Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Tidak Ada Negosiasi


__ADS_3

Melihat Zaha yang menjadi bersemangat, Blue meninggalkan laboratorium dan menuju permukaan. Ia memandang ke langit yang begitu cerah.


"Aku harap ini bukan akhirnya." Blue melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Kediri, ia berencana meminta bantuan pada penguasa kerajaan.


Sesampainya di kerajaan, Blue di sambut oleh wanita cantik yang akan menjadi pilar terkuat Kerajaan Kediri, ia adalah Amina.


"Tuan sudah menunggu anda." Amina sedikit membungkukkan badan untuk menghormati bangsawan benua.


Blue tersenyum karena Kerajaan Kediri sudah menemukan pelindung yang jauh melebihi penguasa sekarang.


"Blue, sudah lama tidak melihatmu." Karena Kediri sudah menjadi Kerajaan, tidak ada salahnya menyebut pemiliknya sebagai Kaisar.


"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda, Kaisar. Kedatanganku kesini pasti anda sudah tahu." Blue sedikit membungkukkan badannya.


"Jangan terlalu formal, kita berdua merupakan bangsawan benua. Terkait masalahmu, Kerajaan Kediri tidak bisa berbuat apapun. Kita disini bertugas untuk menstabilkan kekuatan."


Blue tersenyum, ia sudah tahu bahwa kerajaan kediri akan menjadi musuh di masa depan. Namun Blue tetap mengunjunginya karena ingin mengatakan sesuatu.


"Baiklah, sebaiknya anda berpikir dua kali untuk rencana selanjutnya. Fairy Dance dan Danau Putih bukan sesuatu yang mudah."


Kaisar yang mendengar ancaman dari seseorang menjadi serius. Ia melepaskan aura sang penguasa, tetapi siapa yang mengira Blue berdiri tegap tanpa terpengaruh sedikitpun.


Sebagai tanggapan Blue melepaskan prana miliknya, hingga menekan aura milik kaisar. Amina menarik pedang dan berdiri di depan Kaisar untuk melindunginya, auranya di lepaskan ke satu titik.


Blue tersenyum tipis dan menggunakan beberapa trik simbol untuk memblokir serangan aura Amina. Matanya berkedip hingga membuat Amina memuntahkan darah segar.


"Racun?" sahut Kaisar sambil membelalakkan matanya. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke pria yang berdiri di depannya.


"Maafkan tindakanku yang berlebihan. Sejujurnya racun itu akan membunuh Amina dalam beberapa hari ke depan."


Kaisar semakin mengerti apa yang direncanakan Blue. Kedatangannya bukan meminta bantuan secara baik, tetapi memberi perintah untuk mengerahkan pasukan Kerajaan Kediri.


"Apa kamu bisa menyembuhkannya?" tanya Kaisar, ia tahu betul keterampilan racun sangat sulit disembuhkan.


"Sebagai seorang yang meracuninya, tentu saja aku bisa menyembuhkannya," jawab Blue dengan senyum manis tanpa rasa bersalah.


"Berapa?" tanya Kaisar. Ia bertanya tentang berapa yang harus dibayar untuk menyembuhkan Amina.


"Anda cepat tanggap, kami membutuhkan dukungan anda dan jutaan tentara level 300an. Tentu saja Fairy Dance akan memberikan kompensasi." Blue mengeluarkan Batu Mana berwarna kuning.


Kaisar membelalakkan matanya, meskipun Kerajaan Kediri sangat kaya, mereka tidak bisa mendapatkan batu mana warna kuning karena kelangkaannya.

__ADS_1


"Baiklah, aku setuju. Tapi sembuhkan dulu Amina." Kaisar membopong badan Amina yang mulai berwarna hijau karena racun.


Blue hanya mengedipkan mata dan Amina langsung sembuh. Hal itu tentu saja mengejutkan untuk Kaisar dan Amina yang mengalaminya.


Disisi lain Blue harus menghabiskan 20 juta energi kehidupan untuk racun dan penyembuhnya. Toko Keramat sangat misterius dan penuh dengan trik mengerikan.


Seperti yang direncanakan, jutaan pasukan Kerajaan Kediri segera berlatih dan bersiap untuk membantu Fairy Dance. Begitu pula dengan Kota Danau Putih yang siap mengerahkan semua pasukannya.


Anehnya Kerjaan Banyuwangi juga mengerahkan pasukan untuk membantu Fairy Dance karena beberapa anggota Fairy Dance berkontribusi di sana.


Salju dan pasukannya kembali ke Danau Putih, mereka membawa pasukan dari kotanya yang memiliki level 300 atau lebih. Yang lebih mengerikan mereka membawa tiga ekor naga raksasa yang bisa menghanguskan pasukan musuh.


Tidak sampai disitu, Buana datang menggunakan 150 perahu terbang. Karena sudah belajar dari kesalahan, ia membawa Batu Energi yang cukup untuk peperangan selama 1 bulan penuh.


Pergerakan Fairy Dance dan pasukannya membuat beberapa guild kecil mengundurkan diri dari aliansi. Mereka tidak bisa menanggung kerugian yang terjadi ketika aliansi kalah ataupun menang.


Leon dan perwakilan aliansi mengadakan pertemuan, mereka berdiskusi terkait informasi Rumah Kebangkitan buatan. Permintaannya sederhana, aliansi guild meminta Fairy Dance menyerahkan informasinya.


Tanggapan Leon sangat tegas, ia sudah berjanji pada 10 guild untuk tidak membocorkan sedikitpun informasi Rumah Kebangkitan.


