Aldi akan meluncurkan sebuah barang baru.


Pada pembaruan kelima, Perusahaan Aldi secara resmi akan mengatakan mereka menciptakan barang baru. Padahal sebenernya barang itu sudah ada sejak lama hanya belum pernah dipublikasikan.


Blue adalah orang yang mendapatkan barang tersebut di pembaruan keempat, bisa dibilang Perusahaan Aldi juga tidak mengetahui jumlah pembaruan dan barang yang ada di dalamnya.


Mereka hanya memiliki kekuasaan untuk mengendalikan pemain, tetapi tidak untuk penduduk pribumi dan Domain Dewa.


Hydra yang lemas karena tidak bisa melawan menundukkan 9 kepalanya. Dia tidak pernah menyangka nasibnya akan berakhir seperti ini.


"Hydra. Aku mempunyai dua pilihan untukmu, ikuti Venom atau bunuh diri dan tidak akan pernah melihat dunia ini?" kata Blue menyodorkan sebuah Batu berwarna hitam.


Batu itu adalah Batu Iblis yang sudah dilapisi aura naga hitam. Sama seperti calon Raja Iblis sebelumnya, batu ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga akan membunuh orang yang menyerapnya.


Tubuh Hydra mengecil, dia telah kehilangan setengah kekuatannya karena mendapat hukuman sistem. Venom membelalakkan matanya ketika melihat hukuman sistem begitu kejam.


Hydra masih belum menjawab, Blue tersenyum manis. "Melanjutkan tawaranku sebelumnya, Venom bukan Raja Iblis yang suka mengekang. Jadi lebih baik kamu mengikutinya, selama kamu kuat maka itu akan menjadi bantuan Raja Iblis Venom."


"Sialan, aku sang Raja Laut benar-benar bertekuk lutut pada seorang Raja Iblis rendahan!" teriak Hydra penuh kesal.


Sebenarnya Hydra sangat kuat, pada masa jayanya, dia mempunyai kekuatan yang setara Raja Iblis tingkat 5. Namun ada sosok kuat yang menghilangkan kekuatannya dan menyegelnya.

__ADS_1


Hukuman sistem terjadi lagi, tubuh Hydra bertambah kecil lagi. Sekarang dia hanya memiliki level 125, Blue saja bisa membunuhnya jika mau.


"Inilah hukum rimba, siapa yang kuat dia akan memerintah. Percayalah Raja Iblis Venom akan lebih kuat dari sekarang!" kata Blue tegas. Dia masih berusaha membujuk Hydra supaya berpihak pada Venom.


"Jangan membuatku tertawa, aku yakin di dalam batu itu terdapat racun yang dapat memperkuat segelnya. Jadi lebih baik aku mati karena sistem bodoh ini, haha!"


Hydra tertawa kerasa, dia terus menerus melawan sehingga sistem menghukumnya. Sampai akhirnya menjadi 2, Hydra tampak sangat kecil. Bahkan Blue bisa menginjak dan membunuhnya.


"Ini akan menjadi perpisahan kita. Selamat tinggal!" kata Hydra dengan penuh semangat.


Blue menggelengkan kepala. "Bodoh!"


Hukuman sistem membuat tubuh kecil Hydra menjadi kaku, sengatan listrik menjulur di sekujur tubuhnya. Cahaya berwana kuning menyelimuti tubuhnya.


Anehnya Hydra tidak mati, dia kebingungan. Hukuman sistem lebih lemah daripada sebelumnya.


[Hydra


Level : 1


Nilai Kekuatan : 1.]


"Kamu tidak akan pernah mati sebelum tuan yang kamu layani berkehendak. Artinya selama Raja Iblis Venom tidak mau kamu mati, selamanya tubuhku sekecil ini!" kata Blue menatap Hydra yang bertubuh kecil dan pendek.


"Sialan, sistem ini benar-benar sangat mengganggu!"


"Sebelumnya aku sudah memberikanmu pilihan. Ingin mengikuti Raja Iblis Venom dan menjadi kuat atau memilih bunuh diri?"


"Seberapa cepat aku menjadi kuat?"


"Semua itu tergantung Raja Iblis Venom dan usahamu. Aku akan menyediakan sumber daya yang sangat besar untuk kalian!"


Blue mengatakan sesuatu yang sangat manis, padahal dia adalah orang yang paling diuntungkan ketika Hydra dan Venom saling bergandengan tangan.


Inilah yang dimaksud memanfaatkan gunung untuk berlindung. Dibawah kekuasaan Venom dan Hydra, Fairy Dance akan berkembang dengan mudah di wilayah ini.


"Aku tidak boleh terlalu lama menetap, Monster tua itu akan membunuh keluargaku. Kemarin aku menemui keluarga Hydra di samudra, betapa mengerikan kondisinya."


"Intinya kamu ingin menjadi kuat untuk melindungi keluargamu, Kan?"


"Yah, itu adalah permintaan terakhir istri dan anak-anakku. Setelah aku berhasil membuatkan rumah yang cocok untuk mereka, aku bersedia melayani kamu!" kata Hydra.


Sungguh perkataan yang menyentuh hati, siapa yang menyangka ternyata Hydra sudah kehilangan anak dan istrinya. Bisa dibilang dia menjadi monster sebatang kara.


"Mengapa harus aku, bukankah Raja Iblis Venom mempunyai potensi yang sangat bagus?" tanya Blue.


"Memang dia adalah Raja Iblis yang sangat hebat dan berbakat. Tetapi insting dari keluarga Hydra tidak akan pernah melesat. Jika tebakanku benar, semua ide tentang perluasan wilayah adalah milikmu, benarkan?" tanya Hydra.


"Benar, hal itu karena Raja Iblis Venom tidak memperdulikan wilayahnya. Sedangkan untuk menjadi Raja Iblis sesungguhnya harus memiliki rakyat yang memujinya."


"Sudah aku duga, karena itulah aku ingin berada di bawah kepemimpinan kamu. Karena Raja Iblis Venom hanya berfokus pada kekuatan, sedangkan kamu lemah tetapi mempunyai akal. Yang aku butuhkan adalah pemimpin yang siap untuk menolong rekannya bukan meninggalkan rekannya!"


Perkataan Hydra menusuk hati Venom, pada kerusuhan ketika ayah dan ibunya mati. Dia berlari dan bersembunyi di wilayah ini, bisa dibilang Hydra sedang menyinggungnya.

__ADS_1


__ADS_2