
"Nenek, apa pendapatmu tentang Blade Armor?" tanya Salju kepada Mawar Putih yang sedang membaca laporan keuangan guild Galaxy Star.
"Blade Armor hanyalah pengalihan isu," jawab Mawar Putih dengan santai.
Dia sudah menebak bahwa ada tindakan besar yang ditutupi oleh persaingan Galaxy Star dan Blade Armor.
Orang yang paling dia curiga adalah Blue dan guild Fairy Dance.
"Mengapa bisa begitu?" tanya Salju dengan ekspresi kebingungan.
"Kamu harus belajar lagi, Nak." Mawar Putih berdiri dari kursi kerjanya menuju jendela.
Dia menceritakan semua yang mungkin terjadi, salah satunya adalah tindakan Zoro menyebarkan informasi tentang Raid level 30.
Zoro menyebarkan informasi untuk menutupi kecepatan level pasukan Fairy Dance yang sedang menggiling monster di Dungeon level 20.
Sekarang informasi tentang mereka telah tenggelam, yang ada di dalam forum diskusi hanya persaingan Galaxy Star dan Blade Armor.
"Untuk apa mereka melakukan itu?" tanya Salju penuh semangat.
"Sederhananya, mereka belum memiliki kekuatan yang cukup untuk menarik perhatian terlalu besar," jawab Mawar Putih sambil melirik ke arah Salju yang mulai bersemangat.
Kemudian dia menceritakan kemungkinan lainnya yang dilakukan Blue dan guild Fairy Dance. Bahkan Mawar Putih sudah curiga bahwa Zoro adalah anggota Fairy Dance.
Instingnya sebagai seorang pebisnis sangat kuat. Jadi sudah sewajarnya dia menyadari trik sederhana yang dilakukan Arief.
"Artinya semua uang yang kita berikan akan menjadi kekayaan Fairy Dance."
"Benar, yang membuatku kagum adalah anak bernama Blue yang sangat pandai mengalihkan isu dan nada bicaranya yang sangat tenang," kata Mawar Putih sambil menepuk pundak Salju.
Dia juga ingin berkunjung ke Desa Koral untuk melihat perkembangan pasukan tunawisma yang telah mereka latih.
Karena Galaxy Star juga melatih para tunawisma, dia mengalami kesulitan yang tidak dapat diselesaikan tanpa bantuan pria bernama Blue.
Arief yang menerima pesan dari Salju untuk melakukan pertemuan di Desa Koral sedikit terkejut dengan tindakannya.
"Nenek tua itu sungguh pintar," kata Arief sambil tersenyum kecut.
Tepat setelah membaca pesan, Arief memberikan perintah kepada semua anggota supaya tidak kembali ke Desa Koral untuk sementara.
Mereka akan masuk ke Dungeon level 25 untuk melakukan penggilingan sekali lagi. Semua anggota juga diberitahu tentang rencana Galaxy Star ingin mengunjungi Desa Koral.
Arief dan Jessica yang akan menjamu tamu dari Galaxy Star. Sedangkan anggota lainnya akan terus melakukan penggilingan monster.
"Jessica, bagaimana keadaan Amelia dan ayahnya?" tanya Arief.
"Semua sudah membaik, Roni telah berhasil mengendalikan diri dan memulai bisnis dengan uang investasi kita. Sedangkan Amelia sudah menjadi pegawai ibu Yuliana," jawab Jessica sambil membaca buku catatan.
Dia selalu menulis setiap kejadian terkini supaya tidak lupa ketika ditanya Arief atau Yuliana.
Jessica dan Yuliana sudah sangat dekat, mereka saring mengobrol dan membicarakan Arief.
"Baiklah, ayo berburu monster tikus tanah untuk mengisi waktu luang. Aku sudah lama tidak menggerakkan badanku," kata Arief.
Jessica yang masih berlevel 21 hanya bisa tersenyum kecut mendengar Arief ingin melakukan penyerangan monster level 40.
__ADS_1
Sebelum berangkat menuju inti monster tikus tanah, Arief memeriksa jumlah poin status yang masih belum digunakan.
Poin Status : 188
Poin Skill : 200
Poin Profesi : 200
"Tidak berasa poin statusku menumpuk sangat banyak," kata Arief. Tanpa berasa dia memegang dagunya.
Jessica yang melihatnya merasa bahwa Arief seperti seorang kakek-kakek yang mempunyai jenggot panjang.
Arief mengalokasikan poin statusnya ke Kekuatan, Kelincahan, dan Pertahanan. 100 poin untuk Kekuatan, 50 poin untuk Kelincahan, dan 38 poin untuk Pertahanan.
"Status," kata Arief ingin melihat statusnya.
Nama : Blue
Kelas : Pendekar Pedang (Mistik)
Ras : Manusia
Profesi : All Role
Level : 26 (70%)
Kekuatan : 224
Pertahanan : 87
Daya Tahan : 19
Kepintaran : 16
HP : 1690
MP : 660
"Sungguh status yang mengerikan untuk pemain level 26," kata Arief sambil menggelengkan kepala.
Statusnya jauh di atas pemain biasa karena judul Limit Break. Jadi sekali naik level, Arief mendapatkan 12 poin status.
