
"Hah?" tanya Blue tidak memahami perkataan terakhir Athena.
"Haha, lupakan. Intinya aku dan pembuat sistem tidak akan pernah bertemu. Alasannya sudah jelas, ia tidak mau tersaingi."
"Sombong!"
Semua kejadian ini sudah direncanakan sejak awal pembentukan dunia. Athena adalah eksistensi yang tidak bisa dikontrol, makanya ia dibuang.
Blue disuruh sistem menemui Athena karena sistem juga ingin mengambil pengetahuannya. Namun Athena mengetahuinya dan mengalahkan Blue terus menerus.
"Jadi sistem juga iri padamu?"
"Bukan begitu bodoh, intinya ia ingin mengambil semua isi kepalaku dan menjadi satu-satunya yang terkuat."
"Baiklah, aku mengerti apa maksudmu."
"Oh iya, apa duniaku sudah menemukan jawaban dari ujung dari Black Hole?" tanya Athena dengan penuh semangat.
"Meskipun di bumi sudah menggunakan teknologi nano, kami belum bisa memastikan apa yang ada di ujung Black Hole."
Athena mengangguk dan mulai mengerti siapa yang membuat sistem. "Sekarang aku mengerti, duniamu pasti sudah di datangi orang masa depan. Jadi teknologinya berkembang terlalu cepat, sebagai bukti apa kau tahu teknologi yang di pakai pada mesin virtual Domain Dewa?"
Blue berpikir sambil menundukkan kepalanya. "Desain luar mesin bisa diproduksi oleh semua orang, tetapi inti mesin tidak bisa di produksi orang lain. Jadi..."
"Haha, jadi seperti itu. Orang dari masa depan itu mencoba untuk menyelamatkan kalian dari kepunahan masal. Baiklah, ayo lanjutkan ujiannya."
Blue berdiri dan siap untuk bertarung, matanya tampak tenang. Walaupun sudah waspada, tangan Athena masih bisa memukul kepalanya tanpa perlawanan.
"Bodoh, siapa yang ingin bertarung. Duduk, aku akan mencoba menggabungkan Mana dan Energi." Athena menunjukkan bola energi di telapak tangannya.
"Apa itu?"
"Hasil penelitian tentang partikel pembentuk, benda ini digunakan untuk menggabungkan kedua unsur menjadi satu kekuatan lain."
Blue duduk membelakangi Athena. Bola energi tadi di masukkan kedalam punggungnya, entah apa yang dibaca Athena, Blue merasa semua kekuatannya disedot habis.
Tidak hanya itu, mana dalam tubuhnya juga habis masuk kedalam bola aneh milik Athena. Wajahnya mulai meringis karena tak kuasa menahan sakit.
"Coba kendalikan bola yang aku masukkan kedalam tubuhmu. Jangan terlalu cepat atau terlalu lambat." Athena tampak serius memberikan arahan.
Anehnya Blue langsung bisa mengendalikan bola energi dalam 3 detik saja. Aura aneh berwarna ungu kehitaman muncul dan menelan semuanya.
"Apa?"
Athena terkejut dan mencoba membangunkan Blue. Karena masih terlalu fokus, Athena menendang kepalanya. Namun Blue tidak bergerak sedikitpun.
"Malang sekali nasibmu, Nak."
Mana dan Energi dalam tubuhnya hilang sepenuhnya. Bola energi milik Athena juga menghilang di telan oleh sesuatu yang sangat misterius.
"Argh..." teriak Blue sambil memegang kepalanya. Sebuah ingatan tentang teknik jiwa sekali lagi muncul dalam versi lengkap.
Athena yang merasa menyebabkan ini semua tidak tinggal diam. Ia menggunakan perisainya untuk mencegah energinya bocor dan menggunakan energi kehidupan untuk meredakan sakitnya.
Meskipun Athena adalah orang yang serakah, ia masih dewi yang baik hati. Ia menggunakan beberapa artefaknya untuk menambah kekuatan.
Blue berhenti berteriak, ia mencoba mengendalikan energi dalam tubuhnya. Athena kebingungan, sudah jelas ia melihat energi itu dilahap oleh sesuatu tapi sekarang muncul lagi dalam versi yang lebih aneh.
Rasa penasarannya sekarang hampir seperti Odin, ia menyentuh punggung Blue dan menggunakan teknik rahasia untuk melihat apa yang terjadi.
Energi di dalam tubuh Blue berbeda dari miliknya, Athena semakin penasaran dan mencoba untuk menyentuhnya. Tepat ketika jarinya menyentuh gumpalan energi berwarna ungu kehitaman itu ia langsung di lempar keluar.
"Menarik, energi itu memiliki kehendaknya sendiri. Bocah ini memiliki warisan yang sangat mengerikan."
__ADS_1
Athena mencoba masuk lagi dan memperhatikan perubahan energi dalam tubuh Blue. Ia melihat adanya kekacauan di dalamnya dan sebuah monster kecil ada di tengahnya.
Monster itu membuka mata dan Athena terlempar keluar lagi. Karena penasaran ia mencoba masuk, tetapi tidak bisa.
