
Arief yang berdiri melihat Pangeran Lebah yang bersiap berlari kearahnya. Secara reflek, Arief menggunakan Mata Dewa untuk melihat status Kelincahannya.
"Gila, dari 300 sudah meningkat 410. Aku tidak boleh membiarkannya terus makan," kata Arief.
Karena Pangeran Lebah sedang berlari kearahnya, Arief menghitung jarak serang milik musuhnya kemudian mulai berjalan mundur untuk memancingnya.
Pangeran lebah menambah kecepatannya untuk mengayunkan satu serangan, Arief yang mempunyai ketrampilan menghindar sangat baik menanggapi serangan dengan tenang.
Dengan sedikit gerakan, Arief menghindari serangan fatal. Dia tidak berhenti berlari karena tujuan awalnya adalah memancing pangeran lebah.
Namun keadaan tidak terduga muncul, Pangeran Lebah menggunakan ketrampilan khusus untuk meningkatkan kecepatannya sebanyak 10%.
Dalam sekejap dia berhasil menyusul Arief yang berlari. Kemudian pertarungan jarak dekat tidak dapat terhindarkan.
Arief tidak bisa menerima serangan, karena pertahanannya sangat rendah. Sehingga dia mengayunkan pedang sihirnya untuk menghentikan serangan musuh.
¬ Pemain Blue menerima kerusakan - 500.
Dia terpental cukup jauh karena menerima serangan musuhnya. Arief tidak sempat menggunakan ramuan HP dan MP, jadi dia memanfaatkan tubuhnya yang terpental untuk berlari menuju menara petir.
Pangeran Lebah menyerang berkali-kali, dia tidak membiarkan Arief berlari cukup jauh karena sedang dalam pengaruh ketrampilan penambah kecepatan.
Arief melempar 5 bom asap ke depannya, dia masuk kedalam asap untuk memberikannya waktu menggunakan ramuan penambah HP dan MP.
Setelah berhasil menambahkan HPnya, Arief berlari lagi seperti kucing yang sedang mencuri makanan. Dia tidak bisa bertahan lama melawan Pangeran Lebah yang memiliki status sangat tinggi.
"Manusia, sampai kapan kamu berlari!" kata Pangeran Lebah.
Arief sekali lagi terkejut mendengar suara dari monster. Dia tidak menyangka bahwa pangeran lebah bisa berbicara.
Setelah mendengar suara pangeran lebah, Arief tersenyum aneh. "Bagus, setidaknya memprovokasinya akan lebih mudah," katanya dalam hati.
"Sampai kamu terlihat lelah, kemudian aku akan membunuhmu!" kata Arief mengatakan strateginya.
Hal itu membuat pangeran lebah marah. Sayangnya ketrampilan penambah kecepatannya telah habis, dia harus menunggu selama 10 menit untuk menggunakannya kembali.
"Sebelum aku kelelahan, kamu akan mati, Manusia!" teriak Pangeran Lebah mengejar Arief dengan sekuat tenaga.
Selisih Kelincahan mereka adalah 68 poin, jadi Arief masih bisa menggunakan keunggulannya dengan sangat baik.
"Ayo kita lihat, kamu yang kelelahan atau aku yang kalah duluan!" kata Arief sambil melempar bom peledak untuk memberikan kerusakan kecil.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2500 kerusakan kritikal.
Arief tersenyum sekali lagi melihat kerusakan yang dihasilkan bom peledak. Pertahanan pangeran lebah tidak terlalu tinggi, jadi Arief bisa menggunakan ketrampilan untuk melukainya sedikit.
Setelah terkena bom peledak, Pangeran lebah berhenti sejenak karena sayapnya kurang stabil.
Kelemahan kedua pangeran lebah telah ditemukan, keseimbangannya adalah kunci untuk memberikan serangan telak.
Arief tidak ingin melepaskan kesempatan emas tersebut, dia melempar bom peledak kemudian menggunakan Blade Dance untuk memberikan kerusakan tambahan.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 12 ribu kerusakan kritikal.
Sekarang sudah dapat dipastikan bahwa pertahanan dan keseimbangan pangeran lebah sangat buruk.
Namun Arief tidak bisa lengah, karena poin kekuatan musuhnya sangat tinggi. Bisa saja Arief akan langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan ketika terkena serangan.
Dapat dilihat dari kerusakan yang dihasilkan ketika Arief berhasil menghentikan serangannya. Dia kehilangan 500 HP hanya karena terkena hembusan angin akibat serangan pangeran lebah.
