Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Musuh Lama


__ADS_3

Blue bergerak menyusuri jalan, ia akhirnya sampai di kerajaan lain. Jendela pengantar menyebutkan nama Agto.


[Kerajaan Agto merupakan desa penghasil material utama di dunia. Banyak material langka bisa didapatkan. Setiap hari akan ada badai salju di jam 6 sampai 8 pagi.]


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Blue bisa masuk dengan tenang dan mengantri di barisan belakang. Ia membutuhkan 30 menit untuk bisa masuk kedalam.


Jubah Raja Api terlalu mencolok, ia merubah kostumnya menjadi Blue Suit. Meskipun daya tahan tubuhnya cukup tinggi, dingin masih merasuk kedalam dagingnya.


Sebuah lambang guild terpampang jelas dari pintu masuk. Lambang itu milik guild Harimau Salju yang menguasai semua wilayah kerajaan.


Meskipun mereka tidak terdaftar secara resmi sebagai super guild, organisasinya sudah berkembang di lima benua. Tidak ada yang mau berurusan dengan mereka karena di dunia nyata Harimau Salju adalah guild asuhan perusahan multinasional, Grup Hu.


Grup Hu bisa menginjak Grup Chen dengan sangat mudah, tetapi mereka mempunyai pemikiran dewasa. Banyak rumor mengatakan bahwa leluhur keluarga Hu masih hidup.


Informasi Blue tidak bisa menjangkau mereka, jadi lebih baik untuk bersikap rendah dan mencari kesempatan.


Meskipun grup hu sangat kaya di dunia nyata, mereka sedikit terlambat masuk Domain Dewa. Jadi perkembangannya sedikit tertinggal.


Seorang pria muda berjalan menuju bangunan guild, semua penduduk menundukkan kepala memberikan hormat. Blue sedikit merasa familier, ia merasa pernah menghadapinya di suatu tempat.


Mata mereka saling memandang, Blue tidak menggunakan stelan mahal. Jadi pria muda itu mengabaikannya dan masuk kedalam gedung.


Setelah pria itu masuk kedalam guild, 10 tahanan di seret masuk ke dalam tahanan bawah tanah. Ada sebuah segel melingkari lehernya, Blue segera tahu mereka adalah pemain yang tersegel.


Menggunakan segel untuk membawa tahanan masuk kedalam penjara adalah sebuah kemewahan.


"Segel itu bukan dari manusia." Blue merasakan ada sesuatu yang mencurigakan.


10 pemain yang masuk ke dalam penjara itu adalah pemain terkenal di masa depan. Meskipun tidak terlalu mencolok, sepuluh orang itu adalah salah satu bagian dari Tujuh Mawar.


Bee yang ada di dalam ruang penyimpanan membisikkan sesuatu. "Ada Demigod yang datang, jangan terlalu mencolok."


"Dimana?"


"Atas gedung Harimau Salju." Bee tidak boleh berbicara terlalu sering karena gelombangnya akan dirasakan Demigod tingkat tinggi.


Setelah melihat perempuan yang terbang di atas, Bee dan Blue merasa tenang. "Ia hanya Demigod rendah."


Demigod dibagi menjadi 7 tingkat yaitu Sangat Rendah, Rendah, Menengah, Menengah Atas, Tinggi, Sangat Tinggi, dan Puncak.


Blue saat ini adalah Demigod Sangat Rendah, meskipun begitu rakyatnya cukup banyak. Berbanding terbalik dengan wanita yang ada di atas gedung.


Mata Dewa bisa melihat informasi wanita yang terbang di atas gedung, ia menyimpulkan bahwa wanita itu adalah Dewi Bianca.

__ADS_1


"Bukankah Dewi Bianca adalah Demigod yang membuang Elf Salju?" tanya Blue melalui telepati.


Bee menanggapi, "Benar, tetapi aku merasa Demigod itu sedang disegel oleh sesuatu."


"Aku juga merasa begitu, mungkin para pemain memanfaatkan kehadirannya untuk mengendalikan rakyat Kerajaan Agto." Ela memberikan pandangannya terkait situasi saat ini.


"Memanfaatkan Demigod juga merupakan kekuatan. Aku tidak boleh mengganggunya terlalu jauh," gumam Blue.


Meskipun dia bisa bertarung dengan Demigod tingkat Rendah, ia harus menghemat energi kehidupan sebaik mungkin. Masih banyak fitur tersembunyi yang belum diketahui.


Blue memutuskan untuk mencari penginapan, ia akan keluar dari permainan untuk sementara. Namun bangunan mewah bertuliskan arena pertarungan menarik perhatiannya.


"Mari bermain sebentar." Blue berjalan masuk ke arena pertarungan, ia melihat lebih dari 10 ribu pemain sedang berkumpul untuk melihat pertandingan.


"Kawan, siapa yang bertarung?" tanya Blue pada seorang pemain level 100 yang membawa pedang di punggungnya.


"Mereka adalah pangeran guild Harimau Salju, Pangeran Justin dan Pangeran Martin."


Keduanya adalah putra dari pria tampan yang menjadi utusan Demigod Bianca. Meskipun mereka terlihat tinggi dan dewasa, sebenarnya mereka masih 20 tahunan. Yang lebih aneh adalah ayahnya yang berumur 40 tahun tapi masih sangat tampan.


"Mengapa pangeran bertarung?"


