
Mesin virtual Blue sudah memperingatkannya untuk segera keluar dari permainan. Jadi sebelum melihat hadiahnya, Blue keluar untuk menenangkan dirinya.
Di Markas Besar tidak terjadi sesuatu yang perlu di tangani. Sudah ada Jessica, Amelia, dan Yuliana yang akan menyelesaikannya.
Dia duduk bermeditasi di atas kasurnya untuk mengembalikan kondisi terbaiknya. Setelah beberapa saat, langsung masuk kembali ke Domain Dewa.
Setelah berhasil masuk, Blue langsung melihat penyimpanannya. Dia sangat penasaran dengan barang dari bos monster.
"Sesuai yang diharapkan dari bos monster, barang yang di jauhkan sangat menarik," gumam Blue melihat beberapa barang.
[Hadiah :
Desain Senjata Sihir (Meriam Api).
Lampu Mino.
Inti Monster (Level 80).]
[Meriam Api - Rendah]
Senjata sihir yang mirip dengan meriam sihir biasa, tetapi setiap tembakannya mengandung api yang dapat membuat musuh mendapatkan kerusakan terus menerus. Selama Api tidak dipadamkan, musuh akan terus terkena kerusakan 1000 HP.
[Lampu Mino]
Tingkat : Epik
Level : 65 (Mengikuti pemain)
Bonus Status :
Kepintaran +500
Kelincahan +100
Pertahanan +50
Kemampuan khusus :
Memanggil monster mino (Berkepala Banteng dengan tubuh manusia) dengan level yang sama dengan pemain.
Membuat pelindung api di tubuhnya hingga membuat 10% dari HP pemain.
Persyaratan :
- Kelas Pemanggil.
"Mentari akan sangat cocok menggunakan Lampu Mino. Keterampilannya sangat menuntut MP yang besar, dengan adanya senjata ini pastinya dia akan lebih menggila."
__ADS_1
Blue tersenyum manis dibalik topengnya, setelah melihat barang rampasan. Walaupun tidak banyak berguna untuknya, tetapi Lampu Mino akan meningkatkan kekuatan anggotanya.
Meriam Api adalah senjata sihir yang sangat mengerikan. Bahkan 35 tahun ke depan, senjata itu masih digunakan.
Pasalnya Meriam Api bisa mengurangi jumlah penyembuhan yang dilakukan musuh. Ketika sudah mencapai tingkat tinggi, Meriam Api akan berevolusi menjadi senjata pemusnah bagi para pembunuh karena dapat mengurangi Kelincahan pemain.
Setelah memilih bahan yang berharga, Blue segera melanjutkan perjalanan. Pasalnya ruang rahasia tidak selesai sampai bos monster.
Pemberitahuan sistem membuat langkah Blue terhenti. Dia sudah menantikan ujian yang telah disiapkan.
Jalan menuju bawah tanah langsung ditutup, sehingga para perampok yang dikirim ke Rumah Kebangkitan tidak dapat membuat kerusuhan.
[Pemain Blue berhasil menemukan ruang rahasia Pantai Pasir Ireng. Kalahkan penjaga ruangan untuk mendapatkan hadiah]
Sesuai dengan rencana, Blue sampai di depan Gerbang dengan dua patung besar. Karena sudah mengerti sistem jebakan, dia tidak ingin melangkahkan kaki terlalu dekat.
Dia sedang menunggu konsentrasi dua patung mulai merendah. Setelah berdiri selama 1 jam tanpa melakukan apapun, dua patung yang menunggu tidak bisa bersabar lagi.
Mereka berdiri dan menyerang Blue dengan mengayunkan kedua kapaknya. Itulah yang sedang ditunggu Blue.
Sebenarnya dia bisa langsung terbang dan masuk kedalam ruang hadiah secara langsung. Namun pengalaman serupa tidak akan mudah didapatkan untuk kedua kalinya.