Ketika menyerang menggunakan Blade Dance, pertahanan Arief sedikit terbuka. Ketika melihat pangeran lebah menyerangnya dengan kekuatan penuh, Arief langsung menggunakan Speed of Light.
__ADS_1
Walaupun hanya meningkatkan kecepatan sementara, tubuh Arief langsung menghilang dari pandangan pangeran lebah.
"Sialan. Kamu telah berhasil membuatku marah. Sekarang aku akan menggunakan semua kemampuanku!" kata Pangeran Lebah mengeluarkan sebuah aura berwarna biru dari tubuhnya.
Arief yang melihat kejadian tersebut langsung melempar 10 bom asap untuk menghalangi penglihatan pangeran lebah. Dia merasakan bahwa kecepatan pangeran lebah akan jauh lebih tinggi darinya.
Karena itu, dia tidak bisa membuat gerakan yang tidak bermanfaat. Tidak lupa Arief melempar bom lengket kedalam gumpalan asap.
Mata Dewa sangat membantu pergerakan Arief di dalam asap. Dia bisa melihat musuhnya yang kebingungan di dalam asap.
Tidak menunggu lama, Arief melempar bom asap lainnya supaya bom lengket berhasil meledak dan menghambat musuhnya.
Setelah menunggu 30 detik, bom lengket berhasil mengenai pangeran lebah yang masih kebingungan dengan asap di sekitarnya.
"Pengecut!" teriak pangeran lebah. Dia berlari ke segala arah untuk menemukan keberadaan Arief. Namun tidak kunjung menemukannya.
Arief keluar dari asap kemudian berteriak, "Sampai kapan kamu berputar seperti monster bodoh!."
Pangeran lebah memiliki pendengaran yang cukup baik, jadi dia langsung terbang menuju sumber suara. Tepat ketika keluar dari asap 5 bom peledak muncul di depan matanya.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2500 (5).
Keseimbangan Pangeran Lebah semakin buruk ketika terkena bom peledak. Arief segera kabur melihat musuhnya mulai mengejar.
Akhirnya Burhan terlihat. "Burhan jangan takut, tetap di tempatmu!" teriak Arief memberikan instruksi.
Monster lebah setinggi 3 meter terlihat sedang mengejar Arief, semua pemain yang melihat dari atas Menara Petir sangat terkejut.
Apalagi Burhan yang sangat dekat dengan monster tersebut. Tampilan pangeran lebah sangat mengerikan, bahkan Arief sedikit terkejut melihatnya.
Namun dengan pengalamannya, dia dapat mengendalikan diri dan berpikir tenang untuk menghadapi musuh dengan baik.
"Burhan, kendalikan dirimu. Segera pergi dari titik serang!" teriak Arief memberikan instruksi. Namun perkataannya tidak mendapatkan tanggapan apapun.
Tidak ada pilihan lain selain menghadapi pangeran lebah untuk sementara. Arief melempar bom asap untuk menghalangi pandangannya.
Berbeda dengan harapannya, Pangeran Lebah langsung menuju Burhan yang terkena pengaruh buruk.
Arief berlari menuju pangeran lebah kemudian menghentikan serangannya.
"Manusia, sepertinya teman-temanmu adalah kelemahan yang kamu miliki!" kata pangeran lebah dengan nada sombong.
"Kamu salah, tidak ada satupun rekanku yang menjadi kelemahan kelompok," kata Arief sambil menggelengkan kepala.
"Mari kita lihat, berapa lama kamu bisa mempertahankan hidup rekanmu itu!" kata Pangeran Lebah mengarah ke Burhan untuk memberikan kerusakan.
Namun Arief menghentikan serangannya dengan pedang sihir. Dia kehilangan 500 HP hanya karena menghentikan serangan musuh.
Dia tidak bisa bertarung terus seperti ini, Arief memberikan pesan kepada Burhan untuk segera pergi setelah pengaruh buruknya habis.
"Sepertinya aku harus serius," kata Arief menggenggam pedangnya erat.
Tidak seperti biasanya yang terus kabur, Arief menyerang pangeran lebah dengan kekuatan penuhnya. Dia menggunakan kecepatannya untuk memberikan kerusakan.
"Ekstrim Blade!" kata Arief menyebutkan nama ketrampilan andalannya.
Arief menghasilkan kerusakan yang sangat besar, Burhan yang melihat dengan kedua matanya tidak percaya dengan kemampuan Arief dalam mengendalikan pedang.
