Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
118. Dukungan Fairy Dance


__ADS_3

Blue kembali Desa Tanjung untuk meninjau hasil pertemuan anggotanya. Rori akan menjadi pengurus administrasi Desa Tanjung, Martin akan membantunya. David dan Toni akan menjaga keamanan serta mencari beberapa peluang di sekitar desa.


Blue mendatangi Rori dan bertanya, "Apa langkah selanjutnya yang ingin kamu lakukan?"


Dia bertanya tentang langkah selanjutnya untuk mengembangkan Fairy Dance. Walaupun susah, pasti Rori akan mulai terbiasa dengan situasi panas di sekitarnya. Mungkin para guild sudah meminta maaf, tetapi ketika ada kesempatan mereka akan seperti harimau yang akan menerkam.


"Bos, aku berencana menarik beberapa kerjasama dengan menawarkan beberapa barang yang berharga. Contoh sederhananya penjualan Batu Identifikasi," kata Rori memberikan laporan hasil pertemuan dengan rekan-rekannya.


Blue menggelengkan kepala mendengar laporan Rori. "Apa kamu sudah memikirkan konsekuensi menjual Batu Identifikasi dalam jumlah besar?"


Rori yang tidak memikirkan konsekuensi hanya terdiam. Dia hanya ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi sekarang tanpa berpikir masalah kedepannya.


Setelah menjual Batu Identifikasi dalam jumlah besar, banyak guild akan mencari informasi tentang Fairy Dance. Galaxy Star yang pernah mendapatkan tawaran dan sering bekerja sama saja mengirim pengintai untuk mencari tahu sumber Batu Identifikasi.


Untungnya Zaha dan Blue sudah menutup akses kedalam tambang emas dan gua Cacing Raksasa. Jika tidak, maka akan ada pertempuran besar antara Fairy Dance dan Galaxy Star.


Di samping itu, Galaxy Star juga ikut andil dalam penyerangan Cacing Raksasa. Mereka pasti akan memperjuangkan gak kepemilikan gua. Blue sudah memikirkan sedang memikirkan bagaimana cara menambang lebih cepat dari biasanya.


Pello sudah menjadi kepala tambang, tetapi dia hanya bisa meningkatkan kecepatan tambang 20%. Jelas itu masih kurang besar untuk Fairy Dance. Setidaknya mereka harus mendapatkan 1 juta Batu Identifikasi tingkat rendah setiap harinya.


Sedangkan sekarang mereka hanya bisa menghasilkan 12 ribu Batu Identifikasi tingkat rendah, masih jauh dari target yang diharapkan.


"Aku menyarankan untuk mencari beberapa inti monster untuk permulaan, kemudian bangun Rumah Petualang." Blue memberikan informasi terkait pembangunan rumah petualang di dekat Kota Rawa Kuning.


Dia ingin Rori dan teman-temannya mendapatkan pengalaman yang lebih banyak tentang memimpin sebuah pasukan. Sekarang peran mereka bukan sebagai ketua Guild dan anggotanya, tetapi rekan yang akan berburu bersama.


Dimasa lalu, Rori adalah pemimpin yang cukup baik. Dia berhasil memimpin Blade Armor menjadi salah satu guild yang di takuti. Oleh sebab itu, Blue ingin dia membangkitkan jiwa kepemimpinannya lebih cepat dari sebelumnya.


Dengan banyaknya pengalaman bertempur dan memimpin pasukan, Rori akan lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah. Saat hal itu terjadi, Fairy Dance akan mempunyai pemimpin yang layak untuk menjadi jendral.


Blue mengambil topengnya dan berdiri dari sofa tempat pertemuan. "Aku berharap banyak dari kalian. Semoga berhasil, ingat kataku jangan pernah takut kehilangan!"


Rori masih belum menemukan jawaban yang tepat untuk meredam panasnya situasi. "Apa yang harus aku lakukan?" katanya setelah melihat Blue pergi dari ruangan.


"Mengapa harus berpikir terlalu jauh, bukankah bos sudah mengatakan jangan takut untuk kehilangan. Mari lawan mereka dan merebut beberapa sumber daya untuk kita!" kata David penuh semangat.


Walaupun tidak pernah berpikir logis, jawaban David mencerahkan pemikiran Rori.


"Baiklah, kita sudah memiliki 1500 anggota baru. Mari kobarkan bendera peperangan!" kata Rori sambil tersenyum. Dia sudah mendapatkan kepercayaan dirinya kembali setelah mengingat perkataan Blue.


