Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
216. Pembukaan Kompetisi


__ADS_3

Arief mencoba untuk berdiri, dia tidak merasakan tangan kanannya. Seketika dia langsung menghela napas dan berkata, "Tangan kananku tampaknya patah atau keseleo."


Dengan santainya Arief mengangkat tangan kanannya dengan tangan kirinya. "Hah, untung saja cuma keseleo."


Beberapa gerakan diperlihatkan Arief, Jessica tampak serius melihat bosnya sedang meregangkan kakinya.


Sangat aneh ketika tangan yang sakit, tetapi Arief melemaskan kakinya.


Setelah melemaskan kakinya, Arief menggerakkan kepala dan menggenggam pergelangan tangan kanannya menggunakan tangan kiri.


"Kreek!" Suara tulang terdengar sangat keras.


Ekspresi wajah Arief tidak berubah, itulah yang membuat Leon dan Amelia melebarkan mata tidak percaya dengan tindakan yang dilakukan orang didepannya.


Sedangkan Jessica berbeda, dia menatap bosnya dengan serius. Bukan karena terkejut, dia sedang mempelajari teknik yang digunakan bosnya.


"Menarik, jadi setiap tubuh manusia terhubung," gumam Jessica sudah mengerti mengapa Arief menggerakkan kaki, kepala dan punggungnya.


Leon dan Amelia langsung mengalihkan pandangannya ke Jessica. Mereka berdua masih tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Arief.


Arief menggenggam dan melepaskan tangannya. "Sepertinya sudah membaik, baiklah ayo kembali," katanya memandang Jessica dan lainnya.


Ketiganya berdiri mereka keluar dari ruang latihan, sedangkan Arief membawa Oliver yang pingsan.


Dua hari telah berlalu, Arief tidak masuk ke Domain Dewa sekalipun. Dia berfokus untuk menyembuhkan badannya yang hampir remuk karena di hajar habis-habisan.


"Sepertinya sudah membaik," kata Arief melihat lengannya yang sudah tidak terlalu membengkak. Dia melilitnya dengan perban dan menggantungnya supaya tidak terlalu banyak gerak.


Arief berdiri dan mengambil ponsel di atas almari kecilnya. "Jessica, siapkan mobil dan anggota yang akan mengikuti Kompetisi Nasional. Mari kita berangkat lebih awal."


Dengan level 83, jelas Arief adalah orang yang mempunyai level paling rendah. Namun dia yakin bisa mengalahkan pemain level 100 atau dibawahnya.


Kemampuan bertarungnya juga cukup baik, sehingga melawan pemain dengan keterampilan sedang akan menjadi sangat mudah.


Karena membawa 25 orang, Jessica menyiapkan mini bus mewah. Harga yang dibandrol untuk satu unitnya sekitar 2 juta kredit.


Tidak ada orang yang terkejut melihat mini bus tersebut, kecuali Arief yang kebingungan. Dia tidak pernah mengira hanya untuk Kompetisi Nasional, Jessica mengeluarkan uang yang cukup banyak.


Setelah mengkonfirmasinya, ternyata bus mini tersebut adalah pemberian dari sponsor resmi Fairy Dance.


Ada sebuah sponsor yang memberikan dua juta kredit dengan cuma-cuma pastilah perusahan yang besar. Namun siapa yang menyangka perusahan yang memberikan bus mini adalah ayah dari Amelia, Roni yang sudah memiliki beberapa pencapaian pada hidupnya.


Amelia tidak membantu sedikitpun ayahnya masuk Kedalam Fairy Dance, artinya Roni berusaha sendiri untuk menjadi sponsor resmi Fairy Dance di Kompetisi Nasional kali ini.


Sebenarnya Roni sangat ingin melihat anaknya bertanding di Kompetisi Nasional, tetapi manejemen Fairy Dance mengatakan bahwa Amelia tidak akan ikut dalam kompetisi.


Jadi dia sedikit kecewa mendengarnya, tetapi Toni akan tetap datang untuk melihat pertandingan. Dia berhutang budi pada Arief yang telah menolongnya dari jurang kematian.


Perjalanan menuju Ibukota Mojoroto memakan waktu selama 7 hari. Sehingga Arief dan kawan-kawan akan terus berlatih di jalan.


Orang yang ikut pertandingan ada 15 orang, sedangkan 10 lainnya akan mendukung mereka semua.

