Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Membunuh Gajah Dengan Sekumpulan Semut


__ADS_3

Rumor beredar luas, banyak super guild melakukan pertemuan mendadak. Mereka akan melakukan persiapan untuk mengurangi kekuatan Fairy Dance.


Singa Langit yang awalnya bersikap diam tidak bisa menahan diri. Mereka melihat ada kesempatan besar untuk bekerja sama dengan Fairy Dance.


Karena ketua baru bukan Blue, Rayman akan mengunjunginya secara pribadi. Leon memang tidak sebaik Blue, tetapi kemampuannya memecahkan masalah sangat baik.


Berita tentang Topeng Setan membuat Dominasi Dunia gemetar mendengarnya. Didepannya ada pasukan yang belum bisa ditembus setelah puluhan kali gempuran. Berita diluar mengatakan bahwa salah satu mantan anggota Fairy Dance berperang dengan pasukan pahlawan.


Ansel membanting tablet yang menyebutkan bahwa Fairy Dance hanya bermain-main ketika melawan Dominasi Dunia.


Banyak rumor beredar bahwa Dominasi Dunia akan segera menerima ganjaran mereka setelah beberapa kali menyerang benteng Fairy Dance di utara.


"Sial, aku terlalu lama membiarkan seekor kucing tumbuh. Lihatlah sekarang sudah menjelma menjadi seekor harimau yang sukar dikalahkan." Ansel tampak sangat menyesal membiarkan Fairy Dance berkembang cukup lama.


Informasinya sedikit terlambat dibandingkan dengan para super guild, tetapi seharusnya pendukungnya bisa mengatasi semua permasalahan di dunia nyata.


Karena Ansel sudah tidak bisa sabar lagi, dia menjentikkan jari tiga kali. Pemain berpakaian serba hitam muncul di depannya sambil berlutut.


"Aku ingin kalian menyelesaikan masalah di dunia nyata. Biarkan mereka merasakan teror yang sesungguhnya!" ucap Ansel sambil mengeratkan giginya.


"Baik, Tuan."


Informasi Dominasi Dunia mengatakan bahwa markas Fairy Dance sangat kuat. Namun siapa yang bisa mengalahkan pasukan khusus yang dibentuk untuk menghancurkan sebuah negara.


Disisi lain Blue sedang berhadapan dengan pasukan Kota Tokyo yang begitu mengerikan. Padahal sudah digempur habis-habisan, semangat mereka masih utuh tak berkurang.


Hal itu dipicu karena pemimpin mereka yang bernama Hiroshi adalah pahlawan yang bisa memicu kondisi super pada rekannya.


Regina melihat dari atas istana, pasukan berjumlah 53 ribu berjalan ke arah mereka. Tidak sampai disitu, mereka semua menggunakan armor kebanggaan Kota Tokyo.


Seorang pria terbang di atas semua pasukan, ia tidak lain adalah Hiroshi. "Jadi ini istana yang dimaksud ayah, sungguh megah sayang sekali kita harus menghancurkannya."


Bendera Fairy Dance dikibarkan di atas menara, para reporter yang sudah mengetahui keberadaan medan perang langsung melakukan siaran langsung.


"Fairy Dance, ternyata pemilik istana di wilayah iblis level 700an adalah Fairy Dance!" teriak seorang reporter.


"Ini gila, Fairy Dance berhasil mendirikan sebuah kerajaan di wilayah yang paling mengerikan."


Kolom komentar di banjiri pendapat semua orang, bahkan para ketua super guild membelalakkan matanya. Ini adalah pertama kalinya seorang pemain memihak ras iblis.

__ADS_1


Fairy Dance akan membuka lembaran sekali lagi, baik itu iblis, pahlawan, maupun dewa pemain memiliki kehendak mereka sendiri.


Sebuah cahaya berwarna kuning terang muncul di atas langit Desa Koral, Rafaela kehilangan kekuatan suci yang diberikan oleh Dewi Laksmi.


Cahaya yang awalnya selalu muncul menerangi Desa Koral meredup dan hilang. Anehnya, bukannya penambahan yang didapatkan pemain hilang, tetapi malah bertambah banyak.


Semua pemain di Desa Koral telah mendapat pemberitahuan sistem yang mengatakan bahwa segala monster akan muncul di sekitar Fairy Dance.


[Dewi Laksmi telah menarik berkatnya dari semua anggota Fairy Dance. Siapapun bisa meninggalkannya jika ingin berkah.]


Hanya 2% anggota yang meninggalkan guild, kepemimpinan Leon benar-benar menakjubkan. Sekarang Jessica dan Amelia tahu mengapa Leon ditunjuk sebagai ketua guild.


Disisi lain Regina dan pasukannya bentrok dengan pasukan Kota Tokyo. Senjata sihir milik Fairy Dance bukan main, lebih dari 5 ribu Meriam Sihir Otomatis ditempatkan di atas dinding pertahanan.


Menara Petir, Menara Racun, Pelontar Energi, Mortir Manual, Penyapu Udara, Tesla Tersembunyi, Menara Badai, Robot Penembak, Pelontar Roket. Semua senjata Fairy Dance dikeluarkan di perang kali ini.


