
Arief tidak menyangka Yohan mengetahui Kegunaan Menara Sihir Raksasa. Kemudian dia menyuruh Reaper, Aji dan Amelia untuk menghentikan mereka.
Karena gerbang Desa ditutup, mereka bertiga harus melompat dari samping dan menuju Menara secepat mungkin.
Ketika melompat dari ketinggian, HP mereka berkurang hingga setengahnya. Sambil berlari Reaper menggunakan ramuan penambah HP dan MP pribadi.
Dia langsung berlari meninggalkan Aji dan Amelia karena kecepatannya paling tinggi diantara lainnya. Aji dan Amelia yang melihat Reaper langsung mengikuti tekniknya berlari sambil menggunakan ramuan penyembuh.
Sayangnya Yohan dan timnya sampai di puncak bukit terlebih dahulu. Untungnya mereka tidak langsung menyerang menara karena waspada penyerapan.
Akhirnya Reaper sampai di tempat tepat waktu, dia masih sembunyi untuk melakukan serangan kejutan.
Yohan mencoba menyerang Menara Sihir, sesuai dengan perkiraannya ada seorang pembunuh yang sedang mengintai.
Dengan gerakan kaki yang indah, Yohan berhasil menghindari serangan kejutan dengan sempurna.
"Sudah aku duga, Blue bukan orang bodoh. Dia telah menyiapkan seorang pembunuh untuk melindungi menara."
Reaper mencoba berlari untuk menghilangkan keberadaannya. Namun Aliando tidak membiarkannya pergi.
Aliando adalah pemain berlevel 33, jadi serangannya sangat berpengaruh kepada Reaper yang masih berlevel 28.
Perbedaan level membuatnya sedikit lebih cepat dari Reaper. Serangan bertubi-tubi langsung dilancarkan, hingga HP Reaper menjadi oranye.
Artinya Reaper sedang dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
Tepat ketika Aliando mengayunkan pisaunya, Aji menghentikan dengan pukulannya. Disusul dengan pukulan Amelia yang memberikan kerusakan yang tinggi.
Namun kerusakan tersebut tidak dapat membunuh Aliando secara langsung.
"Serangan kejutan yang bagus," kata Aliando.
Saiful tidak mau tinggal diam, dia langsung menyerang Amelia yang tampak paling lemah karena masih berlevel 26.
Amelia yang Mahir bertarung di dunia nyata dapat menghindari serangan dari Saiful dengan mudah. Pertarungan keduanya tidak terhindarkan, tetapi keunggulan masih berada di pihak Saiful karena memiliki level 32.
Ketika orang yang melindungi Menara Sihir mulai terdesak. HP mereka bertiga menjadi merah, tepat ketika Reaper akan terbunuh sebuah sihir hitam menghentikannya.
Horizon muncul dari belakang Menara Sihir, sambil membawa tongkatnya. Kana langsung menyerang Yohan dengan kekuatan terbaiknya.
"Bos sangat bersemangat, Nya," kata Ridho berbicara dengan gaya seekor kucing.
"Sebaiknya jangan membuang waktu melawan mereka. Masih banyak pemain yang harus kita bereskan," kata seorang pria membawa pedang besar di punggungnya.
Dia adalah Mendy sang Warrior kelompok Teh Party. Dengan pedang besar, dia mengalahkan setiap pemain yang menghalanginya.
"Baiklah, segera mulai," kata Horizon sambil tersenyum.
__ADS_1
Sihir hitam menyelimuti Mendy dan Kana. Mereka mendapatkan penambahan kecepatan sebesar 10% dan kerusakan 10%.
Serangan pertama Kana langsung menghantam Yohan dengan telak. Serangan pertamanya langsung mengirim Yohan ke Rumah Kebangkitan.
Tidak tinggal diam, Mendy mengayunkan pedangnya ke arah Saiful yang menyerang Amelia.
¬ Pemain Mendy memberikan kerusakan - 2700 serangan kritikal.
