Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Rahasia Kebijaksanaan


__ADS_3

Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Bahasa yunani kuno, menarik. Mari kita baca."


Tidak perlu diragukan, pengetahuan Bee tentang bahasa dan kemampuan menerjemahkan sangat tinggi. Namun Blue juga bukan orang bodoh, ia bisa memahaminya meskipun tidak sepenuhnya paham.


"Sepertinya aku salah, ini hanya kisah Dewi Athena yang diasingkan. Sungguh malang wanita cantik bernama Medusa itu." Blue tampak sedih melihat Athena mengutuknya menjadi manusia ular.


"Aku malah berpikir aneh tentang Athena, mengapa ia cemburu pada posaidon? padahal mereka adalah adik kakak?" tanya Bee sambil mengerutkan kening.


"Aku juga berpikir begitu. Padahal Athena sangat cerdas mengapa ia termakan peristiwa murahan seperti itu?"


"Aku juga belum menemukan alasannya."


Setelah membaca sampai akhir cerita, Dewi Athena ternyata hanya mengorbankan Medusa untuk mencapai tujuannya. Sayangnya setelah tujuannya tercapai dan menjadi Demigod puncak, saudaranya membuangnya ke ruangan tanpa ujung.


"Mungkinkah ini namanya karma, sangat disayangkan sedikit lagi Dewi Athena akan menjadi dewa seluruhnya." Blue memegang gambar terakhir dari ruangan bos Orc.


"Jika aku menjadi Athena, aku akan melakukan hal yang sama. Bedanya aku tidak akan mempercayai siapapun di dunia yang kejam itu!" ucap Bee.


"Sekarang dunia ini cukup damai, tidak seperti dulu yang ada perang dimana-mana."


Blue menemukan sesuatu yang janggal dari gambar terakhir, ada sebuah gagak yang tersenyum melihat Athena di lempar kedalam ruang tanpa ujung.


"Haha, jadi ini adalah rencana Odin untuk menggoyahkan kepemimpinan Zeus. Meskipun hasilnya gagal total." Blue tertawa melihat gagak yang tersenyum.


Tidak ada yang bisa diungkit lagi, Blue duduk dan bermeditasi di atas batu. Bee masih mencari petunjuk lainnya dengan cara mengulangi ceritanya.


Ela yang sangat pintar juga keluar untuk membantu mencari petunjuk, Drakula keluar untuk tidur menggantung di gua. Raul keluar untuk bertarung dengan para orc yang sombong. Meskipun dalam wujud manusia, Raul tinggi dan kuat.


Ely masih dalam proses pembangkitan kesadaran ilahi, ia tidak bisa keluar sendiri tanpa dipanggil. Karena Blue sedikit melupakannya, makanya ia masih terkurung di dalam ruang penyimpanan.


Setelah 7 hari menunggu, Blue mendatangi Raja Orc.


"Apa sudah selesai?"


"Kami sudah memperluas wilayah kekuasaan dan menarik banyak monster untuk bersumpah. Tidak sebanyak ras orc karena mereka sangat keras kepala."


"Aku tahu apa yang kau pikirkan. Mari lihat semua monster itu."


Blue berjalan keluar gua, ia melihat ada 150 Kadal Salju berwarna biru. "Apa leluhur kalian Naga Es?"

__ADS_1


"Iya tuan, tetapi leluhur sudah membuang kita."


"Baiklah, aku akan membawa kalian ke ketinggian yang berbeda. Maukah kau melayani Fairy Dance?" tanya Blue dengan suara lantang.


Semua kadal salju saling melirik, mereka mengira pada orc membawanya untuk mengucap sumpah tanpa ada negosiasi.


"Tenanglah, aku hanya membutuhkan orang yang setia. Kalau kalian tidak mau melayani Fairy Dance maka jangan mengusik kami!"


Semua monster lainnya juga mendengar, mereka yang tidak mau mengucap sumpah langsung pergi dari tempatnya.


Yang awalnya ada 3 juta monster berubah menjadi 300 monster saja. 150 diantaranya adalah Kadal Salju. Tidak perlu diragukan lagi, para monster memiliki ego yang kuat.


Akhirnya hanya ada 300 monster yang mengucap sumpah darah. Blue tidak terkejut dengan hasil ini karena menaklukkan monster jauh lebih sudah daripada mengumpulkan manusia.


Tidak lupa Blue memberikan energi kehidupan untuk para Orc gang berkontribusi. Ia tidak menunjuk utusannya di wilayah ini karena sangat rawan.


Karena mempunyai banyak Batu Mana, Blue memperbaiki gua Orc dan menetapkan itu sebagai markas rahasia Fairy Dance.


Para orc dan sekutu berpesta dengan daging dan api unggun. Blue melanjutkan perjalanan ke utara, ia tidak bisa menunda perjalanannya terlalu lama.


Setelah melewati wilayah kekuasaan Orc, semua yang ia lihat hanya badai salju yang lebat. Tidak ada pemain yang bisa melewatinya kecuali menggunakan mantel khusus.


