Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
271. Potensi Mengerikan


__ADS_3

Blue tersenyum di balik topengnya, akting Jessica semakin membaik. "Aku juga menantikannya. Katakan pada Red Devil, jika aku kalah maka aku akan bergabung dengan Fairy Dance," katanya.


"Sebuah kehormatan bisa menjadi tempat persinggahan anda. Akan saya sampaikan pesan anda pada Tuan Red Devil jika dia pulang."


"Aku sudah lama tidak melihatnya, kemana dia pergi?" tanya Blue yang masih melakukan akting.


"Dia pergi ke wilayah Naga Es. Mungkin butuh waktu lama untuknya kembali," jawab Jessica dengan sangat alami.


Blue memasukkan kedua pedang pada sarung di punggungnya. "Baiklah, aku akan mencari beberapa pemuda menjanjikan lainnya."


Jessica membungkukkan sedikit badannya, menandakan penghormatan pada orang yang ada di balik topeng warna putih.


Perlu diketahui tiga orang yang menyerang Blue adalah pemain terbaik Singa Langit di Desa Koral ini. Mereka berhasil dikalahkan dengan mudah, makanya semua orang berdiam diri ketika melihat ketiganya kalah.


Semua anggota Singa Langit menegang, mereka ingin sekali membalas kakek tua yang berada di belakang topeng, tetapi kekuatannya tidak cukup baik.


"Baiklah, anggap saja tadi hanya hiburan semata. Mari ikuti aku ke tempat pelatihan anggota Fairy Dance." Jessica memimpin jalan 100 anggota Singa Langit.


Tidak butuh waktu lama sebelum mereka sampai di Pusat Pelatihan Fairy Dance. Langkah Jessica terdengar semua orang, setiap orang yang melihat langsung berbaris dan meninggalkan latihannya.


"Perkenalkan, mereka adalah anggota Singa Langit yang akan melakukan latihan disini. Aku harap kalian berteman dengan baik dan saling membagi ilmu. Untuk tugas penaklukan berikutnya ada di Dungeon level 150, Bos akan menugaskan Luis untuk menjadi penanggung jawab."


Semua anggota Singa Langit langsung terkejut mendengar latihan perdananya melawan monster di Dungeon level 150.


"Ini gila, bukankah melawan monster Dungeon level 150 sama dengan bunuh diri!"


"Aku yakin Fairy Dance sedang melakukan trik, mereka ingin semua bakat disini kehilangan banyak level."


"Cepat laporkan pada ketua Rayman!"


Diskusi singkat antar pemain Singa Langit terdengar oleh Jessica. Namun dia tetap diam dan melanjutkan pekerjaannya.


Disisi lain Rayman yang menerima anggota Fairy Dance kebingungan. Padahal latihan bersama sudah sangat keras, tetapi Amelia dan teman-temannya masih melakukan latihan tambahan.


"Amelia, mengapa kamu masih melakukan latihan tambahan. Itu akan merusak tubuhmu jika terlalu berlebihan," kata Rayman pada Amelia yang mengangkat sebuah batu berbentuk pedang.


Amelia yang mendengarnya menaruh batu tersebut dengan perlahan hingga hampir tidak terdengar suara.


"Ketua Rayman, latihan di Desa Koral jauh lebih menyiksa darimana ini. Kamu anggota Fairy Dance mempunyai cara tersendiri supaya tidak mudah cedera dan merawat tubuh dengan baik."


"Terus mengapa kamu mengayunkan pedang, padahal kamu memiliki kelas Kombat?" tanya Rayman yang kebingungan.


"Latihan ini disebut pengendalian kekuatan, aku mengayunkan pedang batu ini dengan perlahan dan teratur. Ini bisa memicu pukulan yang aku lancarkan lebih terarah sehingga dapat memberikan kerusakan maksimal."


Rayman adalah seorang yang sangat cerdas, dia mengetahui hal tersebut. Namun mengayunkan pedang batu yang mempunyai bobot berat tidaklah efektif.


Dia mengucapkan terima kasih dan pergi dari tempat kejadian. Sesampainya di ruang kerja pribadi, Rayman mengeluarkan sebuah batu yang cukup berat.


Dia menggenggam batu tersebut dengan kedua tangannya, kemudian menaruhnya di depan dada. Dia mengayunkan batu itu dengan sangat lambat, baru beberapa detik dia sudah kehabisan napas dan menjatuhkan batu.

