Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
206. Mulai


__ADS_3

Sebagai pemimpin yang berwibawa, Juna tidak boleh gegabah maupun panik. Dia berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah.


"Karena terlalu percaya diri membuatku kehilangan kewaspadaan. Baiklah, aku harus memikirkan cara mengalahkan Fairy Dance dengan kekuatan!"


Juna langsung menghubungi beberapa kenalannya, dia ingin menggunakan kekerasan untuk menekan Blue dan pasukan Fairy Dance. Sayangnya dia tidak tahu seberapa mengerikannya Arief, apalagi ibunya Yuliana selalu mendukung keputusannya.


Bahkan jika Arief ingin menguasai dunia, Yuliana akan mendukungnya. Jika mengharuskan berperang dengan Perusahan Aldi, tentu saja Yuliana akan berdiri di depan Arief.


Kekuatan Yuliana sudah pulih sepenuhnya, bahkan cenderung lebih kuat dari sebelumnya. Sekarang Pak Tua yang terkenal sangat kuat hanya bisa menerima satu pukulan Yuliana.


Aries Hardiman juga mengakui Yuliana adalah kandidat yang cocok untuk menggantikannya. Namun pengalaman Yuliana masih terlalu rendah untuk bisa mengalahkannya.


Itulah sekilas latar belakang Arief yang tidak diketahui para musuhnya, termasuk Juna dan rekan-rekannya.


Walaupun mereka sudah menemukan beberapa barang bukti yang menghubungkan Arief dengan Pasukan Garuda, Juna tidak percaya dengan rumor tersebut.


Pasukan Garuda sedikit lebih rendah dari Pasukan khusus yang mendukung di belakang Juna. Namun jika kedua pasukan bertarung, mereka akan mengalami kerugian yang sangat besar.


Ditambah lagi beredar rumor tentang Si Putih sudah kembali dari persembunyiannya. Jadi pasukan yang mendukung Juna tidak ingin melakukan tindakan yang tidak diperlukan.


Apalagi harus menghadapi bocah tanpa nama seperti Arief.


Juna berhasil mendapat beberapa dukungan untuk menyelesaikan konflik antara Shadow dan Fairy Dance. Jordan juga mendapat undangan untuk menyelesaikan pertengkaran mereka.


Pertemuan akhirnya di selenggarakan di Istana Kota Bandar. Juna datang berwana 7 pengawal berbadan kekar dibelakangnya. Sedangkan Arief hanya membawa dua orang wanita dan dua pria besar, mereka adalah Amelia, Jessica, Cola, Adam.


Adam dan Cola memiliki postur tubuh yang tinggi dan kekar, mereka memiliki tinggi lebih dari 2 meter. Jelas terlihat sangat mengerikan.


Jordan duduk dan mempersilahkan semua orang untuk duduk. "Silahkan duduk, aku mendapat hanya ingin mengadakan kompetisi seleksi untuk perwakilan Kota Bandar. Mengapa kalian sangat bersikeras mendapatkan tiket kemenangan?"


"Tidak, aku datang kesini ingin membahas penipuan yang dilakukan bocah sialan itu!" teriak Juna sambil menunjuk Arief dengan tatapan emosional. Sebenarnya dia sedang berpura-pura marah untuk memanas kan suasana.


Sayangnya Arief sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, dia tersenyum manis. "Apa yang kamu katakan. Aku tidak pernah menipumu," jawabnya pelan.


Juna sudah mempersiapkan berkas kontraknya g sudah dicetak. Dia membanting perjanjian kerja sama antara Fairy Dance dan Shadow ke atas meja.


"Lihat ini, kamu sudah mengganti poin kerja sama tanpa sepengetahuanku!" kata Juna sambil menunjuk kontrak kerja sama.


Arief menggelengkan kepala. "Bukannya kamu sudah membacanya dan menandatangani kontrak tersebut?"


"Aku sudah membacanya, tetapi harusnya tidak seperti ini!"


"Bukankah kamu melihat sendiri penggandaan surat perjanjian ini, tidak mungkin aku menggantinya," kata Arief sambil tersenyum tipis.


"Tapi..."


Perdebatan keduanya tidak berhenti, Juna tidak mau mengalah dengan argumennya. Namun Arief selalu berhasil membantahnya.

__ADS_1


Sampai akhirnya Jordan mengambil alih, dia memukul meja didepannya. "Berhenti!" katanya dengan nada tinggi.


"Aku mengumpulkan kalian berdua bukan untuk berdebat tanpa henti, tujuan kita disini mencari jalan keluar!" kata Jordan memelankan suaranya.