"Bagus, sekarang kau sudah mempelajari teknik memblokir jiwa." Athena sedikit kesal karena tidak bisa masuk.
Blue menoleh kebelakang dan bertanya, "Memblokir Jiwa?"
"Cepat ceritakan, apa teknik itu?" tanya Athena sambil meremas pundak Blue dengan tatapan penuh keingintahuan.
"Aku mengikuti semua arahan mu, jadi tidak ada teknik yang lainnya." Blue mencoba berbohong dengan kemampuan aktingnya.
Athena menganggukkan kepala dan berkata, "Benar juga, ada monster aneh dalam tubuhmu. Mungkin monster itu yang membimbing tubuhmu sampai sekarang."
Awalnya Blue ingin menyembunyikan teknik yang tiba-tiba muncul di kepalanya. Namun malah iya yang mendapat kejutan dari orang lain. Bukan tanpa alasan, teknik yang muncul di kepalanya mengatakan tidak boleh memberi tahu siapapun. Jadi Blue tidak punya pilihan selain berbohong.
Pemberitahuan muncul.
[Selamat, pemain Blue terlah berhasil menyelesaikan kelas ke empat.]
Athena melambaikan tangan. "Sering-sering datang ya... aku bosan disini sendiri."
Dalam sekejap mata Blue sudah berdiri di tengah badai salju. Kuil Dewi Athena menghilang dari pandangannya.
[Pemain Blue menjadi orang pertama yang berhasil merubah kelas ke empatnya. Sistem menyarankan untuk mengganti kelas.]
Blue mengerutkan kening dan memeriksa kelas yang ia dapatkan dari berguru ke ruang tanpa batas.
[Pendekar Jiwa.]
Tingkat : Rendah
Keunggulan :
Status Kecerdasan akan menghilang dan merubahnya menjadi poin bebas.
Semua yang berkaitan mana akan dirubah menjadi Daya Tahan.
Penambahan 10 poin status setiap level.
5-~ ?.
"Apa-apaan, aku tidak bisa melihat keuntungan kelima!" kata Blue terlihat kesal. Ia sudah mengorbankan 50 miliar energi kehidupan dan hanya mendapat kelas rendah.
Nama : Blue
Kelas :
Pendekar Pedang (Mistik) .
Sword Saint (Mistik) .
Survivor Celah Dimensi (~, pemain tidak akan pernah bisa mendapat kelasnya lagi, kecuali tingkat Legenda atau diatasnya).
Pendekar Jiwa (Rendah).
Ras : Demigod
__ADS_1
Profesi : All Role
- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)
- Arsitek (Mahir)
- Koki (Mahir)
-Pembuat Simbol (Pemula)
Level : 200 (98%)
Kekuatan : 9780
Pertahanan : 4098
Kelincahan : 10157
Daya Tahan : 3250
HP : 362 ribu
[Poin]
Poin Status : 4352
Poin Skill : 4200
Poin Profesi : 17720
[Demigod - Raja Segalanya]
Pengikut : 63,11 juta.
Energi Kehidupan : 12,99 miliar.
(Poin Pengalaman +63.116%)
[200% poin pengalaman belum digunakan.]
Tanpa ragu, Blue menggunakan poin pengalaman yang belum digunakan. Ia langsung naik dua tingkat menjadi 202.
Meskipun begitu, ia pulang dengan wajah lesu karena ini pengalaman pertamanya mendapat kelas keempat. Namun siapa sangka kelasnya hanya tingkat rendah.
Bee muncul dan mencoba menghibur. "Meskipun itu hanya tingkat rendah, coba lihat positifnya. Kau mendapat 10 poin setiap level."
"Mengapa kamu tidak muncul ketika aku bertarung?"
"Tidak bisa, aku sudah mencobanya tapi ada sebuah penghalang yang mengurungku. Aku curiga Athena adalah pembuat sistem itu."
"Aku tidak setuju. Jika ia pembuat sistem, seharusnya dia tahu apa yang aku dapatkan." Blue menunjuk kepalanya.
"Bocah licik, pasti kau menyembunyikan sesuatu."
"Tentu saja, aku tidak mau mengatakan semuanya pada wanita kasar itu!" geram Blue sambil mengepalkan tangannya.
"Meskipun begitu, tubuhnya sangat indah. Bahkan kecantikannya bisa menjadi kelas teratas, Kan?" ejek Bee.
"Aku benci mengakuinya. Dia memang sangat. cantik." Blue malah memainkan perannya sebagai pria mesum.
Setelah perubahan selesai, Blue kembali ke daratan. Ia tidak melihat waktu yang dihabiskan karena cuma beberapa hari di ruang tanpa batas.
__ADS_1
Banyak yang mengira perjalanan 2 bulan dilakukan terus menerus tanpa keluar permainan. Itu salah besar, Blue menggunakan 18 jam untuk bermain dan sisanya untuk tidur dan berlatih.
Meskipun mesin virtual Domain Dewa bisa menyala terus menerus, tubuh manusia tidak bisa bertahan tanpa istirahat.