
"Aku sebenarnya juga tidak mau ikut campur, bahkan aku cenderung ingin kamu mengambil Pentagon."
Blue mengungkapkan maksud kedatangannya. Dia tersenyum lebar menatap Dimas yang tidak bisa menahan ketenangannya.
"Jadi maksudmu aku adalah calon yang layak untuk mengambil kursi Ketua Pentagon?" tanya Dimas dengan penuh semangat karena mendapat dukungan dari Blue.
"Benar, tetapi kamu harus membuktikan kelayakan dirimu sendiri. Aku yakin orang tuamu juga ingin memberikan kursi ketua guild padamu, tetapi Regina jauh lebih berbakat darimu, Kan?" tanya Blue.
"Seperti yang diharapkan dari Ketua Fairy Dance. Kamu benar-benar bisa melihat situasi dengan sangat baik."
Blue berjalan mendekati Dimas yang tidak waspada sama sekali. "Lain kali jangan membiarkan siapapun mendekat dengan mudah seperti ini," katanya pelan sambil mengeluarkan semua senjata.
Pedang kecil berwarna merah, itu adalah pedang yang bisa meledak jika pelatuknya dilepaskan. "Jangan biarkan Regina menang dalam perang ini, kalau kamu ingin menjadi ketua Pentagon!" kata Blue menatap tajam ke arah Dimas.
Sebagai anak dari organisasi Pentagon, Dimas tidaklah bodoh sepenuhnya. "Apa imbalan yang kamu minta jika aku berhasil menduduki kursi ketua guild?" tanyanya tanpa ekspresi.
"Keluarkan Regina. Suruh dia bergabung dengan Fairy Dance dan tetaplah bekerja sama dengan Fairy Dance apapun yang terjadi atau kalian akan melihat sosok kami yang sebenarnya."
Dimas menghela napas. "Jadi tujuanmu datang kesini untuk mengambil Regina dari Pentagon?" tanyanya.
"Sebenarnya tidak seperti itu, aku justru mendekatkan hubungan kalian. Jika Pentagon berada di tanganmu dan Regina ada di Fairy Dance, tidak akan ada perebutan kekuasaan, Kan?" tanya Blue sambil tersenyum manis.
Setelah mempertimbangkan kerugian yang mungkin diderita Pentagon, Dimas akhirnya menyetujuinya. "Baiklah, aku akan menyerahkan Regina padamu!"
Peperangan dilanjutkan, 15 Raksasa sudah tumbang satu. Sedangkan lainnya sekarat karena serangan dari Dwi.
Eka yang yang melihat kesempatan tidak tinggal diam, dia terus mengayunkan pedangnya sampai semua raksasa tumbang.
Drakula yang tidak tau mau berbuat apa menggunakan keterampilan skala besar untuk menyerah raksasa yang terlihat sangat kokoh.
"Ayo kita coba keterampilan ku yang sudah ditingkatkan, Hell Flame!" kata Drakula menyebutkan nama skillnya.
Sebuah badai sihir api hitam tercipta, 14 Raksasa yang masih hidup terperangkap didalamnya. Dinding yang mengelilingi para raksasa mulai menyempit, kerusakan yang diderita juga semakin tinggi.
"Jangan tinggalkan aku, Badai Petir!" teriak seseorang berambut putih kebiruan. Dia adalah Raul yang sudah menyempurnakan wujud manusianya.
Drakula terkejut dengan perkembangan Raul, dia sudah meningkat tapi masih belum bisa menggunakan wujud manusia sepenuhnya.
Petir besar turun dari langit, angin kencang muncul membuat api semakin besar dan ganas. Petir terus menyambar raksasa dengan sangat ganas.
Semua pasukan yang melihat langsung berhenti berperang, mereka melihat fenomena alam yang begitu mengerikan. Terkena sedikit apinya saja pasti pemain akan mati, mungkin saja pemain terbaik dunia juga tidak bisa menahannya.
