
Venom merasa kekuatannya menambah, sebuah tulisan di bawah poin statusnya terlihat.
[Rekan Blue Sang Penguasa Iblis.]
"Sejak kapan Blue mempunyai gelar yang begitu mendominasi. Instingku tidak salah, dia adalah orang yang sangat istimewa." Venom melanjutkan penyerapan batu iblis yang biasa.
Disisi lain Blue dan Iblis Kecil sedang mencari mangsa lain. Mereka mencari desa potensial yang dapat menghasilkan Batu Energi.
"Iblis Kecil, kemana tujuan kita selanjutnya?" tanya Blue.
"Di Timur wilayah Venom ada sebuah desa kecil yang hanya memiliki 50 iblis. Mereka mengasingkan diri dari publik karena alasan yang tidak diketahui, rumor mengatakan bahwa para iblis itu sedang melakukan penelitian untuk menciptakan Raja Iblis baru," kata Iblis Kecil dengan santai.
Berbeda dengan Blue yang mengetahui bahwa penelitian itu akan berhasil. Raja Iblis buatan akan mengguncang dunia dan menciptakan acara besar di Domain Dewa.
Hadiah yang ditawarkan tidak main-main, pemain akan mendapatkan gelar sebagai pemburu iblis. Ketika pemain itu mengalahkan iblis, kekuatannya akan meningkat karena penambahan poin status.
Hampir sama dengan Pahlawan, pemain akan mulai memburu iblis hingga akarnya. Itulah acara perang beras melawan Raja Iblis.
Sayangnya pemain akan kalah karena level mereka jauh di bawah para Raja Iblis. Bahkan beberapa kota manusia akan dihancurkan, anehnya Pahlawan Raphael tidak muncul sama sekali pada peperangan.
Blue menduga bahwa Raphael ada hubungannya dengan pembuatan Raja Iblis. Untuk memastikan, Blue harus menyelidiki kebenarannya.
Setelah melangkah beberapa kali, Blue akhirnya mengetahui mengapa Raphael tidak muncul pada peperangan melawan Raja Iblis. Itu karena dia sangat memusuhi para Dewa.
Pada acara besar selanjutnya, beberapa Dewa kecil menyerang manusia. Raphael dengan gagah berani membasmi semuanya menggunakan pedang kuning miliknya.
"Ah, sekarang aku mengerti mengapa Raphael sangat menginginkan Buku Neraka. Sungguh sial aku ternyata malah jatuh ke jurang neraka!" gumam Blue sedikit kesal.
Dia berencana menjauh dari Raphael tapi malah sebaliknya. Raphael adalah Raja di balik Raja Iblis.
Sudah dapat dipastikan Raphael ingin menggunakan Buku Neraka untuk meningkatkan kekuatan Raja Iblis tingkat 5 atau diatasnya. Sehingga mereka dapat menandingi para dewa kecil dan Raphael akan menghadapi para dewa menengah.
"Bukankah rencana itu terlalu bodoh?" gumam Blue pelan.
Bee yang mendengarnya langsung keluar. "Apa yang terlalu bodoh?"
Blue menjelaskan kejadian yang mungkin. Dia tidak melewatkan detail permasalahan supaya bisa Informasinya lengkap.
Setelah mencerna semua informasi Bee memberikan kesimpulannya. "Artinya Raphael ada di pihak Iblis untuk mengalahkan para Dewa. Inilah mengapa permainan ini dinamakan Domain Dewa. Masuk akal, tetapi apa kamu yakin Raphael seperti itu?"
"Aku memiliki keyakinan 60%, semua bukti sudah aku dapatkan. Beberapa tahun lagi para pemain akan melakukan perang dengan para Raja Iblis. Aku mengetahuinya dari artefak di perpustakaan," kata Blue.
Kali ini dia tidak mengarang karena di perpustakaan tersimpan banyak informasi yang bisa ditemukan. Makanya para penyihir lebih mengerti tentang Domain Dewa dibandingkan dengan para petarung.
Setelah Blue dikeluarkan dari Shadow, dia meneliti banyak karakter dan berpindah-pindah karakter. Makanya pengetahuannya sangat melimpah.
Bagaimana dia bisa berubah-rubah kelas, itu karena pada pembaruan ke 8 akan ada barang yang bernama Change.
Barang itu memungkinkan pemain untuk mengubah kelasnya untuk sementara. Itulah alasan Blue bisa memahami setiap kelas yang berada di tingkat tinggi atau dibawahnya.
