Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Berita Besar


__ADS_3

Setelah beristirahat selama 10 menit, Arief dan tim mulai berjalan menuju gua lebih dalam. Cacing Merah sedang menunggu mereka dengan HP 70% atau 3,5 juta.


"Rina, gunakan bom asap sebanyak mungkin. Cola, jangan biarkan Cacing Merah keluar dari asap. Adam dan Aji, ikuti aku!" teriak Arief memberikan perintah.


Mereka langsung menjalankan tugas dengan baik setelah Cacing Merah keluar dari tanah.


Cola maju ke depan monster Cacing Merah langsung menggunakan Guardian Guard untuk memancing perhatiannya.


Rina seperti seorang pelempar handal langsung meledakkan 10 bom asap. Arief, Aji, dan Adam berlari menyerang ekor Cacing Merah yang baru keluar dari tanah.


"Ekstrim Blade!" kata Arief menggunakan Skill terbaiknya. Waktu pendinginan Ekstrim Blade adalah 10 menit, jadi dia bisa menggunakan skillnya berulang kali.


Aji dan Adam juga menyerang dengan skill terbaiknya mengarah ke ekor Cacing Merah. Arief melakukan hal tersebut karena ekor Cacing Merah akan sering digunakan dalam ruangan kedua.


"Blade Dance!" teriak Arief menggunakan skill andalannya. Dia tidak menghemat sedikitpun MP karena bisa menggunakan ramuan dalam pertempuran.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 7000 kerusakan kritikal.


¬ Pemain Aji memberikan kerusakan - 1200.


¬ Pemain Adam memberikan kerusakan - 3400 kerusakan kritikal.


Aji yang melihat kerusakan yang dihasilkan Arief dan Adam mengerutkan kening. Dia merasa bahwa ada sebuah trik khusus untuk memicu serangan kritikal.


Karena harga diri yang tinggi membuat Aji tidak mau bertanya kepada anggota lainnya, apalagi kepada Arief atau ketua Fairy Dance.


Dia sadar bahwa masih awal baginya untuk menanyakan rahasia serangan kritikal.


Qin Huang menembak mata Cacing Merah untuk membatasi penglihatannya. Karena luka sebelumnya sudah berhasil disembuhkan oleh musuhnya.


Mentari menyerang dengan Hell Flame untuk membatasi pergerakan Cacing Merah. Rina dan Lina memberikan penyembuhan kepada pemain yang kehilangan HP terbanyak.


Cola adalah pemain yang mendapat serangan yang cukup besar. Hal itu membuat Arief memberikan sebuah trik khusus untuk para Tank.


"Cola jangan hanya menerima serangan, cobalah untuk menggeser serangan musuh!" teriak Arief sambil mengayunkan serangan ke ekor Cacing Merah.


Mendengar teriak Arief, Cola langsung mengeksekusi nasehatnya. Ketika Cacing Merah menembakan sebuah cairan lengket, Cola menggeser tamengnya supaya cairan menyerempetnya.


Tanpa diduga, serangan Cacing Merah berbelok, kemudian menghantam tanah.


¬ Pemain Cola menerima kerusakan - 2000.


Kerusakan itu jauh dibawah serangan sebelumnya yang mencapai 5200. Sekarang beban Rina dan Lina sedikit ringan karena Cola sudah menemukan trik terbaik untuk seorang Tank.


Sekali lagi, Aji tidak percaya dengan kemampuan Arief dalam memimpin pasukan skala kecil. Dia merasa bahwa Arief adalah seorang Jendral Perang yang menguasai medan perang.


"Reaper gunakan kesempatan untuk menyerang tubuhnya. Amir gunakan skill pendukung untuk Reaper!" teriak Arief.


Amir adalah seorang pendukung yang berfokus ke serangan pembatasan atau sering di sebut Crowd Control (CC).


Namun Amir juga memiliki beberapa skill lainnya yang dapat meningkatkan status pemain dalam tim.

__ADS_1


Walaupun tidak terlalu banyak menambah status, 5% sudah cukup untuk meningkatkan kerusakan Reaper yang berfokus pada kecepatan.


Serangan kombinasi tim sangat baik, Cacing Merah tidak dapat berbuat apapun. Hingga akhirnya HPnya turun sampai ke 20%.


Suara raungan monster terdengar, kondisi Cacing Merah yang awalnya lapar menjadi marah. Kulit Cacing Merah berubah menjadi merah darah.


"Semua mundur, dengarkan suaraku!" teriak Arief melihat pergerakan Cacing Merah dengan teliti.


Cacing Merah menggeliat kemudian menyemburkan sebuah cairan berwarna hijau ke segala arah dalam radius 25 meter.


"Merunduk!" teriak Arief memberikan instruksi kepada kelompoknya.


Karena serangan pertama Cacing Merah sangat lambat, jadi semua pemain dapat menghindari dengan sempurna.


Tubuh Cacing Merah melompat dan menghantam tanah, sebuah gelombang udara keluar di sekitar tubuhnya dengan radius 30 meter.


"Lompat!" teriak Arief memberikan instruksi selanjutnya.


Kali ini Aji yang terlambat melompat hingga mendapatkan serangan telak. Bukan karena reflek ya rendah, tetapi dia ingin mencoba serangan Cacing Merah.


¬ Pemain Aji menerima kerusakan - 13 ribu.


Seketika Aji langsung berubah menjadi transparan, Arief adalah orang yang seharusnya marah karena tindakan Aji.


Sebelum kesadarannya menghilang, Aji masih sempat melihat ekspresi Arief yang sangat tenang menghadapi satu rekannya gugur.


"Sungguh monster yang sebenarnya," gumam Aji yang kembali ke Rumah Kebangkitan.