__ADS_1


"Aneh, seharusnya staminaku lebih baik dari Jessica. Tapi aku tidak bisa menggerakkan tanganku dengan baik."


Tidak mau menyerah, Rayman mengulanginya puluhan kali. Hasilnya membuatnya tidak percaya apa yang dilihat.


"Aku yakin ini bukan latihan biasa. Fairy Dance benar-benar sangat misterius, lebih baik aku menggali informasi lebih banyak," kata Rayman pelan sambil tersenyum lebar.


Dia mengayunkan batunya lagi. Tidak terasa sudah ratusan kali dia mengayunkannya dengan kecepatan lambat, tetapi tidak bisa dilakukan semudah kelihatannya.


Blue melepas topengnya dan melanjutkan perjalanan menuju ruang ketua guild. Dia memanggil Jessica yang sudah melakukan tugasnya dengan baik.


"Jessica, itu adalah uang yang aku hasilkan dari wilayah iblis. Mungkin aku masih bisa menghasilkan 3 sampai 4 kali lagi." Blue mengirim 120 juta koin emas dengan santainya.


Jessica yang menerima permintaan transaksi membelalakkan matanya. "Bos, tidak mungkin kamu merampok istana Venom, Kan?"


"Tenang saja, aku mendapatkannya dari transaksi normal. Simpan 40 juta supaya Fairy Dance mempunyai 100 juta cadangan koin emas," jawab Blue sambil memberikan perintah.


Secara total Fairy Dance memiliki 187 juta koin emas. 100 juta untuk ditabung di bank rahasia, sedangkan sisanya akan digunakan untuk perkembangan Fairy Dance.


Singa Langit yang super kaya akan terkejut dengan jumlah koin emas milik Fairy Dance, karena mereka yang menganggap dirinya sebagai Super guild hanya memiliki cadangan 120 juta koin emas.


"Jika kita memiliki uang sebanyak ini, maka Fairy Dance akan menjadi guild terkaya di Benua Tengah." Jessica mengatakannya dengan nada yang gembira.


Krisis ekonomi Fairy Dance dipecahkan hanya dalam beberapa hari saja. Seperti yang diharapkan dari ketua Fairy Dance Blue.


Karena tidak ingin menunjukkan koin emas di ruang penyimpanan pribadinya, Blue hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Baiklah, aku harus pergi ke wilayah Venom."


Langkah kaki Blue tampak sangat ringan, dia keluar dari gua persembunyian. Seekor monster berukuran besar dan mempunyai tinggi 12 meter mendekati gua.


Di tampak sedang berlari dari sesuatu, Blue tidak ingin menunjukkan dirinya. Jadi lebih memilih untuk bersembunyi di belakang semang.


"Mengapa monster sebesar itu kabur?" gumam Blue melihat dengan saksama.


Siapa yang menyangka ternyata ada 3 predator yang siap memangsa para monster yang bertubuh besar. Setelah melihat dengan teliti, ternyata monster pemburu bukan hewan biasa, melainkan mahkluk panggilan dari seseorang.


"Tidak mungkin pemain bisa memanggil monster sebesar itu di level sekarang. Jawaban yang paling masuk akal adalah Raja Iblis lain sedang mengincar wilayah Venom."


Tanpa menunggu lama Blue langsung menghubungi Venom melalui telepati. Dia melaporkan bahwa ada hewan panggilan dari Raja Iblis.


Karena merasa bahwa wilayah terancam, Venom keluar dari ruang pelatihan dan langsung terbang menuju titik yang dikatakan Blue.


Tidak butuh waktu lama sebelum Venom sampai di tempat kejadian, dia langsung menggunakan serangan fatal untuk menyingkirkan tiga monster panggilan.


Sebagai Raja Iblis tingkat 2, Venom hanya perlu menggunakan 1% kekuatannya untuk mengalahkan tiga monster. Namun dia merasakan ada sesuatu yang salah.


"Sesuai dugaan, tiga hewan itu adalah mahkluk panggilan dari Raja Iblis. Tapi mengapa mereka menyusupkan para monster lemah itu?" tanya Venom kebingungan.


Blue selalu menemukan jawaban di setiap kondisi, itulah alasan mengapa Venom selalu bertanya padanya.

__ADS_1


"Kamu pasti tahu kekuatan seroang Raja Iblis ditentukan oleh seberapa banyak pengikut setianya. Artinya jika kamu tidak memiliki para monster iblis yang mengikuti, kekuatanmu akan menurun."


