
Arief yang berhasil mendapatkan Hewan Tunggangan, segera menuju lokasi pertemuan. Dia hanya menghabiskan 2 jam, jadi harus menunggu 10 jam sebelum waktu yang ditentukan.
Serigala Gunung mempunyai kecerdasan Rendah, artinya Arief bisa memberikannya sebuah nama.
"Sekarang aku akan memanggilmu Raul, apa kamu suka?" tanya Arief sambil mengelus kepala hewan tunggangannya.
Serigala Gunung menganggukkan kepala dan mengibaskan ekornya mengisyaratkan persetujuan.
Dalam hati Arief berkata, "Sebenarnya Raul itu serigala atau kucing. Kenapa dia mengibaskan ekor."
Sembari menunggu anggota lainnya sampai di lokasi pertemuan, Arief melatih Raul berburu. Namun monster disekitarnya berlevel 50 atau diatasnya.
Nama : Raul (Rendah)
Ras : Serigala Gunung
Judul : Calon Raja Serigala Gunung
Level : 30
Kondisi : Semangat
Kekuatan : 100
Pertahanan : 30
Kelincahan : 200
Daya Tahan : 10
Kepintaran : 90
HP : 100 ribu
MP : 30 ribu
Skill :
- Cakar
- Raungan
- Menggigit
- Menerjang (Terkunci, butuh level 50)
- Membunuh (Terkunci, butuh level 100)
- Bola Angin (Terkunci, butuh level 200)
Keuntungan :
Ketika ditunggangi pemiliknya akan meningkatkan kecepatan 20%.
"Ayo mulai berburu!" kata Arief melihat kecepatan dan HP Raul yang sangat tinggi.
Mereka berniat memburu sebuah monster lapangan Semut Merah.
Nama : Semut Merah
Level : 50
HP : 100 ribu
Untungnya monster Semut Merah tidak bergerombol, jadi memudahkan Arief untuk memancing mereka.
Dengan serangan dasar, Arief memberikan kerusakan yang cukup tinggi.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 5000 kerusakan kritikal.
__ADS_1
"Raul gigit kakinya!" kata Arief memberikan perintah.
Skill Raul menyebabkan pengaruh serangan fatal, sehingga dapat membuat HP Semut Merah berkurang secara berkala.
Walaupun hanya memberikan 100 kerusakan setiap detik sebanyak 10 kali. Raul masih sangat berguna untuk menambah kerusakan.
Semut merah mengayunkan kakinya untuk menyerang Arief, tetapi dengan kecepatan tingginya dia dapat menghindar dengan sempurna.
"Inilah keuntungan pemain tipe kelincahan," kata Arief sambil mengayunkan Pedang Sihir untuk memberikan kerusakan.
Tanpa perintah, Raul menyerang kaki Semua Merah dengan skill Cakar. Membuat musuhnya terkena serangan fatal sekali lagi.
Arief mulai mengerutkan kening, dia tidak menyangka kedua skill Raul memberikan pengaruh negatif kepada monster.
"Sungguh Hewan Tunggangan yang gila!" gumam Arief pelan. Kali ini dia sangat terkejut dengan serangan kedua Raul yang tanpa perintah.
Tepat saat Arief lengah, Semut Merah menggunakan antenanya menyerang Arief. Namun sekali lagi Raul menggunakan skill Raungan untuk memberikan pengaruh buruk, Lumpuh.
"Ini sungguh berlebihan. Sejak kapan Hewan Tunggangan menjadi sekuat ini!" kata Arief dengan penuh keheranan.
Raul tidak menghentikan serangannya, dia menyerang sama seperti Arief yang memanfaatkan kesempatan.
Raul sedang belajar menghadapi monster dengan meniru gerakan Arief. Namun menggunakan gayanya sendiri.
Arief yang menghindari serangan dengan sempurna ditiru Raul dengan baik. Hingga Arief berpikir bahwa dirinya sedang dibelah dua.
"Bagus Raul, ayo selesaikan!" kata Arief sangat bersemangat melihat Hewan Tunggangannya terlalu kuat.
Arief menggunakan Slash dan Raul menggunakan Skill Cakarnya. Mereka berdua menggunakan serangan kombinasi yang sangat indah.