"Lompat, merunduk!" teriak Arief memberikan dua instruksi.


Karena kecepatan serang yang terlalu tinggi Cola terlambat menanggapi. Dia terkena serangan telah hingga di pulangkan ke Rumah Kebangkitan.


"Merunduk!" teriak Arief yang tidak menduga ada serangan susulan dari Cacing Merah.


Adam dan Amir terlambat menanggapi mereka di pulangkan ke Rumah Kebangkitan.


"Serang dengan semua skill terbaik!" kata Arief melihat Cacing Merah yang kelelahan. Dia tidak bergerak karena MP habis.


Membutuhkan waktu 1 menit sebelum Cacing Merah bangkit kembali.


"Ekstrim Blade!" teriak Arief menggunakan skill terbaiknya. Namun kali ini dia mengkonsumsi ramuan peningkat kekuatan sementara.


Ramuan tersebut adalah buat Argya yang dapat menambahkan 10% status Kekuatan. Artinya Arief mendapat tambahan status Kekuatan sebanyak 22 poin.


Semua orang juga melakukan hal yang sama, hingga HP bos menjadi nol. Pemberitahuan sistem membuat semua senang.


Sistem : Selamat telah berhasil mengalahkan penjaga tambang emas.


Hadiah :


- Token Kepemilikan Tambang Emas.

__ADS_1


"Bagus, kita tinggal menancapkan Token Kepemilikan ke tenan tambang," kata Arief dengan penuh semangat.


Namun siapa sangka seorang pria berambut putih mendatangi kelompok Arief dan tim. Dia adalah seorang penduduk pribumi dengan nama Artur.


Sebelum Arief meletakkan Token Kepemilikan, Artur mengayunkan pedangnya menyerang semua orang dalam tim hanya menyisakan Arief.


"Apa benar kamu menggunakan kecurangan?" tanya Artur dengan tatapan tajam.


"Kalau aku berbuat curang seharusnya GM sudah menghapus akunku!" kata Arief sambil mengerutkan kening. Dia tidak pernah melihat seorang penduduk pribumi bernama Artur dengan rambut putih.


GM adalah singkatan dari Game Master atau orang yang paling berkuasa dalam permainan. Jika seseorang menggunakan kecurangan, dia akan melakukan tindakan keras seperti menghapus akun.


Namun bukti bahwa Arief melakukan kecurangan tidak ada. Akhirnya Artur sebagai seorang GM harus menanyakan langsung.


"Perkembangan karaktermu terlalu cepat. Sangat aneh dengan level 29 mengambil Tambang Emas untuk para level 50!" kata Artur.


Semua kesempatan bagus seperti diambil oleh Arief dan anggota Fairy Dance. Hal itu membuat Artur curiga ada seorang GM yang membocorkan informasi tentang tempat tersembunyi.


GM Artur tidak memiliki akses untuk melihat informasi secara mendetail, tetapi bisa melihat beberapa pemain yang menjadi target.


Selama ini tidak pernah ada yang bisa berbuat curang di Domain Dewa. Bahkan informasi yang diperoleh GM tidak sepenuhnya benar.


Kode yang di tampilkan di layar para GM rumit. Dia menebak bahwa pembuat permainan bukan seorang manusia.


Sebagai GM Artur tidak pernah mengetahui berapa banyak GM bertugas di Domain Dewa. Jadi dia bertindak ketika melihat Arief mendapatkan Tambang Emas.


"Apa salahnya, aku sudah berhasil mengalahkan Cacing Merah. Sudah sewajarnya aku mendapatkan Tambang Emas!" kata Arief sedikit kesal karena perilaku GM Artur.


Akhirnya dia mengingat, GM Artur adalah orang yang paling licik. Dia adalah salah satu pembocor informasi Domain Dewa ke guild besar.


Manajemen Domain Dewa baru mengetahui setelah 3 tahun Domain Dewa dijalankan. Sekarang Arief mempunyai cara untuk menghentikan para guild super mendapatkan informasi.


Arief melaporkan semua tindakan GM Artur dengan menit Lapor di layar status pemain. Dalam sekejap, GM Artur dipanggil atasan kemudian langsung dipecat.


GM seharusnya tidak ikut campur dalam permainan, meraka seharusnya memberikan laporan terkini terkait perubahan Domain Dewa.


Tindakan Artur adalah sebuah kesalahan besar, membunuh 5 pemain dan mengancam 1 pemain potensial.


Karena tindakan Artur, 5 pemain Fairy Dance kehilangan 5 levelnya. Sedangkan 4 lainnya yang terserang Cacing Merah hanya kehilangan 2 level.


Berita tentang GM Artur telah melakukan kecurangan telah tersebar luas. Para guild yang menerima informasi darinya langsung menghilangkan bawang bukti.


Perusahaan Aldi adalah suatu raksasa yang dapat menyelesaikan maslaah dalam sekejap. Hasilnya 70 orang yang menjabat sebagai ketua Guild telah di tangkap karena melakukan kecurangan.


Mereka mendapat ancaman penjara 1 tahun dan denda 100 juta kredit.


Namun mereka bukan orang sembarangan. Dengan mengeluarkan sedikit uang semua masa penjara dapat di bayar dengan 10 juta kredit.


Anehnya semua 70 orang membayar 110 juta kredit untuk mengganti kerugian Perusahaan Aldi. Mereka gagal menjadi guild raksasa di masa awal Domain Dewa.


Akibat berita buruk tersebut, beberapa perusahaan besar menarik investasi mereka. Hingga membuat pemain Domain Dewa turun.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka permainan akan berkembang menjadi seperti ini," kata Arief sambil melihat berita.


__ADS_2