"Sepertinya kau terlalu lama diluar. Pangeran Martin sedang merebut kekuasaan pangeran Justin, siapapun yang kalah akan menyerahkan dungeon kekuasaannya."


Pangeran Justin adalah orang yang paling dirugikan karena lawannya seorang Berserker. Sedangkan ia hanya seorang pendekar pedang tunggal.


"Apa dia anak yang dibuang?"


"Jaga mulutmu, pangeran justin adalah orang paling baik di seluruh dunia."


Blue tersenyum tipis dan duduk di bangku penonton, ia sedang merencanakan sesuatu yang mantap. Bagaimana jika ada salah satu keluarga Hu yang memberontak?


"Pasti akan menjadi tontonan yang sangat bagus." Blue mencari celah hubungan mereka dan mengendalikan Justin untuk menjadi pemimpin guild Harimau Salju.


Pertarungan dimulai, Blue memperhatikan setiap gerakan dan mencoba mempelajarinya. Keterampilan paling mengerikannya adalah meniru gerakan lawan.


Karena energi aneh yang dibangkitkan tempo hari, Blue bisa berpikir jauh lebih cepat dari sebelumnya. Setelah melihat beberapa gerakan, Blue menyimpulkan mereka menggunakan teknik beladiri kuno.


Anehnya aliran prana mereka berbeda, Martin jelas bisa menggunakan prana dengan fleksibel. Sedangkan Justin harus mengendalikan prana dengan napasnya.


"Justin, apa hanya ini kekuatanmu?" teriak Martin sambil mengayunkan senjatanya terus menerus.


Justin tidak sempat menjawab, ia hanya bertahan dan mencoba mencari celah. Kelasnya hanya epik, sedangkan kakaknya legenda. Ditambah lagi perbedaan pengalaman mereka, jelas Justin tidak mungkin menang. Namun ayahnya terus mendesak mereka bertarung.

__ADS_1


Pertarungan selesai dengan cepat, Justin kalah dengan menyedihkan. Ia tidak bisa mendaratkan kerusakan pada lawannya.


Penonton bersorak dan mendapatkan kemenangan atas taruhannya. Disisi lain, Blue menyadari sesuatu yang cukup mengejutkan.


"Aku tidak pernah menyangka musuh lama akan bertemu." Blue segera pergi dari arena pertandingan dan membuntuti rombongan Justin.


Ia tidak boleh gegabah menemui Justin karena banyak mata-mata di sekitarnya. Mata Dewa menunjukkan bahwa 3 dari 10 pengawalnya adalah bawahan setia Pangeran Martin. Sedangkan 7 lainnya belum dapat dipastikan karena mereka tidak mempunyai segel.


Untungnya mereka menuju markas di tengah salju, Blue segera menggunakan kostum yeti dan menghilang dari pandangan semua orang.


"Sialan, jelas aku kalah. Mengapa ayah terus memaksaku bertarung!" teriak Justin sambil membanting pedangnya.


"Pangeran, tenang dulu. Anda tidak bisa terus menerus mengeluh, mari berlatih dan menyempurnakan teknik." Seorang pria tua memberikan nasihat.


"Apa-apaan, jelas aku dibawah kakak sialan itu. Mana ada ayah yang mengadu dua kekuatan yang berbeda." Justin marah-marah karena tidak bisa menyaingi kakaknya.


"Tuan, mari makan..."


"Diam, keluar sana!" teriak Justin dengan nada tinggi.


Pria tua itu keluar dari ruangan, sedangkan Blue tersenyum manis karena melihat ada orang yang yang begitu peduli dengan pria tanpa masa depan.


"Sialan, sialan, sialan!" ucap Justin menggerutu.


"Seorang pendekar pedang tidak akan pernah melepaskan pedangnya." Blue muncul dari kekosongan, sebenarnya ia hanya melepas kostum yeti. Topeng setan masih digunakan untuk menyamarkan identitasnya.


"Siapa kau?" teriak Justin dan langsung mengambil pedangnya.


Aura Blue menutupi seluruh ruangan. Suara tidak akan mudah bocor keluar, jadi ia bisa berbicara dengan santai.


"Apa kau ingin mengalahkan kakakmu?"


"Apa maksudmu?"


"Aku bisa membuatmu menjadi lebih kuat. Setidaknya bisa mengalahkan ayahmu sendiri," kata Blue pelan tapi terdengar jelas.


Karena ketenangannya sudah hampir habis, Justin tidak bisa berpikir jernih. Ia langsung setuju dan mengatakan, "Akan aku lakukan apapun untuk mengalahkan sialan itu!"


"Bagus, sekarang ucapkan sumpah darah untuk melayani Fairy Dance. Aku akan membantumu dengan guild itu."


"Apa maksudmu menyuruhku melayani guild kecil seperti Fairy Dance!"


"Haha, kau masih belum mengerti juga. Aku adalah orang yang berada di balik layar, selama kau membantu Fairy Dance akan aku tunjukkan apa itu kekuatan." Blue menunjukkan teknik pedang yang digunakan Justin untuk melawan Martin.

__ADS_1


Anehnya teknik pedang itu menjadi sangat mulus dan prana mengalir dengan sangat tenang. Pedangnya di arahkan ke depan wajah Justin.


"Teknik yang mengagumkan, sayangnya kau mengolahnya dengan cara yang salah." Blue tersenyum tipis.


__ADS_2