Reporter yang meliput tidak henti-hentinya melemparkan pujian pada pertahanan Fairy Dance yang tidak bisa di tembus oleh pasukan yang level 300 keatas.


Regina keluar di atas istana, disampingnya ada Emma dan Serly. Kamera langsung di zoom padanya.


"Serang!" teriak Regina dengan penuh semangat.


Rambut Emma yang awalnya hitam berubah menjadi putih, ini adalah salah satu teknik perubahan untuk meningkatkan kekuatan. Ia baru mendapatkannya setelah berhasil membangkitkan kesadaran ilahi.


Emma adalah seorang putri yang menggunakan pedang tunggal. Namun kali ini berbeda, ia menarik dua pedang seperti tuannya.


Kakinya bersiap untuk menerjang, entah dari mana Blue menepuk pundaknya. "Tunggu waktu yang tepat. Aku akan menunjukkan bagaimana cara menjatuhkan gajah dengan sekumpulan semut."


Mendengar perkataan tuannya, Emma segera memasukkan lagi pedangnya. Dia tampak sangat penurut ketika Blue yang mengatakannya.


Semua senjata sihir tidak bisa menumbangkan satupun pasukan musuh. Hal itu karena Penyembuh di belakang sangat lihai dalam memainkan tempo.


"Dagon, sudah waktunya kau keluar!" ucap Blue pelan.


Seorang pria setinggi 2 meter muncul di sebelah Blue. Tatapannya yang tenang serta tubuh tegap bak seorang pahlawan membuatnya sukar disebut iblis neraka.


"Master, akhirnya anda memanggilku. Sudah sangat lama aku tidak melihat keindahan perang seperti ini." Dagon menjadi lebih tenang dalam setiap perkataannya.


"Aku hanya meninggalkanmu selama beberapa bulan saja. Lihatlah, kau menjadi begitu arogan dengan kata-katamu." Bukannya memuji, Blue malah mengejek perilaku Dagon yang berubah drastis.

__ADS_1


Pria setinggi dua meter itu langsung berlutut dan memegang kaki Blue seperti anak kecil. "Aku hanya bercanda bos."


Blue dan Emma tertawa melihat Dagon seperti sedia kala. Namun di hati Emma ada sedikit rasa iri melihat rekan seperjuangannya menjadi semakin kuat.


"Baiklah, baiklah. Sekarang lihat orang-orang di depan. Bagaimana jika kau mengeluarkan pasukan kecilmu?"


Blue memandang Dagon dengan tatapan tenang. Dia sudah tahu bahwa iblis neraka bisa memanggil pasukannya setelah mencapai titik tertentu.


Berbeda dengan iblis seperti Venom yang mengandalkan kekuatan fisiknya, iblis neraka mengandalkan jumlah.


Lamia adalah campuran iblis biasa dan iblis neraka, makanya dia bisa mengeluarkan pasukan ular raksasa.


Dagon tersenyum kecut mendengar tuannya mengatakan sebuah teknik yang seharusnya hanya di ketahui para petinggi iblis neraka.


"Bagaimana anda bisa mengetahuinya?" tanya Dagon sambil mengerutkan kening.


Blue tersenyum sebelum menjawab, "Pengetahuanku jauh lebih mengerikan dari yang kau bayangkan. Sekarang lebih penting menghadapi pembuat rusuh di depan, aku akan menahan orang yang ada di atas."


"Haha, pilihanku sungguh tepat." Dagon merentangkan kedua tangannya, air mulai keluar dari tahan. Monster ikan keluar dari dalam tanah.


Tanah yang awalnya kering menjadi penuh genangan air. Monster ikan berwarna hijau dengan pedang muncul, mereka menunggu pasukan Kota Tokyo.


Jumlahnya terus bertambah banyak, Dagon bisa memanggil lebih dari 3 juta monster ikan. Walaupun level mereka hanya 120, itu cukup untuk menghadang semua pasukan musuh.


Blue menggunakan jubah Raja Api dan memanggil sayap hitam di punggungnya. Raul, Drakula, Ela, dan Bee keluar dengan sendirinya.


Kali ini mereka semua menggunakan wujud manusia, termasuk Bee yang sangat tampan bagaikan pangeran.


Reporter wanita yang meliput berita tidak bisa melepaskan kameranya ke arah Bee. Banyak pria yang menonton siaran langsungnya segera pergi ke tepat lain. Berbeda dengan para wanita yang mengirim banyak hadiah untuk sekedar menonton siaran Bee bertarung.


"Ayo mulai!" ucap Blue yang terbang mendekati Hiroshi di atas langit.


"Kau akhirnya datang pria bertopeng. Aku tidak menyangka orang sekuat kau menjadi antek-antek iblis."


Blue tidak bisa menahan tawanya. "Haha, jangan terlalu naif Hiroshi. Kau pikir aku tidak tahu siapa orang yang melindungi punggungmu."


Wajah Hiroshi yang tampak tenang segera berubah serius. "Kau harus dimusnahkan dari muka bumi!"


"Tenanglah, kita adalah orang yang sama. Jadi mari saling menyembunyikan rahasia." Blue tersenyum manis dan mencabut dua pedangnya.

__ADS_1


__ADS_2