
Blue mencoba menciptakan sebuah bola api di atas telapak tangannya. Sesuai dengan imajinasinya, sebuah bola api muncul. Kemudian Blue membayangkan api di dalam bola berputar tidak beraturan.
Setelah berhasil menyelesaikan bola serangannya, Blue melemparnya ke arah para monster lendir. Pelan, itulah yang ingin dikatakan Bee tapi dia menahannya karena usaha yang dilakukan Blue tidaklah sedikit.
Seorang Pendekar Pedang menggunakan sihir api tanpa bantuan tongkat sihir, konyol. Itulah yang akan dikatakan semua orang yang melihatnya, tetapi pemain didepannya benar-benar membuat bola api.
Beberapa detik berlalu, akhirnya serangan Blue sampai di kerumunan para monster lendir. Awalnya tidak terjadi apa-apa, hal itu membuat Blue menghela napas dan mencoba untuk berkonsentrasi lagi.
Karena dia bisa terbang, makanya para monster lendir tidak bisa menyerangnya. Bee merapatkan kedua alisnya, "Cepat lari bodoh!" katanya panik.
Blue tidak mengerti apa yang dimaksud, dia langsung menjalankan saran Bee. Dia terbang cukup jauh dari pusat serangan.
Ledakan super besar langsung menghanguskan seluruh monster lendir. Blue langsung menutupi wajahnya dengan sikunya.
Angin berhembus sangat kuat, Bee bisa melindungi tubuhnya dengan energi tak kasat mata. Dia melihat banyak lendir mati.
"Ledakan yang sangat mengesankan." Blue tidak percaya bahwa ledakan bola api yang dia hasilkan bisa menghancurkan semua lendir hanya dengan satu serangan.
Lampu di atas pintu menyala, Blue dengan sayapnya langsung menyentuhnya supaya pintu tertutup.
"Sampai kapan kita akan terus di dalam sini?" kata Blue sedikit kebingungan. Jika dia benar-benar harus menyelesaikan 96 pintu, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Tanpa disadari Blue sudah 14 hari di dalam mesin virtual. Pintu kamarnya didobrak oleh Yuliana dengan kekuatan prana yang sangat besar.
Dia langsung menggunakan tinjunya untuk memukul mesin virtual Domain Dewa, tetapi seroang kakek tua menghentikannya.
"Jangan gegabah, bocah ini dalam masa sulit. Percuma kamu menghancurkan mesin virtual ini," katanya dengan suara lembut.
Kakek itu tidak lain adalah Aries Hardiman, dia bisa menghentikan pukulan Yuliana hanya dengan tangan kirinya.
"Guru, dia adalah ibunya Arief," sahut Amelia mencoba memperkenalkan keduanya.
"Aku sudah tahu, makanya aku tidak menyakitinya. Jika orang lain, pasti aku akan membunuhnya sekarang!" kata Aries Hardiman dengan tatapan tajam.
Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung pingsan. Bahkan Amelia juga ikut pingsan, sekarang hanya ada Yuliana yang kesusahan berdiri.
"Siapa kamu?" tanya Yuliana.
"Bukan siapa-siapa. Ah... Mungkin aku adalah teman masa lalu Arief," kata Aries Hardiman dengan senyum tipis.
"Jadi kamu salah satu orang yang mengetahui bahwa anakku datang dari masa depan. Aku yakin kamu sangat kuat, jadi apa yang terjadi dengan anakku?" tanya Yuliana tanpa sadar membocorkan sesuatu yang seharusnya tidak diketahui Aries Hardiman.
Dengan Mata terbuka lebar, Aries Hardiman mencoba menenangkan diri. Dia sekarang tahu bahwa Arief adalah orang yang kembali ke masa lalu karena alasan tertentu.
Menurut peramal, dimasa depan para pasukan bayangan akan kembali ke bumi untuk melindunginya. Serta kemunculan para bayangan itu karena adanya orang dari masa depan.
Aries Hardiman tidak percaya pada awalnya, tetapi Arief tidak mungkin membohongi ibunya sendiri. Oleh karena itu, dia harus mencari alasan mengapa Arief bisa kembali ke masa lalu.
"Orang zaman sekarang tidak mengetahui kondisi ini. Anakmu sedang mendapatkan pencerahan, jika dia berhasil keluar dari tidur panjangnya, maka kekuatannya tidak akan bisa diragukan."
