Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
290. Jebakan di Balik Jebakan


__ADS_3

[Arca Dwi


Level : 310


Kelas : Penyihir Tanah dan Pohon


...


Nilai Kekuatan : 2 juta.]


Nilai kekuatannya sama dengan Serly yang ada di wilayah Banda kekuasaan Raja Iblis Venom, itulah yang membuat Blue terkejut.


Melihat tubuh Arca Eka yang sangat kekar, Blue penasaran dengan statusnya. Dia menggunakan Mata Dewa untuk memastikan kecurigaannya.


"Tidak hanya satu yang gila tapi ada dua!" kata Blue sambil membelalakkan matanya.


Ela keluar dari ruang penyimpanan dan langsung memegang tubuh Arca Dwi. Sebuah cahaya berwana hijau keluar dari tangannya, cahaya itu langsung diserap tubuh Dwi secara otomatis.


"Apa kamu menggunakan kekuatan tertentu untuk menyerap kekuatan tadi?" tanya Ela ingin mengetahui kondisi unik ini.


"Tidak, aku hanya berdiam diri disini. Tubuhku secara otomatis menyerap energi."


"Bukan itu yang aku maksud. Tubuhmu secara otomatis menyerap energi disekitar, artinya kondisi penyerapan energi bisa dikendalikan. Serahkan padaku, pasti bisa memecahkan misteri ini secepat mungkin!" kata Ela dengan penuh percaya diri.


Bee keluar dari ruang penyimpanan sambil membawa wadah berbentuk tabung yang terdapat beberapa kali Kepiting Goreng didalamnya.


"Sungguh manusia yang penuh penasaran," kata Bee melihat Ela yang sangat bersemangat setelah melihat kondisi aneh Arca Dwi.


Blue melirik Bee dengan tatapan sinis. "Memangnya Ela manusia?"


"Oh benar juga. Dia itu..."


Bee dan Blue kebingungan ingin menyebut Ela sebagai apa. Jadi Ela menjawabnya sendiri, "Panggil saja aku peri."


"Oh, iya dia peri," kata Blue dan Bee bersamaan.


Ela mengajari Dwi cara mengendalikan mana dalam tubuhnya. Sedangkan Blue akan memberikan beberapa pelatihan dasar pada Eka.


Walaupun mereka berdua kuat, Blue tidak yakin dengan kemampuan bertarungnya.


[Arca Eka


Level : 350


Kelas : Kesatria


...


Nilai Kekuatan : 2,5 juta.]


Walaupun levelnya jauh di bawah Serly, statusnya sangat tinggi. Inilah mengapa penduduk pribumi selalu menjadi pemegang kekuasaan tertinggi.


"Eka, apa kamu pernah menggunakan perisai dan pedang?" tanya Blue.


"Belum pernah, sejujurnya kami juga tidak pernah bertarung sebelumnya. Raja Kartanegara menugaskan kami untuk menjaga Candi."


Blue mengusap janggutnya. "Ini masalah yang cukup besar. 15 Raksasa pasti sudah dilatih bertarung, jadi lawan kalian tidak akan mudah."


Eka berdiri tegap dan menempelkan kepalan tangan kanannya di dada. "Percayalah padaku, Tuan. Semua bisa diselesaikan dengan mudah!" katanya penuh percaya diri.


Sebuah cahaya redup menyelimuti tangan kanannya, bentuk perisai terlihat sangat kokoh dan keras.


Bee tidak bisa mengontrol keterkejutannya. "Perisai Energi!" katanya.

__ADS_1


"Yah, itu perisai energi yang sangat kuat. Bahkan ini adalah pertama kalinya aku melihat perisai energi yang memiliki 3 warna berbeda." Blue tersenyum manis melihat perkembangan Eka yang begitu mengejutkan.


Mendengar pujian dari tuannya, Eka langsung menurunkan tangannya dan membungkukkan badannya. Perisai di tangan kanannya langsung memudar dan menghilang dari pandangan semua orang.


Blue dan Bee segera menyadarinya. "Jangan membungkukkan badan, cobalah tegap dan keluarkan perisai," kata keduanya bersamaan.


Tidak mau menunda perintah tuannya, Eka langsung menegaskan badan dan menempelkan kepalan tangan kanan ke dadanya.


Sebuah perisai muncul lagi, tidak lama kemudian sebuah pedang muncul di tangan kirinya. Sekarang dia sudah menjadi Kesatria sebenarnya.


"Kerja bagus Eka, sekarang coba perbesar tubuhku sampai 5 meter," kata Blue memberikan perintah.


