Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
110. Menjadi Koki


__ADS_3

Penjual sayuran menjawab, "10 Tembaga, harga pas aku tidak menjualnya lebih murah."


"Sebenarnya aku mempunyai restoran cukup besar, jadi apa kamu mempunyai persediaan yang banyak?" tanya Blue sambil tersenyum manis.


Nama : Pello


Pekerjaan : Pedagang Sayur (Penambang Guru)(Pekerjaan dikunci karena masalah keuangan)


Kelas : Manusia


Level : 22


Potensi : 10/140 (Dapat meningkat sesuai pengetahuan tambang)


Jika bukan karena Mata Dewa, Blue tidak akan mengetahui potensi sebenarnya dari Pello.


"Aku hanya pedagang kecil, tidak mungkin memberikan persediaan yang besar. Namun jika kamu memaksa, mari ikuti aku ke rumah untuk melihat ladang," jawab Pello tanpa ekspresi berlebihan.


Dia seperti seorang pedagang yang sudah biasa kecewa, tetapi tetap menunjukkan ladangnya kepada pelanggan.


Setelah berjalan selama 5 menit, akhirnya Blue sampai di sebuah rumah dengan lebar 3 kali 4. Dia juga melihat ada seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya dan 3 orang anak kecil.


"Ladang milikku tidaklah besar, bisa kamu lihat disini," kata Pello menunjuk ladangnya yang berukuran 5 kali 7 meter.


Walaupun jumlah itu tidak besar, Blue masih sangat salut dengan kegigihannya untuk mencari nafkah keluarga. Setelah pembaruan rahasia, Domain Dewa semakin realistis. Bahkan penduduk pribumi sudah memiliki cerita mereka masing-masing.


"Bolehkah aku tahu namamu?" tanya Blue.


"Pello, itu adalah julukan yang aku miliki sejak kecil," jawabnya dengan senyum tipis. Dia sudah mulai nyaman berbicara dengan Blue.


Pello adalah bahasa Yunani yang berarti batu, ketika kecil dia sering bermain batu dan mendapatkan julukannya seperti itu.


"Aku Blue, sebenarnya aku melihat potensi yang berbeda darimu. Apa kamu mau menerima tawaran untuk menjadi penambang?" tanya Blue dangan hati-hati.


Jika Pello kecewa, maka selamanya dia akan kehilangan kesempatan merekrut bakat yang sangat bagus sepertinya. Melihat sedikit kelemahan yang dimiliki Pello, Arief mempunyai kartu as yang belum digunakan.


Kartu itu tidak lain adalah uang. Melihat kondisi ekonomi Pello, dengan gaji yang cukup besar dan jaminan untuk keluarganya, Blue sangat percaya diri bisa membawanya ke Fairy Dance.


"Baiklah, aku akan menerima pekerjaan darimu. Namun aku ingin sepetak rumah yang lebih baik dan jaminan keluargaku," jawab Pello.


Blue sedikit terkejut dengan pernyataannya yang mengatakan bahwa dia setuju. Sehingga Blue tidak perlu menggunakan kartu yang dia miliki.


Setelah bertanya kenapa Pello langsung menyetujuinya, ternyata semuanya karena status Wibawa yang cukup tinggi. Jika ditotal Blue memiliki 400 poin Wibawa, jumlah itu sudah cukup untuk memimpin 400 kesatria setia.


Mereka berdua sepakat untuk pekerja sama, untuk melakukan pekerjaan pertambangan Pello harus menuju Desa Sahara untuk menemui Amelia. Di sana sudah ada rumah dengan lingkungan baik dan pekerjaan yang akan menantinya.


Tanpa menunggu lama, Pello dan keluarganya pergi ke Desa Sahara. Secara tidak sadar Blue telah memotong keberuntungan guild Shadow karena di masa lalu Pello adalah ketua penambangnya.


"Apa sebaiknya aku ikut penyerangan bersama Galaxy Star?" gumamnya melihat punggung Pello yang berjalan cukup jauh.


Sebelumnya dia mendapatkan tawaran untuk menyerang tambang Shadow, tetapi Blue menolaknya karena alasan anggota yang masih butuh pelatihan.


Shadow tidak selemah itu, dia sendiri sudah mengalaminya. Jadi memprovokasi secara berlebihan akan membuat keadaan semakin buruk.


"Bukan saatnya bertindak gegabah, aku sudah melihat sendiri betapa gilanya orang yang bernama Juna itu. Jika terus berlanjut semua anggota Fairy Dance akan terancam," kata Blue sambil menghela nafas.