HP Saiful yang sudah berkurang karena bertarung melawan Amelia langsung jatuh menjadi 0. Dia dikirim ke Rumah Kebangkitan oleh satu serangan Mendy.
Sekarang tinggal Aliando yang masih berdiri melawan Aji. Mereka berdua bertarung dengan sengit, tetapi Aji sedikit tertekan karena levelnya berada di bawah lawannya.
Namun masalah teknik bertarung, Aji masih lebih unggul. Juara Nasional Taekwondo dan Karate bukan hanya gelar pajangan. Pengalamannya bertarung sangat banyak.
Kana yang melihat pertarungan Aji langsung bisa menebak bahwa dia adalah pemain yang sangat potensial.
"Ayo selesaikan," kata Kana berdiri di samping Aji.
"Teh Party, kenapa kalian membantu Fairy Dance?" tanya Aliando kebingungan. Dia tahu bahwa Kelompok Teh Party tidak akan memihak siapapun, kecuali ada keuntungan besar.
"Ini adalah urusan kelompok, jangan mencampuri bisnis kami untuk menjadi kuat!" kata Kana tegas.
Aliando tertawa keras, perkataan Kana terdengar sangat lucu untuknya. "Sejak kapan Teh Party menjadi kelompok yang sangat menggemaskan!" katanya sambil tertawa. Dia tidak mengetahui bahwa Kana memiliki level 37.
Horizon tidak tinggal diam ketika ketua kelompok sedang dihina, dia menggunakan skill pengekangan untuk membatasi pergerakan musuh.
Namun Aliando masih tertawa dan berkata, "Kelompok Teh Lemon tidak akan membiarkan kalian tidur nyenyak!"
Kana berbalik memandang Reaper dan teman-temannya, dia mengerutkan kening ketika melihat mereka selesai menggunakan ramuan penyembuhan.
Mungkin hal tersebut sangat aneh jika dilihat oleh orang biasa, tetapi tindakan Reaper dan teman-temannya membuka wawasannya.
Setiap kali ada kesempatan, pemain Fairy Dance tidak akan membuang waktu untuk menyembuhkan diri.
Jika ada serangan susulan, pasukan Fairy Dance akan siap untuk pertarungan selanjutnya. Karena stamina dalam permainan hampir setara dengan dunia nyata. Ketiga pemain Fairy Dance tersebut sangat hebat di dunia nyata.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Kana sambil mengulurkan tangannya kearah Aji yang tampak paling dewasa.
"Terima kasih bantuannya. Seperti yang kamu lihat, kamu berhasil lolos dari maut berkat kalian semua," kata Aji sambil menjabat tangan Kana untuk menghormatinya.
"Kita semua mendapatkan untung, jadi jangan terlalu formal. Informasi yang diberikan Blue sangat bermanfaat untuk Kelompokku," kata Kana sambil tertawa kecil.
Arief menukar informasi tentang kegunaan Batu Energi, sehingga harga yang mereka jual sedikit lebih mahal dari sebelumnya.
Karena Kelompok Teh Party berfokus dalam permainan, mereka hanya menginginkan koin emas. Horizon meminta 30 perak untuk setiap Batu Energi dan Arief menyetujuinya.
Setidaknya Arief mempunyai pasokan yang pasti dari Kelompok Teh Party. Sekarang Fairy Dance memiliki 505 Batu Energi tingkat rendah di penyimpanan.
__ADS_1
Disisi lain Arief dengan menghadapai para pemain yang menyerbu gerbang Desa yang HPnya tidak berkurang karena penyembuhan Menara.
"Zaha, sekarang waktunya kamu unjuk gigi," kata Arief sambil melirik Zaha yang tersenyum puas dengan hasil karyanya.
Dia telah menggunakan 200 Batu Energi tingkat rendah untuk membuat sebuah senjata perang yang dapat meledak.
"Tembak!" teriak Zaha memberikan perintah kepada Abimanyu untuk menyerang pemain yang baru masuk Gerbang Desa.
