Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
101. Mengguncang Danau Putih


__ADS_3

Ketrampilan pamungkas Arief tidak lain adalah Ekstrim Blade, tetapi dia ingin memaksimalkan jumlah kerusakannya dengan Keseimbangan dan pedang sihirnya.


Karena Arief mempunyai 600 poin, dia mengalokasikan semua poinnya ke Ekstrim Blade. Sementara Arief tidak akan berfokus ke duel satu lawan satu atau sering di sebut PVP, dia akan berfokus ke penyerangan monster.


Tugas PVP akan diemban oleh Qin Huang dengan pergerakan kaki yang indah dan panah yang mempunyai kerusakan tinggi. Karena panah Qin Huang tingkat Langka, semua orang sangat menginginkannya.


Bahkan beberapa cara licik dilakukan untuk membunuhnya dan mengambil senjata miliknya. Oleh karena itu, Arief menyarankan mencari senjata sihir dari Surip, npc pemberi senjata sihir.


Walaupun acak, seharusnya Qin Huang mempunyai keberuntungan yang cukup baik. Hal itu dikarenakan pada kehidupan sebelumnya, Qin Huang juga mempunyai senjata sihir.


Ekstrim Blade


Kelas : A


Level : 4 (0/800)


Pendinginan : 8 menit


Menebas semua musuhnya yang berada di radius 12 meter dengan kerusakan 5500% serangan normal.


"Setelah level 4 penambahan kerusakan hanya 500% dan radiusnya ditambah, bahkan waktu pendinginan tidak berkurang," kata Arief menggerutu dalam hati.


Karena skill Argya membuat Cacing Raksasa tidak bisa menggunakan ketrampilannya, Arief menyerang dengan gabungan skill yang sangat indah. Pertama dia mengeluarkan Blade Dance dan Slash, karena ayunan pedangnya sangat cepat, tidak ada yang menyadari Arief menggunakan prana untuk memperkuat serangannya.


Tidak ada yang memperhatikan kerusakan yang dihasilkan Arief karena tertumpuk oleh kerusakan pemain lainnya.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1200 kerusakan kritikal. (3x)


Setelah menyerang selam 30 menit, akhirnya HP Cacing Raksasa menjadi merah. "Pemain Tank, jangan biarkan Cacing Raksasa kabur, gunakan Guardian Guard atau skill provokasi lainnya!" teriak Arief memberikan instruksi.


Karena bos Cacing Raksasa akan kabur setelah HPnya menjadi merah. Butuh kekompakan untuk menggunakan skill provokasi secara bergantian.


Cola sebagai orang yang paling depan mengatur dan memberikan aba-aba kepada pemain lainnya. "Jangan panik, gunakan skill dengan benar!" kata Cola memberikan semangat kepada kelompok pemain depan.


"Jangan biarkan pemain depan bekerja sendiri, Serang!" kata Arief memberikan instruksi.


Semua pemain menggunakan ketrampilan terbaiknya untuk mengurai HP Cacing Raksasa yang masih 1 juta. Dengan gempuran 40 pemain yang menyerang, dalam 15 menit mereka berhasil membuat HPnya menjadi 30 ribu.


Waktu yang tersisa tinggal 2 menit, Arief tidak bisa menunda. "Keseimbangan ... Langkah Cahaya ... Ekstrim Blade!" teriak Arief menggenggam pedang sihirnya.


Ribuan sayatan terlihat menyerang Cacing Raksasa, tidak ada yang bisa melihat kerusakan yang dihasilkan Aldi, semua terlihat buram karena dicampur dengan serangan normal.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 1500 kerusakan kritikal. (20x)


Semua orang mengira bahwa Arief hanya memberikan kerusakan sebanyak 150 secara beruntun. Tidak akan ada yang menyangka kerusakannya lebih dari 3 digit.


¬ Selamat kelompok Blue berhasil mengalahkan Cacing Raksasa.


Hadiah :


- Menara Sihir tingkat rendah


- Desain Kostum (Blue Bird)


- Daging Cacing (Langka)

__ADS_1


- Batu Energi tingkat menengah


- Kotak Misterius (Tinggi)


- 100 ribu (560%) poin pengalaman


"Gila, aku tidak pernah menyangka pengalaman yang didapatkan sangat tinggi. Kapan kita akan menyerang bos monster seperti ini lagi?" tanya Kana kepada Arief yang sedang mengambil sesuatu dari tanah.


"Bos seperti ini tidak akan muncul dengan mudah, pemain harus menyelesaikan kondisi yang dibutuhkan," kata Arief memberikan jawaban. Dia sebenarnya sangat senang dengan serpihan yang dia dapatkan.


