Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
244. Antara Hukuman dan Keberuntungan


__ADS_3

Blue memastikan lagi tulisan di layar tidak salah. "Ini benar-benar gila!" teriak Blue bahagia.


Bee muncul di depan Blue dan mengatakan, "Jangan terlalu senang. Tidak mungkin sistem memberikan barang tanpa konsekuensi yang sepadan."


"Aku tahu itu, seperti halnya Buku Neraka. Pasti akan ada musibah yang akan menimpaku sebentar lagi."


Dia sudah siap menerima kenyataan bahwa barang bagus akan selalu membawa bencana. Oleh sebab itu Blue tidak ingin senang terlalu berlebihan.


Seperti yang dia duga, sebuah pemberitahuan sistem mengejutkan Blue dan Bee.


[Pemain Blue telah dinyatakan sebagai kesalahan sistem. Pemain akan di lempar ke dimensi pembersihan.]


Tubuh Blue menjadi transparan, dia tidak bisa menolaknya. Sebuah ruangan terdapat 96 pintu yang terbuat dari bahan mengkilat.


"Bahan apa itu, sepertinya lebih keras dari berlian?" kata Blue kebingungan.


Bee menggelengkan kepala, "Sepertinya kita berada di Celah Dimensi. Aku pernah mendengarnya dari Kartanegara bahwa seseorang tidak akan bisa keluar dari celah dimensi."


"Tunggu, bukankah celah dimensi itu kosong? Mengapa ada sebuah arena ujian disini?" tanya Blue kebingungan.


Dia mencoba menggunakan Mata Dewa, sayangnya kemampuan matanya tidak dapat digunakan secara maksimal.


[-]


Sistem hanya menunjukkan tanda garis, tidak ada yang menyangka ini akan menimpa Blue.


Gerbang disebelah Utara terbuka, seekor goblin polos tanpa senjata keluar. Dia berteriak dan langsung berlari menuju Blue yang masih kebingungan.


Tangan hijau kecilnya menghantam Blue dengan tenaga penuh. Serangannya mengenai pipi Blue secara sempurna, terapi tidak menghasilkan kerusakan sedikitpun.


Tanpa menggunakan pedang di punggungnya, Blue memukul goblin kecil tersebut hingga terbang beberapa meter.


Tidak seperti monster pada umumnya, goblin itu langsung berdiri dan menyerang Blue lagi. Merasa heran dengan tindakan aneh goblin, Blue menggunakan Mata Dewa untuk memastikannya.


Namun hasilnya tetap sama, dia tidak dapat menemukan jawaban apapun. Merasa ada yang salah, Blue menggunakan pedang untuk memotong tubuh si goblin.


"Aneh, mengapa tubuhnya tidak langsung hilang?" tanya Blue kebingungan. Dia sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Bahkan dalam ingatan kehidupan sebelumnya tidak ada pemain yang berada di dalam ruangan aneh dengan 96 pintu ini.


Dua goblin muncul di pintu yang sama. Tidak ada pemberitahuan sistem, tetapi Blue melihat poin pengalamannya bertambah 0,1%.


"Bukankah ini poin pengalaman yang sangat banyak?" katanya dengan mata terbuka lebar.


Bee memberikan peringatan, "Jangan lengah. Mereka berdua sekarang menggunakan pedang kecil."


Seperti yang dikatakan Bee, lawannya sekarang adalah dua goblin dengan pedang kecil. Tidak menunggu lama, goblin langsung berlari dan melompat ke arah Blue.


Karena ingin memastikan temuannya, Blue langsung memotong keduanya hanya dengan satu ayunan pedang.


Ternyata benar, sistem tidak bisa digunakan pada dunia aneh ini. Namun poin pengalamannya bisa bertambah, wajah Blue langsung berubah menjadi senang.


Dia akan menganggap ini sebagai ujian untuknya, sekaligus meningkatkan levelnya terus menerus. Setelah dua goblin berhasil ditumbangkan, 4 goblin dengan pedang dan perisai muncul dari pintu yang sama.

__ADS_1


Tidak ingin membuang kesempatan, Blue berlari kearah para goblin dan menebasnya dengan kecepatan tinggi. Seketika musuhnya langsung hilang dari pandangannya.


Setelah berhasil mengalahkannya, para goblin berlipat ganda dan menggunakan senjata yang lebih baik.


8... 16... 32... 64... 128... 256


Terus berlipat ganda, hingga akhirnya Blue berhasil menghilangkan lebih dari 10 ribu goblin dan membuat levelnya meningkat 2 tingkat.


