Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Hantu Merah


__ADS_3

Arief berhenti di depan Queen dan Aqila. Dengan senyum tipis di bibirnya, dia mengeluarkan Pedang Sihir yang tampak redup karena masih tingkat rendah.


Sebenarnya Arief bisa meningkatkan Pedang Sihir dengan persediaan Batu Energi milik Fairy Dance, tetapi ia memutuskan untuk mencari Batu Energi secara pribadi.


Desa Monster adalah tempat yang sangat potensial untuk mengumpulkan Batu Energi. Hal itu dikarenakan monster level 50 sedikit lebih lemah daripada desa lainnya.


Dengan status tinggi milik Arief, kemungkinan besar dia bisa mendapatkan banyak Batu Energi di penyerangan monster malam hari.


Keadaan memaksanya untuk memprovokasi para pemain merah, jadi penggilingan monster mungkin terganggu.


"Menarik, ada pemain yang berani menentang Rumah Perlindungan Rostov!"


Arief tersenyum ketika mendengar Rumah Perlindungan Rostov. Cepat atau lambat mereka akan dihancurkan karena terlalu kuat.


Penghancuran dilakukan oleh guild besar bernama Sunset. Pada masa kejayaannya, mereka menjadi guild peringkat 1. Bisa dibilang mereka lebih kuat dari Galaxy Star.


"Rumah Perlindungan Rostov memang sangat kuat, tetapi tidak cukup untuk membuatku takut." Arief menyerang dengan serangan dasar.


Walaupun tampak sederhana, statistik Arief tidak rendah. Jadi ketika kedua pedang berbenturan, pemain merah langsung kehilangan sepertiga HPnya.


Kelompok pemain merah langsung melebarkan matanya tidak percaya. Orang yang diserang adalah salah satu kapten Rumah Perlindungan Rostov.


Rumah Perlindungan secara tidak resmi memiliki beberapa tingkat untuk menentukan kasta. Para pemain menganggapnya biasa karena Desa Monster juga menerapkan hal yang sama.


Secara tidak resmi kasta di Desa Monster dibagi menjadi 5 yaitu Jelata, Prajurit, Kapten, Jendral, Ketua.


Tanpa menunggu musuhnya menstabilkan pijakan kakinya, Arief menyerangnya lagi dengan ayunan pedang yang sangat cepat.


Melihat Kapten mereka kewalahan, 10 pemain merah lainnya mengepung Arief. Mereka tidak ingin kaptennya mati karena akan mencoreng nama kelompok.


Sayangnya mereka salah memilih lawan, Arief bukan orang yang mudah dikalahkan dengan jumlah pemain karena memiliki Kelincahan yang sangat tinggi.


Tidak hanya mempunyai Kelincahan yang tinggi, tetapi kekuatannya juga sangat tinggi.


Arief seperti sedang menari di tengah para pemain merah yang tidak bisa menggoresnya. HP para pemain merah mulai berkurang dengan pelan, sedangkan miliknya masih tetap penuh.


"Aku sangat kecewa dengan anggota Rumah Perlindungan Rostov yang terkenal sangat kuat," kata Arief tersenyum melihat HP para musuhnya tinggal 10%.


Dia sengaja membiarkan 11 musuhnya sekarat untuk menunjukkan seberapa hebat ketrampilannya di hadapan Queen dan Aqila.


"Sombong, jika berani bunuh aku. Kamu akan merasakan neraka yang diciptakan Rumah Perlindungan Rostov!" teriak Kapten pemain merah.


Arief menggelengkan kepala dan berkata, "Sungguh tidak pantas untuk ditiru. Kamu sudah kalah sekarang membawa kelompok. Silahkan datang jika kamu merasa tidak terima!."


"Ekstrim Blade," kata Arief menyebutkan nama skill kebanggaannya. 11 pemain langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan bersamaan.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2400 kerusakan kritikal.


Queen dan Aqila terkejut melihat kerusakan yang ditampilkan. Mereka tidak menyangka ada pemain super kuat di Desa Monster.


Walaupun menggunakan topeng, salah satu pemain bernama Sumadi memiliki ketrampilan melihat identitas pemain. Sayangnya dia bergabung dengan Rumah Perlindungan Rostov, jadi mereka dengan mudah mencari orang yang mengganggu.


Arief berjalan menuju Queen dan Aqila dengan senyum manis di wajahnya. Dia ingin mengundang Queen dan Aqila untuk membantunya menyelesaikan misi Hantu Merah.


