Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Perang Guild


__ADS_3

Dona dan Bondan memimpin para petarung ke barisan depan. Meskipun mereka tidak terlalu baik dalam pertahanan, kelincahannya sangat baik.


Disisi lain Dona dan Bondan telah mendapatkan kelas Epik yang dapat digunakan untuk membantu seluruh tim.


Sebagian besar pemain yang mengambil kelas Epik atau lebih tinggi akan mendapat dua pilihan. Mereka harus menentukan menjadi kelas petarung yang berfokus pada kekuatannya sendiri atau kelas yang bertarung untuk tim.


Kasusnya berbeda bagi Blue yang selalu memecahkan kalkulasi dari sistem, jadi kelasnya sedikit istimewa.


Chris memimpin guild cabang menuju wilayah timur, ia bersama Ratri, Ina, dan Andriani. Sebagai seroang pemimpin ia berdiri di bagian paling depan melihat semua musuh sudah mengepung Danau Putih.


"Hah, ini sangat merepotkan," ucap Chris lesu.


Ratri mendekatinya. "Kalau merepotkan hilangkan senyum aneh itu. Melihatnya membuatku jijik."


"Haha, jahat kalilah. Aku hanya bercanda, sudah lama bos tidak menyatakan perang pada guild, sekalinya perang lawan super guild."


"Aku juga penasaran, sebenarnya Demon Slayer ada masalah apa." Ina memberikan pendapatnya tentang situasi aneh ini.


Andriani menyela, "Jessica memberi tahu bahwa Ye Mo kalah lawan bos, jadi ia memanfaatkan kekuatan guild untuk menekan kita."


"Haha, hanya orang bodoh yang berpikir bisa melawan bos," ucap Chris yang sudah berlatih di Markas Besar Fairy Dance.


"Jangan menyebutkannya, aku masih merinding dia menghancurkan 50 orang yang sudah bisa mengendalikan prana." Ina memegang kedua lengannya, karena ia adalah salah satu dari 50 orang yang pingsan ketika latihan.


"Untung sesi latihan tidak pernah dipublikasikan. Sungguh malu rasanya tidak bisa mendaratkan pukulan sekalipun dengan 50 orang bersama," ucap Chris dengan senyum kecut.


Saiful muncul tanpa persiapan khusus, ia membawa 4 juta pemain untuk perang. Semuanya tampak biasa saja karena belum menggunakan peralatannya. Satu hal yang pasti, 4 juta orang sudah melewati level 105. Semua itu bisa terjadi karena Saiful adalah pemimpinnya.


Meskipun pada awal permainan ia sangat bodoh, setelah mendapat kesempatan akhirnya ia bisa memperbaiki diri. Sekarang ia memimpin 15 guild kecil yang bersedia melayani Fairy Dance.


Dengan iming-iming menjadi anggota, semua guild mengirimkan perwakilannya untuk berlatih bersama Fairy Dance. Setelah masa pelatihan, para pemain akan memilih untuk tetap di Fairy Dance atau kembali ke guild asalnya.


Semua pemain yang sudah berlatih dengan Samsul, menandatangani kontrak dengan Fairy Dance. Anehnya guild asal mereka tidak ada yang protes malah memberikan pemain lainnya dengan suka rela.


Itulah mengapa cabang guild yang dipimpin Saiful mempunyai anggota yang sangat banyak dan solid. Meskipun sebagian besar dari mereka hanyalah preman kampung.


Leon datang ke medan perang, Jessica dan Amelia ada di sebelahnya menggunakan stelan perang.


"Apa kita harus melakukan ini?" tanya Leon memandang Ye Mo yang masih terlihat kesal karena kalah dengan Blue.

__ADS_1


"Apa kamu takut sekarang!"


"Hah, aku sebenarnya ingin menolong kalian supaya tidak kehilangan muka. Kau tahu, Fairy Dance tidak pernah takut dengan siapapun!" Leon tampak sangat serius saat mengatakannya, semua anggota Fairy Dance bersorak.


"Baiklah, mari kita lihat siapa yang akan pulang."


Leon tersenyum manis. "Ya, majulah!"


50 juta pemain Demon Slayer melawan 13 juta pemain Fairy Dance. Ini adalah perang guild terbesar sepanjang sejarah.


Demon Slayer hanya menggunakan seper sepuluh pasukannya. Sedangkan Fairy Dance menggunakan 100 persen kekuatannya.


Super guild akan kesusahan menggerakkan ratusan juta pemain dalam satu waktu. Jadi Demon Slayer belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Rumah Kebangkitan Danau Putih adalah kunci utama untuk peperangan. Ye Mo menunjuk salah seorang jendral perangnya untuk mengamankan Rumah Kebangkitan.


