
"Hah?"
Blue kebingungan mendengar pernyataan Athena yang begitu misterius.
"Menurutmu mengapa aku bisa berakhir disini?"
"Karena terlalu pintar, Kan?"
"Haha, kau salah. Aku disingkirkan karena bisa melengserkan kedudukan para dewa."
Athena menceritakan kejadian lengkap tentang dirinya dimasa lalu. Odin yang iri dengan kedudukan Zeus, Hermes yang memilih ayahnya dibandingkan ibunya, dan semua orang yang berhubungan dengan di kurungnya Athena di ruang tanpa ujung.
"Kamu menggunakan mana atau energi?"
"Aku menggunakan keduanya, mana untuk mengaktifkan skill dan energi untuk memperkuat serangannya."
"Wow, menarik. Ayo serang aku." Athena mengeluarkan perisai bulat yang dinamakan Aegis dan tombak kecil.
"Meskipun anda wanita, aku tidak akan menahan diri!" kata Blue sambil menarik dua pedang di punggungnya. Matanya menatap tajam kearah Athena, kakinya melangkah dengan kecepatan tinggi.
Ayunan pedangnya terlihat sangat berat, Blue tidak membatasi dirinya. Ia menggunakan semua teknik yang ia miliki.
Namun Athena hanya tersenyum sambil menangkis semua serangan lawannya. HPnya tidak bergerak sedikitpun, serangan pasti milik Blue tidak bisa menggores.
"Haha, jadi ini kekuatan yang ingin kau tunjukkan. Bahkan prajurit terendah akan membunuhmu dengan mudah." Athena mengejek Blue yang hampir kehabisan stamina.
Blue tidak menjawab, ia duduk dan bermeditasi untuk memulihkan stamina dan konsentrasi. Seluruh tubuhnya di selimuti energi berwarna ungu kehitaman.
Athena melihatnya dengan mata terbuka lebar. "Jadi ini keistimewaan para pemain, kalian bisa menggunakan energi dan mana di saat yang sama."
Blue berdiri lagi dengan stamina dan konsentrasi sudah pulih. "Itulah yang sedang aku maksud."
"Jika disuruh memilih, kau menginginkan Energi atau Mana?"
Blue berpikir keras, ia mencari jawaban terbaik untuk memecahkan masalah itu. "Sejujurnya aku tidak bisa menjawabnya, tetapi jika disuruh memilih aku lebih baik kehilangan Mana."
"Berikan alasannya."
"Aku kurang lihai menggunakan sihir, keterampilan terbaikku adalah teknik pedang. Jika kehilangan energi itu akan sangat sulit untuk mengembangkan diri."
Athena tersenyum manis. "Kau sudah menemukan jawabannya dengan cepat. Sekarang aku mulai merasa rendah di depan anak muda sepertimu."
"Melihat dari penampilan kita, seharusnya kau seumuran denganku." Blue merasa dirinya sebanding dengan Athena.
"Haha, bocah bau. Aku bisa mempelajari sihir ketika baru lahir dan menelitinya selama 1200 tahun. Kemudian mencari jawaban tentang energi selama 2100 tahun dan meneliti keduanya selama 700 tahun. Kau anggap kita seumur!"
"Tapi pada akhirnya kau tertipu dan masuk ruangan aneh ini." Blue tersenyum manis pada Athena yang menyombongkan diri.
"Ah... benar juga. Sungguh bodoh aku terlalu mempercayai para saudaraku yang licik itu." Athena tampak lesu ketika mengatakannya.
__ADS_1
[Ujian pertama Athena telah selesai.]
"Ujian pertama sudah selesai, jadi kau sudah menemukan jawabannya?" tanya Blue.
"Orang menyebutku dewi kebijaksanaan, jika memecahkan masalah mudah ini tidak bisa, aku akan malu menyandang gelar itu." Athena membanggakan dirinya dan mengangkat perisai di tangan kirinya.
Sebuah kubah energi muncul, Blue dan Athena berada didalamnya.
"Ayo mulai ujian kedua!" kata Athena sambil mengarahkan perisainya pada lawan.
Karena Blue sudah pulih, ia menyerang Athena sekali lagi. Serangan pedangnya tidak bisa menembus pertahanan Athena, Blue berpikir keras untuk memecahkan misteri dari kekuatan lawan.
Tiba-tiba ia teringat perkataan Athena yang bertanya tentang Mana dan Energi. Blue menghentikan serangannya, ia memejamkan mata dan menggunakan aura pemberian Kheos.
Tangannya berubah hitam, pedangnya diselimuti energi ungu kehitaman. Setelah beberapa saat, Blue membuka matanya.
Kakinya melangkah perlahan, tiba-tiba ia sampai di depan Athena. Namun Athena bukan orang biasa, ia dengan mudah memblokir serangan musuh.
Bedanya sekarang kerusakan muncul di atas kepala Athena. Blue tersenyum manis melihat kerusakannya berwarna merah, walaupun tidak terlalu berpengaruh.
[Blue memberikan kerusakan - 2000, serangan kritis.]
Athena tersenyum dan mulai serius, luka yang ia terima langsung sembuh. "Bagus, sepertinya kau sudah mengerti!"
Tombak di tangan Athena langsung menghilang, tiba-tiba Blue terkena kerusakan mematikan.