Dia seperti sedang menari dengan pedangnya. Semua orang segera terbebas dari pengaruh buruk, mereka segera bersiap untuk serangan pamungkas.
Burhan segera berlari keluar daerah serang, sedangkan Arief masih bertarung dengan pengarang lebah menerima pesan bahwa semua kelompok sudah pada posisinya.
__ADS_1
Dengan Speed of Light, Arief masuk kedalam lingkaran serang 3 Menara. Dia berencana memancing pangeran lebah kedalam lingkaran serang.
Namun siapa sangka dengan kepintaran pangeran lebah, dia menyerang Burhan yang terlihat berlari menuju Menara petir.
Arief yang melihat kejadian tersebut langsung melempar 10 bom asap untuk menghentikannya. Tidak lupa dia menyerangnya untuk membuatnya marah.
Setelah asap menghilang, pangeran lebah hanya melihat Arief yang berada di dalam lingkaran serang.
"Sial, aku kehilangan satu-satunya kunci untuk menang dengan mudah," kata pangeran lebah dengan suara serak.
Kemudian dia melepaskan aura berwarna hitam untuk meningkatkan kekuatannya.
Arief mundur beberapa langkah, pangeran lebah yang melihatnya mengira bahwa musuhnya sudah mulai ketakutan.
Namun berbeda dengan harapannya. Ketika Pangeran Lebah masuk kedalam lingkaran serang menara petir, Aldi berteriak, "Serang!."
3 menara petir menyerang dengan kekuatan penuh. Pangeran lebah merasakan ancaman dari serangan tersebut, dia melanjutkan serangan untuk keluar dari titik serang.
Dengan ketrampilan Menubruk, Arief menggeser tubuh Pangeran Lebah tepat ke titik serang 3 Menara Petir.
"Terus serang, jangan menyisakan sedikitpun energi!" kata Arief membangun 3 Menara petir dengan batu Energi tingkat tinggi.
Setelah beberapa saat, pemberitahuan sistem terlihat di depan mata Arief.
Sistem : Selamat pemain Blue berhasil mengalahkan Pangeran Lebah.
Hadiah :
- Telur Hewan Peliharaan (Pangeran Lebah)
- Inti Dungeon lebah merah dan biru (Langka)
Sistem : Selamat pemain Blue berhasil menyelesaikan misi tersembunyi permintaan Ratu Lebah.
Hadiah :
- Tidak ada
Ratu Lebah memberikan pesan kepadamu, "Terima kasih!"
"Ratu Lebah laknat, kamu memberiku misi sangat susah dan tidak memberikan hadiah sedikitpun!" kata Arief kesal mendengar ucapan terima kasih darinya.
Dungeon Rahasia runtuh, semua monster di dalamnya menghilang. Sehingga mengeluarkan Arief dan kelompoknya.
"Good game," kata Arief sambil mengacungkan jempolnya ke arah kelompoknya.
Keempat orang tersebut membalas dengan senyuman dan berkata, "Good game."
"Baiklah, kita sudah menyelesaikan Dungeon Rahasia. Kalian bebas untuk sementara waktu, aku harus beristirahat." Arief langsung menekan tombol keluar karena tubuhnya sudah tidak bisa bertahan lama.
Karena terlalu lelah, Arief tertidur di dalam mesin virtualnya. Dia sudah menggunakan semua kemampuannya untuk menghentikan pangeran lebah dalam beberapa menit.
"Arief, apa kamu sudah selesai bermain?" tanya Yuliana yang masuk kedalam kamar Arief.
Melihat Arief yang tertidur di dalam mesin virtualnya, Yuliana langsung menggendong dan memindahkannya ke tempat tidur.
"Kamu terlihat sangat kelelahan, Nak. Kamu tampak seperti ayahmu yang selalu bekerja keras dan selalu dapat di percaya," kata Yuliana sambil menghapus keringat Arief.
Jessica dan Amelia juga terlihat di depan pintu kamar Arief. Mereka ingin menemui Arief karena ada berita besar yang harus segera disampaikan.
Namun melihat Arief yang tertidur lelap bersama ibunya, mereka berdua langsung mengundurkan niatnya untuk menyampaikan berita.
__ADS_1
Disisi lain, Desa Koral sedang dikepung oleh pasukan Shadow. Aditya adalah pemimpin pasukan tersebut. Dia sangat percaya diri bisa mengalahkan Fairy Dance dengan kemampuan memanahnya.