Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Bocah Gila


__ADS_3

Setelah melakukan latihan ringan, Arief merasakan energinya semakin tebal. "Usahaku tidak sia-sia, semoga sudah cukup untuk perubahan kelas ke 4."


Karena penasaran dengan perkembangan guild, ia mencari Leon di ruangan guild master. Langkah kaki terhenti ketika mendengar Fairy Dance telah dikepung super guild.


"Kita tidak punya kekuatan untuk melawan, jangan terlalu gegabah," ucap Yohana yang ditunjuk sebagai penasihat.


Jessica hanya tersenyum mendengar penolakan, Yohana. Sayangnya Arief melarangnya terlalu ikut campur dalam pengembangan guild. Tugasnya adalah menyediakan dana yang cukup dan melatih pasukan khusus untuk keadaan krisis.


Amelia juga diam saja, ia mendapat perintah untuk meningkatkan kekuatan pasukan topeng biru yang dibentuk sejak pengembangan Fairy Dance. Sedangkan jendral perang akan dibentuk oleh ketua guild yang baru.


Regina menawarkan saran. "Kita memang kekurangan tenaga, tetapi bukan berarti tidak bisa berkembang. Mari gunakan cara lama, ayo buat cabang guild di luar pengelihatan para super guild."


"Ini sedikit beresiko, bukankah istana di wilayah Venom sedang dalam perbaikan. Keuangan kita pasti sedang tertekan." Yohana memberikan saran yang rasional.


Buana, Salju, dan Kana tidak memberikan masukan karena mereka sudah berkembang di luar benteng utama.


Buana ada di laut dan sekitar Pulau Karang, divisi mereka mempunyai keuangan yang paling banyak di bawah guild utama. Arief melarang semua divisi memberikan keuntungan penuh, ia sedang mengembangkan sistem yang lebih fleksibel.


Salju berkembang di wilayah barat, guild cabangnya sudah sangat terkenal. Jadi keuangan dan perkembangannya masih stabil.


Karena Galaxy Star sudah hampir hancur, ia hanya menyelamatkan Mawar Putih dan berkembang di luar wilayahnya. Karena Salju menetap di sekitar kota Bandar, Mawar Putih juga ikut dengannya.


Kana memimpin pasukan petualang untuk menjelajahi wilayah timur. Tujuannya adalah mencari pintu masuk ke Benua Timur. Meskipun sudah menjelajahi lautan, ia masih belum menemukan petunjuk.


"Tidak, ini adalah kesempatan kita memberi tekanan pada super guild. Membangun cabang di luar wilayah akan menjadi pukulan bagi mereka." Regina tampak sangat percaya diri. Tugasnya adalah menggabungkan semua kekuatan dan memastikan mereka berkembang.


Yohana adalah wanita yang selalu menggunakan data, jelas Fairy Dance akan kalah jika melakukan tindakan itu. Perlu di ketahui, Benua tengah sudah dikuasi oleh semua guild.


"Anggap saja kita sudah membuat cabang di wilayah lain, apa kau punya usul?" tanya Yohana.


"Wilayah Venom sangat baik, aku sudah memastikannya. Mungkin kau sudah lupa, istana Fairy Dance berdiri megah di sana!"


"Apa maksudmu, bukankah istana itu masih dalam perbaikan?"


"Sebagai penasihat guild master, kau sangat lamban. Istana Fairy Dance sudah berdiri tegap tepat seminggu setelah hancur." Regina tersenyum manis karena ia adalah orang yang mengatur semuanya.


"Tidak mungkin, untuk membangun istana sebesar itu membutuhkan 1 tahun pembangunan dan dana yang melimpah."


Regina juga bertanya-tanya tentang itu, tetapi Arief tidak memberitahunya. "Aku juga bingung, bos mempunyai caranya sendiri."


Jessica menyela, "Ya, aku dapat memastikan istana Fairy Dance sudah berdiri megah. Bos menyuruh semua orang merahasiakannya."

__ADS_1


"Ini gila, berapa uang yang kau keluarkan?" teriak Yohana dengan nada tinggi.


"Tidak banyak," jawab Jessica dengan senyum manis.


"Mengapa kau tidak memberitahu keuangan Fairy Dance, apa aku bukan orang yang bisa dipercaya?"


"Iya, sejujurnya aku tidak mempercayaimu berada di posisi itu. Namun bos memintaku untuk menghormatimu, jadi jangan terlalu berlebihan." Jessica menatap ke arah Yohana.


"Sudah cukup, kita disini bukan untuk membahas uang. Aku bisa memastikan kita punya banyak uang, jadi ayo cari solusi terbaik." Leon melerai perdebatan aneh itu.


Sebenarnya Leon juga penasaran mengapa Arief melarang Jessica membocorkan keuangan Fairy Dance pada siapapun. Bahkan Leon hanya menerima laporan global, untuk simpanannya ia tidak tahu. Namun setelah memimpin guild beberapa bulan, ia menyadari bahwa keuangan guild adalah hal yang paling sensitif untuk mempertahankan keutuhan guild.


