Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
120. Inti Dunia


__ADS_3

Blue melangkah keluar dengan senyum manis di bibirnya. Ruang bawah tanah segera tertutup setelahnya.


Suara panggilan terdengar dari Jessica.


"Bos, akhirnya kamu bisa dihubungi. Ibu masuk rumah sakit karena penyakitnya kambuh," kata Jessica dalam panggilan suara.


Tanpa menjawab, Arief langsung keluar mesin virtual Domain Dewa. Dia mengingat bahwa ketika umurnya 16 tahun, ibunya masuk rumah sakit karena penyakit asmanya kambuh.


Karena Arief tidak memiliki kendaraan pribadi, dia berlari ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 10 kilometer.


Tubuhnya yang proporsional serta wajah yang lumayan tampan menarik perhatian orang disekitarnya. Tetesan keringan dan rambut yang basah membuat para wanita melongo melihatnya.


Walaupun tidak terlalu tampan, Arief adalah pria yang sangat menarik dengan kulit berwarna putih kecoklatan dan mata yang tajam. Wajahnya yang dingin membuat hati semua wanita langsung tersihir olehnya.


"Siapa pria menawan itu?" kata salah seorang di seberang jalan.


Keempat tanya tidak menjawab, hanya ada satu perempuan yang melihat Arief berlari penuh arti. Orang itu tidak lain adalah Yohana, sayangnya dia belum mengetahui Arief di dunia nyata. Hanya saja cara berlarinya dan auranya nampak sangat akrab untuknya.


Setelah berlari dengan penuh kekhawatiran, Arief akhirnya sampai di rumah sakit. Karena tidak mau membuat kepanikan, dia berjalan menuju resepsionis dengan nafas yang tenang.


"Suster, apa ada pasien bernama Yuliana?" tanya Arief pelan.


Suster yang ditanya langsung membuka komputernya dan menjawab, "Di ruang mawar nomor 2."


Dengan langkah pasti, Arief menuju ruang mawar yang ada di lantai 3. Tanpa sadar dia mengembangkan teknik langkah bayangan. Suara langkah kakinya tidak terdengar, tetapi kecepatannya meningkat.


Dalam waktu singkat Arief sampai di depan ruangan tempat Yuliana menginap. Dia menarik napas dalam-dalam untuk mempersiapkan mental.


Pintu ruang rawat ini dibuka dengan ekspresi senyum manis untuk membuat ibunya senang. "Ibu, aku datang," katanya.


Anehnya di dalam ruangan hanya ada seorang nenek tua dan anaknya. Keduanya langsung menatap Arief yang tampak asing baginya.


Arief melihat nomor kamar, ternyata bertuliskan angka tiga. Artinya dia salah masuk kamar. "Maaf salah kamar," katanya dengan ekspresi aneh.


Dia mengulangi proses yang sama untuk membuka pintu ruang ibunya menginap. Ternyata didalam ada Amelia dan Jessica sedang menunggunya.


Dua administrator Fairy Dance berada disini, jika Arief masih ketua Shadow, maka dia akan memarahi Jessica dan Amelia. Namun sekarang pemikirannya lebih terbuka.


"Ibu, bagaimana keadaanmu?" tanya Arief khawatir.


Yuliana menggelengkan kepala, "Aku baik-baik saja. Jangan terlalu cemas, aku hanya pingsan karena asmaku kambuh."


Arief tahu ibunya berbohong, mana mungkin ada 10 prajurit khusus yang sedang bersembunyi jika hanya penyakitnya kambuh. Kepekaannya terhadap lingkungan meningkat setelah melewati ujian di ruang rahasia.


"Biarkan aku melihat pergelangan tanganmu, Bu," kata Arief mengulurkan tangannya untuk memegang tangan kanan ibunya.


Karena tidak keberatan Yuliana membiarkan anaknya melakukan apa yang dia mau.


Arief mengalirkan prana kemudian mencari sumber penyakit, entah kenapa dia semakin mengerti penyakit ibunya. Dia mulai membuka sedikit segel supaya Yuliana bisa mengalirkan prana dengan baik.


Keringat dingin mulai menetes di dahinya, Arief menggunakan prana murni untuk merusak segel dalam tubuh Yuliana. Membutuhkan banyak perawatan sebelum sembuh sepenuhnya.


Setelah beberapa saat berlalu, Arief menghela napas panjang. Dia tampak kelelahan, karena menggunakan prana terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Ibu, sekarang cobalah mengalirkan prana dalam tubuhmu. Namun jangan memaksakan diri," kata Arief sambil tersenyum manis.