Aries Hardiman mencoba menjelaskan pada ibunya. Sedangkan semua orang di dalam Markas Besar Fairy Dance tertidur karena pengaruh dari kemampuan Aries Hardiman.
__ADS_1
Pencerahan adalah sebuah kondisi dimana manusia berada di antara hidup dan mati. Selama orang itu berhasil mempertahankan rohnya dan kembali ke Dunia maka otomatis akan mendapatkan kekuatan yang dia inginkan.
Namun jika tidak berhasil mempertahankan rohnya, maka orang itu akan selamanya berada di antara hidup dan mati. Hal paling buruk yang dialami adalah kematian.
Karena Arief mengkonsumsi minuman konsentrasi terus-menerus dan menyimpannya di dalam mesin virtual, dia bisa hidup 14 hari tanpa makan dan minum.
Jika seseorang mengganggunya ketika mendapat pencerahan, maka seumur hidupnya tidak akan pernah mendapatkannya kembali. Namun jika berhasil keluar dari situasi ini, kemungkinan besar mereka akan mendapatkan pencerahan lagi.
Yuliana menganggukkan kepala, dia sekarang setuju dengan Aries Hardiman yang menghentikannya. Dia percaya bahwa untuk mendapatkan kekuatan, seseorang harus mengambil jalan yang terjal.
Arief sedang mengambil jalannya, jika dia mengganggu saat ini. Semua usahanya akan sia-sia, bahkan besar kemungkinan Arief akan membencinya seumur hidup.
"Ini masih 14 hari, segera isi kembali minuman konsentrasi. Aku tidak mempunyai barang seperti itu. Namun aku memiliki pil ini," kata Aries Hardiman memberikan sebuah pil misterius.
Yuliana enggan mengambilnya, tetapi tangannya bergerak sendiri. "Bagaimana cara menggunakannya?" tanyanya.
"Masukkan saja ke tempat minuman konsentrasi. Pil itu akan secara otomatis melebur dan memelihara tubuh anakmu, sayangnya aku hanya memiliki satu." Ares Hardiman berdiri dan segera pergi.
Dia ingin menguji Yuliana layak atau tidak sebagai ibu Arief yang mungkin akan menjadi monster dimasa depan.
Yuliana gemetar, dia tahu pil ini sangat hebat. Bahkan bisa meningkatkan kekuatannya secara signifikan.
Jika memakannya Yuliana akan menjadi orang terkuat di dunia, mungkin dia akan setara dengan Aries Hardiman. Setelah setara dia akan mengajar Aries Hardiman untuk meminta pil yang sama.
Sayangnya dia tidak tahu seberapa hebat Aries Hardiman jika serius bertarung. Resikonya terlalu besar, tetapi pikirannya terus berputar.
Iblis di dalam tubuhnya berteriak untuk segera memakan pil tersebut. Namun hati Yuliana masih memikirkan anaknya, tanpa sadar air mata bercucuran keluar dari matanya.
Musuh dari Yuliana tidak lemah, jika mengkonsumsi pil tersebut kemungkinan dia akan langsung balas dendam. Namun hatinya memilih untuk menyelamatkan anaknya.
Aries Hardiman melihat dari kejauhan, dia tersenyum tipis. "Sangat menyentuh, kamu berhasil melewati ujian pertama. Untungnya monster kecil tidak memiliki ibu yang salah," katanya sambil tersenyum tipis.
Jika Yuliana benar-benar memakan pil itu, Aries Hardiman tidak akan menahan tangannya. Bahkan jutaan pil seperti itu tidak akan bisa menggores kulitnya.
Yuliana duduk sambil memegang mesin virtual dengan air mata bercucuran. Tangisannya terdengar pelan, tidak ada orang yang mendengarnya karena sedang tertidur.
Karena Yuliana sedang menangis, Aries Hardiman tidak melepaskan kekuatannya sebelum ibu Arief berhenti menangis.
[Domain Dewa]
Sedangkan Blue masih terjebak di dalam ujian aneh yang tidak bisa membuatnya keluar.
"Sudah berapa lama aku berada disini?" tanya Blue pada Bee yang menontonnya bertarung.
"70 hari, atau setara dengan 14 hari di duniamu. Sedangkan kamu baru menyelesaikan 21 pintu, ayo lanjutkan." Bee memberikan motivasi pada Blue yang tampak cemas.
"Bukan seperti itu, aku bermain selama 14 hari tanpa makan dan minum. Bukankah itu aneh?" tanya Blue kebingungan.