Abimanyu langsung menembakkan senjatanya menyerang para pemain. Sebuah bola energi menghantam pasukan terdepan World War.
Sebuah ledakan besar tercipta, ledakan tersebut mengirim 20 pemain ke Rumah Kebangkitan. Walaupun terlihat sedikit, semua pemain penyerang langsung berhenti.
Melihat pasukan musuh berhenti, Zaha memberikan perintah kembali. "Bima, Rangga, dan Rama jangan biarkan mereka lolos!" katanya dengan teriakan lantang.
Tiga bola energi menghantam pasukan musuh, seketika 60 pemain di kirim ke Rumah Kebangkitan. Semua anggota Fairy Dance lainnya menyerang menggunakan senjata yang mereka miliki.
Karena jalan di belakang Gerbang telah dibuat berkelok-kelok, pemain yang menyerang tidak dapat bergerak leluasa. Tembakan yang terlihat pelan tidak dapat dihindari pasukan musuh dengan mudah.
Hanya dalam 15 menit, 2225 pemain telah berhasil dikirim ke Rumah Kebangkitan. Hingga membuat pasukan yang tersisa tidak yakin dengan kemenangan.
Yohan dan pemimpin lainnya sudah dikalahkan, pasukan penyerang berlari seperti seekor domba yang akan di potong bulunya.
"Biarkan mereka pergi. Segera perbaiki Gerbang, Dinding, dan Menara Desa," kata Arief melihat Zaha yang menunjuk pasukan musuh yang berlari.
Dia tahu bahwa Zaha tidak akan membiarkan pasukan musuh kabur dari medan perang. Sayangnya Fairy Dance tidak dapat melanjutkan pertarungan lagi, semua orang telah kelelahan.
23 orang yang bertarung secara langsung telah kehabisan stamina. Namun mereka masih berdiri karena tekadnya sudah bulat untuk melindungi Desa Koral.
Jika pemimpinnya bukan Arief, sudah dipastikan mereka akan memilih terbunuh di medan perang daripada berjuang sampai staminanya terkuras.
"Baiklah, sekarang kalian keluar dari permainan. Biarkan aku yang mengurus semuanya dari sekarang," kata Arief pelan. Dia sedang menahan nafas supaya tidak terlihat kelelahan.
Tanpa menunggu lama semua anggota langsung keluar permainan untuk istirahat. Tinggal Arief sendirian di dalam Desa.
Dia sudah menyewa 30 prajurit dari Kota Danau Putih, tetapi tidak berguna karena kekuatan anggota Fairy Dance lebih dari harapannya.
Kana datang menghampiri Arief yang sedang menstabilkan nafasnya. "Blue kamu terlihat sangat keren ketika bertarung," katanya dengan wajah polos.
Horizon langsung melebarkan matanya, dia mengira Kana memiliki perasaan khusus kepada Arief. Namun harapannya pupus ketika Arief menjawab dengan santai.
"Terima kasih, semua berkat bantuan kalian."
Mendy dan Horizon saling memandang, kemudian langsung menghela nafas secara bersama. Mereka tidak pernah melihat ketua kelompok tertarik kepada lawan jenis. Takutnya Kana adalah seorang wanita yang suka sesama jenis.
"Sesuai perjanjian, aku akan membantu kalian selama satu hari. Namun apa yang membuatmu merasa perlu bantuan kami selam satu hari?" tanya Kana.
"Coba lihat pasukan musuh lain yang sedang menunggu kesempatan untuk menyerang kita," kata Arief pelan.
__ADS_1
Kana tersenyum kecut, dia tidak menyangka lawannya tidak hanya World War. Namun ada pasukan lain yang sedang mengincar Desa Koral .
"Aku tidak menyangka hanya karena Desa Koral berhasil naik tingkat, semua musuh berkumpul di depan gerbang kalian," kata Kana sambil melirik Arief.