__ADS_1
"Bukanlah baik jika Raphael berada di pihak iblis. Kamu mempunyai kesempatan untuk mendekatinya dan membantu ambisinya mengalahkan Dewa."
Bee memberikan saran yang sangat masuk akal, tetapi Blue berpikir lain. Dia sedikit mengetahui sifat asli dari Raphael, bisa jadi dia akan dikhianati.
"Raphael sungguh misterius, terlalu beresiko menjadikannya rekan. Lebih baik membantu Venom mencapai level yang sama dengan Raphael," jawab Blue dengan wajah serius.
Bee menghela napas. "Membantu Venom menerobos Raja Iblis tingkat 6 atau 7 membutuhkan waktu bertahan-tahun itu akan memakan banyak waktu."
"Kamu salah, ingatkan ada Dunia Buatan di tubuhku?"
"Maksudmu kamu berniat memasukkan Raja Iblis Venom dalam dunia itu. Terlalu beresiko, jalan lakukan hal bodoh!"
"Aku tahu, memasukkan Venom sekarang adalah tindakan bodoh. Tetapi hubungan kita semakin erat, jika suatu saat pemberitahuan sistem menghukumnya. Itu adalah waktu yang tepat untuk meminta Venom masuk kedalam Dunia Buatan."
"Hukuman sistem?" tanya Bee kebingungan. Walaupun pengetahuannya tentang Domain Dewa sangat luas, dia selalu kalah dengan Blue.
"Iya, itu adalah ketika seorang Raja Iblis mengakui pemain sebagai teman atau rekannya. Menurut informasi, setiap Raja Iblis yang mengakui pemain, maka dia tidak akan bisa berkhianat sampai ajal menjemputnya. Itu lebih aman daripada mendekati Pahlawan Raphael."
"Cerdas, kali ini aku setuju dengan rencana itu. Tapi apa ada tanda bahwa Venom telah mengakui keberadaan dirimu?" tanya Bee penasaran.
Blue hanya bisa tersenyum kecut. "Tidak ada tanda, yang pasti Venom adalah Raja Iblis yang paling potensial menjadi raja selanjutnya. Itulah mengapa aku bersikeras meningkatkan kekuatan Venom."
"Aku benar-benar meremehkan kemampuan matamu. Baiklah ayo kembali ke istana dan berikan aku makanan. Kepiting goreng ku sudah habis, berikan menu yang lebih bervariasi."
Tidak lupa Bee mengingatkan tentang makanan karena kepitingnya sudah habis.
"Hai, jangan bercanda. Pangeran tampan ini disuruh memakan batu?"
Blue tidak menjawab, dia terus berjalan dan memanggil Raul untuk membantu perjalanan. Drakula dan Ela dikeluarkan untuk membantu menyembuhkan Raul supaya bisa berlari tanpa henti.
Bee duduk di kepala Blue seperti biasa dengan bibir yang cemberut.
Semua orang tidak tahu bahwa Venom sudah mendapatkan hukuman sistem karena mengakui keberadaan Blue. Jadi sikapnya akan seperti biasa.
Tidak lama sebelum Blue sampai di istana Venom, dia langsung memasukkan semua familia kecuali Bee dan Iblis Kecil.
Tepat setelah Blue melangkahkan kaki kedalam istana, sebuah asap hitam muncul didepan Blue. Sosok gagah dan bertanduk tiga muncul, dia adalah Venom.
"Batu apa yang kamu berikan padaku?" tanya Venom dengan ekspresi wajah serius.
Blue tersenyum lebar ketika melihat Venom sudah membangkitkan tanduk ketiganya. Ini adalah titik awal menuju Raja Iblis sebenarnya, Blue akan memanfaatkan situasi untuk mendekati Venom lebih intim.
"Itu adalah Batu aura dari Naga Hitam. Aku menemukan seekor naga hitam yang terkurung di wilayah ini."
"Dimana dia, aku akan memintanya membuat Batu Iblis untukku!" kata Venom penuh semangat. Dia mengira bahwa kekuatannya dapat menandingi naga hitam yang dimaksud.
"Jangan terlalu sombong, dia bisa membunuhmu hanya dengan satu kedipan mata. Walaupun dia masih anak-anak, satu auranya bisa membuatmu dibangkitkan. Aku peringatan sekali lagi, jangan mendekatinya atau kamu akan menyesal seumur hidup!" kata Blue tegas.
