Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Tidak Mudah (2)


__ADS_3

Blue sudah berhasil memukul mundur Adrian, tetapi pertarungan ini akan lebih susah karena lawan mempunyai senjata yang merepotkan.


"Wow, kau berhasil menebaknya setelah menyentuhnya. Sungguh kemampuan mata yang mengagumkan." Adrian memuji kemampuan Blue, ia juga menggunakan skill dari pedangnya.


Cahaya merah menyelimuti tubuh Ardian, HP yang awalnya berwana kuning segera penuh lagi.


"Bos, HP lawan berkurang sendiri." Kana menghubungi Blue melalui panggilan suara.


Disisi lain Blue tersenyum manis, ia melirik Gana yang HPnya juga berkurang. Karena pertarungan antar pemain tidak diperbolehkan meminum ramuan penambah HP dan MP, Blue berencana menghancurkan kepercayaan mereka.


"Mengesankan, kau menambahkan HPmu tetapi menyedot semua temanmu. Aku sangat tertarik dengan pedang itu." Blue menunjuk pedang milik musuhnya.


"Sayangnya pedang ini sudah terkait dengan jiwaku, jadi sampai Domain Dewa hancur kau tidak akan pernah memilikinya."


"Sangat disayangkan, bagaimana jika mengadunya dengan pedang sihir yang masih tingkat Tinggi ini." Blue mengangkat dua pedangnya.


Walaupun hanya tingkat tinggi, senjata sihir tidak akan mudah dihancurkan. Ditambah lagi ada Buku Neraka dan Buku Suci yang Jatuh, Dual Secret Sword hampir tidak mungkin dihancurkan.


Bahkan Dewa Pandai Besi tidak akan pernah bisa menghancurkannya. Ini karena Dual Secret Sword sudah tidak terikat sistem lagi, sekarang egonya tergantung kemauan pemiliknya.


Kali ini Blue tidak menahan kekuatannya, Kecepatannya meningkat tajam. Dalam sekejap mata, Blue sudah sampai di depan Ardian dan mengayunkan pedang kanannya.


Ardian yang melihat kecepatan lawan meningkat tidak terima, ia mengambil pil dari ruang penyimpanan.


Siapa yang menyangka, ternyata Tujuh Mawar sudah sangat maju. Pil itu hanya bisa diciptakan oleh alkemis tingkat ahli. Meskipun hanya menambahkan 200 poin untuk sementara, itu sangat membantu pertarungan.


Gana juga memakan pil yang sama, aura di tubuhnya meningkat.


"Kana, kita tidak bisa mengulur waktu. Segera selesaikan," kata Blue mengeluarkan Tobias di belakang pohon.


Ada 20 orang yang dipanggil Blue, mereka bersembunyi di belakang pohon supaya Gana atau Ardian tidak melihat.


Kalau saja mereka melihat, pasti keduanya akan tahu bahwa Tobias memiliki level 360. Itu akan menjadi bencana bagi Fairy Dance yang masih kekurangan uang.


"Baik, Bos." Kana segera memberikan perintah pada Horizon untuk segera menyelesaikan pertarungan.


Aura semua anggota Teh Party meningkat, mereka bertarung dengan kekuatan penuh. Blue akan menahan Gana dan Ardian seorang diri.


"Percuma, kau akan mati di tanganku!" ucap Ardian.


Blue menggelengkan kepala. "Percaya atau tidak, aku bisa membunuhmu dengan satu serangan."

__ADS_1


"Haha, kau pikir aku bodoh. Ternyata ketua Blue hanya seorang pengecut..."


Sebelum Ardian menyelesaikan perkataannya, Blue sudah menebasnya dengan kekuatan penuh. Hp yang awalnya penuh langsung berubah menjadi nol.


Tidak hanya Ardian dan Gana yang terkejut, Blue juga terkejut melihat Ardian masih berdiri padahal HPnya sudah 0.


Kali ini Blue menggunakan Holy Slash dan menambahkan 4000 poin statusnya pada Kekuatan, sehingga Blue memiliki kekuatan 9598 poin.


"Haha, kau menyembunyikan diri sangat dalam." Blue menutup wajahnya dengan tangan kanannya. Senyum jahatnya tidak bisa disembunyikan, ia akan menghancurkan kepercayaan diri musuhnya.


Ketua dan Wakil Blood Eater adalah pemain yang mempunyai kelas Legenda. Blue tidak takut karena 2 kelasnya adalah Mistik, ditambah lagi kelas ketiganya sangat aneh.


Ardian mulai panik dan menyerap semua HP rekan satu timnya. Gana juga terkena efek sampingnya, sehingga tidak bisa fokus.


Tobias dan seluruh pasukannya langsung menikam 14 orang dengan sangat cepat. Mereka segera bersembunyi setelah memberikan pukulan terbaiknya.


Kana yang ada di depan mereka hanya melihat bayangan yang tiba-tiba muncul dan langsung menghilang. Ia hanya melihat tatapan Tobias yang begitu dingin.


"Mengapa tidak penuh?"


Ardian kebingungan melihat HPnya hanya bertambah sampai warna kuning. Disisi lain Gana HPnya sudah berwarna merah.


