
Raungan monster setinggi 8 meter terdengar nyaring, setengah dari kelompok terkena efek takut hingga membuat mereka tidak dapat bergerak selama 15 detik.
"Cola, pimpin pemain depan. Jangan biarkan bos bergerak dari tempatnya!" teriak Blue memberikan perintah.
20 pemain depan langsung berlari menuju bos monster, mereka mendapat tugas untuk menghadang Iron Giant. Cola menggunakan Guardian Guard, monster langsung mengayunkan tangan kirinya.
¬ Pemain Cola menerima kerusakan - 11 ribu.
Seseorang akan langsung mati jika terkena serangan itu. Untungnya Cola memiliki peralatan yang dapat menambahkan HP sangat banyak, HPnya sekarang berjumlah 25 ribu.
Jadi serangan seperti itu tidak akan membunuhnya. Walaupun HPnya sangat banyak, Cola hanya bisa menerima tiga kali serangan.
Pemain depan lainnya bergantian menggunakan Guardian Guard. Mereka hanya bisa menerima satu serangan supaya lebih aman.
Para penyembuh yang tidak terkena efek takut segera membantu dengan keterampilannya.
"Para penyihir, gunakan keterampilan target tunggal!" teriak Blue memberikan perintah. Dia ingin para penyihir juga memberikan kerusakan.
Tanpa perintah, para pemain tengah langsung menyerang. Mereka bertugas menjaga diri dan melakukan serangan terus menerus.
Tidak ada yang boleh menghancurkan formasi. Jika satu orang membuat kesalahan, maka akan berdampak sangat fatal. Peran pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengendalikan pertarungan.
Blue tidak ingin diam, dia berlari dan melompat serta menggunakan keterampilan Gelombang Kejut. Untuk serangan pertama, dia tidak menggunakan Keseimbangan maupun Peningkatan Raga.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 48 ribu kerusakan kritikal.
"Sudah beberapa kali aku melihat serangannya, tetapi masih sangat menakjubkan," kata Aji. Dia adalah pemain yang pernah menantang Blue dengan gagah berani, sayangnya berakhir dengan menyedihkan.
"Mungkin kamu belum pernah melihatnya berusaha keras. Usahamu sekarang hanyalah sepersepuluh darinya," sahut Jessica.
Amelia hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka. Dia sudah berusaha sangat keras, tetapi tidak bisa menyamai perkembangan Arief.
Bukan karena putus asa, tetapi dia merasakan bahwa latihan Arief jauh lebih efektif dan efisien. Dia juga melakukan push up, lari, sit up, dan lain sebagainya dengan jumlah yang sama. Namun hasil yang di keluarkan sangat berbeda.
Jessica juga tidak kalah dengan Arief, dia melakukan latihan dengan caranya sendiri. Walaupun tidak sekelas Amelia dan Arief, Jessica lebih mengutamakan efisiensi dan efektivitas.
Aji hanya bisa tersenyum kecut melihat Jessica dan Amelia menatapnya. Sebagai seorang atlet profesional, dia seperti sedang direndahkan. Namun kenyataannya memang seperti itu, dia menantang Jessica dan Amelia setiap minggu, hasilnya selalu Aji dibuat babak belur.
Gelarnya sebagai seorang atlet profesional benar-benar tercoreng.
Blue merasakan ada sebuah mata yang melihatnya. Benda itu tidak lain adalah pesawat sewaan para guild besar. Pesawat itu sering disebut pesawat nirawak, ia dikendalikan oleh sistem.
Jadi para pembeli hanya perlu mengeluarkan beberapa koin emas untuk menyewa pesawat nirawak. Sayangnya pesawat itu hanya bisa digunakan di dalam raid. Sedangkan untuk Dungeon atau bos monster lapangan tidak dapat digunakan.
Menyewa sebuah pesawat nirawak membutuhkan 1000 koin emas. Itupun mempunyai batas waktu selama 30 menit.
"Semuanya, jangan lengah. Bos akan segera memasuki mode kedua!" teriak Blue memberikan instruksi.
Tepat ketika HP Iron Giant berwarna kuning, 20 pemain depan langsung membentuk sebuah garis lurus untuk menghalau gelombang kejut dari monster.
Semua langsung penggunaan teknik terbaiknya untum bertahan.
"Penyembuh, jangan biarkan HP tank berwarna kuning," kata Blue memberikan perintah selanjutnya.