Penjelasan Blue sangat masuk akal, Raja Iblis yang sedang mengincar Venom adalah Raja Iblis yang tidak lebih kuat dari Venom.


Itulah mengapa Raja Iblis yang memanggil monster menggunakan cara licik untuk mengalahkannya.


Sayangnya lawannya Venom yang sudah mendapatkan banyak sumber kekuatan dari Batu Iblis, sehingga kekuatannya tidak ditentukan oleh pengikut.


"Aku tidak pernah mempunyai pengikut setia, buktinya aku sudah menjadi Raja Iblis tingkat 2." Venom membanggakan dirinya karena faktanya seperti itu.


Dia tidak mempunyai pengikut karena pengaruh ayahnya terlalu kuat sehingga tidak menyisakan sedikitpun untuk dirinya.


Itulah penyebab Venom terobsesi dengan kekuatan dan terus berusaha keras. Blue bisa melihat kegigihannya, sehingga dia percaya bahwa Venom akan menjadi raja iblis yang sangat kuat.


"Aku tahu kamu memang kuat, tetapi pada sesuatu titik kamu akan membutuhkan pengikut setia. Aku sudah menyebarkan nama Venom di wilayah ini, setidaknya butuh beberapa tahun untuk merubah pemikiran mereka!"


Diskusi antara Blue dan Venom berlanjut dengan adu argumen. Blue yang menginginkan Venom menjadi raja iblis yang sebenarnya, disisi lain Venom hanya ingin memperkuat dirinya sendiri.


"Lakukan sesukamu, aku akan kembali ke ruang pelatihan untuk menyerap sisa batu yang kamu berikan."


Sebelum Venom menghilang. Blue menghentikannya, "Tunggu, aku punya sesuatu yang mungkin dapat membuatmu berubah pikiran."


Blue mengeluarkan Batu Iblis yang telah dilapisi oleh kekuatan Naga Hitam.


"Jangan bercanda, kekuatanku akan menurun jika menyerap batu tingkat rendah."


"Bawalah dulu, jika kamu percaya perbaiki batu itu. Aku yakin batu iblis yang aku berikan akan membantumu menjadi Raja Iblis sesungguhnya," kata Blue dengan tatapan serius.


Pada kehidupan sebelumnya, Blue melihat dua orang Raja Iblis tingkat 4 saling berebut Batu Iblis yang diselimuti energi Naga.


Seharusnya Batu yang diberikan Blue tidak jauh berbeda dengan batu yang menjadi rebutan dua Raja Iblis.


Venom mengambilnya dan segera kembali ke istana kerajaan. Dia memasuki ruang pelatihan dan melihat batu yang diberikan Blue.


"Aku tidak pernah mempercayai siapapun kecuali kamu. Tolong jangan kecewakan aku," kata Venom langsung menyerap energi di dalam batu.


Energi warna hitam pekat langsung menyelimuti Venom. Pada awalnya terasa nyaman, tetapi seiring berjalannya waktu, Batu Iblis yang dia serap sangat menyakitkan.


Venom menggeram kesakitan, dia mencoba untuk membatalkan penyerapannya. Namun usahanya gagal, Batu Iblis ciptakan Naga Hitam terus menyelimuti Venom dan memperbaiki tubuhnya.


Setelah menunggu 3 jam lamanya, Venom tergeletak di tanah. Sebuah tanduk muncul di atas dahinya.


Sekarang Venom memiliki tiga tanduk sama seperti ayahnya sebelum mati. "Mengapa aku bangkit secepat ini. Seharusnya darah keturunan Venom akan bangkit setelah 5000 tahun, tetapi aku baru berusia 2000."


Venom langsung melihat batu yang baru dia serap, warna yang awalnya hitam pekat berubah menjadi putih. "Tidak mungkinkan?"


Kepercayaan Venom pada Blue meningkat drastis. Potensinya juga meningkat karena menganggap Blue sebagai teman setianya.


Sebuah cahaya berwarna kuning menyelimuti Venom, dia kebingungan karena tidak pernah dalam hidupnya diselimuti cahaya kuning.

__ADS_1


Sebuah pesan sistem muncul.


[Venom telah mengakui seorang pemain dan akan menjadi rekan. Jika salah satu mengkhianati, maka akan ada hukuman berat yang akan menanti.]


__ADS_2