Eka langsung meningkatkan tubuhnya hingga setinggi 5 meter, anehnya bajunya juga membesar sesuai kondisi tubuhnya. Perisai dan Pedangnya juga menyesuaikan dengan ukuran tubuhnya.


"Baiklah, kembali ke wujud semula. Aku akan mengajarkan beberapa teknik penggunaan pedang yang sederhana."


Blue langsung mengajarkan beberapa teknik seperti tebasan vertikal dan horizontal serta beberapa teknik menangis serangan.


Hanya butuh 30 menit untuk Eka menguasai semua ajaran dari Blue. Memang dari awal Penjaga Candi Singosari mempunyai kecerdasan yang sangat tinggi. Sayangnya mereka terkurung di sana karena perintah dari Raja Kartanegara.


Blue mendatangi Ela yang sedang melatih kontrol mana dari Dwi. "Bagaimana perkembangannya?" tanyanya.


"Cukup bagus. Sekarang Dwi bisa menggunakan mana dengan cukup baik, jika menggunakan beberapa serangan sihir dasar."


"Baiklah, sudah waktunya kita berangkat. Aku mendapatkan berita bahwa gerbang Pentagon sudah mendapat serangan."


Blue membuka Gate dan memasukinya, semua langsung mengikutinya. Raul dikeluarkan, Raungan serigala petir terdengar sangat mengerikan.


Dia berlari seperti petir yang sangat cepat. Bee tidak perlu takut akan ketinggalan karena dia hewan peliharaan.


Ela, Ela, dan Dwi harus bekerja keras untuk mengikuti Raul yang sanga cepat. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang ketinggalan karena Raul bisa mengendalikan kecepatannya dengan sangat baik.


Disisi lain, Regina sangat marah terhadap kelakuan kakaknya. Setelah menerima suntikan dana yang begitu besar, kakaknya tidak terima dan memilih untuk menghancurkan Pentagon dan membuat guild baru bersama Dominasi Dunia.


Mereka hanya ingin melihat usaha dan jaringan yang dimilikinya. Siapapun yang menang akan mewarisi semua kekayaan ayahnya.


Regina yang awalnya berada di atas angin langsung dibalik. Sekarang dia berada dalam masa krisis, Fairy Dance sudah melakukan usaha terbaiknya.


Leon memimpin pasukan dengan sangat baik. Secara total satu hari peperangan, Fairy Dance telah kehilangan 1000 penduduk pribumi dan beberapa pemain.


Jika dihitung dengan koin emas, Fairy Dance telah kehilangan lebih dari 10 juta koin emas hanya dalam satu hari.


Tidak dapat dipungkiri, pasukan Dominasi Dunia ditambah dengan komando dari Dimas sangatlah mengesankan. Jika terus seperti ini, Pentagon akan tumbang dalam waktu 7 hari.


Blue membutuhkan waktu 5 hari untuk sampai, jadi mereka harus bertahan sebaik mungkin. Karena Jessica merasa bahwa pasukan Leon tidak bisa menahan lebih lama, dia mengerahkan gelombang kedua yang dipimpin oleh Dona dan Bondan.


"Aku harap kalian bertahan sebelum sampai bos datang. Aku yakin dia membawa kejutan yang tidak dapat disangka oleh musuh!" kata Jessica memberikan pesan pada Dona dan Bondan yang akan berangkat.


Mereka membawa 50 ribu pasukan yang terdiri dari 35 ribu petualang pribumi dan 15 ribu pemain. Perlu diketahui, para petualang kuat tidak mau dipimpin oleh petinggi Fairy Dance.


Mereka hanya menurut dengan Blue seorang, bahkan Jessica dan Amelia tidak akan bisa menggerakkan pasukannya.


Argya yang selalu bersama Siska tidak pernah bisa menyuruh Siska untuk pergi perang. Namun jika Blue mengatakan untuknya pergi ke medan perang, pisau dapur akan menjadi senjata mematikan.


Setelah pasukan Dona dan Bondan pergi, Blue memberikan pesan.


"Aku sepertinya sedikit terlambat. Perintahkan Luis dan beberapa pasukan dari Desa Koral!"


Ternyata pasukan Dominasi Dunia sudah tahu bahwa Blue berada di wilayah Banyuwangi. Sehingga mereka sudah siap dengan beberapa jebakan dan pasukan.


Seorang pria yang mempunyai luka sayatan di matanya keluar dari barisan pasukan musuh.


"Sudah lama kita tidak bertemu. Sepertinya kali ini kamu tidak mendapatkan pertolongan dari orang lain."