Tangan Athena memegang tombaknya yang hilang tadi. Senyumnya semakin lebar ketika melibat Blue terkejut.
"Bocah bau, sepertinya kau terkejut dengan trik kecil seperti ini!" kata Athena dengan nada menghina. Tujuannya tidak lain untuk membangkitkan semangat lawannya.
"Haha, mari gunakan sedikit trik." Blue membelah dirinya, ia mengunakan keterampilan yang didapat dari Celah Dimensi.
Blue tidak menggunakan mana untuk mengaktifkan keterampilannya, ia mencoba mengendalikan prana untuk meniru gerakan skillnya.
Ternyata benar, prana bisa menggantikan Energi atau Mana. Blue mencoba mengaplikasikannya dengan teknik celah dimensi, hasilnya sungguh mengejutkan.
Tiga bayangan muncul dengan penampilan sempurna, ketiganya langsung menyerang dengan kekuatan penuh.
Athena dengan santai menusuk tubuh asli Blue. "Trik murahan seperti itu tidak akan bisa menipuku!"
"Bukankah kita terlihat sama persis?"
"Beda, tubuh utamamu menggunakan energi, sedangkan bayanganmu hanya segumpal Mana yang memadat. Sungguh keterampilan yang unik." Athena menjelaskan kelemahan Pemecah Pikiran.
Blue tidak mau menyerah, ia menggunakan stealth dan menggunakan pengubah kerusakan menjadi 1. Ia muncul dibelakang Athena dan menyerang dengan pedangnya.
Namun perisai Athena dengan mudah memblokirnya, tidak ada kerusakan sedikitpun yang diderita Athena.
"Kau berhasil menipu mataku, sayangnya kau lambat dan lemah." Athena mengatakan fakta yang ia dapatkan.
__ADS_1
"Baiklah, mari pertaruhkan semua!"
Blue berhenti sejenak, ia memejamkan mata dan mengalirkan energi ke seluruh tubuhnya. Setelah beberapa saat, ia membuka mata dan berkata, "End!" prana muncul di sekujur tubuhnya.
"Wow, kamu tahu cara meningkatkan energi dengan paksa. Ayo tunjukkan padaku seberapa kuat dirimu!" kata Athena dengan penuh semangat.
Blue menyerang Athena sepeti orang gila, tetapi Athena berhasil memblokir serangan musuh dengan dengan mudah.
Dua pedang silih berganti menyerang perisai Athena, tetapi tidak dapat menggores Aegis sedikitpun.
Aegis terbuat dari bahan yang tidak diketahui, menurut rumor ia diciptakan dari material pembentukan dunia. Makanya ketahanan sangat tinggi, bahkan senjata petir Zeus tidak akan menghancurkannya.
Blue kehabisan napas karena terlalu memaksakan diri, ia berlutut didepan Athena yang tidak mungkin dikalahkan.
"Haha, bocah bau. Kau tidak berhasil mengurangi 1% darahku."
"Darah?"tanya Blue kebingungan.
"Darah sama dengan HP. Mungkin kau sudah melihatnya di atas kepalaku," kata Athena yang tidak bisa menggunakan sistem.
"Mengapa kau menyebutnya darah?"
"Darah dan HP mempunyai arti yang sama, tetapi sebenarnya mereka jauh berbeda."
[Ujian Kedua berhasil, lanjutkan misi dengan mendengar penjelasan Dewi Athena.]
Blue tanpa sadar melirik dan membaca pemberitahuan sistem. Ia sedikit tersenyum karena misinya lebih mudah dikerjakan.
"Sepertinya kau sudah berhasil menyelesaikan misi kedua. Mari lanjutkan misi ketiga dengan mendengarkan ceritaku tentang darah dan HP."
Athena menjelaskan teori singkat tenang Darah Kehidupan. Tidak lupa ia membandingkannya dengan HP milik pemain.
"Jadi Darah Kehidupan adalah titik dimana manusia sudah kehabisan waktunya untuk hidup. Sebaliknya, HP adalah sebutan para pemain untuk menjelaskan Darah Kehidupan secara singkat." Athena mengajari Blue dengan penuh semangat.
"Apa bedanya Darah Kehidupan dan Energi Kehidupan?" tanya Blue sedikit penasaran dengan Demigod.
"Wow, kau bahkan mengetahui Energi Kehidupan milik para dewa. Singkatnya Energi kehidupan adalah berkah yang bisa digunakan para dewa. Semakin banyak energi kehidupan, maka dewa itu akan disegani."
"Ketika menjadi Demigod tingkat puncak, berapa energi kehidupanmu?"
"700 Triliun, itupun tergolong sedikit dibanding dengan Hermes dan Ayah. Sekarangpun aku masih menerima energi kehidupan karena beberapa makhluk memujaku."
"Bagaimana Demigod yang tidak pernah mencari pengikut mempunyai energi kehidupan sebanyak itu"?
"Energi kehidupan tidak selalu berkaitan dengan pengikut. Memangnya kau demigod?" tanya Athena yang merasa Blue bertingkah aneh.
"Ya, aku Demigod tingkat Rendah."
Athena menggunakan mata khusus untuk mencari energi dewa. Namun ia tidak bisa menemukannya karena Dual Secret Sword memblokirnya.
__ADS_1