Sepanjang hidupnya, Arief tidak pernah merasakan perasan menggabungkan serangan bersama Hewan Tunggangan karena berfokus pada kelas Pendekar Pedang.
Namun siapa sangka kelasnya yang masih Pendekar Pedang, tetapi bisa menggunakan serangan kombinasi yang seharusnya di miliki kelas lainnya.
Tanpa terasa Arief memburu monster lapangan selamat 8 jam penuh, mereka bahkan pergi terlalu jauh dari tempat pertemuan.
"Sudah saatnya kita kembali, ayo kembali!" kata Arief sambil menaiki Raul dengan penuh semangat.
Arief tidak bisa terkejut lagi karena Raul sudah terlalu gila.
Setelah sampai di tempat pertemuan, Arief melihat semua anggota kelompok sudah berkumpul.
Arief menggunakan Mata Dewa untuk melihat status para Hewan Tunggangan, dia tidak percaya dengan penglihatannya.
Semua orang memiliki Hewan Tunggangan yang sangat hebat. "Pantas mereka disebut pemain kelas atas," gumam Arief.
Walaupun Hewan Tunggangan mereka sangat bagus, tidak ada yang bisa menyaingi Raul.
Setelah beristirahat, Arief dan kelompok menuju Desa Koral menggunakan Hewan Tunggang. Mereka hanya membutuhkan 2 hari yang sebelumnya 6 hari untuk sampai di tempat tujuan.
Arief tidak ingin menunjukkan kemampuan terbaik Raul, dia berjalan paling belakang untuk mengimbangi pergerakan semua anggotanya.
Semua Hewan Tunggangan timnya hanya memiliki Kelincahan 120 sampai 150. Jadi Arief harus paling belakang untuk mengimbangi kecepatan timnya.
Dua hari berlalu, Desa Koral sedang di intai oleh pasukan Shadow. Mereka sedang menyiapkan penyerangan, karena melihat beberapa pemain sedang tidak berada ditempat.
500 pemain dikerahkan untuk merebut Desa Koral, Dona kembali menjadi pemimpin penyerangan. Dia sangat ingin membalaskan dendam kekalahan sebelumnya.
Karena pengintai hanya melihat kondisi luar, mereka tidak bisa melihat jebakan yang dipasang Zaha untuk menghalau serangan musuh.
"Jessica, bagaimana keadaan Desa?" tanya Arief yang masih dalam perjalanan menuju Desa Koral. Dia mendapat berita dari forum bahwa, Shadow sedang menyerang.
"Semua masih dalam kendali, Zaha sangat membantu pertahanan Desa. Salam menjadi penyangga pertahanan, sayangnya kita tidak memiliki Penyembuh."
Jessica melaporkan detail pertempuran di Desa Koral, sebentar lagi Arief dan kelompoknya sampai di Desa Koral. Setidaknya butuh 30 menit untuk sampai tujuan.
Dia membawa Menara Sihir tingkat menengah yang dapat memukul mundur musuh hanya dengan satu serangan.
Namun pemilik Desa harus membayar 100 Batu Energi tingkat rendah untuk mempertahankan Menara Sihir.
__ADS_1
Sedangkan untuk menembakkan serangan, Fairy Dance harus mengeluarkan 200 Batu Energi tingkat rendah.
Aji dan Reaper dikepung banyak pemain karena dianggap sebagai orang yang paling menyusahkan. Namun mereka lupa ada Amelia dan Adam yang mempunyai serangan cepat dan jarak dekat.
Fairy Dance mulai kehabisan stamina, meraka tidak bisa bertahan cukup lama. Hingga akhirnya Arief dan kelompoknya datang menunggangi Serigala Gunung.
Tanpa pikir panjang, semua kelompok langsung menyerang pemain yang berniat merebut Desa Koral.
Hanya dengan 500 pemain, Fairy Dance dapat mempertahankan Desa dengan 16 korban. Namun jumlah itu tidak lebih tinggi dari kerugian yang dialami Shadow.
Kedatangan Arief dan kelompoknya sangat mengurangi beban pemain. Jadi mengandalkan 35 pemain hebat, Fairy Dance berhasil mencegah perebutan Desa.
