
Blue berhasil selamat dari sarang naga dengan sangat lancar. Dia hanya berharap supaya tidak banyak korban.
Setelah selesai menggunakan identitas Joker Blue, dia segera berganti menjadi Topeng Setan. Hal itu dilakukan karena beberapa pahlawan mungkin menyadari keberadaannya.
"Sudah waktunya kembali," gumam Blue segera keluar dari Desa Badai.
Namun siapa yang menyangka ternyata semua orang di dalam Desa tidak diperbolehkan untuk keluar. Para Pahlawan muncul dengan tampilan yang kurang baik.
Banyak darah bercucuran dari tubuhnya, bahkan ada yang kehilangan pedangnya.
"Siapa yang memancing Raja jaga keluar dari sarang!" teriak salah satu Pahlawan.
[Eric
Gelar : Pahlawan Desa Badai
Level : 720
HP : 210 juta
Nilai Kekuatan : 20 juta.]
"Gila, para pahlawan itu setara dengan Lamia, Raja Iblis tingkat 2," kata Blue dalam hati. Dia tidak menyangka bahwa pahlawan kelas rendah saja sudah setara dengan Raja Iblis tingkat 2.
"Jangan membuatku mengulanginya!" kata Eric dengan nada tinggi. Dia terbang melihat semua orang dengan tatapan rendah.
Blue percaya diri dengan teknik bersembunyi miliknya, jadi tidak akan mudah untuk diketahui.
Seorang penduduk pribumi maju dengan tangan dan kaki gemetar. Dia mengangkat tangannya dan berkata, "Aku mengetahui siapa yang memancing naga es itu."
"Katakan, jangan berpikir untuk berbohong aku mempunyai skill untuk melihat kejujuran seseorang!" kata Eric dengan tatapan tajam.
"Aku sebenarnya ingin memanfaatkan keributan untuk mencari harta di dalam sarang, tapi..." katanya terputus.
"Tapi apa? jangan membuatku menunggu!"
"Tapi tidak ada satupun batu energi es yang ada di alam sarang. Setelah aku mengitari semua sarang, ternyata ada pria berpakaian serba biru."
"Tangkap dia!" teriak Eric menunjuk petualang pribumi yang memberikan informasi.
"Tuan, aku mengatakan yang sesungguhnya."
"Kamu berniat untuk memanfaatkan keributan, itu sudah cukup untuk menyeret kamu ke penjara!" kata Eric dengan nada tinggi.
Empat pahlawan yang berada disampingnya segera mengambil tindakan, mereka menangkap pria yang memberikan pengakuan.
Blue melihatnya dengan senyum tipis di balik topengnya.
Eric melirik Blue yang menggunakan Topeng Setan. Mata mereka saling memandang, tidak ada rasa bersalah. Jadi Blue di lewati karena skill Eric hanya berfungsi para orang yang mematuhinya.
"Orang bernama Eric itu cukup menarik. Dia mempunyai kekuatan Iblis didalam tubuhnya, tetapi menjadi seorang pahlawan," kata Bee menggunakan telepati dari ruang penyimpanan.
"Aku juga merasakan bahwa ada energi iblis dari tubuhnya, tetapi mengapa dia diberkati oleh Dewa."
"Sepertinya ada Dewa yang berkompromi dengan salah satu Raja Iblis. Ini akan menjadi menarik jika mereka bertarung, Eric itu akan berpihak kepada siapa," kata Bee sambil mengeluh dagunya.
Blue tersenyum tipis. "Peperangan antara Iblis dan Dewa sangat menyenangkan untuk dilihat. Namun sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal itu."
"Benar, sekarang lebih baik kamu segera kabur!" kata Bee memberikan saran.
Setelah gerbang dibuka, 12 bandit yang di tipu Blue segera menemui pahlawan. Mereka memberikan informasi tentang pria dengan pakaian serba biru
Sehingga penampilan Joker Blue tersebut di seluruh desa Badai. Siapapun yang menemukannya harus melaporkannya pada pahlawan.
Sayangnya itu tidak akan pernah terjadi, karena Joker Blue akan menghilang dari Desa Badai untuk selamanya.
__ADS_1
Dengan identitas Topeng Setan, Blue menuju Desa Koral untuk bersembunyi sementara waktu. Walaupun pahlawan sangat kuat, mereka tidak bisa merasakan keberadaannya ketika dalam gua sarang monster.