Dia merasa senang karena sekarang berlevel 85 hanya dalam beberapa menit saja.


"Sampai kapan para goblin ini akan berhenti menyerang?" tanya Bee yang sedikit kebingungan. Dia merasakan ada yang salah dengan munculnya goblin terus menerus.


"Aku juga tidak tahu. Bukankah ini ujian untuk mengukur kekuatan pemain?" tanya Blue.


"Bodoh, jelas ini bukan tempat seperti itu. Aku yakin kuncinya ada di 96 pintu. Mungkinkah kamu harus membuka semua pintu untuk kembali ke Domain Dewa."


Bee memberikan kata kunci keberhasilan hukuman pembuangan. Jika Blue berhasil membuka semua pintu, maka dia akan kembali ke Domain Dewa.


Namun membuka semua pintu tidaklah mudah, pasti ada sesuatu yang harus dicapai sebelum pintu berikutnya terbuka.


Untuk memikirkan caranya, Blue berencana untuk keluar permainan untuk sementara. Namun siapa yang menyangka tombol keluar tidak aktif, artinya Blue harus bermain terus menerus sampai ujian selesai atau mesin virtual terbuka secara otomatis.


Pembaruan keempat menjadi masalah lain, pemain akan dipaksa bermain terus menerus hingga dia benar-benar sudah kelelahan. Artinya Blue akan berada di dalam ruangan aneh ini tanpa tahu berapa lama.


"Sekarang bukan waktunya untuk panik, para goblin sudah menyerang." Blue mencoba menenangkan dirinya, dia mencari kata kunci untuk menyelesaikan ujian aneh ini.


Senjata para goblin mulai membaik, Blue tidak bisa menghancurkannya dalam sekali serang. Dia harus menyerang tubuh yang tidak terlindungi senjata maupun Armor.


Pintu keluarnya para goblin terdapat sebuah lampu aneh yang memancarkan warna hijau. Mata Dewa digunakan untuk memastikan artinya, sayangnya hasilnya tetap sama.


"Mungkin itu adalah kuncinya, lari dan lihatlah lebih dekat!" kata Bee memberikan informasi.


Tidak tinggal diam, Blue langsung mengayunkan pedangnya dan seperti orang gila berlari menuju pintu para goblin.


Aneh entah mengapa dia tidak memilih untuk terbang, itulah yang sedang dipikirkan Bee.


Sebenarnya Blue tidak ingin membuang poin pengalaman yang sangat melimpah ini, hanya dalam beberapa jam dia sudah naik 2 level. Itu sangatlah besar untuk pemain yang mempunyai kelas Mistik.


Setelah sampai di depan pintu, Blue langsung melompat kearah sumber cahaya berwarna hijau. Tanpa sadar dia menyentuhnya.


Seketika warna hijau yang dipancarkan hilang dan para goblin berubah menjadi transparan dan menghilang. "Sudah aku duga, ini adalah ujian yang diberikan seseorang karena telah mendapatkan jubah," kata Blue.


Kemudian dia baru tersadar akan 95 pintu lainnya. Jika mengalahkan para goblin saja membutuhkan waktu 3 jam, maka Blue harus bertarung selama 288 jam atau 12 hari.


Ini benar-benar diluar nalar manusia biasa, sayangnya perhitungannya segera meleset ketika pintu kedua terbuka.


"Orc?"


Blue mulai panik, jika setiap pintu mempunyai monster yang lebih kuat. Besar kemungkinan Naga atau makhluk lainnya yang lebih kuat akan muncul.


"Sekarang bukan waktunya berpikir buruk. Ayo Raul, Ela, Drakula!" teriak Blue sambil mengeluarkan familia miliknya.


Namun tidak terjadi apapun, Blue harus berusaha sendiri pada ujian kali ini. Bee juga sedikit bingung tentang ujian aneh yang dipersiapkan sistem.

__ADS_1


Blue mengayunkan pedangnya dengan penuh putus asa. Dia mencoba menghabiskan staminanya hingga mesin virtual Domain Dewa memaksanya untuk keluar.


Namun siapa yang menyangka setelah seharian memboroskan stamina dan konsentrasi, dia belum juga keluar dari mesin virtual.


"Orc kali ini benar-benar keras!" kata Blue sudah kelelahan.