Dia tidak ingin Venom bertemu Kreston, karena Venom bukan orang pintar. Jadi besar kemungkinan Kreston akan membunuhnya.
__ADS_1
"Maksudmu aku terlalu lemah untuk berada di depan naga hitam itu. Jangan bercanda, tunjukkan aku jalannya!" kata Venom dengan penuh percaya diri.
Blue menunjuk arah tempat gua milik Kreston, seketika Venom memegang punggung Blue dan menghilang dari pandangan Iblis Kecil.
Hanya dalam sekejap mata Venom dan Blue sudah sampai di depan gua. Penduduk desa yang sudah mengetahui pengaruh Venom langsung bersujud kecuali 10 orang yang setia pada Blue.
Venom mengarahkan tangan pada kesepuluh iblis tersebut. Dia ingin menggunakan sedikit kekuatan untuk membunuhnya, tetapi Blue langsung Menghadangnya.
"Jangan lakukan itu. Aku sudah bersusah payah membangun citra untukmu, setidaknya sedikitlah merendah," kata Blue pelan dan sopan.
Karena Venom sangat menghargai Blue, dia memilih untuk membiarkan 10 iblis tersebut lolos. Sebagai gantinya Venom melihat gua dan melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Aura Naga Hitam langsung mencekik Raja Iblis Venom. Karena Venom sudah pernah menyerap aura naga, rasa sakitnya sedikit berkurang.
Meskipun begitu, darah muncrat dari mulut Venom karena tekanannya. Kekuatan Iblis dan Naga Hitam hampir sama, ketika keduanya saling bertubrukan maka aura iblis akan dilenyapkan.
Singkatnya ketika Raja Iblis dan Naga Hitam bertemu, para Raja Iblis hanyalah seekor semut yang mudah untuk dibunuh.
Blue langsung mengeluarkan sayap hitam dan menarik Venom keluar dari dalam gua. "Sudah aku bilang jangan ngeyel!" katanya dengan nada santai.
Semua orang yang mendengarnya langsung bisa menyimpulkan bahwa hubungan Blue dan Raja Iblis Venom sangat baik. Sehingga keduanya tidak perlu menggunakan bahasa formal.
Padahal Blue baru pertama kali menggunakannya didepan Venom. Dia ingin bertaruh, jika Venom pintar maka dia tidak akan marah.
Kekuatan Raja Iblis Venom menghilang, dia panik karena tidak bisa mengeluarkan sedikitpun aura. "Apa yang terjadi?"
"Itu adalah efek samping ketika seroang iblis bertemu dengan makhluk didalam. Semakin kuat iblis tersebut, maka tekanan yang diberikan akan semakin berat. Karena kamu adalah Raja Iblis, sudah dipastikan tekanannya melebihi para iblis biasa."
"Aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku!" kata Venom panik.
Sekarang Blue mengetahui ternyata aura naga milik Kreston sangat berpengaruh pada Raja Iblis.
"Tenanglah, itu hanya sementara. Sekarang lebih baik kita kembali ke istana, aku yakin para Raja Iblis lain sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Kerajaan."
Blue langsung menggunakan Gate, sebuah pusaran hitam muncul didepannya. Dia langsung masuk dan menghilang dari pandangan semua orang.
Butuh 1 hari penuh sebelum Blue dan Venom sampai di istana kerajaan. Kali ini Blue benar-benar menggunakan semua kemampuan larinya, karena Raja Iblis Venom harus segera memulihkan kekuatannya atau semua rencananya akan gagal.
"Aku bertaruh padamu. Jangan mengecewakan aku. Batu ini aku dapatkan dengan cara yang cukup licik, ini mungkin satu-satunya yang aku punya di masa hidupku!" kata Blue sambil mengeluarkan Batu Iblis.
"Jangan Bercanda. Itu Batu Iblis Super!" teriak Venom dengan mata terbuka lebar.
"Cepat sebelum aku berubah pikiran. Aku mendapatkan ini dengan susah payah, segera pilihan kekuatan karena Raja Iblis sudah mulai mengincar wilayah ini!"
Perkataan Blue ada benarnya, walaupun dia tidak bisa merasakan jauh sampai ke perbatasan. Instingnya tentang strategi perang sangat tajam.
Keberadaan Venom hilang sesaat karena berbenturan dengan aura naga, sehingga Raja Iblis lain menyadarinya.
Menurut perkiraannya, peperangan akan terjadi beberapa bulan lagi.
__ADS_1