Artinya kekuatan pahlawan itu dibatasi ketika memasuki sebuah sarang monster. Itulah alasan mengapa Blue bisa lolos dari mereka dengan sangat mudah.
Tepat setelah sampai di gerbang Desa Koral, Blue melihat bahwa semua petualang pribumi disini sudah sangat berkembang.
"Sudah saatnya melakukan tahap berikutnya. Jessica segera bentuk kelompok untuk menyerang Dungeon Rahasia tingkat 120," kata Blue memberikan instruksi.
Tujuan utamanya adalah mencari Inti Monster tingkat 120.
"Baik, Bos. Kelompok Luis sudah siap untuk melakukan penyerangan, kemana tujuan kita?" tanya Jessica.
"Raja Kelabang!" kata Blue tegas.
Dengan kemampuan pasukan Luis, seharusnya mereka bisa menyelesaikan Dungeon Rahasia Raja Kelabang dengan sangat mudah.
Kelompoknya mempunyai serangan sihir yang sangat baik, itulah modal utama untuk mengalahkan Monster Kelabang.
Untuk memastikan mereka semua selamat, Blue akan mengikutinya dari belakang. Namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengikuti mereka.
Sehingga Blue lebih memilih masuk ke kamar penempaan untuk memperbaiki Batu Energi Es.
Setelah melihat isi penyimpanannya, Blue tersenyum lebar.
"Ini yang namanya, Jekpot!" kata Blue melihat sisi penyimpanannya.
[Kristal Es
Tingkat : Legenda
Benda yang dikeramatkan oleh Ras Naga Es, siapapun yang menempatkannya di dalam kota akan membuat kota tersebut menjadi tempat yang sejuk.
Benda ini juga bisa digunakan untuk melapisi senjata, sehingga mempunyai atribut es.
Kristal Es adalah harta kesayangan dari Raja Naga, siapapun yang memilikinya akan menjadi musuh dari Raja Naga Es.]
Setelah memeriksa semua batu yang dia dapat, ternyata terdapat 210 Batu Energi Es yang dimilikinya.
Blue meletakkan 3 Batu Energi Es di depannya, kemudian mengeluarkan Batu Bertuah untuk melihat reaksinya.
Namun tidak terjadi apapun, sebuah pemberitahuan sistem muncul di samping kepalanya.
[Batu Energi Es tidak bisa ditingkatkan dengan jumlah ini]
Melihat pemberitahuan sistem, Blue menyadari bahwa Batu Energi Es bisa ditingkatkan dengan jumlah yang berbeda.
Tanpa pikir panjang Blue menambahkan 7 Batu Energi Es, tetapi pemberitahuan sistem munjul dengan pesan yang sama.
"Gila, ini sudah 10 Batu Energi Es, Mungkinkah aku dipermainkan sistem," geram Blue sedikit kesal.
Dia langsung menambahkan 90 batu, sehingga menjadi 100 Batu Energi Es yang akan digabungkan.
[Selamat Pemain Blue menjadi yang pertama menempa Kristal Es, selanjutnya dia akan diberikan gelar Putra Es]
"Hai, bukankah ini berlebihan. Aku sekarang mempunyai dua Kristal Es!" kata Blue kebingungan.
Tanpa pikir panjang Blue menempatkan 100 Batu Energi Es didepannya. Namun hasilnya jauh dari harapannya.
[Penggabungan Batu Energi Es gagal, semua batu akan hancur]
"Sialan!" teriak Blue dengan suara keras. Ini adalah salah satu tindakan bodoh yang pernah dia lakukan.
Tanpa terasa dia sekarang hanya mempunyai 10 Batu Energi Es di penyimpanan. Merasa dipermainkan sistem, Blue langsung keluar dan menuju bawah Menara Sihir Desa Koral.
Jessica dan Leon masuk kedalam ruangan, meraka adalah orang yang dapat dipercaya. Jadi Blue mengundangnya untuk menyaksikan kelahiran Desa Terkuat sepanjang sejarah.
__ADS_1
Sekarang Desa Koral sudah berada ditingkat 4, beberapa langkah lagi akan menjadi Desa tingkat 5 yang hampir setara dengan sebuah Kota.
Karena kemampuan Blue dalam sihir kurang bagus, dia juga memanggil Argya dan Zaha.
"Bantu aku memasang batu yang menghabiskan seluruh uangku ini!" kata Blue.
