
Blue tidak meningkatkan levelnya terlalu lama, beberapa pemain sudah berhasil mengambil kelas ke empatnya. Tentu saja mereka bukan ranker yang menuliskan namanya di Hell of Fame.
"Akhirnya bintang ke 107 terbuka." Blue tampak senang dengan pencapaiannya, disisi lain Bee dan dua temannya menemukan jalan buntu.
"Sialan, simbol apa ini!" teriak Bee sudah kehabisan kesabaran. Meskipun jenius, Bee tidak bisa menerjemahkan simbol yang ada di dinding goa.
"Sudah aku bilang, kita makhluk fana belum waktunya untuk memahami itu. Sekarang ayo lihat apa yang terjadi." Blue melihat pintu besar di bawah bintang terbuka.
Sesuai dugaannya, seekor kucing setinggi 2 meter berjalan keluar pintu. Tatapannya tampak dingin seperti es, cara berdirinya sangat elegan.
"Manusia, apa kamu adalah pembuka segel ini?" tanya kucing es dengan tatapan tajam.
"Tentu saja, siapa lagi disini yang mungkin bertahan selama 107 ujian." Blue membanggakan dirinya karena telah berhasil menyelesaikan tantangan. Tidak ada hadiah, tidak ada poin pengalaman, dan tidak meningkatkan status apapun.
Hanya orang gila yang melakukan hal itu untuk membuka segel makhluk lemah seperti kucing es.
[Kucing Es
Level : 1
Gelar : tidak punya.]
"Apa tujuanmu membebaskan aku?" tanya kucing es sambil tersenyum tipis.
"Singkatnya aku membutuhkanmu, atau lebih tepatnya kekuatan yang berada dalam tubuh aslimu." Blue gagal mengenali kucing es dengan mata dewa, tetapi ia berhasil menyadari trik sederhana yang digunakan.
Tubuh kucing es hanyalah bayangan yang di bentuk dengan energi alam. Blue bisa menyadarinya karena teknik prana miliknya lebih tinggi darinya.
"Mm... Apa kamu yakin?" tanya Kucing Es sambil mengerutkan keningnya.
"Kenapa aku harus ragu, dan juga aku ingin menyampaikan permintaan maaf Dewi Athena padamu."
Kucing es yang awalnya tenang langsung mengeram. Bulunya berdiri tegak dan matanya memancarkan permusuhan. "Bajingan, jangan sebutkan nama itu!"
Blue menghela napas panjang. "Hah, seperti yang dia katakan, pasti kamu akan salah paham."
Kucing Es yang hanya level satu mencoba menyerang Blue dengan kecepatan lambatnya. Tentu saja Blue menghindar dan menggunakan tinju untuk mengalahkan bayangan kucing es.
Seekor kucing berwarna hitam pekat muncul dari pintu, ia adalah Kucing Es yang terkena kutukan dan tidak bisa menggunakan kekuatan aslinya. Meskipun sudah tekena kutukan, kucing itu masih level 200.
Bulunya yang berdiri serta giginya yang tajam meraung. Kucing Es berlari ke arah Blue yang berhasil mengalahkan bayangannya.
Blue tersenyum tipis, ia sudah menghapal semua gerakan khusus kucing es. Jadi mengalahkannya bukan masalah besar.
__ADS_1
Kucing Es terkenal dengan kemampuan sihir yang tinggi, Blue tidak memberikan jarak di antara mereka sehingga kucing es tidak bisa menggunakan sihir esnya dengan baik.
Setiap ada celah, Blue akan memukul kucing hitam itu dengan sangat keras.
"Manusia sialan!" teriak Kucing Es yang marah.
"Kamu tidak akan bisa menang." Blue percaya diri karena sebagian besar kemampuan Kucing Es masih disegel, setidaknya membutuhkan waktu 10 tahun untuk membukanya dengan cara normal.
Setelah bergerak beberapa saat, Kucing Es merasa kelelahan. "Sial, aku menjadi sangat lemah."
Blue mendekat dan mengusap kepalanya. "Aku bisa membantumu, syaratnya sepeti yang dikatakan Dewi Athena. Jadilah rekanku." Tangan kanan di ulurkan dan senyum manis muncul di bibirnya.
"Jawab pertanyaan ku dulu."
"Silahkan," ucap Blue mempersilahkan.
"Apa hubunganmu dengan Athena?"
"Bisa di bilang wanita bar-bar itu guruku." Blue mencoba mencari jawaban terbaik.
"Jika dibandingkan dengan Athena, bagaimana kekuatanmu?" tanya Kucing Es.
"Aku bisa mati dengan satu pukulannya." Blue mencoba merendah, padahal ia bisa menerima beberapa pukulan serius Athena di ruang tanpa batas.
"Apa kamu mau membalaskan dendam ku padanya?"
Kala itu Athena sedang di hadapan dua pilihan, mati atau berusaha berpegangan pada Dewa Posaidon. Sebagai wujud kesetiaannya, Dewi Athena harus menyegel makhluk kesayangannya di neraka sebenarnya.
Karena Athena sangat menyayangi Kucing Es, ia meninggalkan serpihan jiwa pada tubuhnya supaya tidak terkena kutukan secara menyeluruh.