Karena tidak mungkin menahan serangan musuh, Blue menggunakan beberapa teknik untuk membelokkan serangan musuhnya. Dengan postur tubuh yang baik, Blue berhasil membelokkan salah satu serangan musuh.
Sedangkan yang satunya harus dihindari karena Blue harus menahan serangan dengan dua pedangnya.
Tidak hanya bertahan, Blue langsung mencuri kesempatan dengan menggunakan Slash untuk memberikan kerusakan ringan.
Karena tekstur tubuh yang keras, lengannya langsung terpental setelah memberikan kerusakan. Tidak mau kalah degan mudah, Blue turun ketanah dan menggunakan Kelincahannya untuk menghindari serangan susulan dari patung penjaga.
Dia sedang menunggu daging Kelinci Kuning yang masih belum di masak. Sembari menunggu tampa sengaja Blue duduk di sebuah altar aneh.
Dua penjaga langsung berhenti bergerak ketika Blue duduk diatasnya. Blue tidak pernah melihat penjaga berhenti bergerak, makanya wajahnya tampak kebingungan ketika melihat para penjaga membantu.
"Apa yang terjadi?" gumam Blue kebingungan.
Sebuah angin kencang datang dari timur, bahkan Blue terhempas beberapa meter kebelakang. Bee mendiri dari tempat duduknya, penjaga gerbang langsung menyerang Blue lagi.
"Menarik, jadi itu adalah pegas untuk menggerakkan penjaga gerbang. Bee tekan pelatuknya!" kata Blue mempunyai rencana aneh.
Tepat ketika angin berhembus, Blue mencoba membelah gelombang angin dengan Tebasan Bintang. Namun hasilnya sangat mengenakan, serangannya kembali sehingga melukai Blue dengan parah.
Tanpa menunggu lama, Blue mencoba membuka ramuan penambah HP dan MP. Ternyata bisa digunakan, dia berencana berlatih menggunakan hembusan angin dari Timur.
Blue terus mengayunkan pedangnya, tetapi hasilnya selalu sama. Dia sedang berpikir bagaimana cara untuk meningkatkan keterampilan Buatan Tebasan Bintang.
Pasalnya ada beberapa kasus pemain bisa meningkatkan keterampilan buatannya dengan latihan khusus. Sayangnya latihan khusus itu tidak dipublikasikan, sehingga informasi tentang peningkatan keterampilan Buatan di sembunyikan sangat dalam.
Blue merasakan ada yang aneh dalam ruangan dan hembusan anginnya. Makanya dia berpikir untuk berlatih disini untuk sementara waktu.
Tidak tahu berapa banyak percobaan yang dilakukannya. Blue terus mengayunkan pedangnya tanpa tujuan yang jelas, Bee mulai bosan dan membaringkan badannya.
"Sungguh pria aneh. Baiklah, biarkan pangeran ini tidur siang."
Sekali lagi Bee membawa bencana. Hembusan angin dari Timur lebih kencang dari sebelumnya, tetapi anginnya sedikit berwarna. Berbeda dengan sebelumnya yang tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1
"Ungu?" gumam Blue sedikit kebingungan.
Dia menggunakan Mata Dewa untuk melihat keistimewaan angin. Namun apa yang dia lihat sangat mencengangkan.
[Hembusan Angin - Energi Jiwa]
Sebuah warisan dari seorang wanita bernama Shen Er yang selalu mengembangkan jiwanya sampai ke tingkat tinggi. Sayangnya wanita itu menghadapi lang dari Dunia setelah peperangan besar yang disebut Ragnarok.
Blue sama sekali tidak mengetahui apa yang itu energi jiwa. Namun instingnya mengatakan bahwa energi tersebut berhubungan dengan prana.
Genggaman tangannya di kencangkan, Blue siap untuk menerjang angin selanjutnya. Tebasan Bintang digunakan untuk menghentikan hembusan angin.
Berbeda dengan sebelumnya, Blue tidak terpental tetapi dia langsung kelelahan. Prana dalam tubuhnya langsung terkuras habis, bahkan sistem memperingatkan untuk segera keluar kembali.