Sayangnya di sana ada orang misterius yang membawa pedang ganda. Tingginya 2 meter, kulitnya hitam, matanya tampak besar. Ia tidak lain adalah Iblis Kecil yang sudah mencapai level 410.


Dona dan Bondan akan bertugas mengamankan Rumah Kebangkitan. Mereka dan pasukannya dengan cepat berlari ke sana, tetapi pemandangan yang menakutkan telah terjadi.


Semua pasukan Demon Slayer dimasukkan ke dalam kurungan besi ciptaan Serly. Pemain tidak akan bisa keluar sebelum pemilik merestuinya.


"Bos memintaku berjaga disini. Jangan memberiku perintah untuk menyerang musuh!" ucap Iblis Kecil pada Dona.


"Ya, aku sudah mendengarnya. Kau adalah salah satu pengawal ketua, jadi aku tidak akan memaksamu." Dona sadar akan posisinya, walaupun dia adalah petinggi Fairy Dance pengawal ketua adalah prioritas berbeda.


Meskipun mereka hanya penduduk pribumi, semua anggota Fairy Dance menghormatinya. Termasuk Yami dan Rafaela yang sudah bersiap di melakukan perang bersama Cola.


Lius dan pasukan kesatria sihir diperintahkan untuk menjadi lapis kedua. Jika ada kesempatan mereka akan menembakkan sihir dari atas tembok pertahanan.


Rumah Kebangkitan sudah pasti aman selama ada Iblis Kecil, jadi Dona dan timnya akan melakukan beberapa pembersihan di sekitarnya.


Bondan adalah seorang preman, tanpa menunggu perintah ia langsung menerjang kerumunan musuh dan memberikan kerusakan pasti.


Leon mengeluarkan pedangnya, Ye Mo juga tidak kalah. Keduanya adalah pengguna pedang tunggal, bedanya Leon menggunakan katana sedangkan Ye Mo penggunaan pedang bermata dua.


Jessica dan Amelia percaya Leon tidak akan kalah dengan mudah, mereka berdua langsung menyebar untuk menghancurkan musuh di sisi lain.


"Leon, jangan tahan kekuatanmu!" Ye Mo maju dengan langkah kaki yang begitu cepat, Leon tidak berpindah dari tempatnya.

__ADS_1


Kedua pedang beradu kekuatan, Leon masih tampak tenang. Ia percaya dengan senjatanya yang hanya tingkat Epik.


Ye Mo juga sangat percaya dengan pedangnya, ia mencoba menggunakan keterampilan khusus untuk mendorong lawannya.


Namun keterampilan Leon adalah mempertahankan posisi. Dengan gerakan kaki dan membelokkan sudut serangan, ia berhasil menghindari keterampilan musuh.


Gerakan kakinya lembut, tetapi pedangnya bergerak sangat cepat. Leon mencoba memberikan serangan balik.


Sayangnya Ye Mo adalah jenius pedang, ia memprediksi serangan musuh dan melakukan tindakan terbaik.


Leon sudah tahu dia tidak bisa menang menggunakan teknik pedang saja. Makanya dia menambahkan beberapa prana untuk mematahkan prediksi musuh.


Hasilnya sangat mengejutkan, Ye Mo berhasil dipukul mundur.


[Leon memberikan kerusakan - 2300 serangan kritis.]


Tatapan Leon masih tenang, ia sudah bertarung dengan pria yang jauh mengerikan di dunia nyata. Jadi Ye Mo hanyalah orang biasa.


"Bagus, aku kira hanya Blue yang mempunyai kualifikasi untuk melawan. Mari mulai serius." Ye Mo tidak menahan kekuatan prana miliknya, ia menerjang lawan dengan kecepatan tinggi.


Leon masih tenang, pedangnya di ayunan segaris dengan tubuhnya. Kedua pedang beradu terus menerus, suara pedang terdengar sangat nyaring.


Tidak ada yang mau mengganggu pertarungan mereka, Amelia dan Jessica mendapatkan lawan yang seimbang dengannya. Jadi semua orang fokus pada lawan di depannya.


Blue dari kejauhan melihat medan perang. "Wow, sudah dimulai, apa pendapatmu?" tanyanya pada Bee yang sudah siap dengan kotak makannya.


"Pertanyaan bodoh, kalau kau ikut perang semua akan selesai dengan mudah."


"Ayolah, ini semua untuk perkembangan guild. Demon Slayer juga tidak membawa petarung terkuatnya."


"Bukankah Ye Mo ada di ranking 3 dunia?"


"Benar sih, tapi pemain terkuatnya adalah pria bernama Chen Yu."


"Kalau begitu jangan ikut campur."


"Hah, membahas strategi perang denganmu membuatku pusing."


Kana mendengar mereka berdiskusi, siapa yang menyangka ternyata Blue sangat kuat bahkan bisa menghancurkan pasukan 50 juta orang sendiri.

__ADS_1


__ADS_2