Sayangnya itu hanya angan-angan belaka. Pemain terbaik dunia yang berada di papan ranking adalah anak Dewa. Dia bisa menghancurkan semua sihir dengan keterampilannya.
__ADS_1
Julukan anak Dewa di dapatkan setelah mengalahkan Dewa. Mungkin saat ini dia belum bisa mengalahkan Dewa, tetapi yakinlah orang itu sudah sangat kuat saat ini.
Seseorang di hutan belantara bersin setelah dibicarakan para prajurit. "Membosankan, apa tidak ada musuh yang setara denganku. Memangnya ada dimana para Dewa bersembunyi!"
Rambutnya yang panjang diikat dan badan yang terbentuk sempurna. Dia mempunyai kelas Kombat tingkat Legenda.
Disisi lain Blue melihat serangan besar gabungan dari para rekannya menatap tidak percaya. "Sejak kapan Drakula dan Raul menjadi sekuat ini!" katanya.
Kemudian dia teringat perkataan Bee yang mengatakan akan ada sesuatu yang mungkin membuatmu terkejut. Ternyata ini adalah kejutan yang dia katakan, Drakula dan Raul hampir membuka kekuatan ilahi miliknya.
Makanya kekuatan keduanya meningkat sangat pesat. Eka yang melihat badai api dan petir tidak mau mendekat, dia merasakan ancaman ketika mendekatinya.
Drakula dan Raul saling memandang, kedua tangannya diulurkan ke depan dengan posisi ingin mencengkram sesuatu.
"Hancurlah!" kata keduanya bersama sambil mengepalkan tangannya.
Badai yang awalnya hanya berputar-putar, sekarang menyerang dengan sangat aktif. Lingkarannya semakin menyempit, kerusakan di atas kepala para raksasa benar-benar gila.
Tepat setelah salah satu raksasa menyentuh dindingnya, ledakan besar tercipta. Eka yang berdiri paling dekat terpaksa menggunakan perisai di tangan kiri untuk menahan hembusan angin. Dwi yang cukup dekat menggunakan Mana Shield dengan tenang.
Debu akibat ledakan mulai menghilang, bersamaan dengan wujud raksasa yang tidak terlihat. Semuanya mati setelah terkena serangan kombinasi dari Drakula dan Raul.
Sebenarnya bukan karena mereka berdua saja, tetapi peran penting Dwi juga tidak kalah. Setelah Dwi menggunakan keterampilannya, Pertahanan para raksasa jadi menurun. Makanya Drakula dan Raul bisa memberikan kerusakan yang cukup besar.
Azzam dan Azzura langsung pergi meninggalkan musuh yang masih tersisa. Dia mendapatkan perintah langsung dari majikannya, jadi tidak akan menundanya.
Iblis Kecil dan Mahira masih ada di belakang Blue. Mereka tidak bertarung sama sekali karena rencana berjalan dengan lancar.
Sebelum semuanya berantakan ketika 150 pemain muncul dari belakang Pentagon. Mereka adalah keluarga Nakamoto yang dipimpin langsung oleh Nakamoto sendiri.
"Kamu harus berterima kasih padaku, Blue. Temanmu akan tumbang jika tidak ada aku!" kata Nakamoto mengirimkan pesan pada Blue.
"Segera mundur, jangan hancurkan rencana yang sudah aku susun!" kata Blue membalas pesan dengan cepat.
Sayangnya Nakamoto tidak membacanya, dia menganggap bahwa pesan itu hanya ucapan terima kasih padanya.
"Iblis Kecil, Mahira, Azzam, Azzura kita akan menghadapi pasukan Nakamoto. Aku sendiri yang akan menghadapi bocah bodoh itu, jadi kalian singkirkan para elitnya."
"Baik!" kata mereka bersamaan.