Untuk mengisi waktu luang, dia berpikir untuk melakukan misi profesi. Targetnya adalah menjadi Koki yang cukup handal untuk membuatkan makanan Bee.

__ADS_1


Sebelum dia beranjak menuju penduduk pribumi yang dimaksud, Pello dan keluarganya kembali. Mereka belum membawa barang bawaan yang cukup.


Misi Tersembunyi (Berikan Bekal pada Pello)


Berikan bekal dengan cara menjadi seorang Koki di Danau Putih.


Hadiah :


- Sertifikat Koki


Blue yang melihat hadiah pemberian istri Pello sedikit terkejut. Sertifikat Koki hanya bisa didapatkan ketika sudah pernah menjadi juara perlombaan.


Keuntungan mendapatkan Sertifikat adalah meyakinkan para pelanggan untuk memakan masakannya. Sayangnya Sertifikat Koki yang diberikan istri Pello tidak mengikat, artinya benda itu bisa jatuh ketika terbunuh.


Blue langsung menuju akademi koki untuk mengambil profesi Koki biasa. Bukan karena dia tidak memiliki informasi tentang misi profesi koki, tetapi dia tidak mempunyai niat untuk menekuni profesi ini.


Tujuan awalnya hanya memasak untuk Bee yang hanya ingin makan daging matang. Jika pemain tidak memiliki profesi koki, memanggang daging akan menjadikannya makanan gosong.


Seperti itulah sistem Domain Dewa membagi profesinya, hal itu dilakukan supaya pemain lebih fokus menekuni profesinya. Tidak seperti Blue yang memiliki profesi All Role.


Setelah sampai, Blue langsung menemui seorang guru untuk meminta misi profesi. Hal ini sering dilakukan oleh pemain awam yang tidak mengetahui bahwa profesi bisa di dapat dari misi khusus.


Banyak pemain yang memperhatikan Blue. Untungnya dia memakai Topeng Setan untuk menyembunyikan identitasnya.


"Paman, aku ingin menjadi seorang Koki. Apa yang harus aku lakukan," kata Blue dengan santainya. Dia tidak menunjukkan rasa hormat kepada guru tersebut.


Namun karena Wibawanya terlalu tinggi, membuat guru itu bersikap sopan padanya. Hal itu karena sistem belum bisa menyembunyikan informasi pemain secara menyeluruh.


Tidak hanya Wibawa yang tinggi, Arief juga seorang Baron Benua Tengah. Artinya semua orang yang tidak memiliki status Baron harus menghormatinya, itulah yang terjadi sekarang.


Ikuti kelas memasak pada jam 3 sore. Jika lulus kamu akan langsung mendapatkan profesi koki.


"Sejak kapan sistem sudah diperbaiki menjadi semakin interaktif?" gumam Arief melihat pesan sistem yang tidak monoton seperti sebelumnya.


Bee yang terbang dengan sayap kecilnya menanggapi, "Bukankah lebih baik jika sistem pendukung pemain lebih baik. Jangan mempersulit diri sendiri, Nak."


"Hai, Bola Bekel. Kamu lihatlah dirimu sendiri yang selalu mengeluh karena tuannya tidak memberikan makan. Setidaknya sekarang aku mempunyai niat untuk menjadi seorang Koki," kata Blue sedang bercanda dengan Bee.


"Siapa yang kamu sebut bola bekel, pangeran ini nampak tampan dan berwibawa. Lihatlah."


Blue hanya memandang dengan wajah datar tanpa memberikan tanggapan apapun. Dia hanya memandang Bee yang sedang membanggakan dirinya.


"Kurang ajar, kamu menghina pangeran ini!" katanya sambil menerjang Blue dengan pukulannya. Namun Bee tidak memiliki skill untuk melukai orang, jadi dia hanya terpental seperti bola bekel yang di lempar kelantai.


Blue tertawa keras melihat usaha Bee yang terlalu berlebihan menanggapi perkataannya. Namun itulah yang membuat mereka semakin akrab.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya jam 3 sore waktu Domain Dewa telah tiba. Kelas memasak dibuka, tanpa sengaja Blue menemukan seseorang yang dia kenal.


Orang itu adalah pemain yang mencetuskan teori tentang kelas bisa menyesuaikan profesi. Di samping itu, Blue memastikan bahwa profesinya yang tingkat biasa bukan sebuah rumor.


"Aku harus berhasil kali ini!" katanya dengan semangat membara.


Anak itu adalah Jamie Oliver, dia adalah anak seorang koki yang baru pensiun karena kecelakaan. Dalam Domain Dewa dia menggunakan nama keluarga, Oliver.