"Sepertinya pada ujian kali ini menguji tekad bertarung yang kamu miliki. Lihatlah, ada lebih dari 10 ribu Orc yang sedang mengepung. Pada ujian sebelumnya lampu aneh di atas pintu goblin menyala," kata Bee memberikan pendapatnya.


Blue mulai menyadari bahwa ujian ini tidak biasa, dia harus mencapai sesuatu untuk menyalakan lampu di atas pintu.


"Tidak, aku yakin bukan karena tekad." Blue menyerang dengan efektif dan efisien, dia mencoba lebih mengendalikan konsumsi konsentrasi dan staminanya.


Ternyata benar, setelah 3 jam menggunakan serangan yang efektif dan efisien lampu di atas pintu menyala. Dengan kecepatan tinggi, Blue langsung menyentuhnya.


Cahaya yang memancar segera redup dan para monster menghilang. Pintu segera tertutup dan pintu berikutnya terbuka lagi.


"Monster apa kali ini. Aku benar-benar bersemangat, sekarang sudah level 88!" pada pintu kedua dia bisa meningkatkan level sebanyak 3 tingkat.


Pintu ketiga keluar seekor monster yang tampak sedikit transparan serta lembut. "Monster Lendir?" kata Blue sedikit terkejut.


Seharusnya pintu ketiga lebih kuat dari Orc, tetapi kenyataannya berbeda. Monster lendir jelas lebih lemah dari Orc, sekarang Blue dapat memastikan bahwa monster yang keluar dari pintu tidak semata-mata bertambah kuat.


Dengan ayunan ringan, Blue ingin mengalahkan monster lendir dengan sekali serang. Namun siapa yang menyangka, monster itu berhasil mengembalikan serangan Blue.


"Pu... Pu.... Pu..." Suara monster lendir terdengar sangat imut. Jika ada seorang wanita disini, jelas dia tidak akan berani membunuh monster tersebut.


Sayangnya hati Blue sudah terlalu berkarat, di mengayunkan lagi pedangnya. Namun hasilnya tetap sama, serangannya di kembalikan dengan kecepatan yang sama.


"Bee, apa kamu punya ide?" tanya Blue yang tidak mau untuk bertanya. Dia percaya bahwa Bee adalah makhluk yang sangat istimewa, buktinya dia masih mengikuti Blue padahal familia lainnya tidak bisa dipanggil.


"Lendir terbuat dari air, mengapa kamu tidak menggunakan serangan bertipe api?" kata Bee memberikan saran.


"Mana mungkin, aku tidak mempunyai atribut api atau skill yang bisa mengeluarkan api. Tunggu, biar aku lihat lagi!"


[Canon Blade]


Sebuah bola api keluar dari ujung pedang Blue. Serangan itu langsung mengenai monster lendir dan membuatnya mencair.


"Bagus, kata kuncinya adalah api. Namun kita lihat MP yang digunakan."


Betapa terkejutnya Blue ketika melihat MP miliknya tidak berkurang sama sekali. Hpnya juga penuh padahal beberapa kali terkena serangan dari Orc.


"Sekarang semakin aneh, MP dan HP-ku tidak berkurang sama sekali. Baiklah ayo melakukan eksperimen!" kata Blue dengan penuh semangat.


Dia menggunakan semua skillnya terus menerus hingga monster lendir berjumlah lebih dari 1000. Namun dia belum menemukan kunci untuk menyalakan lampu di atas pintu.


"Jika sihir api adalah kunci untuk membunuh para monster sihir, mengapa tidak mencoba menciptakan api." Bee memberikan sarannya sekali lagi.


Dia sudah melakukan beberapa pengamat, dalam ujian ini pemain bisa menggunakan apapun yang menurutnya mungkin di Domain Dewa.


Sekarang Pendekar Pedang mungkin bisa menciptakan Api jika mempunyai kelas Magic Sword. Walaupun sekarang Blue tidak memiliki kelas tersebut, harusnya mungkin untuk menciptakan api.


"Api, baiklah aku coba." Blue membayangkan unsur yang digunakan untuk memicu api. Biasanya orang akan membayangkan bagaimana menciptakan api, Blue sedikit berbeda karena mempelajari Fisika dengan sangat dalam.

__ADS_1


Oleh karena itu, api yang dia bayangkan sedikit berbeda dengan api lainnya. Siapa yang menyangka tubuhnya mengeluarkan api.


"Berhasil, sekarang gunakan api itu untuk menyerang monster!" teriak Bee penuh semangat. Entah mengapa semangat Blue tersalurkan padanya.


__ADS_2