"Aku ingin pulau yang kuberikan dikembalikan!" sahut Juna dengan cepat.


"Baiklah, coba bernegosiasi dengan Singa Langit. Pasalnya mereka mempunyai saham Dermaga yang jauh lebih besar dari kami." Arief sangat santai menghadapai Juna yang berapi-api.


Juna langsung terdiam ketika mendengar nama Singa Langit, mereka bukan hanya super guild, tetapi juga pasukan khusus yang sangat kuat. Rumor mengatakan mereka mempunyai ratusan orang yang berumur lebih dari 200 tahun.


Mungkin bagi orang biasa hal tersebut mustahil, tetapi itulah kenyataannya. Ada seseorang yang bisa hidup lebih dari 200 tahun karena beladiri dan minuman konsentrasi yang sangat canggih.


Salah seorang pengawal Juna melangkah ke depan, dia menatap Arief. "Nak, bermain dengan nyawa itu sangat beresiko. Sebaiknya jangan membuat masalah dan segera selesaikan transaksi!" katanya sambil melepaskan prana.


Prana miliknya mengekang Arief dan semua orang di belakangnya. Namun tidak ada satupun yang bergeming, semua berdiri tegap tanpa merasakan apapun.


Semua orang yang melihatnya merasakan keanehan. Bahkan Jordan yang melihat banyak orang kuat dapat mengetahui pengawal Juna adalah salah satu dari mereka.


Arief bertepuk tangan pelan. "Setelah semua argumen terpatahkan, kalian ingin bermain kasar. Sungguh tidak mencerminkan Juna yang aku kenal," katanya sambil tersenyum tipis.


Juna tertawa keras melihat lawan bicaranya bertepuk tangan. Sekarang dia yakin bahwa menggunakan kekerasan adalah jalan terbaik untuk mengalahkan Fairy Dance.


"Kamu terlalu naif, Nak. Dunia ini tidak berjalan sesuai dengan keinginanmu, mungkin akan ada kecelakaan yang tidak pernah terbayangkan olehmu," katanya pelan sambil tersenyum lebar.


Ekspresi Arief berubah menjadi serius. Dia melepaskan prana miliknya yang mengerikan, energi berwarna ungu kehitaman muncul dari sekujur tubuhnya.


5 orang di depannya pingsan di tempat karena tekanan yang dipancarkan. Hanya menyisakan Juna, Jordan, dan salah satu pengawal.


"Kamu tahu, aku tidak ingin menggunakan kekerasan di dunia nyata karena alasan tertentu. Namun jika memaksa akan aku hancurkan semua yang menghalangi!" kata Arief dengan mata yang tampak menyala merah.


Ekspresi wajah Juna dan pengawalnya menjadi ketakutan, mereka seperti melihat monster tua yang mengancamnya.


Merasa sudah cukup, Arief menarik prana. Jessica juga melakukannya, dia langsung berjalan mengambil kursi yang masih layak untuk diduduki dan menaruhnya di belakang Arief.


Sambil tersenyum tipis, Arief duduk di kursi yang sudah disediakan Jessica. "Maaf, sepertinya aku sedikit berlebihan. Mari lanjutkan negosiasi," katanya tenang seperti tidak terjadi apapun.


Jordan adalah orang pertama yang sadar betapa menakutkannya Arief. Anak berumur 17 tahun bisa melepaskan prana yang dapat menekan dirinya tang seorang veteran perang.


"Anak Si Putih benar-benar mengerikan!" katanya dalam hati.


Juna yang mengetahui kekuatan Arief dan anggota Fairy Dance langsung mengurungkan niat untuk membuat maslaah. Mereka hanya bisa menerima kenyataan bahwa sudah kehilangan pulau tanpa pembayaran sedikitpun.


Pertemuan selesai karena Juna keluar dari ruangan, dia bersama satu pengawalnya tidak memperdulikan 5 orang yang pingsan.


"Bukankah kurang sopan meninggalkan ruangan tanpa kata perpisahan?" tanya Arief dengan suara keras.


Juna menengok kearahnya dan memberikan tanggapan, "Aku kalah, tidak usah dilanjutkan. Mungkin ini akan menjadi jalan yang terbaik untuk kita!"

__ADS_1


Arief menggelengkan kepalanya. "Pemimpin Kota Bandar, seharusnya kamu memiliki pesan yang ingin disampaikan!"


Jordan tidak mengira bahwa Yuliana akan memberitahu anaknya tentang hubungannya dengan ibunya.