Sesuai permintaannya, Yuliana mencoba mengalirkan prana dalam tubuhnya. Siapa yang menyangka prana halus keluar dari tubuh Yuliana, jelas dia bisa mengeluarkannya, walaupun belum sepenuhnya pulih.


Sepuluh penjaga khusus terkejut melihat Yuliana menggunakan prana, anehnya mereka tidak bisa merasakan prana yang keluar dari Arief.


Dengan wajah gembira, Yuliana memeluk Arief penuh kasih sayang. "Terima kasih, Nak. Aku tidak tahu bagaimana kamu melakukannya, tetapi aku percaya kamu pasti meluangkan waktumu untuk melakukan eksperimen."


Jessica dan Amelia keluar dari ruangan, mereka ingin memberikan waktu luang kepada Yuliana dan Arief.


"Ibu, mungkin aku masih lemah. Namun aku bukan anak kecil lagi, mengapa tidak menceritakan kejadian sebenarnya padaku?" tanya Arief sambil tersenyum.


"Apa maksudmu, Nak?" tanya balik Yuliana memasang wajah kebingungan.


Arief tersenyum manis dan berkata, "Tidak mungkin penyakit asma belaka bisa mendatangkan 10 pengawal. Aku yakin ada permasalahan lebih rumit."


10 pasukan khusus keluar menunjukkan diri, mereka bersembunyi di setiap sudut ruangan. Walaupun tidak menggunakan prana, Arief bisa mengetahui mereka dengan mudah.


Akhirnya Yuliana menceritakan tentang organisasi misterius yang menyerang Pasukan Garuda. Ada banyak korban yang berjatuhan di medan pertempuran. Sebagai seorang mantan Jendral Pasukan, jelas keselamatan Yuliana harus dijaga.


Oleh sebab itu, Pak Tua menyarankan untuk mengasingkan diri masuk kedalam rumah sakit. Keamanan rumah sakit lebih ketat, jadi dapat meningkatkan keamanannya.


Awalnya Yuliana tidak mau melakukannya karena Arief masih diluar sendirian. Dia ingin Arief ikut ke rumah sakit untuk berlindung.


Setelah menjelaskan situasi yang lebih rinci, akhirnya Yuliana menuruti kemauan Pak Tua. Permasalahan tidak sesederhana menyerang dan diserang, tetapi ada kepentingan khusus.


Organisasi misterius telah bertindak terlalu kejam, mereka mengincar para veteran perang. Tidak ada yang tahu tujuan sebenarnya dari organisasi rahasia.


Arief tidak mau ikut campur terlalu jauh, dia masih berpendapat bahwa organisasi misterius adalah cabang dari Perusahaan Aldi. Tujuan mereka tidak lain adalah memberantas semua manusia yang menghalanginya.


"Seperti itulah kejadian yang sebenarnya, aku harap kamu mengerti," kata Yuliana memasang wajah sedih.


Arief memandang Yuliana penuh arti, dia bertekad akan melindungi ibunya apapun yang terjadi. Namun sebelum mencari tahu musuh sebenarnya, Arief harus menjadi lebih kuat.


Mereka berdua berbincang cukup lama, hingga akhirnya Arief pergi untuk melakukan pekerjaannya di Domain Dewa. Dia percaya bahwa 10 pasukan khusus dan ibunya yang bisa menggunakan sudah cukup untuk mempertahankan diri.


Jika orang melihat tindakan Arief, mereka semua akan menganggapnya sebagai anak durhaka. Namun Arief memikirkan kemungkinan lain, jika dia tidak berlatih dan menjadi kuat, bagaimana caranya melindungi ibunya.


Seperti biasa sebelum masuk mesin virtual, Arief mengkonsumsi minuman konsentrasi kelas B untuk meningkatkan konsentrasi.


"Sepertinya aku harus berkembang lebih cepat. Banyak guild yang sudah mengetahui cara mendapatkan Desa terakhir," kata Blue melihat forum diskusi Domain Dewa.


Kerjaan Kediri yang awalnya memiliki 10 desa tersisa, sekarang tinggal 3 desa yang sangat misterius. Bahkan guild besar tidak menemukan misi untuk menduduki desa.


Sebelum melangkah lebih lanjut Blue ingin membuka kotak hadiah yang dia dapatkan.


"Ayo, berikan aku beranda terbaik!" teriak Blue dengan nada penuh semangat. Namun kenyataan berbeda dengan harapannya.


Sistem : Pemain Blue belum memenuhi syarat yang berlaku.