"Apa?" gumam Blue tidak bisa mengontrol tubuhnya.
Hembusan angin akan segera datang kembali, tetapi Blue belum bisa mengontrol tubuhnya. Sehingga dia langsung dipaksa keluar permainan tanpa mengetahui apa yang terjadi padanya.
[Markas Besar Fairy Dance]
Setelah mesin virtual Domain Dewa terbuka, Arief langsung pisang di dalamnya. Napasnya tidak stabil, dia sudah kehabisan energi hanya karena hembusan satu angin yang sangat misterius.
Tidak terasa dia tertidur selama 8 jam lamanya. Padahal hari masih siang, karena tertidur malam sudah datang.
Perlahan Arief membuka matanya. "Mengapa Badanku terasa aneh?" katanya kebingungan.
Tanpa dia sadari Energi Jiwa di dalam tubuhnya sudah aktif sepenuhnya. Sekarang dia tidak akan bisa menggunakan prana biasa seperti sebelumnya, melainkan teknik khusus yang di warisan Shen Er padanya.
Aries Hardiman melihat perkembangan Arief membelalakkan matanya. Pasalnya orang yang menerima warisan seharusnya tidak dapat mengontrol kekuatannya dengan cepat.
Namun Arief berhasil mengendalikannya dengan sangat cepat. "Mungkinkah Bos menyembunyikan sesuatu di Domain Dewa?" gumam Aries Hardiman.
Arief segera berdiri dan melihat jam digitalnya. "Aku tertidur selama 8 jam, artinya di Domain Dewa sudah satu hari. Aku harus segera kembali," katanya sambil bersiap masuk kedalam permainan.
Namun sebelum masuk kedalam permainan, Yuliana menekan bel kamarnya. Tanpa pikir panjang, Blue langsung membuka pintunya.
Namun siapa yang menyangka ibunya terluka ringan. "Ibu, apa yang terjadi denganmu?" tanya Arief sedikit khawatir.
"Aku hanya mempertajam kemampuanku," jawabnya dengan senyum manis.
Walaupun terlihat lusuh, Yuliana tampak senang dengan kemajuan tubuhnya. Pasalnya kondisinya sekarang sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Bahkan cenderung lebih baik dari sebelum di lukai oleh pria misterius.
Keduanya berbincang santai tenang keinginan Arief dalam menghadapi dunia ini. Dia tepat bersikeras untuk mengembangkan permainan Domain Dewa dan tidak ikut dalam permasalahan dunia nyata.
Bukannya tidak mau, tetapi Domain Dewa sudah menjadi jati dirinya sejak kehidupannya terdahulu. Bahkan ketika semua orang tersayang meninggalkannya Domain Dewa selalu menemaninya dan menghibur dirinya.
Berkat keputusannya, Yuliana tampak sangat senang karena dia tidak perlu mengkhawatirkan anaknya. Pasalnya medan perang di dunia nyata jauh lebih kejam daripada Domain Dewa.
Mungkin sekarang tampak seperti itu, tetapi pada masa depan semua orang akan menggunakan Domain Dewa dan membuat peperangan yang sangat besar.
Tujuannya bukan untuk melukai fisik tetapi melukai psikologi lawannya. Bahkan beberapa ada yang mengalami penyakit aneh setelah terlalu lama depresi dengan kekalahannya.
Perusahaan Aldi akan menunjukkan taringnya mulai sekarang. Buktinya sudah dangat jelas, para pasukan musuh Yuliana tidak dapat bergerak menuju Kota Bandar karena kehadiran mereka.
Yuliana sekarang percaya betapa kuatnya Perusahaan Aldi setelah melihatnya sendiri. Dia melihat banyak orang kuat bermunculan, mereka semua sedang mengintai keadaan sekitar.
__ADS_1
Jika ada yang menyalahi aturan pasti para pengintai akan bertindak.