Setelah 3 bulan berjalan di badai salju, Blue akhirnya menemukan sebuah kuil di ujung utara Benua Utara. "Akhirnya aku sampai!" ucap Blue sedikit lega.


Meskipun ini bukan ujung sebenarnya dari Benua Utara, ia melihat pemberitahuan sistem mengatakan misi perubahan kelasnya di dalam kuil ini.


[Anda telah mencapai kuil kebijaksanaan Dewi Athena. Silahkan masuk dan cari tahu ujian apa yang menanti anda.]


Tanpa ragu Blue masuk kedalam kuil, ia dipindahkan lagi ke ruang tanpa ujung. Dewi Athena muncul lagi seperti sebelumnya.


"Wah, Blue kamu bisa masuk lagi kesini?" tanya Athena dengan penuh semangat.


"Dewi, aku tidak pernah menyangka ternyata misi perubahan kelasku ada pada keputusanmu." Blue menyatakan tujuannya langsung karena tidak mau melihat badai salju lebih lama.


Meskipun kebal terhadap efek beku, melihat salju selama 3 bulan terus-menerus sangat membosankan. Bahkan pedang dan tubuhnya kaku karena tidak ada monster.


"Hah?"


Dewi Athena kebingungan apa yang dimaksud Blue, ia tidak melihat dunia terlalu lama. Jadi sudah sewajarnya tidak mengerti maksud manusia zaman sekarang.

__ADS_1


"Di pertemuan sebelumnya aku belum cerita tentang dunia. Aku berasal dari planet bernama bumi, kemudian aku memainkan sebuah permainan yang dinamakan Domain Dewa."


Blue menceritakan tentang Domain Dewa serta hubungan aneh antara Bumi dan Domain Dewa. Ia tidak melewatkan sedikitpun detail pengetahuannya.


"Ah, orang yang menciptakan Domain Dewa sangat kuat. Bahkan bisa membawa jiwa seseorang menjadi tubuh fisik di dunia lainnya." Athena mencoba berpikir siapa orang yang ada di balik semuanya.


"Aku sempat berpikir, Gaia adalah pencipta semuanya. Namun setelah melihat kisahnya, aku tidak merasa dia bisa melakukan hal ini."


Athena berpikir sejenak. "Nenek hanya seorang pencipta Domain Dewa, tidak mungkin baginya menciptakan dunia lainnya. Ini informasi yang menarik, ternyata banyak dunia pararel di seluruh alam semesta."


Sebagai dewi kebijaksanaan, Athena sangat bersemangat untuk mempelajari hal baru. "Sebagai mahkluk abadi, apa kau merasakan efek samping ketika mati?"


"Aku tidak pernah mati, bisa dibilang kekuatanku terlalu kuat." Blue sedikit menyombongkan diri.


"Haha, aku suka kesombongan itu. Aku juga tidak pernah mati, jadi jangan terlalu bangga dengan dirimu."


"Hehe, tentu saja aku harus bangga. Para pemain Domain Dewa belum mengetahui kebenaran bahwa jiwa mereka di bawa ke dunia pararel, artinya aku adalah bapak pengetahuan."


"Haha, aku dan Hermes pasti tertawa mendengar pernyataan itu." Athena tertawa lepas mendengar candaan Blue.


"Siapa diantara kalian berdua yang lebih hebat?" tanya Blue dengan senyum manis.


"Itu pertanyaan yang tidak bisa aku jawab. Jika dalam bidang seni dan sihir aku adalah ratunya. Tapi Hermes mempunyai banyak pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dunia."


"Mm... aku memahaminya, jika masalah perang dan kelicikan Hermes adalah ahlinya."


"Meskipun aku mempunyai gelar dewi peperangan, aku harus mengakui keunggulan Hermes dalam medan perang. Ia berhasil menyelamatkan ayah dengan kelincahannya."


"Terus bagaimana dengan perubahan kelas ke empat ku?" tanya Blue lesu.


"Aku juga tidak tahu." Athena tidak mengetahui apa-apa, ia hanya menyimpulkan semua informasi yang bersifat satu arah.


Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba ia teringat ramalan Apollo tentang makhluk abadi dan kekuasaan dewa akan runtuh.


Apollo juga menyebutkan bahwa semua badai kejatuhan para dewa dan iblis disebabkan oleh makhluk abadi dan sangat banyak.


"Berapa jumlah pemain yang sudah bermain Domain Dewa?" tanya Athena menemukan sebuah cahaya.


"Menurut data dua bulan lalu, Domain Dewa memiliki 11 miliar pemain aktif setiap harinya." Blue menjawab sambil mengerutkan kening karena tidak terlalu mengerti.

__ADS_1


"Haha, sepertinya kekuasan ayah dan para saudaraku akan segera runtuh. Baiklah, mari melakukan ujian perubahan kelas!" ucap Athena dengan senyuman misterius.


__ADS_2