Batu yang dia dapatkan tidak lain adalah Batu Identifikasi, ternyata batu yang memancarkan cahaya di seluruh dinding adalah Batu Identifikasi.


Sebenarnya Arief ingin memberitahu semua orang tentang Batu Identifikasi yang sangat melimpah pada dinding gua, tetapi dia harus berpikir ulang karena semua pemain Fairy Dance sedang kelelahan.


Walaupun Galaxy Star ataupun Kelompok Teh Party sudah sangat akrab, belum tentu jika dihadapkan dengan 5 miliar kredit mereka masih sangat tenang. Setidaknya ada ratusan juta Batu Identifikasi. Jika dijual maka keuntungan bersih bisa mencapai 5 miliar kredit.


Jelas jumlah itu sangat menggiurkan, oleh sebab itu Arief ingin menguasai gua peninggalan Cacing Raksasa untuk sementara. Setelah mengendalikan peredaran Batu Identifikasi, dia akan memberikannya kepada Galaxy Star dan Teh Party.


"Baiklah, kalian boleh bubar. Aku akan menyelesaikan misi terlebih dahulu," kata Arief berjalan menuju Desa Abidzar.


Kana yang masih penasaran dengan Top Damage melihat informasi penyerangan yang diberikan Arief kepada semua orang. Betapa terkejutnya dia ketika melihat nama nomor 1. "Ini gila, dia bisa memberikan sepersepuluh kerusakan sendirian!" katanya.


Top Damage



Blue (543.500)(10,87%)


Jessica (287.500)(5,75%)


...



Kana dan Salju hanya menempati posisi ke 4 dan 5, mereka tidak pernah menyangka akan dikalahkan dengan selisih yang sangat lebar.


"Horizon, seberapa tinggi poin Kekuatan yang dia punya?" tanya Kana dengan ekspresi serius. Tidak mungkin pemain pedang ganda memiliki poin yang lebih dari 250 karena harus mengalokasikan poinnya pada Kelincahan.


Horizon yang mendengar pertanyaan ketuanya hanya bisa menggelengkan kepala, kostum yang dipakai Arief bisa menghalangi semua teknik identifikasi mata.


"Aku tidak tahu, kostum yang dia pakai sangat misterius, jika tebakanku benar seharusnya poinnya lebih dari 400," jawab Horizon memandang punggung Arief yang sudah berjalan cukup jauh.


"Tidak, aku yakin lebih dari itu. Kita pernah melihat pemain yang memiliki poin Kekuatan hingga 400, tetapi aku masih bisa mengimbanginya dengan kecepatan." Kana memberikan tanggapan sambil mengerutkan kening tampak sedang berpikir keras.


Sebelum dia selesai menemukan jawabnya, semua pemain Fairy Dance sudah keluar dari permainan untuk melakukan pendinginan dan mengatur nafas.


Hal itu sering dilakukan Arief untuk meningkatkan konsentrasi semua anggota, jika dipaksa terus bermain hasilnya tidak bagus untuk masa depan.


Berbeda dengan Arief yang sudah terbiasa dengan perputaran waktu yang berbeda. Di kehidupan sebelumnya, Domain Dewa memiliki perbedaan waktu 10 kali lipat, artinya dunia nyata satu hari Domain Dewa 10 hari.


Banyak orang akan kesusahan beradaptasi pada awalnya, kemudian mulai terbiasa dan Domain Dewa menjadi pusat perkembangan bisnis.


"Paman, aku sudah mengalahkan Cacing Raksasa," kata Arief dengan nada pelan. Dia sedang berbicara dengan kepala desa yang memberikan misi.


"Bagus, Nak. Kamu memang bisa diandalkan, sebagai hadiah terimalah Token Kepemilikan Desa," kata Kepala Desa sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Arief menerimanya dan Kepala Desa yang memberikan Token langsung berubah menjadi transparan dan menghilang. "Aneh, sejak kapan kepala desa akan menghilang setelah memberikan token?" katanya kebingungan.


Token Kepemilikan Desa Abidzar (Epik)


Kepala Desa Abidzar sudah tiada, sekarang kamu adalah pewaris tunggalnya. Jangan kecewakan jiwa Kepala Desa, bangunlah Desa Abidzar supaya lebih makmur.


Token sudah mengikat Arief, jadi Desa Abidzar tidak akan bisa direbut hanya bisa dihancurkan. Tidak seperti Desa Koral yang masih bisa direbut oleh kekuatan lainnya.


"Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang merepotkan akan segera menimpaku," gumam Arief melihat diskripsi Token Kepemilikan.


Seperti yang dia duga, pemberitahuan sistem muncul mengatakan sesuatu yang membuatnya harus tersenyum kecut


Pemberitahuan sistem : pemain Blue (Fairy Dance) telah berhasil menguasai Desa Abidzar. Karena semua Desa sudah dimiliki pemain, sekarang monster akan mulai aktif menyerang desa.


"Sudah aku duga, sistem sangat dendam padaku," gumamnya melihat pemberitahuan sistem.


"Bodoh, kamu terlalu membanggakan diri. Memang sudah waktunya Domain Dewa berevolusi," kata Bee yang terbang dengan sayap di bawahnya. Dia tampak sedang membanggakan diri karena sudah mendapatkan pengalaman yang sangat banyak.


"Darimana saja kamu ... ketika penyerangan Cacing Raksasa malah menghilang?" tanya Arief melihat Bee yang baru muncul.


Sebenarnya Bee sangat takut dengan monster menjijikkan seperti Cacing Raksasa, jadi dia kabur dari majikannya dan bersembunyi di luar gua.


Dengan gayanya yang penuh percaya diri, Bee menjawab, "Aku tahu kamu bisa menang. Jadi lebih baik membiarkanmu menjadi pahlawannya, berterima kasihlah pada pangeran ini."


Arief menyempitkan matanya memandang dengan curiga, tetapi dia tidak mempunyai waktu untuk bertengkar dengan Bee, karena pemberitahuan sistem membuat Fairy Dance terkenal.


Banyak guild di Danau Putih mulai memusuhi Fairy Dance karena mendapatkan Desa terakhir, karena Desa yang mereka lindungi akan menjadi sasaran para monster.


Tidak sampai 2 menit setelah pemberitahuan sistem, semua desa diserang monster dengan jumlah yang tidak masuk akal. Bahkan beberapa desa mengalami kerugian hingga ratusan juta kredit.


Untuk guild besar, bisa menghadapi monster dengan mudah karena pertahan Desa yang sangat kuat. Berbeda dengan guild kecil yang kesusahan karena monster mempunyai level 50 atau lebih.


"Bos, banyak pesan yang keluhan dari berbagai guild. Mereka menuntut ganti rugi karena penyerangan monster," kata Jessica melalui panggilan video.


Arief tersenyum dan berkata, "Jangan hiraukan mereka, fokus pada pertahanan Desa Koral dan Sahara. Aku akan mengurus Desa Abidzar!."


"Baik, Bos!" jawab Jessica tegas. Dia menugaskan Amelia untuk menuju Desa Sahara secepat mungkin.


Amelia dan Zaha akan menuju Desa Sahara. Mereka ditugaskan untuk mengendalikan senjata sihir supaya dapat beroperasi dengan baik.


Menara Sihir tingkat tinggi secara otomatis menyerang monster yang menyerang, hanya dengan satu serang seluruh area di jangkauannya langsung aman. Bisa dibayangkan betapa kerusakan yang diberikan Menara Sihir tingkat tinggi.


Tugas Zaha dan Amelia adalah mengisi Menara Sihir tingkat tinggi dengan Batu Energi tingkat tinggi. Karena Fairy Dance hanya memiliki beberapa, mereka harus menggunakannya dengan efektif.


Sedangkan untuk beberapa senjata lainnya, seperti Meriam Sihir Otomatis dan Menara Petir hanya menggunakan Batu Energi tingkat rendah atau menengah. Zaha akan menggunakan ketrampilannya untuk melindungi Desa Sahara.


Desa Koral akan menjadi fokus utama pertahanan Fairy Dance. Karena beberapa anggota masih dalam tes masuk, Jessica memanfaatkan situasi untuk menyelamatkan Desa Koral dari serangan monster.


Banyak guild kecil marah dengan Fairy Dance yang mengambil Desa terakhir di Danau Putih. Oleh sebab itu kekuatan World War dan Shadow semakin meningkat karena peristiwa ini.


Disisi lain, para pelamar Fairy Dance mulai menurun hingga akhirnya 5000 pemain saja yang berhasil melewati ujian pertama.


Dengan kemampuan Jessica dalam memimpin pasukan skala besar, dibantu Leon dan Reza, mereka berhasil menyelesaikan gelombang monster dengan cepat.


Disisi lain, Arief sedang solo menghadapi gempuran serangan monster level 50. Tidak ada yang melihatnya sedang membantai para monster sendirian.

__ADS_1


__ADS_2