- Harus memiliki level 100


Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, Blue melihat bahwa kotak hadiah yang dia dapatkan mempunyai persyaratan khusus.

__ADS_1


7 kotak hadiah memiliki level 50, 100, 150, 200, 250, 300, dan 350. Sekarang Blue hanya bisa membuka satu kotak yang diberikan Harimau Hitam padanya.


Tanpa ragu, Blue membuka kotak hadiah dengan penuh semangat. Cahaya kuning muncul dari dalam kotak hadiah, sebuah bola bulat terlihat sangat indah.


Blue yang sudah bermain selama 35 tahun tidak mengetahui benda apa yang dia dapatkan. Sampai akhirnya sebuah pemberitahuan sistem menjelaskannya.


Sistem : Selamat pemain Blue berhasil mendapatkan Inti Dunia Pulau Nemo.


Inti Dunia (Pulau Nemo)


Tingkat : -


Level : -


Dapat membuat sebuah Dunia Buatan yang bisa dihuni semua mahluk di Domain Dewa. Untuk membuatnya pemain harus memberikan 100 poin salah satu statusnya dan satu skill untuk pengorbanan.


"Sebenarnya apa Inti Dunia ini, aku tidak pernah melihatnya di kehidupan sebelumnya," gumam Blue sambil mengerutkan kening. Dia tidak menyangka persyaratan membuat Dunia Buatan harus mengorbankan poin status.


Sebelum melakukan pengorbanan Blue berpikir keras. Sebenarnya poin statusnya sangat melimpahkan, tetapi skill yang harus dikorbankan apakah harus tingkat tinggi. Itulah yang sedang dia pikirkan.


Setelah berpikir segala kemungkinan, skill pemain hanya sebuah pilihan yang tidak mempengaruhi hasil. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat Dunia Buatan dengan mengorbankan 100 poin Kekuatan dan Skill Serangan Menubruk.


Bola yang mendapatkan persembahan langsung masuk kedalam tubuh Blue. Sistem memberitahu bahwa dunia Buatan berada di dalam tubuhnya.


Sistem : Selamat pemain Blue berhasil menjadi pemain pertama yang mempunyai Dunia Buatan.


Dunia Buatan (Pulau Nemo)


Luas : 12 kilometer persegi (Bisa bertambah jika mendapatkan Penguat Inti Dunia)


¬ Bangunan : -


¬ Tambang : -


¬ Monster : -


Sebuah daratan Buatan yang hanya bisa dimasuki oleh pemain atau penduduk pribumi yang mendapatkan ijin pemilik (Blue).


Blue langsung mencoba masuk kedalamnya. Pandangannya langsung kabur seperti saat masuk kedalam Domain Dewa.


Setelah membuka matanya, Blue hanya melihat hamparan tanah tanpa ada satupun tumbuhan maupun mahluk lainnya. Artinya sekarang Blue harus membangun sebuah dunia khusus untuknya dan teman-temannya.


"Bagus, sekarang Fairy Dance memiliki tempat persembunyian yang jauh lebih aman dari Desa Sahara." Blue berjalan-jalan menyusuri seluruh Dunia Buatan.


Di ujung dunia buatan ada sebuah dinding transparan berwarna hitam yang tidak bisa di tembus oleh pemain maupun mahluk lainnya. Blue mulai berpikir, "Mungkinkah di Dunia Buatan hanya ada malam hari?"


Untuk memastikan kebenaran dia ingin menghabiskan waktu dengan memburu monster. Blue akan keluar dan memburu beberapa bos monster untuk diambil intinya. Sehingga dia bisa membantu para Administrator mendapatkan inti monster.


Setelah berjalan beberapa langkah, Blue baru sadar ada yang salah dengan waktu yang berputar. Dia sudah berjalan-jalan di Dunia Buatan selama 2 jam, tetapi waktu Domain Dewa masih bergulir selama 36 menit.


Artinya waktu di Dunia Buatan 10 kali lebih cepat dari dunia nyata. "Tempat yang bagus untuk pelatihan. Kapan aku bisa menghubungkan semua desa kedalam Dunia Buatan," kata Blue dalam hati.


Dia sudah memikirkan banyak hal yang bisa dilakukan dalam Dunia Buatan, sebagai contohnya mengembangkan seorang kesatria pribumi atau membuat sebuah penghasil uang dengan tambang emas.

__ADS_1


Sebelum melakukan semuanya, Blue harus mengembangkan semua desa Fairy Dance menjadi tingkat 3. Hal itu untuk memancing lebih banyak orang untuk menambah pemasukan.


__ADS_2