500 orang yang di kerahkan Shadow adalah calon pemain profesional. Mereka sudah dilatih untuk menghadapi kompetisi nasional.
Domain Dewa sudah mengumumkan akan adanya kompetisi nasional. Namun belum ditentukan hari dan tanggalnya.
Menurut kehidupan sebelumnya, kompetisi nasional akan diselenggarakan setelah dua tahun perilisan Domain Dewa.
Sekarang sejarah sudah berubah, jadi Arief harus mempersiapkan anggota untuk mengikuti kompetisi nasional.
Khususnya mereka yang berada di markas sementara Fairy Dance. Walaupun masih tampak kecil, semua anggota terlihat bahagia.
Arief langsung menyusul Zaha untuk membangun Menara Sihir tingkat tinggi. Dengan kemampuan Zaha ditambah Arief, penyelesaian Menara akan lebih cepat.
Sistem :Selamat Desa Koral adalah kekuasaan pemain yang mempunyai Menara Sihir tingkat menengah.
Hadiah :
- Semua pemain dan penduduk pribumi berkesempatan mendapatkan pengalaman ganda dengan berdiam diri di Desa selama 30 menit.
Seiring berjalannya waktu, Menara Sihir tingkat menengah akan sering memberikan pengalaman ganda.
Namun untuk pembuatan pertama, butuh beberapa kali mencoba sebelum pemain mendapatkan pengalaman ganda.
Disisi lain, Dona tidak terima telah kalah perang lagi. Dia meminta ijin untuk terjun langsung ke medan perang. Ketua Guild melarangnya karena memiliki rencana sendiri.
Dia ingin para pemain mudanya berkembang dengan menjadikan Fairy Dance tolak ukur.
Ketrampilan semua anggota Fairy Dance sangat hebat. Bahkan kesetiaan setiap pemainnya sangat kuat.
Apalagi ketua Guild yang sangat mengerikan ketika bertarung. Dengan dua pedangnya, dia berhasil mengirim ratusan pemain ke Rumah Kebangkitan.
Dona yang merasa sangat kesal, menerobos langsung ke Desa Koral untuk menyerang tanpa perintah Ketua Guild.
Namun tepat setelah menginjakkan kalinya di Desa Koral, Menara Sihir langsung menembaknya. Seketika HPnya menjadi 0 serta hampir semua barangnya jatuh.
Menara Sihir dapat menjatuhkan barang jarahan lebih banyak, itulah alasan kenapa Arief sangat senang mendapatkan Menara Sihir tingkat menengah.
Kematian Dona telah tersebar di dalam forum. Dalam sejarah seharusnya Dona tidak akan pernah mati sebelum peperangan besar Shadow.
Ketua Guild Shadow langsung memberikan tanggapan bahwa Dona dipecat dari Shadow karena melanggar peraturan.
Dona yang melihat pemberitahuan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Seharusnya kesalahannya tidak terlalu fatal, tetapi tindakan Ketua Guild keterlaluan.
Dia mencoba menyelesaikan masalahnya dengan mendatangi kantor Shadow, tetapi semua orang menolaknya.
Dona bukan orang kaya. Ketika kontrak diputus karena pelanggaran berat, Dona harus membayar 1 juta kredit. Jumlah itu sangat besar baginya yang hanya seorang pedagang sayuran.
Arief yang mendengar Dona di pecat dari Shadow langsung keluar dari permainan dan mengambil tas di kamarnya.
Ternyata Jessica melakukan hal yang sama, dia ingin mengajak Dona masuk kedalam Fairy Dance.
"Lakukan yang terbaik, jangan biarkan bakatnya tenggelam!" kata Arief melihat Jessica yang sudah berpakaian rapi.
Tidak lama, Amelia dengan pakaian sederhana keluar dari kamarnya. Dia memiliki tujuan yang sama dengan Arief dan Jessica.
"Mau kemana kalian?" tanya Amelia kebingungan.
"Dona adalah pemain berbakat, jadi kita tidak bisa melepaskannya begitu saja," kata Jessica.
__ADS_1
"Dona adalah teman masa kecilku. Jadi tenanglah aku akan membawanya ke Fairy Dance sebisa mungkin!" kata Amelia sambil mengacungkan jempolnya.