"Jekpot, hari tidak berhenti. Jadi aku harus mulai dari mana untuk memperkenalkan diri," gumam Blue sambil memasang wajah yang aneh.


Bee yang melihatnya sadar bahwa tuannya sedang menyiapkan siasat untuk merekrut orang aneh yang sedang bersemangat. Dia merasa bahwa Blue selalu merekrut orang aneh untuk masuk guild bahkan mencari para rakyat jelata untuk mendampinginya.

__ADS_1


Sebagai seorang pangeran harga dirinya sangat tinggi untuk berdampingan dengan rakyat jelata, tetapi semua keputusan ada di tuannya.


Tanpa ragu Blue berjalan menuju arah Oliver untuk memperkenalkan diri. Namun suara bel terdengar menandakan tes sebagai Koki akan segera dimulai.


Blue yang melihat Oliver berlari seperti seekor kucing yang sedang mencuri makanan hanya bisa menghela nafas panjang. Dia harus sabar dan menunggu lebih lama, jika tidak Oliver akan merasa terganggu.


"Baiklah, mari ikuti kelas memasak terlebih dahulu," gumam Blue dengan santainya.


Setelah dipecat dari Shadow, Arief selalu hidup sendiri dengan masakan buatan tangan. Bukan karena ingin menghemat, tetapi karena ingin menjaga berat badan supaya tetap bugar ketika bermain.


Masakannya tidak terlalu buruk. Dengan memanfaatkan pengetahuannya, Blue mengambil sayuran dan memotongnya dengan presisi. Dia tampak seperti seorang Koki profesional.


Pergerakan pinggulnya saat menggoyang wajan dan menuangkan minyak membuatnya semakin mencolok. Banyak pemain menghentikan gerakannya karena melihat Blue memasak dengan indah.


Dalam memasak ada dua tipe yang sering dilakukan, yaitu memasak dengan keindahan sedangkan yang lainnya memasak dengan perasaan.


Karena Arief tidak pernah memasak degan perasan, dia membuat setiap gerakannya tampak indah dengan kontrol pikiran yang sempurna. Walaupun rasanya tidak akan seenak orang yang menguasai teknik memasak dengan perasan, dia tetap bangga dengan pencapaian.


Suara gesekan sutil dan wajan menghasilkan irama yang dapat dinikmati oleh orang disekitarnya. Bau harum yang tersebar membuat semua pemain berhenti memasak kecuali satu orang.


Blue yang sedikit melirik, Oliver tersenyum tipis. Dia sangat menginginkan orang sepertinya untuk mendampingi Argya.


Di samping itu Oliver adalah pemain jarak dekat, sedangkan Argya adalah penyihir. Jadi keduanya merupakan kombinasi yang sangat bagus.


Percikan api muncul di wajan Blue, dia menggoyang-goyangkannya dan mengaduknya. Setelah beberapa saat, Blue menuangkannya di atas piring. Dia memasak nasi goreng dengan campuran daging rusa.


Bau harum dan sentuhan akhir yang sangat indah membuat semua pemain kehilangan fokus mereka. Namun beberapa orang tersadar dan langsung melanjutkan masakannya.


"Paman, aku sudah selesai. Silahkan nikmati sajiannya," kata Blue sambil sedikit membungkukkan badannya.


Penjurian dilakukan dengan metode semestinya, para juri menyukainya dan memberikan kelulusan tingkat S.


Masakannya tidak hanya enak, tetapi efektivitasnya dalam memasak dan sentuhan akhir yang sangat bagus membuat para juri memberikan penilaian S.


Blue keluar dari ruangan dan segera menemui guru yang memberikannya misi. Tanpa diduga, guru masak memberikan profesi dan sebuah Pisau Masak.


Pisau Masak


Tingkat : Epik


Level : 48 (Mengikuti Penggunanya)


Bonus Status :


- Kekuatan : 48


- Kelincahan : 48


- Meningkatkan 20% konsentrasi ketika memasak.


- Meningkatkan 10% bonus status masakan.


Pisau yang digunakan oleh seorang Koki misterius yang mencintai petualangan. Dia telah melakukan berbagai cara untuk menciptakan pisau yang bisa digunakan untuk berburu.


Pilihan khusus :


Teteskan darahmu dan Pisau Masak akan mengeluarkan potensi terbaiknya. Namun jika kamu melakukannya, tidak akan ada senjata yang bisa kamu pegang kecuali peralatan memasak.

__ADS_1


__ADS_2