Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
165. Solid


__ADS_3

Darah Merah sudah sampai di depan Gerbang Desa Pujon, tujuan mereka tidak lain hanyalah menghancurkan Fairy Dance tanpa sisa.


"Citra keluar jika punya nyali!" teriak komandan perang Darah Merah. Wanita itu adalah orang yang menghancurkan guild Citra di masa lalu, dia mempunyai keyakinan tinggi bisa mengalahkan Citra dalam duel satu lawan satu.


"Tidak perlu berteriak, aku akan keluar tanpa disuruh," Kata Citra keluar dengan Kostum khas Fairy Dance.


Dibelakangnya ada 1000 orang yang telah menandatangani kontrak ketat. Sehingga mereka mendapatkan kostum tersebut.


Sungguh gila yang dilakukan lima penguasa, mereka mempermainkan orang lain hanya untuk kesenangan semata. Buktinya sudah jelas, Fairy Dance menerima uang yang cukup banyak dari kompensasi. Kemudian lima penguasa akan melakukan serangan penuh untuk mengambil uangnya lagi.


Sayangnya Fairy Dance bukanlah orang yang bodoh, mereka mengetahui mana yang mungkin dan tidak. Citra hanya akan menjadi pengalih perhatian, tujuan utama Blue adalah melancarkan serangan balasan ke desa milik Darah Merah.


Citra menggunakan perlengkapan tingkat Epik yang diberikan Fairy Dance, tugasnya hanyalah mengulur waktu untuk para pasukan pembunuh beraksi.


"Menarik, ayo lakukan duel. Siapapun yang kalah mereka akan mencium kaki pemenang!" teriak komandan wanita penuh percaya diri.


"Galina, kamu terlalu sombong. Bagaimana jika aku menang, pasti kamu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya," kata Citra dengan lembut.


Pada pertarungan sebelumnya, Citra berhasil keluar sebagai pemenang. Namun Galina tidak menepati janjinya malah membunuh Citra, kemudian pasukan Darah Merah menghancurkan guild tanpa kehadirannya.


Sungguh trik yang kotor, tetapi itulah yang harus dilakukan penguasa. Tidak bisa dipungkiri, untuk bertahan hidup di Domain Dewa semua orang harus berusaha keras.


Salah satu jalannya adalah melakukan kelicikan atau cara kotor. Kadang kala Blue juga melakukan cara licik dan kotor, tetapi memiliki batasan tertentu.


Galina tertawa terbahak-bahak. "Apa yang salah, aku hanya membunuhmu di saat terakhir," katanya penuh percaya diri.


Padahal jelas peraturan mengatakan bahwa pemain tidak bisa melakukan pembunuhan di dalam kota. Makanya Citra menaati peraturan tersebut, tetapi Galina melanggarnya hanya untuk mengirim Citra ke Rumah Kebangkitan.


Sehingga membuatnya dikurung di penjara selama seminggu. Namun di kurungnya Galina membuat semua guild Citra hancur tak bersisa.


"Baiklah, mari melakukan pertandingan ulang. Karena sekarang tidak di dalam kota, sebaiknya kamu berhati-hati." Citra mengeluarkan senjatanya tongkat aneh berwarna hijau.


Sekali lagi Aden menciptakan senjata yang sangat baik. Dengan kostum berwarna biru dipadukan dengan senjata warna hijau membuat Citra sangat menawan.


Karena Citra adalah penyihir angin, dia tidak boleh membiarkan Galina mendekat. Karena cara pertarungan penyihir dan seorang kesatria sangatlah berbeda.


Sedangkan Galina harus bertarung jarak dekat karena kelasnya adalah Kesatria Beruang. Jangkauan serangannya sangat pendek.


[Pertandingan Galina vs Citra]


Seperti biasanya Galina berlari menuju Citra yang merapal mantra angin. "Bodoh, kamu pikir aku tidak belajar dari masa lalu," kata Galina dengan senyum tipis di bibirnya.


Citra tidak menanggapinya, dia terus berkonsentrasi menggunakan keterampilannya. Tepat ketika Galina akan menyerang wajahnya, Citra berhasil menyelesaikan sihirnya dan bergerak sangat cepat.


Blue sudah memberikan pelajaran singkat tentang penggunaan sihir angin yang efektif dan efisien. Karena Citra adalah pemain yang cukup cerdas, dia bisa menggunakan keterampilannya dengan baik.