__ADS_1
20 Penyembuh telah bersiap menggunakan kemampuan terbaiknya, para penyihir pendukung menggunakan skillnya untuk memperkuat pertahanan Tank.
Gelombang pertama, semua tank terkena serangan. HP mereka langsung berubah menjadi kuning, tetapi dalam sekejap langsung berubah hijau kembali.
Blue merasakan ada sesuatu yang kurang dalam penyerangan, dia maju melemparkan bom lengket dan bom asap secara bersamaan. Bom asap langsung meledak dan mempengaruhi penglihatan bos monster.
"Merunduk!" teriak Blue memberikan instruksi. Dia tahu bahwa bos monster akan menyerang secara acak. Namun menurut pengalamannya, ketika pandangan Iron Giant terhalang, dia akan cenderung menyerang keatas.
Sesuai dugaan, gelombang kedua menyerang keatas, sedangkan semua pemain sudah menunduk. Sehingga tidak ada satupun orang yang menerima kerusakan.
"Segera kembali ke posisi, Tank gunakan semua kemampuan untuk bertahan!" teriak Blue. Dia terus memberikan semangat kepada para pemain depan supaya berkonsentrasi.
Gelombang ketiga adalah keterampilan pamungkas dari Iron Giant. Sebuah aura berwarna merah kehitaman muncul dari tubuh si monster.
Ledakan aura besar langsung menghantam para pemain depan. Beberapa pemain belakang yang merasakan tekanan kuat berlutut karena tidak kuasa menahan aura Iron Giant.
"Tetap konsentrasi, jangan biarkan kesadaran kalian hilang!" teriak Blue dengan penuh semangat. Tanpa perintah yang jelas, semua pasukan berteriak supaya mereka tidak pingsan.
HP pemain depan berkurang dengan cepat. Blue mengamati semuanya dengan saksama, dia tidak ingin kehilangan waktu sedetikpun.
"Zaha sekarang!" teriak Blue memberikan perintah.
Zaha yang sudah bersiap mengeluarkan keterampilannya langsung menggunakannya kepada para pemain barisan depan.
"Kegelapan Abadi!" kata Zaha menyebutkan nama keterampilannya pelan.
Sebuah aura hitam menyelimuti semua pemain depan dan membuat mereka tidak akan mati selama 5 detik.
Ledakan aura Iron Giant terjadi sangat dahsyat, itulah yang membuat semua pemain guild lainnya hancur seketika. Untungnya ada keterampilan milik Zaha yang mencegah para pemain depan mati dalam 5 detik.
Setelah mengeluarkan keterampilan pamungkas Iron Giant berlutut lemas. Dalam 10 menit dia tidak akan bisa menggerakkan tubuhnya.
"Serang, jangan simpan sedikitpun keterampilan kalian!" teriak Blue memberikan perintah.
Semua kelompok menggunakan keterampilan terbaiknya. Alasan Blue membawa orang banyak untuk situasi ini.
Jika Iron Giant tidak mati ketika dalam keadaan lemah, dia akan mengeluarkan aura yang lebih kuat. Bahkan pemain level 100 akan langsung dimusnahkan.
Kunci untuk memenangkan pertempuran melawan Iron Giant adalah jumlah kerusakan perdetik. Jika kelompok mempunyai kerusakan yang memadai, maka Iron Giant akan mudah ditaklukan.
"Ekstrim Blade!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya. Dia harus memberikan kerusakan terakhir supaya monster bisa menjatuhkan pabrik besi.
HP Iron Giant tinggal 2%, tetapi semua pemain sudah kehabisan skill. Jadi semua hanya bisa menggunakan serangan dasar.
Karena ada pesawat yang mengintai, Blue tidak bisa menggunakan prana. Cara terbaiknya adalah menggunakan kartu yang selalu dia simpan.
"Keseimbangan ... Peningkatan Raga ... Ledakan Cahaya!"
Semua keterampilan Blue ditumpuk menjadi satu, beberapa orang tidak mengetahui cara menumpuk skill dengan baik. Karena sistem tidak akan mendukung penumpukan status tambahan.
Namun dengan sedikit trik, Blue bisa menggunakan 2 keterampilan untuk meningkatkan statusnya. Ditambah bisa menggunakan 1 skill pamungkas.
Semua orang yang menyewa pesawat nirawak segera menyadari bahwa sistem tidak mengekang kreatifitas pemain. Sehingga mereka langsung mencoba beberapa trik yang dilakukan Blue.
