Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
198. Misi Tidak Masuk Akal


__ADS_3

Tidak ada penjaga gerbang ataupun orang yang terlihat, Blue sedikit kebingungan. Harusnya ada banyak perampok pribumi yang mempunyai keterampilan bagus disini.


Kemudian dia berjalan perlahan masuk kedalam desa yang sangat sepi. Tidak lupa dia melepaskan prana untuk memastikan keadaan sekitarnya.


"Seperti yang diharapkan. Mereka semua berencana menyergap," gumam Blue pelan. Dia sudah melihat beberapa orang yang sedang bersembunyi.


Namun Blue tidak ingin mereka memusuhinya, untuk mendekati mereka semua Blue perlu memahami bahasa yang digunakan penduduk.


Bee mempunyai pengetahuan yang sangat luas, jadi Blue berencana untuk memanfaatkan kelebihannya itu.


Setelah masuk sampai ke tengah desa, Blue melihat sebuah patung yang tidak pernah dilihatnya. Dia sedikit kebingungan, karena tidak menemukan patung itu ketika desa ini ditemukan.


Setelah melihat tulisan di bawah patung berbentuk manusia, Blue mengitari patung pedang dan sebuah binatang aneh di ujungnya.


"Pedang ini adalah peninggalan Dewa Raphael yang telah mengutuk Alas Purwo. Pada catatan tertulis siapapun yang bisa mengalahkan Dewa Raphael, pemain bisa mendapatkan kekuatan yang setara dengannya." Bee menjelaskan arti dari tulisan di bawah patung pedang.


"Gila, bagaimana mungkin pemain bisa mengalahkan Raphael!" kata Blue dengan ekspresi terkejut.


Bee menggelengkan kepala. "Kamu terlalu cepat mengambil keputusan, mengalahkan disini artinya mencabut pedang kutukan ini," kata Bee melanjutkan penjelasannya.


Selain mencabut pedang dengan panjang 5 meter, mereka harus mengendalikan kekuatan jahat yang ada di dalamnya. Menurut catatan ada mahluk jahat yang di segel dalam pedang tersebut, Bee tidak terlalu bisa membacanya.


"Hydra, mungkin itu cara bacanya. Aku tidak pernah menyangka pengetahuan masih kurang untuk mengarungi dunia ini!" kata Bee menyebutkan nama yang sangat jahat.


Hydra adalah sebuah mahluk berkepala 9, setiap kali di potong maka akan tumbuh kembali hanya dalam beberapa menit.


Pada kehidupan sebelumnya, Domain Dewa mengadakan sebuah cara besar untuk mengalahkan Hydra yang mengamuk di bibir pantai laut selatan. Banyak pemain yang kelihatan level dan uangnya karena acar tersebut.


Namun tidak ada yang menyerah untuk mengalahkan Hydra, perusahan Aldi telah membocorkan hadiah yang akan mereka dapatkan jika mengalahkan monster Hydra.


Mahkota Naga Laut, itulah yang akan mereka dapatkan. Benda itu memungkinkan pemain untuk mengendalikan gerombolan naga laut.


Akhirnya ada super guild yang berhasil mendapatkannya. Mereka berhasil mendominasi lautan sampai Blue kembali ke masa lalu.


Tidak hanya dapat mengendalikan nada laut, pemain juga mendapatkan status yang sangat gila. Blue tidak mengetahui status apa yang didapatkan, terapi ketua super guild tersebut menjadi pemain terkuat nomor 22.

__ADS_1


Padahal awalnya dia hanya pemain terkuat nomor 192. Lompatan kekuatannya sangat hebat, artinya status yang diberikan tidak sedikit.


Melihat tingkatan benda saja semua orang sudah tahu bahwa Mahkota Raja Laut bukan barang sembarangan. Perusahaan Aldi mengatakan bahwa Mahkota Raja Laut bisa mencapai tingkat tertinggi dalam permainan.


Sepengetahuannya, barang dengan tingkat tertinggi adalah Maha Kuasa. Namun terlalu berlebihan menganggap Mahkota Raja Lautan sebagai benda Maha Kuasa.


Pasti Perusahaan Aldi hanya mengungkapkan berita bohong tentang Mahkota Raja Laut untuk meningkatkan minta pemain. Disisi lain mereka ingin menurunkan level para pemain top supaya tidak terlalu jauh dengan lainnya.


Blue adalah salah satu orang yang harus kehilangan 15 levelnya ketika melawan Hydra. Namun acara itu harusnya terjadi ketika Domain Dewa sudah berjalan selama 10 tahun.


"Sekuat apa Hydra itu?" tanya Blue kepada Bee yang mencoba menerjemahkan catatan di bawah patung pedang.