Bukan karena para Queen dan Aqila yang tampak cantik, tetapi karena ketrampilan bertarung mereka cukup baik. Sehingga dapat membantu Arief mengalihkan perhatian Hantu Merah untuk sementara waktu.


"Terima kasih, pertolongannya. Aku dan adikku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu tidak menolongku," kata Queen pelan.

__ADS_1


Walaupun Queen sudah berumur 30 tahun, dia masih tampak cantik. Banyak pemain langsung memandang Queen karena tidak menggunakan topeng.


Aqila juga tidak kalah cantik, tetapi wajahnya selalu tampak datar. Dia kurang pintar mengekspresikan perasaannya. Berbeda dengan Queen yang sangat pandai menipu seseorang.


Sebagai tentara kerajaan Queen diharuskan menyembunyikan informasi Kerajaan, jika diperlukan mereka harus berbohong.


"Apa kalian senggang, aku ingin banyak bertanya tentang Desa Monster?" kata Arief sambil tersenyum.


Mungkin banyak orang akan menganggap Arief mendekati mereka karena penampilan yang cantik. Namun Queen dan Aqila tidak melihatnya demikian, mereka merasa bahwa Arief adalah orang yang rendah hati.


"Kami bermain Domain Dewa hanya untum berenang-senang. Jadi tidak memiliki waktu sibuk sedikitpun."


Queen selalu menjawab pertanyaan Arief, sedangkan Aqila hanya memperhatikannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Apa kamu ingin menemaniku mengalahkan Hantu Merah yang kalian sebutkan?" tanya Arief.


Untuk pertama kalinya Aqila mengeluarkan suara lembutnya. "Apa kamu gila, Hantu Merah mempunyai level 60."


Arief dan Queen langsung menatapnya terkejut. Queen yang sudah lama tidak mendengar suara indah Aqila langsung memeluknya.


Pada kehidupan sebelumnya, Arief juga belum pernah mendengar Aqila berbicara. Dia mengira bahwa Aqila tidak akan pernah mengeluarkan suaranya.


"Aku mempunyai cara tersendiri untuk mengalahkannya. Jika kalian berminat bergabung, mari aku tunjukkan ketrampilan Fairy Dance."


Tidak lupa Arief menyebutkan nama Fairy Dance supaya Queen dan Aqila familier dengan nama tersebut. Jika penampilan Arief dapat merebut perhatian mereka, dapat dipastikan Fairy Dance tidak akan kekurangan Batu Energi.


"Bolehkah aku tahu rencana yang ingin kamu jalankan?" tanya Queen memastikan keseriusan Arief dalam penyerangan.


Tanpa menyembunyikan fakta, Arief memberikan detail strategi yang akan dia jalankan. Ada 20 Meriam Sihir otomatis tingkat rendah yang akan menjadi penyerang utama.


Setelah mendengar detail strategi, Queen menyadari sesuatu yang salah. Jika rencana Arief sebagus itu, kenapa keberadaan mereka dibutuhkan.


Aqila juga bukan orang bodoh, dia adalah Penyihir Hitam yang sedikit lebih rendah dari Zaha. Jadi kecerdasannya tidak dapat diremehkan.


"Kalian pasti bertanya-tanya, mengapa aku harus mengajak kalian. Jawabannya sangat sederhana, aku membutuhkan tenaga kalian. Bukan hanya di penyerangan kali ini tetapi aku ingin mengundang kalian kedalam Guild Fairy Dance."


Arief tidak ingin menyembunyikan tujuan utamanya, dia harus mengatakan kebenaran sebelum Queen dan Aqila kecewa dengannya.


Perubahan ekspresi Queen dan Aqila terlihat jelas. Untungnya Jessica menghubunginya dengan panggilan vidio.


Jessica tidak kalah cantik dengan mereka berdua, jadi Queen dan Aqila merasa tenang. Ternyata Arief bukan seperti yang mereka bayangkan.


"Bos, Salju ingin melakukan pertemuan. Dimana kamu sekarang?" tanya Jessica tampak tidak perduli melihat Arief bersama dua wanita cantik.


"Aku sedang mencari sumber Batu Energi. Aku butuh 20 hari untuk kembali ke Desa Koral," kata Arief sambil tersenyum. Dia memberikan kode untuk menunjukkan Amelia dan Dona dalam layar.


Jessica bukan orang bodoh, dia langsung mengerti maksud Arief. Dia berjalan menuju kursi tempat Amelia dan Dona.