Pergerakan Galina dapat dibaca dengan tepat, Citra berkelok-kelok tampak seperti burung yang sedang menghindari serangan.


"Sialan, sampai kapan kamu menghindar!" teriak Galina tidak sabaran.


Melihat kesempatan, Citra tidak langsung mengambilnya. Dia mempunyai tugas untuk mengulur waktu selama mungkin, sehingga tim pembunuh bisa menyiapkan jebakan.


"Aku hanya kasihan denganmu yang akan mencium kakiku, makanya pertandingan akan aku buat sedikit lama biar kamu menikmatinya," ejek Citra dengan nada penuh provokasi.

__ADS_1


Galina semakin tidak terkendali, dia menyerang tanpa perhitungan yang jelas. Citra tersenyum tipis melihat Galina yang tidak bisa mengendalikan emosinya.


Blue selalu mengatakan bahwa emosi dan konsentrasi harus dikendalikan dengan baik. Citra yang latih tanding dengan Blue merasakan kelembutan di setiap serangan dan pertahanannya.


Pertandingan satu lawan 10 juga tidak bisa menumbangkan Blue dengan kedua pedangnya. Awalnya Citra kebingungan, tetapi setelah mengalaminya sendiri dia mengetahuinya.


Citra menyerang dengan serangan angin biasa, Galina langsung terpental 3 meter jauhnya. Dia lupa bahwa senjata yang dipakai adalah tingkat Epik, sehingga Galina terkena kerusakan yang cukup tinggi.


"Pengecut sialan, kamu hanya menghindar seperti seekor burung!" kata Galina dengan wajah merah.


Citra menggelengkan kepala. "Apa yang salah, aku hanya memanfaatkan keunggulan kelasku," ucapnya sambil tersenyum manis.


Sebuah pesan muncul, semua persiapan sudah selesai. Sekarang waktunya untuk mengorbankan Desa Pujon untuk sementara.


Sihir Angin yang sangat kuat muncul di sekitar Citra, kemudian menyerang Galina yang masih belum melakukan gerakan.


"Aku tidak bisa mati sekarang!" teriak Galina dengan suara keras.


[Citra menang!]


Sangat mudah untuk mengalahkan Galina yang sudah kelelahan karena tidak bisa mengatur stamina. Salah satu kunci kemenangan adalah mengatur stamina pemain supaya dapat bertarung dalam waktu yang lama.


Kekalahan Galina menyulut api kemarahan pasukan Darah Merah. 500 ribu orang menyerang Desa Pujon dengan senjata di tangan mereka.


Pertarungan menggunakan senjata sihir belum terlalu populer di Kota Dingin, makanya mereka lebih memilih untuk menggunakan jumlah pemain.


Citra dan pasukannya masuk kedalam desa, mereka bersembunyi untuk mengulur waktu.


Tepat setelah menutup pintu, ranjau meledak dimana-mana. Semua musuh kalang kabut tidak tahu harus berbuat apa.


Satu kali serang ratusan pemain langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan. Reaper dan tim segera bertindak, mereka mengaktifkan jebakan untuk menembakkan X-Bow.


Terdapat 6 X-Bow yang telah dipasang. Semuanya menyerang dengan kecepatan tinggi dan tidak perlu dikendalikan. Zaha sudah memperbaikinya, sehingga X-Bow bisa menyerang musuh terdekatnya.


500 ribu pemain langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan Kota Dingin. Mereka semua tidak akan menyangka dapat dikalahkan dengan mudah.


Julukan Fairy Dance sebagai guild yang mempunyai pertahanan terkuat masih belum digeser. Forum diskusi Domain Dewa mulai membahas keberhasilan Fairy Dance mengalahkan Darah Merah.


Namun tidak terlalu banyak orang yang membicarakannya. Mereka tidak akan terlalu merespon jika lawannya hanyalah Darah Merah.


500 ribu pemain yang menyerang Desa Kasembon secara misterius menghilang sebelum sampai di depan Gerbang Desa. Mereka semua disergap di area jurang yang sudah dipasang jebakan.


Otak dari penyerapan tidak lain Blue yang sedang duduk di kursi kerjanya.


"Aku tidak pernah menyangka Desa Pujon berhasil dipertahankan. Anggap saja itu bonus karena telah mengalahkan Darah Merah, sudah waktunya untuk melancarkan serangan balasan."


Blue berdiri dari kursinya, dia menghubungi Reaper dan memberikan instruksi untuk menjalankan rencana selanjutnya.