Domain Dewa tidaklah sempit, jika mereka kehilangan Desa Tanjung, maka yang harus dilakukan hanyalah mencari markas lainnya.


Informasi Fairy Dance tidaklah sempit, bukan masalah besar untuk mencari informasi tentang desa yang belum di dapatkan atau merebut Desa dari guild kecil.


Blue yang melihat semua anggota Fairy Dance siap untuk menyerang sebuah tambang emas tersenyum. "Seperti inilah Rori yang aku kenal. Tidak takut menghadapi kelompok besar maupun kecil," katanya.


Dia pergi menggunakan ketrampilan Gate supaya susah untuk di cari. Tujuan utamanya adalah Rawa di sebelah selatan kota yang berwarna kuning.


Menurut legenda, Kota Rawa Kuning berdiri setelah Rawa disebelahnya berwarna kuning kehijauan. Tidak ada yang mengetahui misteri itu, tetapi Blue tahu di sana ada benda yang dapat meningkatkan Fairy Dance.


"Bee, apa kamu mau mencoba keterampilan barumu?" tanya Blue melihat seekor monster badak.


"Hai, pangeran ini sangat kuat. Jangan mengira aku takut dengan bayi badak itu. Ayo hajar," kata Bee dengan penuh percaya diri.


Pangeran Lebah (Rendah) (Bee)


Ras : Lebah (Legenda)

__ADS_1


Judul : Lebah pemakan segalanya


Level : 49


Status :


- Kekuatan : 126


- Pertahanan : 126


- Kelincahan : 126


- Daya Tahan : 126


- HP : 50 ribu


- MP : 50 ribu


Skill :


- Nyanyian Perlindungan


- Nyanyian Peningkatan


- Menubruk (Banteng)(110% + 60% - 5x)


(Ketrampilan bisa bertambah sesuai dengan daging yang dimakan)


¬ Semua barang jatuh akan langsung masuk ke penyimpanan karena hewan peliharaan dapat menggunakan ketrampilan khusus miliknya.


"Aku ingin melihat seberapa kuat Bee dengan keterampilan barunya," kata Blue dalam hati. Dia mencoba menyerahkan monster Badak pada Bee.


"Hi, Bocah. Kau meremehkan kemampuan pangeran ini," kata Bee penuh percaya diri.


Dengan menggunakan kemampuan Menubruk, Bee melesat dengan kecepatan sedang.


Melihat seekor lebah bergerak kepadanya, Monster Badak menyeruduk menggunakan kepala kerasnya. Benturan antara Bee dan monster tak terhindarkan.


Anehnya Bee yang penuh sebelumnya terpental jauh seperti sebuah layang-layang yang putus.


"Kampret, jangan sok keras!" kata Blue dengan ekspresi kocak sambil mengepalkan tangannya. Dia menganggap bahwa Bee bisa berguna dengan levelnya sekarang, namun siapa sangka dia terlempar hanya dengan serangan biasa dari badak.


Status Bee memang jauh dibandingkan dengan monster badak, jadi Blue tidak berharap lebih.


Badak Biasa


Level : 50


HP : 100 ribu


¬ Hewan Peliharaan Bee memberikan kerusakan -138.


Walaupun kerusakan yang diberikan tidak terlalu besar, Bee masih tampak percaya diri dengan membusungkan badannya.


"Apa kamu lihat, aku berhasil memberikan kerusakan yang menghentikan penyembuhan HPnya," kata Bee menghibur dirinya.


Kenyataan memang seperti yang dikatakannya, monster Badak tidak bisa menyembuhkan dirinya selama pengaruh buruk kesakitan berlangsung.

__ADS_1


Raul yang mencoba menunjukkan diri langsung menggunakan keterampilan terbarunya, Menerjang. Dia berlari sangat cepat seperti sebuah panah dan menerjang musuhnya menggunakan petir yang muncul di seluruh tubuhnya.


¬ Hewan Tunggangan Raul memberikan kerusakan -2100 serangan fatal.


Seperti Bee, Raul juga memberikan serangan fatal yang dapat mencegah musuhnya menggunakan skill penyembuhan.


Anehnya Bee melihat Raul seperti sedang mengejeknya. "Kampret lihat aja, pangeran ini akan membalas penghinaan ini suatu saat nanti!" katanya.


Entah kenapa mereka jadi semakin akrab dengan dengan kata-kata, "Kampret."


Blue mengambil alih pertempuran, dengan sedikit usaha dia berhasil menumbangkan monster badak yang mempunyai pertahanan kuat.