Kecantikan Amelia dan Dona memang tidak mencolok, tetapi mereka masih bisa dikategorikan wanita cantik.


Queen dan Aqila yang melihat para wanita cantik di sekitar Arief, segera menyimpulkan bahwa Arief bukan orang yang berpikiran sempit.


Akhirnya Arief menyarankan untuk melakukan pertemuan melalui panggilan video. Dia menyarankan pertemuannya di tunda sampai dia mengalahkan Hantu Merah.


Jessica menyetujui sarannya dan langsung membalas pesan Salju.


Arief dan kawan-kawan pergi menuju tempat Hantu Merah.

__ADS_1


Nama : Hantu Merah (Rendah)


Level : 60


HP : 200 ribu


Tanpa menunggu lama, Arief langsung mengeluarkan 20 meriam dan langsung menerjang Hantu Merah.


Status kecepatan Hantu Merah tidak setinggi ayng yang dipikirkan Arief. Sehingga dia dapat memberikan kerusakan yang cukup tinggi.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2400 kerusakan kritikal.


Queen dan Aqila tidak pernah menyangka ada pemain yang gegabah menyerang monster yang levelnya dua kali darinya.


Setelah menonton cukup lama, mereka baru menyadari sesuatu yang aneh. HP Hantu Merah terus menyusu sedangkan Arief masih penuh tanpa mengalami kerusakan.


Sampai akhirnya HP Hantu Merah mulai berubah warna menjadi kuning. Menandakan bahwa bos monster sedang memasuki fase ke dua.


"Queen, bantu aku memberikan kerusakan jarak dekat. Aqila, gunakan sihir untuk memperlambat pergerakan Hantu Merah!" kata Arief memberikan perintah.


Meriam masih terus menembak, setidaknya masih ada 8 peluru. Jadi Arief harus terus menggunakan memberikan kerusakan per detik.


Aqila adalah orang pertama yang bergerak, dia menggunakan sihir hitam untuk mengurangi kecepatan Hantu Merah.


Arief tahu bahwa Hantu Merah akan meningkatkan kecepatan setelah setelah HPnya berwarna kuning. Karena kecepatannya sudah berkurang, Arief dan Queen menyerang dengan kombinasi yang sangat baik.


Bukan Queen yang menyesuaikan tempo, tetapi Arief yang menurunkan tempo supaya Queen tidak tertinggal. Sehingga kombinasi serangannya sangat baik.


Tepat ketika HP Hantu Merah menjadi merah, dia berkata, "Aku marah, Manusia!."


Sekarang Hantu Merah kebal terhadap pengaruh buruk, jadi Arief harus melawannya secara langsung.


Tidak mungkin untuknya menerima serangan Hantu Merah secara langsung, dengan kecerdasannya dia melempar boneka perang untuk mengurangi kerusakan.


Trik ini sering dia lanjutkan, jika melawan monster yang mempunyai kerusakan sangat tinggi.


"Jangan bengong, serang dengan semua yang kalian miliki!" teriak Arief memberikan komando.


Tanpa menunggu lama, Arief melempar 10 bom lengket dan 10 bom asap. Dia melakukan itu supaya Hantu Merah tidak menghindar dari bom lengket.


Arief menghindari serangan Hantu Merah dengan sangat lihai.


"3 ... 2 ... 1, meledak!" teriak Arief mengingat setiap detik untuk bom lengket.


Ledakan bom lengket membuat Hantu Merah tidak bisa bergerak leluasa. Sekarang Arief dan kelompoknya memiliki samsak tinju yang tebal.


"Ekstrim Blade!"


Sayatan pedang keluar di sekitar Hantu Merah, HPnya berkurang dengan cepat. Sayangnya Meriam Sihir Otomatis sudah kehabisan peluru, jadi ia tidak dapat menembak.


Tepat ketika HP Hantu Merah tinggal 1%, Arief menggunakan Blade Dance untuk mengakhiri pertarungan dengan Hantu Merah.


Tubuh Hantu Merah meledak menjatuhkan banyak barang berharga, tetapi tidak ada benda tingkat Legenda atau Epik.


Tidak seperti Monster Mutan yang menjatuhkan 1 juta koin emas, Hantu Merah hanya menjatuhkan 50 koin emas.


"Terima kasih, berkat kalian aku bisa mengalahkan Hantu Merah," kata Arief memandang Queen dan Aqila yang kelelahan.

__ADS_1


__ADS_2