Drakula dan Raul terlalu memaksakan dirinya, jadi mereka langsung terlempar ke ruang penyimpanan. Eka dan Dwi mengecilkan tubuhnya menjadi 160 centimeter dan langsung menuju medan pertempuran.
Tugas mereka adalah mengalahkan pasukan Nakamoto yang mengganggu perang saudara untuk membuktikan siapa yang layak menjadi ketua guild Pentagon.
__ADS_1
Lima orang berlari dengan sangat cepat, semuanya menggunakan topeng hitam supaya identitasnya tidak diketahui banyak orang.
Semua orang menggunakan pakaian hitam, jadi pergerakannya di malam hari sangat lancar. Mahira menyadari sesuatu dan berpikir, "Sebenarnya Bos mempunyai kelas pendekar pedang ganda atau pembunuh?"
Dia memikirkan itu bukan tanpa sebab, kecepatan Azam dan Azzura adalah yang tertinggi diantara mereka. Namun Blue bisa mengimbangi setiap geraknya dengan sangat santai.
Alasan Mahira tidak tertinggal karena dia menggunakan sebuah teknik untuk mengikat seseorang. Jadi secepat apapun orang tersebut, Mahira akan mengejarnya.
"Lebih aneh lagi, siapa orang di samping itu. Dia bisa berlari secepat itu tanpa kelelahan sedikitpun," gumam Mahira melirik Iblis Kecil yang menggunakan topeng hitam.
"Kamu bisa memanggilku Iblis Kecil, Tuan sangat menghargai kekuatan yang anda miliki. Jadi anda adalah orang yang pantas untuk mengetahui namaku."
Mahira membelalakkan matanya, jelas dia bergumam sangat pelan. Namun petualang pribumi disebelahnya bisa mendengar dengan sangat baik.
"Iblis Kecil adalah manusia setengah iblis, jadi jangan samakan pendengaran mereka dengan manusia biasa," kata Blue.
Mahira hanya menganggukkan kepala untuk menyetujuinya. "Sekarang aku juga berpikir kamu adalah manusia setengah iblis, Bos!"
Bagaimana mungkin manusia bisa mendengar gumaman seseorang dari jarak 3 meter. Padahal jelas Mahira menggunakan suara paling pelannya.
150 orang berdiri bersiap menghadapai pasukan musuh yang akan datang menjebol tembok pertahanan Pentagon.
Regina melihat dari atas, dia membuka mulutnya ketika pemain ranking muncul untuk membela guild kecil yang dia pimpin.
"Bukankah itu Nakamoto?" tanya Regina pada seorang pria di sebelahnya.
"Benar, aku sangat yakin dia adalah Nakamoto, Ranker Domain Dewa!"
"Bagaimana mungkin dia ada disini. Aku tidak ingat mempunyai hubungan dengan mereka," kata Regina yang kebingungan.
Pria disebelahnya menganggukkan kepalanya. "Aku yakin ini adalah kartu lain yang ingin diungkapkan Fairy Dance."
"Sialan, dia benar-benar ingin aku masuk guild Fairy Dance. Sebenarnya apa yang dipikirkan bocah aneh itu!"
"Anda mendapatkan tawaran untuk masuk ke Fairy Dance?" tanya pria disebelahnya dengan penuh semangat.
"Iya, aku menolaknya karena ingin mempertahankan posisi ketua guild Pentagon. Mungkin terlihat sangat konyol, tetapi ini aku lakukan supaya ayah dan ibu bangga padaku."
Regina menundukkan kepala ketika mengatakannya, dia tidak pernah menyangka kakaknya akan berkhianat dan memilih untuk mengambil kursi yang dia bangun dari bawah.
"Sepertinya anda salah paham dengan tawaran ketua Blue, Nona. Sebenarnya dia ingin mempererat hubungan keluarga anda dengan mengundangmu masuk Fairy Dance?"
Tatapan Regina dan pria itu saling melihat, keduanya ingin saling memahami.
__ADS_1