"Baiklah, ayo buat cabang di wilayah venom seperti katanya." Yohana menunjuk Regina dengan tatapan kesal.


"Baiklah, ayo berkembang di wilayah Venom dan mengeruk keuntungan lebih banyak." Meskipun jarang bicara, Leon bisa memimpin pertemuan dengan baik.


Regina membentuk tim ekspedisi dan segera menaklukkan gua penghasil Batu Energi. Keuangan Fairy Dance sangat melimpahkan, jadi mereka bisa bergerak bebas.


Super guild sudah menyewa banyak informan untuk mengetahui keuangan Fairy Dance. Jika menghitung kekayaan fisik grup Fairy mereka mempunyai aset 7 triliun kredit.


Grup mereka berkembang sangat cepat karena semua produk investasinya berjalan lancar. Jessica dijuluki sebagai Magic Investor karena berhasil membawa start up kecil menjadi raksasa.


Tidak hanya itu, Jessica berhasil membangun jaringan bisnis yang sangat luas. Bahkan para super guild harus memperhatikan langkahnya.


Disebuah rumah mewah dekat markas Fairy Dance. Arief berdiri di depan pintu masuk dan menekan bel.


Seorang pelayan membuka pintu dan menunduk memberi hormat. "Tuan, silahkan lewat sini."


Arief mengikuti pelayan ke sebuah ruangan yang dihuni oleh satu orang tua, ia adalah Maya Hartono alias Mawar Putih.


"Lama tidak berjumpa," ucap Arief memberi salam.


"Mm, bocah gila. Duduklah, orang tua ini sangat bosan karena tidak banyak bergerak." Maya Hartono menunjuk kursi di depannya.


Arief duduk santai di depannya. "Maksud kedatanganku adalah memberimu kesempatan kedua."


"Haha, nenek ini sudah sangat tua. Sungguh bodoh aku tidak mempelajari seni beladiri di usia muda."


"Mm... Aku bisa mengajarimu seni beladiri yang dapat dipelajari orang tua sepertimu."


"Berapa harga yang harus aku bayar?" tanya Maya Hartono sambil tersenyum tipis. Ia sudah tahu bocah didepannya selalu menginginkan imbalan yang setara.

__ADS_1


"Bawa Fairy Dance menuju puncak dan ajari seseorang yang memiliki sifat sepertimu."


"Siapa dia?"


"Yohana, penasihat guild. Aku merasa dia kurang motivasi untuk berkembang, bagaimana jika mengajarinya selama 10 tahun?"


"Apa seni beladiri yang akan kau ajarkan bisa membuatku bertahan 10 tahun?"


Arief tersenyum manis. "Itu tergantung usahamu, jika rajin berlatih setidaknya 30 tahun bukan masalah besar."


"Setuju. Aku juga masih punya cita-cita mencapai puncak."


Arief berjalan ke belakang Maya Hartono dan mengalirkan prana untuk meluruskan semua aliran energi tubuhnya.


Perawatannya tidak lebih dari 3 menit. Prana mengalir ke semua tubuh nenek tua itu. "Kendalikan aliran prana mu," ucap Arief pelan.


Maya Hartono sangat cerdas, ia bisa mengendalikannya hanya dalam 5 menit. Sejak muda Maya Hartono sudah bekerja keras sendiri.


"Aku benci mengakui ini, anda terlalu berbakat." Arief tersenyum dan pergi keluar dari rumah mewah tersebut.


Maya Hartono tersenyum dan terus bermeditasi, sebenarnya ia dengar tapi mengabaikan pernyataan bocah gila.


Tepat setelah Arief keluar dari ruangan, Salju alias Dinda Hartono pulang sambil menghela napas. "Huh, mereka sudah gila."


Nenek tua berdiri didepannya. "Jangan seperti itu, mereka semua adalah rekanmu."


"Nenek, jangan banyak bergerak. Tolong duduk dan berbaring saja."


"Haha, bocah gila itu mendatangiku dan memberi hadiah." Maya Hartono mengepalkan tangan dan mengeluarkan prana di kepalannya.


"Nenek, anda menjadi pengendali prana?"


"Mm... bocah gila itu yang memberiku. Sayangnya harga yang harus aku bayar cukup mahal." Maya Hartono tersenyum manis.


"Berapa?"


"Pengabdian setia selama 10 tahun."


"Hah, apa aku tidak salah dengar?" teriak Dinda Hartono sambil memegang pundak neneknya.


"Haha, tenang saja. Bocah itu sudah menghitung semuanya. Biarkan aku berlatih beberapa hari dan segera singkirkan para semut yang mengerumuni gula." Maya Hartono tampak sangat semangat karena mendapat kesempatan untuk mencapai puncak.

__ADS_1


Dinda Hartono mengikuti neneknya yang sudah dikhianati oleh semua anaknya. Sungguh menyakitkan ketika membayangkan seorang anak tega memenjarakan ibunya demi uang.


__ADS_2