__ADS_1


Pemain yang akan bertanding tidak lain adalah Arief, Leon, Qin Huang, Dona, Bondan, Aji, Bima, Mahira, Ayunda, Chris, Kana, Horizon, Ridho, David, dan Rori.


Mereka semua adalah orang yang sudah siap fisik maupun waktu. Sedangkan anggota lainnya sedang sibuk mempersiapkan pertarungan melawan Pentagon.


Jika benar ada peperangan besar, Fairy Dance akan kesusahan karena anggota penting mereka mengikuti Kompetisi Nasional. Itulah yang akan dipikirkan orang-orang, tetapi kenyataannya berbeda.


Arief tidak menggunakan kekuatan utama untuk mengikuti Kompetisi Nasional, dia menggunakan beberapa kekuatan inti Fairy Dance, sehingga pertahan mereka masih tetap sekuat sebelumnya.


Tidak terasa tujuh hari udah berlalu, akhirnya rombongan Fairy Dance sampai di tempat kompetisi nasional.


Tempat yang akan dipakai tidak main-main, panitia menggunakan lapangan utama Ibukota Mojoroto untuk melaksanakan acara.


"Wow!" kata Bondan yang tidak pernah melihat gedung olahraga yang sangat luas. Dia tidak menyangka manusia bisa membangun bangunan seindah itu.


Beberapa orang memandang Bondan, mereka menatap jijik padanya karena merasa bahwa Bondan terlalu norak atau sering disebut kampungan.


Arief menepuk pundaknya. "Ayo jalan, kita sudah sedikit terlambat untuk melihat bangunan besar ini."


Leon merasa kebingungan melihat Arief yang tampak sangat terbiasa dengan suasana sekitarnya. Dia mengerutkan keningnya curiga.


Merasakan kecurigaan Leon, Arief memberikan sebuah gulungan kertas yang berisi peta gedung olahraga ibukota.


"Informasi adalah senjata yang paling mematikan. Jadi jangan lewatkan sedikitpun detailnya," kata Arief pelan.


Dia mengetahui bahwa Leon adalah anak yang sangat pintar. Walaupun tidak secerdas Arief, Leon memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi. Jika diasah terus menerus, orang jenius ataupun cerdas tidak akan bisa mengalahkannya dalam hal apapun.


Rombongan Fairy Dance berjalan menuju tempat peserta, mereka tidak dipedulikan oleh semua orang karena tidak terlalu terkenal di ibukota.


Semua orang langsung berbondong-bondong berlari menuju 25 pria tampan yang mengenakan baju warna hitam mengkilat.


Arief tidak terpengaruh oleh suasana, dia tetap berjalan menuju ruang peserta. Sayangnya anggota Fairy Dance lainnya penasaran dan berhenti untuk melihat kejadian tersebut.


Tanduk Iblis adalah sebuah guild peringkat 1, kekuatannya hampir setara dengan Pentagon. Namun masih dibawahnya karena Tanduk Iblis hanya menerima anggota pria yang mempunyai paras menarik.


Bos dari Tanduk Iblis memang menggunakan ketenaran guild untuk mencari penghasilan yang melimpah. Kita tahu sendiri bahwa wanita adalah sumber dari uang yang paling besar.


Maka dari itu, Bos Tanduk Iblis memanfaatkannya untuk memperkaya diri. Namun siapa yang menyangka idenya sangat sukses dan memberikan keuntungan yang sangat besar.


Para sponsor juga masuk silih berganti, sehingga Tanduk Iblis bisa merekrut orang lebih banyak. Sekarang mereka hampir setara dengan Pentagon dalam segi jumlah anggota. Namun secara kualitas, jelas Pentagon jauh diatasnya.


Ketika semua orang sedang bergerombol mengerumuni para anggota Tanduk Iblis, termasuk anggota Fairy Dance yang penasaran dengan tampang para idola.


Berbeda dengan Arief yang berjalan menuju seorang wanita berkulit hitam serta rambut hitam keriting.


"Halo," sapa Arief sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Wanita hitam itu hanya memandang Arief kemudian memalingkan wajahnya kembali. Dia adalah salah satu anggota guild Pelindung Naga.


Melihat wanita tersebut tidak membalas sapaannya, Arief menarik tangannya. "Mengapa kamu sendirian disini?" tanyanya sambil tersenyum tipis.


"Menunggu teman." jawab wanita hitam dengan singkat.

__ADS_1


Kita semua tahu, Arief tidak akan tertarik dengan orang yang tidak terkenal. Wanita hitam dengan rambut keriting itu adalah Gebby, Si Penjinak Naga.