"Jangan khawatir, aku yakin orang yang menyayangimu akan melindungi tubuh aslimu," kata Bee.
"Kamu benar, sekarang aku harus fokus menyelesaikan ujian aneh ini. Jangan sampai usaha mereka semua gagal!" kata Blue dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Berita tentang menghilangnya Blue tersebar ke seluruh penjuru Kerajaan. Ditambah lagi, Desa Koral sekarang menghentikan beberapa pasokan senjata level 20 mereka.
Banyak guild berspekulasi bahwa Fairy Dance sudah kehilangan pemimpin mereka serta ketua bengkel senjata. Jessica jelas sangat kerepotan karena harus mengganti rugi banyak uang untuk pembatalan kontrak.
Untungnya ada uang yang dia bawa dari Raja Iblis Venom, serta beberapa cadangan uang yang belum digunakan.
Meskipun begitu, Fairy Dance tidak mendapatkan sedikitpun untung.
"Amelia, bagaimana cara kita menyelesaikan situasi ini?" kata Jessica meminta saran.
"Aku bukan orang yang bisa menyelesaikan masalah kita sekarang. Coba tanyakan pada Leon," kata Amelia melempar pertanyaan pada pria yang sedang berdiam diri.
"Jangan menanyakan sesuatu yang sulit padaku, Reza adalah orang paling tepat untuk ditanya," kata Leon juga melempar pertanyaan.
Reza menggelengkan kepala. "Sebenarnya jika ada bos disini dia akan memutuskan dengan sangat mudah, tetapi jika kamu menanyakan pendapatku lebih baik kita menutup diri untuk sementara."
Saran Reza memang masuk akal, jika terus mempertahankan kontrak besar, Fairy Dance akan kesusahan.
"Baiklah, mari menutup diri untuk sementara waktu—"
Perkataan Jessica terputus karena mendapatkan pemberitahuan bahwa Kerajaan Banyuwangi dihancurkan. Seluruh pasukan Fairy Dance dikalahkan.
Banyak pemain yang keluar guild karena Tanduk Iblis telah melakukan invasi secara diam-diam.
Jessica terlalu banyak memikirkan situasi Fairy Dance di wilayah Danau Putih. Tanpa dia sadari bahwa cabang Fairy Dance hancur satu persatu.
Sosok Blue yang hilang dan tidak pernah muncul dalam waktu lama membuat banyak guild meragukan kekuatan Fairy Dance.
Pasalnya hanya Blue yang mereka takuti. Setelah berita hilangnya Blue semua pasukan segera menyusun rencana untuk menyingkirkan Fairy Dance.
"Bagaimana dengan pulau di lautan?" tanya Leon karena dia tahu bahwa pulau Karang sangat penting untuk kelangsungan Fairy Dance.
"Tenanglah, pulau itu dijaga oleh banyak orang hebat. Namun sangat aneh mengapa cabang di Kerajaan Banyuwangi bisa jatuh dengan cepat," kata Jessica sambil membenarkan kacamata bulatnya.
"Pengkhianat, aku sebenarnya sudah memperingatkan Petra tentang ini. Sayangnya para pengkhianat lebih kuat daripada para pemain setia, makanya dia tidak melaporkan ke pusat," sahut Reza membocorkan rahasia Petra.
Jessica langsung memukul meja didepannya. "Mengapa kau tidak memberitahuku!" katanya dengan nada tinggi.
Reza yang merasa jasanya juga besar untuk Fairy Dance merasa harga dirinya diinjak. "Mengapa kamu juga tidak memberitahuku tentang keuangan Fairy Dance!" kata Reza dengan nada tinggi.
"Tenanglah kalian berdua. Kita mempunyai peran masing-masing," kata Leon dengan suara lembut.
Cola yang merasa bahwa kelakuan mereka terlalu berlebihan juga memukul meja dengan keras. "Diam kalian, Badut!" katanya memandang orang dibelakang.
Jessica yang merasa tersinggung langsung melepaskan pukulan kearah Cola. "Apa maksudmu mengatakan aku badut?" tanyanya.
Sayangnya pukulannya sudah Jessica sudah mendarat di pipi Cola.
Situasi menegang, Jessica yang sudah naik darah tidak bisa mengontrol emosinya di pukul Reza yang berada di sebelahnya.
Rapat menjadi kacau, Jessica yang diharapkan menjadi pemimpin yang berwibawa malah ikut berkelahi.
__ADS_1
Seseorang di pojok pintu ruangan tersenyum tipis.