Kana dan Ridho yang melihat 14 orang sudah sekarat langsung melancarkan serangan mematikan. Tidak ketinggalan Mendy dan Horizon memberikan kontribusi untuk mendapatkan poin pengalaman yang melimpah.


Kana dan teman-temannya meningkat 1 level karena membunuh 14 orang level 130.


Blue tersenyum dan segera menghilang ke depan Gana yang tidak sempat menggunakan ramuan penambah HP dan MP.


Ayunan pedang harusnya bisa mengirim Gana ke rumah kebangkitan, tetapi hal mengejutkan terjadi lagi. Sebuah pelindung muncul dan langsung meniadakan kerusakan padanya.


Blue membelalakkan mata, ternyata Gana benar-benar menyembunyikan kekuatan sangat dalam. Ardian langsung menyerang Blue yang sedang terkejut.


"Masukkan 4000 poin pada Kelincahan." gumam Blue pelan.


Bukannya menghindar, Blue malah muncul di belakang lawannya dan menusuknya. Sekali lagi serangannya gagal.


Gana menggunakan skill pelindung tingkat tinggi, sehingga semua kerusakan ditiadakan. Blue tidak punya pilihan selain mundur, ia akan menyiapkan serangan berikutnya.


Namun Ardian sudah menyerah, ia mengeluarkan sebuah gulungan dan membawa Gana menghilang dari tempat pertempuran.


Blue langsung menggunakan jangkauan prana, terapi tidak bisa menemukan jejak mereka. "Mereka berhasil kabur, pasti itu gulungan yang sangat mahal."

__ADS_1


Regina hanya menonton dari tadi, itu karena Blue memberikannya perintah. Setelah memperhatikan pertarungan tadi, pengetahuannya tentang Domain Dewa semakin luas. Ternyata pemain kuat ada dimana-mana, jadi tidak boleh meremehkan mereka apapun yang terjadi.


"Pertarungan yang bagus, Bos." Regina muncul dari kekosongan, itu adalah salah satu teknik persembunyiannya.


"Apa yang kau dapatkan dari pertarungan tadi?" tanya Blue sambil mengatur napasnya. Ia sedang berpura-pura kelelahan karena alasan khusus.


"Ternyata banyak pemain yang lebih kuat dariku," jawab Regina sambil melirik Kana dan teman-temannya.


"Itu sudah cukup. Ayo kembali dulu dan memulihkan diri, aku terlalu banyak menggunakan prana. Mesinku sedikit mengalami masalah."


Blue dan teman-temannya pergi dari tempat kejadian, sebuah portal muncul dari tempat Gana dan Ardian hilang.


Keduanya keluar dari portal tersebut, Ardian memuntahkan darah segar. "Sialan, pria itu sangat kuat. Kita harus merencanakan penyerangan ke Fairy Dance," ucapnya.


"Itu percuma, Bos. Ketua Fairy Dance sekarang Leon. Ditambah lagi mereka sangat kuat di dunia nyata dan domain dewa."


"Apa Pasukan Garuda sekuat itu?"


"Bukan, Garuda memang kuat tetapi masih belum bisa menghentikan pasukan kita. Kemarin ada pasukan pembunuh menyerang markas Fairy Dance, semua pembunuh menghilang dari dunia."


"Maksudmu masalah Dominasi Dunia?"


"Intelejen tidak menemukan bukti pasti, tetapi para pembunuh bayaran telah menyerang markas Fairy Dance. Dua hari kemudian Dominasi Dunia menghilang dari peradaban."


"Sial, kalau gitu buat rencana untuk memberi pukulan pada Divisi Pedang Kaku!"


Seorang pria muncul dari portal, ia adalah Toma dan pasukannya. "Jangan terlalu berharap, Ardian. Sebenarnya aku tidak mau ikut campur dan melihat situasi. Siapa yang menyangka kau mengeluarkan semua kartumu."


"Toma, kau tidak bisa membunuhku. Ketua Organisasi akan menghukum divisi Pedang Kaku!"


"Justru sebaliknya, aku akan menyerahkan kalian berdua ke organisasi karena memalsukan identitas dan menyembunyikan barang berharga."


Toma dan pasukannya langsung menangkap Ardian dan Gana. Mereka dalam keadaan kurang baik, jadi Toma bisa membekuk mereka dengan cepat.


Blue masih tampak tenang, terapi ia harus segera pergi.


"Bos, mengapa kita pergi dengan cepat?" tanya Regina penasaran kenapa Blue menggunakan Gate.


"Hah, di sana ada pasukan yang sangat merepotkan. Lebih baik segera kabur daripada menghadapi teman... atau mungkin musuh." Blue tampak serius.


"Aku tidak merasakan adanya orang?" sahut Horizon yang mempunyai kemampuan pendeteksi yang hebat.

__ADS_1


"Kau tidak bisa mendeteksinya dengan skill, gunakan prana untuk merasakan mereka. Sekarang mataku juga terbuka lebar, ternyata Gate sudah dimiliki banyak pemain." Blue tersenyum manis.


__ADS_2