Mereka terus berjalan menuju tempat tujuan. Setelah berjalan selama 1 jam, akhirnya Blue sampai di sebuah tempat yang mempunyai rawa yang berwarna kuning.


Mungkin banyak pemain menganggapnya ini hanyalah keanehan karena sebuah permainan. Domain Dewa sedikit berbeda, karena setiap keanehan dalam permainan merupakan sebuah kunci mendapatkan keberuntungan.


Untuk memastikan keadaan aman, Blue memerintahkan Bee dan Raul melihat sekelilingnya. Sedangkan dia akan membuka ruang rahasia di bawah Rawa Kuning.


Dia menginjak-injak rumput disekitar rawa sampai terdengar bunyi klik. Tidak hanya satu kali, Blue melakukannya 7 kali.


Sebuah cahaya putih tampak terlihat di pinggiran rawa, kemudian muncul sebuah jalan masuk kedalam tanah yang sangat gelap. Dalam kehidupan sebelumnya, Blue mendengar banyak pemain terperangkap di dalam.


Jika mereka ingin keluar, harus menyelesaikan ruang rahasia yang menyimpan banyak harta. Tujuan Blue tidak lain adalah harta berharga itu.


Tepat ketika masuk, semua sistem komunikasi diblokir. Blue tidak dapat menghubungi dunia luar ataupun keluar permainan, jika dia melakukannya maka pemain akan kelihatan setengah poin statusnya.


Disisi lain, Ruri menghadapi banyak masalah. Dia mendapat ancaman dari berbagai pihak karena mencoba mengambil tambang. Berbagai pesan telah dilayangkan kepadanya, tetapi Ruri masih harus memiliki sumber daya tersendiri.


Akhirnya dia mengambil resiko dengan menyerang beberapa tambang guild kecil. Walaupun berhasil mengambil alih, dia hanya mendapatkan Tambang kecil.


Thunder Strom yang mengetahui Topeng Setan telah pergi, langsung mengumpulkan pasukan untuk membalas kekalahan sebelumnya. Jerome percaya hanya Topeng Setan yang mempunyai senjata mematikan tersebut.


Pengintai memberikan informasi bahwa Mortir Sihir Manual tidak ada lagi di gerbang Desa Tanjung. Mereka melihat Topeng Setan membawanya pergi.


Besar kemungkinan Fairy Dance hanya menggertak karena Mortir Sihir Manual tidak bisa digunakan berkali-kali.


15 ribu pasukan Thunder Strom mengepung Desa Tanjung yang di pimpin oleh Rori. "Sekarang kalian menyerahkan Desa Tanjung atau peperangan penuh!" kata Jerome lantang sambil mengangkat tombaknya.


Rori dengan bangga menjawab, "Aku sebagai pemimpin Desa Tanjung tidak takut dengan segala ancaman. Bahkan jika kita harus berperang, maka terjadilah."


Perkataan Rori menyulut api peperangan antara Fairy Dance dan Thunder Strom. Mereka saling beradu argumen untuk menentukan siapa yang benar dan salah.


"Serang!" teriak Jerome yang merasa kalah dalam berargumen.


Pasukan Thunder Strom tidak menahan lagi, mereka tampak seperti seekor harimau yang kelaparan. Dengan kekuatan penuh para pasukan menerjang Desa Tanjung yang belum sempurna.


Rori sudah menyiapkan 50 Meriam Sihir Otomatis dan 15 Menara Petir. Dia mendapatkannya dari Zaha yang sudah merancang tata letak senjata Desa Tanjung.


Walaupun tidak hadir di sana, Zaha mempunyai kepekaan terhadap lingkungan yang sangat tinggi. Dia bisa memproyeksikan gambar di video menjadikan sebuah gambar tiga dimensi.


Jelas kemampuan itu hanya dimiliki oleh para anak jenius. Bahkan Blue yang memiliki ingatan super panjang tidak bisa melakukannya.


Setelah bertempur beberapa saat, pasukan Rose Merry datang membantu Fairy Dance. Mereka membawa 5000 pemain dengan senjata lengkap.


Di sebelah utara ada Guild Galaxy Star membawa hewan tunggangan sedang menunggu perintah untuk menyerang Thunder Strom.


Tidak perlu menunggu lama, bendera Guild Pentagon berkibar di belakang pasukan Thunder Strom. Mereka akan membantu Fairy Dance jika diperlukan.

__ADS_1


Jerome yang melihat kepungan dari tiga sisi hanya bisa tersenyum kecut. Dia merasa terjebak dalam peperangan.


Dengan berat hati, Jerome harus mundur untuk mengurangi kerugian.


__ADS_2