__ADS_1
Banyak orang cerdas mulai mencobanya, tetapi selalu berakhir dengan kegagalan. Mereka harus mencari cara untuk merampas trik itu dari Blue dan Fairy Dance.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 108 ribu kerusakan kritikal.
Kerusakan yang dihasilkan Blue membuat para pemimpin guild berdiri dari kursinya. Mereka tidak menyangka seroang Pendekar Pedang bisa memberikan kerusakan sebesar itu.
HP Iron Giant menjadi 0, tubuhnya bersinar terang dan meledak. Pemberitahuan sistem membuat semua orang dalam kelompok berteriak keras.
"Berhasil!"
Sistem : Selamat kelompok Blue berhasil menyelesaikan Raid Iron Giant.
Hadiah :
- Seribu besi (Tinggi)
- Tembok Pelindung Besi (Langka)
- Pabrik Besi (Epik)
Pengalaman yang diterima juga sangat banyak, jadi beberapa orang langsung naik dua tingkat. Namun Blue hanya bisa menambah 40% pengalamannya.
"Keberuntungan tingkat dewa, hanya sekali serang aku sudah mendapatkan yang kuinginkan!" kata Blue dalam hati.
Barang epik jatuh dengan kemungkinan 0,001%. Namun Blue dan kelompoknya berhasil mendapatkannya di percobaan pertama.
Beberapa koin langsung di distribusikan dengan keunggulan antar muka buatan Blue. Semua akan dibagi sesuai dengan kontribusi mereka masing-masing.
Blue membagikan semua statistik pertempuran, sehingga tidak ada yang merasa iri dengan pendapatan orang lain.
"Ayo kembali, kalian akan beristirahat selama 1 hari penuh. Manfaatkan waktu sebaik mungkin," kata Blue pelan. Dia berpura-pura kehabisan nafas karena banyak mata yang sedang menonton.
Walaupun tidak menggunakan semua kekuatannya, penyerangan Raid Iron Giant sangat memuaskan. Benda yang paling di cari juga sudah berada ditangan, jadi tidak ada alasan untuk tinggal lebih lama.
Pesan dari Regina terdengar pelan, Pentagon menginginkan pertemuan tertutup dengan Fairy Dance. Mereka ingin membicarakan tentang bisnis yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Blue menyuruh semua kelompoknya untuk kembali ke Desa Koral. Hanya Jessica dan Amelia yang masih tinggal untuk mendampingi pertemuan dengan Pentagon.
Semua orang tidak ada yang menolak, pasalnya Jessica dan Amelia adalah pemain terkuat saat ini setelah Blue. Jadi semua pemain tidak ingin menjadi beban mereka.
Tanpa sadar Blue telah memberikan stimulus kepada anggota Fairy Dance untuk melangkah lebih. Sebenarnya dia hanya ingin semua orang beristirahat karena menggunakan konsentrasinya terlalu berlebihan.
Jessica dan Amelia mengkonsumsi minuman konsentrasi kelas B. Jadi pertarungan tadi masih menyisakan banyak konsentrasinya, makanya Blue mengajak mereka.
"Sebuah kehormatan seorang Regina mengundang pemain kecil ini," kata Blue memberikan sanjungan kepada Regina yang tampak cantik dengan pedang di punggungnya.
"Kamu terlalu memuji, Blue. Sekarang duduklah, aku tidak ingin basa-basi, berapa yang harus aku bayar untuk strategi penaklukan Raid Iron Giant?" kata Regina menatap tajam.
Blue tersenyum tipis mendengar pertanyaan Regina. "Jika aku menginginkan 15 Batu Identifikasi, pasti kamu akan menolak. Bagaimana jika memberimu Desa Kemasan?" katanya.
Desa Kemasan adalah desa kekuasaan Pentagon, tetapi sampai sekarang desa itu tidak menarik pedagang maupun pemain yang singgah. Hal itu karena Desa sangat jauh dengan tempat berburu, bahkan pemain dengan hewan tunggangannya membutuhkan waktu 2 jam.
Tidak ada yang mengetahui mengapa desa itu tidak mempunyai monster lapangan disekitarnya. Bahkan penduduk pribumi tidak mau mendatanginya, padahal sudah ada Rumah Petualang dan tembok kayu.
__ADS_1
Pentagon tidak mengetahui kegunaannya, akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya di pasar lelang.
Sayangnya sekarang ada Blue yang menginginkan desa terkutuk itu, Regina langsung menyetujuinya tanpa bertanya kepada atasan.