Semua orang yang melihat jelas melihat Blue cukup kesal dengan hasil yang dia dapatkan. Namun tidak ada satupun orang yang memberikan komentar.
Argya dan Zaha langsung membantu memegang Kristal Es dengan kekuatan sihirnya. Namun itu masih belum cukup untuk mengendalikan badai es yang dihasilkan.
Blue langsung memasukkannya kembali ke Ruang Penyimpanan. "Sepertinya masih belum cukup. Panggil Rina dan Lina, oh iya, tarik kembali pasukan Luis," katanya.
Jessica langsung memberitahu Luis untuk kembali, ini adalah perintah masternya Luis langsung kembali.
Lina dan Rina juga datang untuk membantu, Cola juga datang untuk mengamankan beberapa orang supaya tidak terkena efek beku.
Reza Sang Master Strategi, Saputra Si pemanggil golem, Riko Si Pendukung Hebat, Amir Si Pria Berkacamata Jahat.
Semuanya berkumpul untuk mengendalikan tekanan dari Kristal Es. Luis sampai dengan cepat, dia langsung berdiri di samping masternya.
Ela dan Drakula dikeluarkan, Bee muncul dengan sendirinya. Raul tidak hadir karena kekuatan sihirnya masih dibawah Ela dan Drakula.
Rafaela muncul disebelah Blue dengan gulungan panggilan pengawal. Iblis Kecil menampakkan dirinya menggunakan wujud manusia.
"Semuanya, blokir energi Kristal Es!" teriak Blue memberikan perintah.
Sekali lagi Kristal Es dikeluarkan, suhu ruangan langsung turun drastis. Tidak seperti sebelumnya, Blue langsung mengeluarkannya dengan cepat dan menempatkannya di atas altar.
"Kendalikan sihir kalian, jangan biarkan energinya keluar!" teriak Blue memberikan perintah lanjutkan.
Semua pemain dan familia miliknya menggunakan semua kekuatan sihirnya. Inilah yang dinamakan keluarga yang sesungguhnya.
Tidak ada satupun pemain yang menyembunyikan kekuatan, semuanya menghabiskan kekuatannya untuk satu tujuan. Perintah Blue seperti sebuah perkataan mutlak yang harus dijalankan.
Jessica yang tidak mempunyai sihir kuat maju ke depan. Dia langsung menyalurkan MP miliknya untuk menahan badai Es.
Amelia dan Leon tidak mau kalah. Bahkan Cola juga ikut membantu. Walaupun mereka hanya mempunyai kekuatan sihir lemah, bantuannya sangat berarti.
Blue dengan semua prana miliknya mengendalikan Kristal Es untuk ditempatkan di atas Altar. "Berhasil!" teriak Blue disusul dengan berhenti ya badai Es.
Sebuah Raungan naga Es terdengar sangat keras, semua pemain di Desa Koral mendengarnya.
Pemberitahuan sistem membuat semua pemain menyebarkannya di forum diskusi Domain Dewa.
[Desa Koral telah berhasil memiliki pelindung, sekarang desa sudah mencapai tingkat 5
Keuntungan tambahan :
Meningkatkan 30% pendapatan poin pengalaman untuk pemain yang tinggal di Desa Koral selama 2 jam.
Meningkatkan Kekuatan dan Daya Tahan 20% ketika ketika pemain berdiam diri di dalam desa selama 3 jam.
Meningkatkan Keberuntungan Pemain sebesar 10%.
Semua efek akan bertahan selama 3 jam.]
Seluruh dunia terkejut dengan perkembangan Fairy Dance yang terlalu mencolok. Beberapa guild super langsung mengarahkan mata pada mereka.
Masih sangat sedikit guild yang memiliki Desa tingkat 4, tetapi Fairy Dance berhasil memiliki Desa tingkat 5.
Sekarang Fairy Dance akan menjadi musuh Publik sesungguhnya. Untungnya ada dua tameng yang sangat kuat mengelilingi mereka.
__ADS_1
Pentagon dan Tanduk Iblis akan menjadi penolong setelah menjadi musuh. Perjanjian damai yang dilakukan tempo hari akan menjadi senjata tajam.
Regina yang ada di ruang kerjanya menggenggam pena dengan erat. "Sialan, sudah aku duga, bocah itu sedang melakukan hal gila. Tidak mungkin untuknya menyatakan perdamaian begitu saja!"