"Bocah bodoh, sudah aku bilang aku sangat kuat!" ucap Kucing Es yang mulai menyadari kesalahannya.
"Kamu itu yang bodoh, lawan mu bukan dewa biasa. Zeus dan Baal adalah dalang di balik pembunuhan Athena."
Kucing Es langsung menyadari kesalahannya, meskipun ia kuat, Baal dan Zeus berada di luar jangkauan kekuatannya.
Seperti yang dikatakan Blue, Zeus dan Baal adalah dalang dari pembunuhan Athena. Posaidon yang tidak peduli hanya memberikan syarat.
Siapa yang mengira ternyata Athena mengutuk Medusa salah satu pelayan kesayangannya. Hal itu membuat Posaidon yakin dan melindungi Athena untuk beberapa ratus tahun.
Meskipun Zeus dan Baal jauh lebih kuat dari Dewa laut itu, mereka tidak mau mengambil resiko besar. Posaidon adalah dewa yang bisa menghancurkan segalanya, ia tidak mudah mati karena tubuhnya terbuat dari air.
Athena yang jenius langsung melakukan pelatihan tertutup dan menciptakan beladiri terkuat. Senjatanya juga dibuat pada tahun itu oleh kurcaci kepercayaannya.
__ADS_1
Singkatnya seratus tahun berlalu, Athena menjadi sangat kuat. Bahkan Baal yang dijuluki Iblis Immortal tergeletak kaku di bawah kakinya.
Zeus yang tidak mau bertarung menatap kekuatan Athena dari langit. Ia memerintahkan semua anaknya untuk menjebak Athena karena terlalu pintar.
Semua trik dan jebakan yang di gunakan para saudaranya selalu gagal. Sampai akhirnya mahkluk yang di sebut outer ikut campur dan menghancurkan segala pengetahuan Athena. Bukan Dewi Kebijaksanaan jika tidak bisa memecahkan simbol yang di lepaskan para outer.
Sayangnya karena terlalu percaya diri, Dewi Athena jatuh ke jurang tanpa dasar dan berakhir di ruang tanpa batas seperti sekarang.
Tidak ada petunjuk sama sekali, Dewi Athena hanya melihat warna putih di sepanjang mata memandang.
"Jelas kau mengarang!" teriak Kucing Es tidak percaya.
Blue menggunakan gaya lama yang sering di gunakan Dewi Athena. Tangan kiri seolah-oleh memegang perisai, tangan kanannya memegang pedang. Tatapan matanya tenang seperti air, hatinya mantap dan prana di dalam tubuhnya bergejolak tenang.
Mata Kucing Es terbuka lebar, Blue memperagakan kuda-kuda yang sama persis dengan Athena ketika bertarung serius.
"Jangan terkejut, bocah bodoh yang kau bilang tadi sudah menyempurnakan gerakannya." Blue membuat kakinya sedikit mundur dan kepalanya sedikit menunduk di belakang perisai.
"End!" ucap Blue mengatakan keterampilan prana. Aura ungu kehitaman muncul di sekujur tubuhnya, anehnya tatapan mata Blue masih terlihat tenang.
"Tidak mungkin, dia berhasil menguasai teknik para outer?" tanya Kucing Es.
"Haha, Iya. Bocah bodoh itu benar-benar monster, dia bisa meniru setiap gerakan dan menyempurnakan gerakannya."
"Haha, kau sama saja dengannya. Lihat senyum di bibirmu itu!" ucap Kucing Es sambil menghela napas.
"Jadi jawabanmu?"
"Jawabanku sama dengan sebelumnya." Kucing Es menunduk di depan Blue dan mengucap sumpah darah pada seorang pemain.
Blue menggunakan 30 miliar energi kehidupan untuk menghilangkan semua kutukan dalam tubuh kucing es.
"Aku kehabisan energi," kata Blue sambil memegang dadanya, ia berpura-pura sakit padahal tidak terjadi apapun pada tubuhnya. Namun ia sakit hati karena harus menggunakan 30 miliar energi kehidupan yang didapat dari membunuh Dewi Bianca.
Kucing Es itu bukan pet yang bisa masuk ruang penyimpanan, ia adalah mahkluk yang sama dengan Nevada.
Perlahan-lahan bulu yang awalnya berwarna hitam berubah menjadi putih. Matanya yang mengerikan menjadi lebih lembut dan tubuhnya mulai mengecil hingga seukuran kucing sebenarnya.
"Eh, bukannya kamu lebih hewan peliharaan."
"Tuan bodoh, aku adalah makhluk ilahi!" teriak kucing imut yang yang tidak bisa masuk ruang penyimpanan.
Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Sepertinya ada yang membanggakan dirinya adalah makhluk ilahi."
__ADS_1
"Aku juga heran, padahal kucing itu jauh lebih lemah dari kita." Ela yang frustrasi karena tidak bisa memecahkan simbol di goa melampiaskannya pada Kucing Es.
"Bukan hanya lemah, dia tidak lebih imut dariku!" ucap Elvy yang muncul dan duduk di pundak Blue.