__ADS_1


Carlos yang sekarang sangat kuat dengan tampilan Armor yang sangat megah. Kekalahan sebelumnya membuatnya berpikir dua kali, sembari meningkatkan poin Kekuatan, Carlos juga menggunakan beberapa barang yang meningkatkan daya tahan.


Itu dilakukan supaya Carlos bisa menggunakan kekuatannya secara maksimal. Blue bisa melihat statusnya karena Mata Dewa telah bercampur dengan kekuatan ilahi miliknya.


"Aneh, aku benar-benar bisa melihat jumlah poinnya dengan," kata Blue dalam hati.


[Carlos


Level : 128


Kelas : Berserker


...


Kekuatan : 1900


...]


Walaupun menjadi pemain yang memiliki kekuatan terbesar di Domain Dewa. Jumlah itu masih belum menyaingi Blue.


Karena Blue tidak menunjukkan statusnya pada dunia. Jadi semua poin statusnya akan dirahasiakan.


"Sebenarnya aku tidak ingin bertemu denganmu lagi, Carlos. Aku sudah mengetahui bahwa kamu adalah penyandang gelar pemain terkuat di Domain Dewa."


"Sebaliknya, Blue. Aku sangat ingin bertemu denganmu lagi dan membalas kekalahan tempo hari!"


"Haha, Carlos kamu terlalu naif. Apa kamu yakin dengan pasukan sebanyak ini bisa menghentikan aku dan rekan-rekanku?"


Blue tersenyum lebar mengintimidasi lawannya. Pamornya sebagai Pendekar Pedang kejam membuat lawannya ketar ketir.


Rumor mengatakan bahwa Blue bisa membunuh musuh dengan satu ayunan pedang. Banyak pemain menganggap bahwa itu adalah skill yang bisa digunakan sekali.


Walaupun satu orang yang akan di kirim ke Rumah Kebangkitan, semua orang tidak mau menjadi orang itu.


Tanpa sadar beberapa pemain yang takut mundur. Hanya Carlos saja yang tetap tegar karena dia percaya bisa menang melawan Blue.


"Kalahkan Eka dulu sebelum melawan aku?" tanya Blue melihat Carlos yang begitu percaya diri.


"Jangan menghindar!" kata Carlos sambil berlari menerjang Blue yang tidak siap dengan pedangnya.


Blue menggerakkan sedikit kakinya untuk menggeser tubuhnya sehingga serangan Carlos meleset dari sasarannya.


Karena posisinya sangat menguntungkan, Blue mengepalkan tangan kanannya. Dia meninjau rusuk kiri Carlos dengan kekuatan penuhnya.


Jika di dunia nyata, Carlos pasti akan cedera fatal jika terkena serangan seperti itu. Namun Domain Dewa sedikit berbeda, Carlos hanya menerima sedikit kerusakan.


[Pemain Blue memberikan kerusakan sebanyak - 700 serangan kritikal.]


Tidak sampai disitu, karena pondasi Carlos goyang. Blue menggunakan kesempatan untuk itu untuk menarik pedang dari punggungnya dan mengayunkannya.


Karena Carlos adalah pemain kelas dunia, dia mengetahui apa yang dipikirkan musuhnya. Tanpa menunggu lama, Carlos menggunakan keterampilan bertahan.


Melihat lawannya menggunakan keterampilan bertahan terlalu cepat, Blue tersenyum manis. "Terlalu cepat," katanya sambil menghentikan pedang tepat sebelum mengenai tubuh musuhnya.


Carlos langsung melompat kebelakang untuk memperbaiki diri. Dia langsung memandang pasukan dibelakangnya.


"Apa yang kalian lakukan, serang bodoh!" teriak Carlos yang merasa ada yang salah.


Jelas sekali Blue tadi berniat untuk menyerangnya. Makanya dia menggunakan keterampilan bertahan dengan cepat.


Pada posisi Blue seperti itu, seharusnya dia tidak bisa menghentikan serangannya. Yang lebih mengerikan Blue mengatakan terlalu cepat, artinya dia menghentikan serangannya dengan sadar.


"Sialan, monster apa yang aku lawan. Menurut perhitungan, aku menggunakan keterampilan bertahan 0,5 detik sebelum serangan mengenai tubuhku!" gumam Carlos yang tidak percaya dengan matanya.

__ADS_1


Sebuah sihir mengurung semua pasukan Carlos. Pelaku utama dari sihir ini adalah Ela, dia mendapatkan telepati untuk menggunakan skill ini.


__ADS_2