"Tidak ada negosiasi, jika kalian tidak terima, Majulah!" katanya dengan tegas dan pemberani.


Rumor tentang gagalnya negosiasi telah menyebar ke seluruh penjuru negeri, beberapa super guild yang tidak bisa membeli informasi mengerahkan pasukannya.


Hal itu karena kecerdikan Mawar Putih telah menggerakkan semua informasi. Yohana sebagai penasihat guild kagum dengan strategi yang dijalankan. Mulai sekarang ia akan sungguh-sungguh berguru pada nenek tua itu.


Sejarah peperangan akan terukir di Benua Tengah. Lebih dari 2 miliar pemain dan miliaran penduduk pribumi, monster, dan iblis berkumpul untuk menyerang Fairy Dance.


Pasukan aliansi tidak main-main, mereka berniat mencabut Fairy Dance sampai ke akar-akarnya. Anehnya 10 super guild yang mendapatkan informasi tidak melakukan pergerakan. Mereka memilih jalur aman untuk berkembang, membantu Fairy Dance akan menjadi resiko besar.


Jika Fairy Dance menang, mereka aman. Namun berlaku juga sebaliknya, jika Fairy Dance kalah, besar kemungkinan aliansi akan menyerang.


Perang kali ini tidak hanya mengandalkan kekuatan pemain tetapi banyak monster, iblis, dan penduduk pribumi yang sudah mulai bisa di perintah. Profesi Tamer sangat digemari oleh para pemain masa kini karena bisa menghasilkan uang banyak.


Pelindung Naga, Gebby telah berhasil menjinakkan beberapa monster berpotensi. Karena Fairy Dance dalam masa krisis, ia tidak bisa menahan diri untuk menunjukkan ratusan monster peliharaannya. Salah satunya adalah naga hijau yang sudah tumbuh remaja.


Perang akan berfokus pada wilayah Danau Putih, Regina memberikan perintah untuk berkumpul di Desa Koral. Mereka mendiskusikan strategi untuk melawan musuh.


Blue tidak hadir karena ia sedang berada di istana Venom, kali ini ia harus mengambil resiko.


"Tuan, aku sudah kembali."

__ADS_1


Venom muncul dalam wujud manusia biasa, tampilannya yang tampan memancarkan karisma seorang penguasa. Tatapannya yang tajam akan membuat semua mahkluk lainnya seperti semut.


Blue terkejut melihat perubahan kekuatan Venom yang begitu luar biasa. Siapa yang mengira ternyata Venom sudah mencapai Raja Iblis tingkat 4. Dengan kekuatannya sekarang ia bisa melawan 2 Raja Iblis tingkat 5 sekaligus.


"Blue aku mau memastikan sesuatu."


"Tuan, jangan sungkan untuk menanyakannya," ucap Blue sambil membungkukkan badannya.


"Apa kamu bisa menghilangkan segel milikku?" tanya Venom dengan ekspresi datar.


Sebagai tanggapan Blue mengedarkan prana di tubuhnya, ia sangat yakin bahwa segelnya tidak tersentuh sama sekali.


"Apa maksudmu, Tuan?"


"Jangan berpura-pura. Setelah menjadi Raja Iblis tingkat 4 aku bisa merasakan kekuatan segel milikku, anehnya aku tidak bisa mengendalikan milikmu."


Blue tersenyum tipis. "Sepertinya sudah saatnya berhenti berakting." Tangannya dikibaskan dan segel iblis Venom terbakar dalam beberapa detik saja.


Jubah Raja Api dikeluarkan, Blue memandang Venom dengan tatapan penuh percaya diri. Berbanding terbalik dengan Venom yang tidak percaya segel raja iblis bisa menghilang dengan begitu mudah.


"Sebenarnya aku adalah Raja Api, segel Raja Iblis bukan masalah besar untukku." Blue mencoba berbohong untuk meyakinkan Venom.


"Sikapmu sebagai pembohong benar-benar mengakar sampai ke tulang. Aku sudah pernah bertemu dengan Raja Api, ia tidak akan bisa menghilangkan segel keluarga Venom dalam beberapa detik." Venom menutup matanya sambil menghela napas.


"Huh, aku tidak bisa menyembunyikannya terus. Aku adalah Demigod!" kata Blue dengan suara pelan.


"Yah, aku bisa mengerti kamu Demigod..."


Venom berhenti sejenak, ia berpikir keras. "Apa Demigod!" lanjutnya.


"Yah, aku adalah Raja Segalanya. Masalahnya aku hanya Demigod tingkat Rendah, tidak mungkin bagiku melawan para raja iblis sendirian."


"Sial, aku terlambat mengenalimu. Bagaimana manusia bisa mengeluarkan begitu banyak Batu Iblis jika bukan Demigod, untungnya aku sudah mendapat hukuman sistem."


"Hah?"


Keduanya saling kebingungan karena tidak ada yang tahu tentang hukuman sistem. Bee dan para familier keluar.


"Bodoh, sudah aku katakan. Venom sudah mendapatkan hukuman sistem!" ucap Bee dengan penuh percaya diri.


Ela dan Elvy berubah wujud menjadi manusia dan duduk di kursi dengan sangat anggun. Anehnya mereka langsung menyeduh teh hangat.

__ADS_1


Drakula keluar dan langsung menggantungkan dirinya di langit-langit istana dan tidur. Raul keluar dalam wujud serigala dan langsung tiduran di karpet berbulu hangat.


Mereka semua sudah menyiapkan segala kemungkinan untuk bertarung dengan Raja Iblis Venom. Namun hasilnya benar-benar di luar dugaan.


__ADS_2