Dimasa depan dia akan menjadi ketua guild Penjaga Naga, kemudian berhasil menjinakkan seekor naga sebagai familia miliknya. Menurut informasi yang terpercaya, Gebby memiliki kelar tingkat Legenda, Kesatria Naga Hijau.


Dia berhasil menjadi pemain pertama yang menyelesaikan salah sayu Dungeon tingkat 700 yang sangat sulit untuk diselesaikan.


Kala itu Shadow juga mencoba keberuntungan, Arief memimpin pasukannya untuk menaklukkan Dungeon namun hasilnya sangat tidak terduga. Shadow hanya bisa sampai di ruangan pertama dari 13 ruangan.


Arief hanya bisa menggigit jari ketika semua anggota termasuk dirinya disingkirkan oleh satu monster penjaga ruangan.


Karena Gebby berhasil menjinakkan seekor naga, dia bersama teman-temannya berhasil menyelesaikan Dungeon. Semua media langsung menyoroti guild Pelindung Naga.


Seperti yang kita tahu, ketika ketenaran datang maka disitu akan banyak orang licik berkeliaran. Gebby yang tidak terlalu pandai memimpin guild di fitnah dan masuk penjara selama 3 tahun.


Sehingga semua keuntungannya di Domain Dewa langsung hilang. Setelah bebas dari penjara, Gebby mencoba untuk balas dendam dan bermain Domain Dewa lagi.


Soalnya semua musuhnya mengetahui hal tersebut, mereka menyiksa Gebby hingga level 1. Semua barang di dalam penyimpanannya hilang, hanya menyisakan karakter permainan tanpa sedikitpun barang menempel ditubuhnya.


Disitulah Arief datang mengulurkan tangannya dan mengajaknya bergabung dengan guild kecil bernama Star Hunter.


Semua anggotanya adalah orang terkenal dan mempunyai kedudukan tinggi. Namun semuanya berakhir dengan tidak baik, Arief mengumpulkan semua orang tersebut untuk membuat guild Star Hunter.


Tujuannya tidak lain adalah mengobati sakit hati para pemimpin yang sudah jatuh tersebut. Kehadiran Arief sangat disegani oleh semua anggotanya.


Akhirnya mereka semua melakukan misi bersama dan menikmati Domain Dewa tanpa memikirkan guild dan orang selain kelompoknya.


Bisa dibilang Gebby adalah orang penting bagi Arief di kehidupan sebelumnya.


"Siapa temanmu?" tanya Arief mencoba mendekati Gebby yang tidak terlalu menarik.


Hal itu membuat Leon penasaran, dia adalah orang pertama yang keluar dari barisan setelah melihat para anggota Tanduk Iblis.


"Apa urusanmu. Jangan menggangguku!" kata Gebby dengan nada tinggi.


Arief menggaruk kepalanya tampak seperti anak remaja pada umumnya. "Ayolah, aku hanya ingin mencari teman lebih banyak," katanya dengan nada yang tampak seperti anak kecil.


Leon langsung membelalakkan matanya mendengar Arief berkata seperti anak kecil. Dia dengan cepat bersembunyi di balik dinding untuk menguping pembicaraan mereka berdua.


"Apa yang terjadi dengan bocah gila itu!" gumam Leon pelan.


Gebby berdiri dan berjalan menuju lorong, dia menghindari Arief yang sedang memperkenalkan dirinya.


"Aku ramal kita akan bertemu lagi di arena. Jangan sampai kalah!" kata Arief dengan suara sedikit keras.


Dia tersenyum manis melihat Gebby yang masih menjadi perempuan biasa dan mata murni. Seingatnya Gebby adalah wanita kejam dengan niat membunuh yang sangat pekat.


Sekarang Gebby menguncir rambutnya, sehingga membuatnya tampak percaya diri. Tidak seperti kehidupan sebelumnya, dia mencukur habis rambutnya untuk meningkatkan efisiensi serangannya.


Setelah Gebby tidak terlihat, Arief langsung menatap tembok yang digunakan Leon untuk bersembunyi. "Keluar dan keluarkan semua kalimat yang ada di dalam kepalamu."


"Aku hanya penasaran, siapa wanita yang bisa membuatmu menjadi seperti itu?" tanya Leon penasaran.

__ADS_1


Arief tersenyum manis mendengar pernyataan Leon yang singkat. "Dia adalah orang yang akan menjadi super star di masa depan."


__ADS_2