Sedangkan pemain biasa hanya mendapatkan 5 atau sedikit lebih banyak bagi mereka yang mempunyai kelas yang bagus.
Arief dan Jessica menuju monster tikus tanah untuk melakukan penyerangan. Pemain yang berada di Desa Koral saling memandang ketika melihat dua orang menuju monster tikus tanah.
"Jessica, kita tidak akan menggunakan strategi biasanya. Biarkan aku menjadi pemain depan dan kamu akan menjadi pemain tengah."
Jessica berfokus menggunakan tombak ganda, jadi serangannya hampir sama dengan Arief yang menggunakan pedang ganda.
Karena Arief akan menjadi pemain depan atau tank, Jessica akan leluasa melakukan serangan kepada monster tikus tanah.
Arief mengeluarkan kedua pedangnya. "Ayo lakukan!"
Dia melesat menerjang monster tikus dengan kedua pedangnya. Arief tidak bisa menerima serangan monster tikus tanah secara langsung.
__ADS_1
Dengan memanfaatkan kecepatannya, dia menghindar dan menyerang secara bersamaan. Pertarungan keduanya memperluas wawasan semua pemain yang melihatnya.
Seorang tank tidak perlu selalu menerima kerusakan, mereka bisa menghindar dan selalu menyerang supaya perhatian monster tetap tertuju padanya.
"Jessica, sekarang waktunya!" teriak Arief melihat tikus tanah yang mulai kehabisan stamina.
Monster tikus tanah masih terlalu lemah untuk disebut sebagai monster level 40, karena inti monster masih muda.
"Baik, Bos!" kata Jessica menerjang monster tikus tanah dengan tombak ganda yang dipegang dengan erat.
"Racing Slash!" teriak Jessica menggunakan Skill terbaiknya.
Sayatan tombak terlihat menyerang monster tikus tanah bertubi-tubi.
¬ Pemain Jessica memberikan kerusakan - 2000.
Jumlah kerusakan tersebut jauh lebih besar dari seorang pemain level 21 biasa. Arief juga sedikit terkejut dengan kerusakan yang diberikan.
Tidak mau kalah, Arief menggunakan Blade Dance untuk memberikan kerusakan yang lebih.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 5100 serangan kritikal.
Monster tikus tanah hanya memiliki HP 70 ribu, jadi dalam beberapa menit mereka berdua berhasil menumbangkan monster tikus tanah.
Pemain yang melihat kejadian tersebut langsung melebarkan matanya.
"Monster!" kata seorang pemain yang sedang singgah di Desa Koral untuk melawan monster tikus tanah.
"Bodoh, dia adalah Blue ketua guild Fairy Dance sedangkan sebelahnya adalah Jessica wakil ketua Fairy Dance!" kata salah satu pemain.
Rumor tentang seberapa mengerikan ketua dan wakil ketua guild Fairy Dance menyebar keseluruhan Desa Koral.
Bahkan beberapa orang telah menyebarkan rumor ke Kota Danau Putih. Padahal baru beberapa menit setelah penyelesaian monster lapangan, tetapi forum sudah dipenuhi dengan kegilaan Fairy Dance.
Arief memainkan pedangnya dan memasukkannya kedalam sarung pedang yang ada di punggungnya. Jessica juga melakukan hal yang sama, tetapi memasukkan senjatanya di pinggangnya.
"Sangat mengesankan, Ketua Fairy Dance," kata Mawar Putih memuji pertarungannya.
"Nyoya Mawar Putih terlalu memuji. Aku dan Jessica hanya pemain yang kebetulan memiliki pengetahuan untuk mengalahkannya."
Perbincangan mereka dilanjutkan di Restoran Desa Koral lantai 6 yang khusus untuk pertemuan penting.
"Aku ingin mengucapkan terima kasih karena informasi yang kamu berikan tempo hari," kata Mawar Putih dengan nada tenang.
Arief menaruh cangkir tehnya. "Anda tahu, kami belum menyelesaikan Raid level 30. Karena kalian mempunyai sumber daya manusia yang cukup baik, maka memberikannya merupakan pilihan terbaik."
"Aku tidak menyangka anak muda sepertimu mau memberikan informasi yang sangat bermanfaat untuk guild."
Perbincangan mereka membahas tentang kerjasama antara Galaxy Star dan Fairy Dance. Mawar Putih ingin melakukan penggerebekan Raid Rahasia di Kota Sawah Hijau.
Mereka membutuhkan pemain yang dapat memberikan kerusakan tinggi. Raid tersebut membutuhkan 50 orang untuk membuka gerbang.
"Apa anda yakin memberimu 5 slot untuk penggerebekan Raid?" tanya Arief menanyakan ulang keputusan Mawar Putih.
Galaxy Star tidak bisa mengambil resiko terlalu tinggi. Jika Raid tersembunyi gagal, maka pemain mereka akan kehilangan seluruh peralatan dan levelnya akan turun sebanyak 2 tingkat.
__ADS_1
Mawar putih sudah memastikannya dengan mengirim pasukan lapis dua. Sekarang Galaxy Star telah kehilangan keuntungannya di Kota Sawah Hijau.