Reaper memberikan perintah kepada timnya untuk segera bersiap di lokasi masing-masing. Ada 600 anggota Fairy Dance yang menyusup ke dalam desa milik Darah Merah.


Semuanya tinggal menunggu instruksi selanjutnya. Chris memimpin pasukan dari Desa Kasembon menuju salah satu desa milik Darah Merah yang paling dekat.


Chris dengan cepat menyerang desa dengan 10 ribu pemain Fairy Dance. Tepat ketika mereka menyerang, Reaper memberikan instruksi untuk menciptakan kepanikan.

__ADS_1


Citra akan bergabung dengan Chris untuk melakukan perang gerilya. Aluna dan Alisa akan ikut bertarung setelah gelombang anggota Fairy Dance selanjutnya sampai.


Bukannya tidak percaya dengan anggota baru Fairy Dance di Kota Dingin, tetapi Blue lebih percaya dengan anggota lamanya.


Kali ini Blue sama sekali tidak ikut dalam perang, dia hanya mengatur semua strategi.


Adriani menyusul Citra, dia bertugas untuk melindungi Citra dan pasukannya. Bukan tanpa alasan, Citra membawa perlengkapan tingkat Epik dan senjata sihir yang mematikan.


Oleh karena itu Adriani akan melindunginya. Meskipun sudah dilindungi, Blue mengikuti perjalanan mereka menuju desa milik Darah Merah.


Tepat setelah sampai Chris sudah menghancurkan desa terdekat. Dia sudah berlatih memimpin pasukan, di dalam pasukan juga ada nama-nama terkenal seperti Ratna, Tegus, dan Bagas.


Jadi mudah untuk merebut desa milik Darah Merah. Berita tentang peperangan Darah Merah dan Fairy Dance tidak terlalu digemari, tetapi tindakan merebut desa disorot oleh media.


Salah seorang pemain berjenggot dengan wajah yang sangat menyerahkan memukul meja kerjanya. Dia adalah ketua Darah Merah yang marah karena kegagalan Galina.


"Buang, gadis bodoh itu. Aku tidak mau melihat wajahnya lagi!" katanya dengan nada tinggi.


Tidak ada jawaban, tetapi seseorang berpakaian hitam segera keluar dari ruangan dan melakukan perintah Ketua Darah Merah.


"Sungguh merepotkan, Fairy Dance benar-benar ingin menantang kekuasaan Lima Penguasa." Rokok diambilnya kemudian diselipkan ke mulutnya.


Jari telunjuknya mengeluarkan api dan membakar rokok tersebut. Dapat disimpulkan bahwa ketua Darah Merah adalah seorang penyihir api.


Galina tidak lagi diketahui keberadaannya, untuk sementara Fairy Dance memiliki 3 desa di Kota Dingin.



Desa Kasembon


Desa Pujon


Desa Kedawung



Ketiganya adalah desa bagian barat Kota Dingin, sekarang Fairy Dance menguasai kota bagian barat. Sangat susah untuk menyerangnya karena ada beberapa medan sulit yang harus di lalui.


Blue menargetkan ketiga desa itu tidak sembarangan. Rencana matang sudah dipersiapkan, makanya tiga desa itu akan menjadi pusat pertahanan Fairy Dance melawan lima penguasa.


Untuk sementara Desa Kedawung akan di pimpin oleh Aruna. Blue memilihnya karena mempunyai pengalaman yang cukup banyak tentang memimpin sebuah desa.


Aruna pernah memimpin 7 desa di Kota Dingin, salah satunya adalah Desa Kedawung. Oleh karena itu, Blue memberikan kekuasaan untuk menjadi administrator.


"Aruna, kamu akan menjadi pusat komunikasi kedua desa." Blue memberikan Token Kepemilikan kepada Aruna.


"Baik, Bos!" kata Aruna tegas.


Blue tersenyum manis, dia sebenarnya ingin mengatakan untuk tidak terlalu formal. Namun apalah daya, Jessica sudah sering melakukannya, jadi Blue merasa sudah terbiasa.


Reaper dan tim sudah berada di posisi masing-masing. Blue keluar dari Desa Kedawung menuju Desa Pujon.


"Ayo lakukan perang lagi!" kata Blue penuh semangat.

__ADS_1


Perang bisa membawa kesedihan jika kalah, tetapi akan membawa kekayaan jika menang. Itulah hukum alam, tidak ada yang bisa menolaknya.


__ADS_2