Bee mengeluh dagunya beberapa kali. "Aku tidak tahu pastinya, tetapi yang pasti kamu harus mengalahkan Hydra yang tersegel dalam pedang," jawabnya.


Ada orang berbadan tinggi dengan kulit berwarna hitam. Dia mendengar pembicaraan Bee dan Blue dari kejauhan, bisa dibilang pendengarannya sangat hebat.


"Apa kamu pemain?" tanya orang hitam itu pelan.


Blue terkejut karena ada penduduk pribumi yang menyadari keberadaan sistem dan kemampuan para pemain.


Nama : Tobias


Jabatan : Kepala Desa Alas Purwo


Kelas : Tidak punya (Tersegel)


Level : 9


"Kamu salah tempat, Nak. Kami hanyalah orang lemah yang ingin keluar dari kutukan Raphael!" kata Tobias dengan nada tinggi. Dia tampak sangat membenci Raphael yang telah memberikan mereka semua kutukan.


Kutukannya adalah menyegel semua orang di delam desa, hanya para pemain yang bisa masuk kedalam desa. Itulah alasan kenapa desa tetap aman walaupun banyak monster kuat disekitarnya.


Begitu pula para penduduk desa alas Purwo juga tida bisa keluar dari desa karena dihalangi oleh sebuah kubah transparan.


"Sebenarnya aku memiliki beberapa cara untuk membebaskan kalian. Namun resikonya sangat tinggi, aku menginginkan bayaran besar," kata Blue dengan senyum manis di bibirnya.

__ADS_1


Dia sudah mulai memasang jaring supaya para penduduk terikat dengannya. Karena mereka sadar akan sistem, sudah dipastikan mereka akan terkena dampak kontrak.


Tobias menggelengkan kepala sambil menghela napas. "Sejujurnya kami semua adalah penjaga kecil di Neraka. Karena Raphael sudah berhasil mengguncang Neraka, kami jadi tawanan perang."


Blue mendengarkan dengan saksama setiap kata yang keluar dari mulut Tobias, bisa saja perkataannya adalah sebuah petunjuk yang mungkin mengarah ke sebuah misi tersembunyi.


Ternyata Tobias dan seluruh penduduk desa tidak bisa mati seperti seorang pemain. Mereka adalah penduduk pribumi yang bisa hidup kembali setelah mati.


Makanya semua orang mencoba bunuh diri ketika ada pemain atau monster. Beberapa penduduk sudah mulai muak dengan hidup, makanya banyak orang yang bunuh diri. Sekarang hanya ada penduduk pribumi yang mempunyai keinginan tinggi untuk hidup.


Setelah menjadi tawanan perang, Tobias dan semua rekan-rekannya tidak ditebus oleh Neraka. Makanya sekarang mereka berakhir seperti sekarang.


"Sungguh tragedi yang sangat menyentuh. Bukankah ini sebuah kesempatan untuk kalian semua," kata Blue dengan suara sedikit keras. Dia melakukannya supaya semua orang yang bersembunyi mendengarnya.


Semua orang yang sedang bersembunyi menundukkan kepalanya, mereka sedang memikirkan perkataan Blue yang mungkin menjadi kesempatannya menjadi orang lebih baik.


Tobias memberikan sebuah sarung tangan berwarna hitam kemerahan. Sarung tangan itu adalah barang yang digunakannya untuk melawan Raphael.


Namun hasil akhirnya sudah sangat jelas. Tidak hanya level Tobias yang turun drastis, semua benda berharga miliknya sudah di rampas.


Melihat semua alat berharganya di rampas oleh Pasukan Raphael, Tobias hanya dia ditempat tanpa melawan sedikitpun.


Dia merasa bahwa Tobias adalah pendekar tangan kosong yang sangat kuat. Blue harus mengakui bahwa Tobias mempunyai kemampuan bertarung yang bagus.


"Sebelum kami memutuskan tindakan, mohon tunggu sampai matahari terbit!" kata Tobias sambil berjalan menuju ruang pertemuan.


Setelah Tobias dan sejuta rekan-rekannya mengadakan rapat, Blue manfaatkan keadaan dan mencoba mencari barang berharga lainnya.


Sebuah pemberitahuan sistem membuat Blue harus tersenyum kecut. Dia tidak menyangka Perusahan Aldi berani akan ikut campur dalam penguasaan prana miliknya.


Alasan Blue mengetahui mereka semua dari kehidupan sebelumnya.


[Cabut Pedang dan Tata desain 0/1]


"Sungguh gila, aku disuruh mengangkat benda seberat 100 kilogram." Dia segera memikirkan. Cara untuk masuk kedalam dungeon yang dimaksud Blue.

__ADS_1


__ADS_2