"Aku tidak tahu apa yang dikatakan Kakak Yul, tetapi aku yang pasti aku tidak bisa memberitahu kalian berdua!" jawab Jordan.


Sebenarnya Arief tidak tahu ibunya datang menemui Jordan, tetapi dengan kekuatan ibunya. Dapat diartikan dia akan menemui Jordan dan membicarakan sesuatu yang mengangkut dirinya.


Sekarang Arief dapat mengkonfirmasi bahwa Jordan sangat menghormati ibunya, itu dapat dilihat dari perkataannya yang menyebut ibunya sebagai kakak.


"Baiklah, itu keputusan anda. Namun untuk Juna, jangan menyerah, aku tahu pasti ada sesuatu di balik perkataan Jordan!" kata Arief memberikan semangat.


Sebenarnya Arief berharap banyak pada Juna dan Shadow, pasalnya mereka mempunyai banyak orang berbakat. Sedangkan Fairy Dance masih terlalu dini untuk bersaing dalam jumlah besar.


Mungkin beberapa pemain Fairy Dance jauh lebih unggul dari Shadow, tetapi secara keseluruhan mereka masih sedikit dibawahnya.


Beda lagi maslaah uang, Fairy Dance mempunyai banyak uang yang bisa digunakan. Hal itu karena semua investasi yang disarankan Arief selalu berhasil dengan untung yang sangat besar.


Bahkan salah satu perusahan teknologi terbesar yang mempunyai hak untuk perancangan mesin virtual Domain Dewa adalah milik Fairy Dance. Walaupun mempunyai 55% sahamnya, Fairy Dance memilih untuk tidak mengambil kursi direktur karena alasan tertentu.


Penyisihan kompetisi nasional Kota Bandar akhirnya dimulai. Arief tidak dapat ikut karena ada peraturan yang melarang Ketua Guild atau wakilnya untuk mengikuti seleksi.


Jordan ingin memiliki guild yang mempunyai kekuatan seimbang, bukan maslaah ketua guild atau wakilnya saja. Peraturan itu sangat menguntungkan Shadow, tetapi Arief tidak rendah diri.


Dia sudah mempersiapkan beberapa pemain yang menurutnya layak untuk ikut. Setiap guild harus mengirim 10 orang, jadi Fairy Dance akan mengirim pemain muda mereka.


Arief memilih Oliver, Mahira, Budi, Reza, Leon, Cola, Reaper, Adam, Dona, dan Bondan. Mereka semua memiliki usia dibawah 22 tahun.


Jadi memenuhi persyaratan penyisihan kompetisi nasional di Kota Bandar. Arief akan secara langsung menonton mereka bertanding, tetapi Jessica dan Amelia tidak akan ikut.


Karena Blue mempunyai beberapa rencana untuk memanfaatkan situasi. Dia ingin Jessica dan Amelia menyiapkan pasukan untuk menyerbu Raid Level 80.


Sebagai ketua guild, dia sudah menulis rincian pola serangan monster dan cara mengatasinya. Sehingga Amelia akan dengan mudah mengalahkannya.


Sedangkan Jessica akan mengundang beberapa media untuk meliput keberhasilan Amelia di Raid Level 80.


Tidak semua guild berani menantang Raid Level 80 karena dapat mengurangi 3 level setiap kematian. Sungguh hukuman yang sangat mengerikan.


Namun Fairy Dance tidak takut, mereka akan menunjukkan taringnya. Dunia akan tahu betapa hebatnya Fairy Dance setelah berhasil menyelesaikan Raid Level 80, walaupun tidak menjadi yang pertama.


Arief menuju tempat pertandingan menggunakan bus khusus yang sudah dipersiapkan Jessica. Dia hanya duduk manis di samping sopir dan sampai di tempat tujuan dengan nyaman.


Dia langsung turun dan berjalan menuju tempat pertemuan. Langkahnya terhenti setelah melihat seorang wanita yang berdiri di depannya, dia adalah Nidia, mantan kekasihnya di kehidupan sebelumnya.


"Bos, aku sudah menunggumu. Aku sudah memutuskan untuk mengikuti Fairy Dance," katanya dengan senyum manis yang tidak akan pernah dilupakan Arief.


"Baiklah, ayo berangkat," kata Arief mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdebar kencang.

__ADS_1


Nidia ditugaskan Jessica untuk menemani Arief. Entah mengapa Jessica merasakan keanehan pada bosnya ketika melihat Nidia, makanya instingnya mengatakan untuk mendekatkan mereka berdua.


__ADS_2