
"Paman, aku Blue seorang petualang ingin menawarkan bantuan," kata Arief dengan nada sopan.
Luis tersenyum dan menjawab, "Anak Muda, kami sekelompok orang tunawisma yang tidak memiliki tempat tingkat serta keahlian khusus."
"Paman, desaku membutuhkan orang untuk pembangunan. Aku berniat mengundang anda dan kelompok," kata Arief tidak mau menyerah untuk mendapatkan misi tersembunyi.
Dia mengetahui bahwa para tunawisma yang ada dalam gua merupakan mantan petualang kelas tinggi.
Mata Dewa telah memperlihatkan potensi yang sangat mengerikan dari Luis dan para tunawisma lainnya.
Potensi Luis tinggi dari Yami yang memiliki potensi 170an. Sayangnya potensi Luis sedang di segel karena kutukan penyihir hitam.
Untuk melepas segel kutukan, pemain harus mencari Air Mata Langit. Untuk mendapatkan benda tersebut, pemain harus menuju tanah roh biru.
Arief sangat akrab dengan Tanah Roh Biru. Jadi dia mencari para tunawisma untuk menjadi buruh sementara di Desa Koral.
Nama : Luis
Kelas : Penyihir Semua Elemen Pemula
Ras : Manusia
Level : 20
Potensi : 310
Latar Belakang : Luis adalah seorang Demigod yang telah kalah perang. Semua kekuatannya telah diambil Dewa.
Semua status Luis menunjukkan bahwa dia sangat tidak berguna kecuali nama kelasnya.
"Baiklah, tetapi sebelum kami pergi tolong cari Tongkat Keberuntungan yang telah di curi penyihir hitam."
Misi Tersembunyi : Ambil Tongkat Keberuntungan di bukit Lithuania.
Penjaga bukit Lithuania adalah seorang penyihir hitam yang berlevel 120. Pemain saat ini tidak mungkin untuk menyelesaikannya.
Namun Arief sudah mengetahui trik sederhana untuk mengambil tongkat tanpa harus bertarung secara langsung.
Sebelum pergi, Arief memanggil Argya dan Leon untuk berkumpul di pusat kota. Mereka akan memborong semua boneka perang untuk dijadikan pemain depan.
Karena permainan masih dalam pembaruan kedua, masih terdapat sebuah kesalahan pada penghitungan kerusakan pada boneka perang.
Jika boneka perang terkena kerusakan yang melebihi batas maksimalnya, maka boneka tersebut masih akan berisi menerima semua kerusakan tambahan.
Setelah diperbaiki, maka boneka perang akan hilang tepat setelah batas maksimal tercapai. Kesalahan sistem ini akan sangat membantu penjarahan tongkat keberuntungan di bukit Lithuania.
"Berapa yang dapat kalian beli?" tanya Arief kepada Leon dan Argya.
Leon menunjukkan jumlah boneka perang yang dapat dia beli dengan harga pasar. "Aku berhasil membeli 200 boneka perang," katanya dengan nada bersemangat.
__ADS_1
"Aku membeli 250 boneka perang," jawab Argya.
"Baiklah, jumlah kita sudah cukup. Aku berhasil membeli 300 boneka perang."
Boneka perang akan dibagi rata kepada setiap pemain. Jadi Arief akan membawa 250 boneka perang.
Mereka bertiga berjalan menuju bukit Lithuania dengan peralatan seadanya. Arief tidak menekankan peralatan di penjarahan kali ini.
Namun dia menginginkan Leon dan Argya memakai peralatan bertipe kecepatan untuk memperlancar jalur kabur.
Setelah sampai di bukti Lithuania, Mereka menuju puncak untuk mengambil Tongkat Keberuntungan. Namun setelah Arief menyentuh tongkat, seorang wanita cantik dengan bibir berwarna hitam keluar di depannya.
"Manusia, aku tidak akan membiarkan kalian mengambil bendaku!" kata penyihir hitam dengan suara keras.
Nama : Alice
Kelas : Penyihir Hitam
Level : 120
Kondisi : Marah
HP : 1 juta
"Tenang, jangan melakukan pergerakan tidak perlu. Leon, lempar satu boneka perang setiap setiap kali penyihir itu melakukan serangan."
Tepat setelah Arief menyelesaikan perkataannya, penyihir hitam langsung menyerang dengan api hitam.
Arief dan Leon akan bergantian mengeluarkan boneka perang. Sedangkan boneka Argya akan menjadi kunci pelarian.
3 jam berlalu dengan serangan Alice yang tidak pernah berhenti, 470 boneka sudah digunakan.
Akhirnya Alice kehabisan MP. Serangan berikutnya akan terjadi setelah 5 menit. Arief segera mengambil Tongkat Keberuntungan dan segera melarikan diri.
Walaupun tidak dapat menyerang dengan sihir, Alice dapat memberikan kerusakan menggunakan tinjunya.
Arief yang sudah kehabisan boneka perang, dengan cepat menarik Tingkat Keberuntungan.
"Cepat lari!" teriak Arief melihat Leon dan Argya yang berada di sebelahnya.
"Manusia terhina, aku tidak akan melupakan kejahatan yang kalian perbuat!"
Sistem : Alice Si Penyihir Hitam telah menandai anda sebagai musuh abadi.
- Kemarahan Alice meningkat +50
"Akhirnya kita selamat," kata Leon yang berlalu paling belakang.
"Jangan berhenti sebelum mencapai kota Danau Putih!" kata Arief yang memimpin pelarian.
__ADS_1
Setelah berhasil sampai di Kota Danau Putih, Arief segera menuju tempat Luis dan menyerahkan Tongkat Keberuntungan.
"Terima kasih, Tuan. Kami sangat membutuhkan Tongkat Keberuntungan untuk melepaskan segel kutukan."
Luis melempar tongkat di atas gua, cahaya berwarna kuning muncul dari tongkat.
Semua orang yang berada dalam gua mempunyai tenaga untuk berdiri, mereka satu persatu berjalan menuju Arief yang berada di luar gua.
Lebih dari 1000 orang berbaris dengan rapi di depan Arief. Semua orang bersujud di depan Arief dan berkata, "Terima Kasih, Tuan. Tolong terima persembahan kami!"
Semua orang mempunyai potensi lebih dari 100 pion. Mereka adalah kesatria yang berdiri di samping Luis ketika berperang melawan Dewa.
"Tidak perlu terlalu formal, aku hanya kepala Desa," kata Arief merendah.
Setelah menyelesaikan perkataannya, Arief mendapatkan pemberitahuan sistem yang sangat mencengangkan.
Sistem : Kepercayaan Pasukan Luis meningkat +100 poin.
Arief tidak percaya dengan pengelihatannya. Pada kehidupan sebelumnya, para kesatria hanya mengikuti pemain tanpa penambahan poin kepercayaan.
Makanya, ketika perang tidak menguntungkan para kesatria Luis hilang dari media perang. Bukan tanpa alasan, pemimpin mereka yang sebelumnya adalah orang yang sangat bijak menjadi orang yang sangat bodoh.
Hal itu dikarenakan karakter game pemain yang menemukan kelompok Luis telah dijualnya. Sayangnya yang membeli karakternya adalah anak kecil berumur 15 tahun yang tidak mempunyai kecerdasan memimpin pasukan.
Poin kepercayaan pasukan Luis telah mencapai batas maksimal. Jika Arief menyuruh mati, maka tanpa ragu mereka akan melakukannya.
"Baiklah, tugas kalian adalah menjadi kuat untuk melindungi Desa Koral. Ikuti aku!" kata Arief dengan nada bersemangat.
Ribuan petualang pribumi masuk Desa Koral. Walaupun mereka masih lemah, tetapi potensi mereka sangat tinggi.
Hanya perlu sedikit waktu sebelum mereka berkembang menjadi pasukan inti Desa Koral.
Pemain yang berada di dalam Desa Koral untuk beristirahat melihat Blue membawa ribuan tunawisma.
Forum menjadi ramai dengan foto Blue, Leon, dan Argya memimpin sekelompok tunawisma masuk kedalam desa.
Banyak orang yang mencibir dan mengkritik tindakannya. Namun beberapa orang yang mengetahui sulitnya mencari petualang pribumi membela keputusan Blue.
Beberapa guild besar juga mulai memikirkan strategi yang sama seperti Blue. Mencari petualang hebat jauh lebih susah dari mencari petualang tingkat rendah.
Selama di latih dengan benar, para petualang rendah akan mempunyai kekuatan yang menjanjikan.
Mawar Putih yang membaca laporan tindakan Arief tersenyum lebar. "Sudah aku duga, bocah itu mempunyai informasi yang lebih banyak," katanya melirik seorang pria di sebelahnya.
"Ibu, mungkin dia hanya beruntung menemukan para tunawisma. Sangat jarang ada orang yang mau melatih petualang dari bawah, karena memakan banyak biaya."
Pria tersebut adalah salah satu anak dari Maya Hartono, Jerry Hartono. Dia baru saja memasuki Domain Dewa untuk melihat pekerjaan anaknya. Nama karakternya adalah Beruang Hitam.
"Fairy Dance mungkin akan kesusahan mengembangkan ribuan tunawisma, tetapi selalu ada kejutan yang dia perlihatkan," kata Mawar Putih sambil tersenyum melihat pekerjaan Arief.
__ADS_1
Jerry Hartono yang melihat ibunya senang membaca pencapaian Arief menjadi sedikit tidak nyaman.
Dia sudah melakukan semuanya untuk keluarga, tetapi ibunya malah memilih kakaknya sebagai pemimpin perusahan Hartono. Sedangkan dia hanya menjadi seorang manajer di sebuah cabang kecil.