Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Pikiran Yang Terbuka


__ADS_3

Blue langsung berlari menuju titik yang dikirim, Kana. Langkah kakinya begitu cepat hingga orang tidak bisa melihatnya.


Semua tahanan mencoba lari dari penjara bawah tanah dan tidak peduli satu sama lain, beberapa ada yang bekerja sama untuk kabur.


"Kana, kita cuma punya waktu 2 menit. Ayo keluar!" teriak Blue memberikan perintah.


Kana dan 2 temannya langsung berdiri. "Tunggu, Bos. Horizon masih belum ditemukan, ia berada di ruang terpisah."


"Horizon kau ada dimana?"


Blue langsung menghubunginya melalui panggilan suara. Ia tidak punya waktu menunggu jawaban dari pengiriman pesan, karena semua penjara sudah terbuka pasti Horizon juga melarikan diri.


"Bos, aku sudah ada di luar penjara bersama beberapa pemain lainnya."


"Cepat keluar dari kota, aku akan menyusul!"


Blue mengirim titik koordinat untuk bertemu, Kana dan teman-temannya langsung berlari keluar karena waktu semakin menipis.


Regina mengirim pesan. "Bos sepertinya aku dalam kondisi yang kurang menguntungkan, kamu bisa meninggalkanku."


"Jangan bicara omong kosong!"


Karena tidak mempunyai banyak waktu, Blue membiarkan Kana dan kelompoknya pergi menuju tempat pertemuan terlebih dahulu.


Tidak lupa ia memberikan ramuan penambah HP dan MP. Dia juga memberikan ramuan mengamuk yang dapat meningkatkan status beberapa saat, Serly menciptakan ramuan ini.


Namun setiap ramuan yang sangat bagus pasti mempunyai efek samping, khusus ramuan ini akan mengorbankan jumlah maksimal HP dan MP penggunanya.


"Jangan percaya dengan orang yang dibawa Horizon. Aku mempunyai firasat buruk," ucap Blue memberikan peringatan. Ia sudah hidup puluhan tahun, jadi pikirannya sudah terasah untuk terus waspada.


"Bukankah mereka membantu Horizon untuk kabur?"


"Bukankah mereka tahanan? apapun sebutannya jangan percaya pada mereka. Oh iya, jangan pernah menunjukkan ramuan mengamuk pada siapapun."


"Aku tahu, Bos. Ini akan menjadi sumber mata uang kita lagi." Kana segera mengerti apa maksud bosnya, karena Fairy Dance mengalami kerugian yang sangat besar Jessica sedang merencanakan pemulihan.


Blue kembali ke istana Kota Surakarta, langkah kakinya tenang hingga membuat para penjaga tidak mengetahuinya.


Gusti Nurul langsung menyerangnya dengan keris. Blue dengan cepat mengambil pedangnya, tetapi dasar kekuatan mereka terlalu jauh.


Blue terbang menghantam dinding istana yang sangat kokoh, HP langsung berwarna merah karenanya. Tanpa rasa malu, Blue mengambil ramuan penambah HP dan MP. Inilah salah satu keuntungan melawan penduduk pribumi, pemain bisa menggunakan ramuan tanpa harus menunggu pendinginan. Dengan catatan lawannya itu jauh lebih kuat dari pemain tersebut.


"Gusti Nurul, mungkin ada kesalahpahaman disini. Mengapa anda menyerang?" tanya Blue dengan ekspresi wajah yang melas.

__ADS_1


"Hah, aku tidak tahu mengapa raja ingin bertemu denganmu. Padahal kau sudah menghancurkan penjara bawah tanah, ayo ikuti aku!" ucap Gusti Nurul dengan suara kasar.


Tidak seperti citranya yang cantik dan anggun, Gusti Nurul selalu emosi ketika melihat Blue datang ke istana.


Regina dikurung, Blue meliriknya dan langsung melempar pertanyaan pada Prabu Buwana. "Prabu Buwana, bukankah kalian akan membawa Regina ke tempat aman?"


"Ini adalah tempat paling aman di kota."


"Terus mengapa anda mengurung rekan saya?"


"Karena dia tidak bisa bertahan di ruangan ini." Prabu Buwana melambaikan tangannya, kurungan langsung terbuka Regina langsung jatuh ke lantai.


"Regina apa yang terjadi?" tanya Blue sedikit khawatir.


"Aku tidak tahu, kepalaku sangat pusing!" jawab Regina sambil memegang kepalanya.


Prabu Buwana langsung menggunakan kurungan untuk menghilangkan tekanan dalam ruangan. Ia melihat Regina tidak akan bisa bertahan lebih lama.


"Itu semua karena Mental kalian berbeda jauh. Siapapun yang bisa berdiri di ruangan ini hanya orang terpilih, ingat ruang ilusi?" tanya Prabu Buwana.


"Tentu saja, aku sangat beruntung bisa berada di sana." Blue menjawab sesuai kenyataan, ia telah menyempurnakan teknik pedang Kaku sesuai dengan gaya modern.


Prabu Buwana menutup mulut, tetapi tidak bisa menahan tawa. "Haha, kau merasa beruntung bisa masuk kedalam ruang ilusi yang diperuntukkan untuk membunuh kepercayaan diri manusia!"


Blue melihat adanya kesempatan yang baik, ia bisa menyelamatkan Regina sekaligus masuk ruang ilusi.


Namun rencananya gagal karena Prabu Buwana sudah melihat rencananya dengan sangat baik.


"Jangan menipu dirimu sendiri. Aku sudah tahu apa yang kau rencanakan," ucap Prabu Buwana dengan senyum manis.


"Seperti yang diharapkan dari pemilik kota, jadi apa yang harus aku lakukan untuk melepaskan Regina?"


Prabu Buwana mengacungkan dua jarinya. "Pertama serahkan Mana Kristal, kedua tangkap semua tahanan."


"Aku bisa mengembalikan Mana Kristal, tetapi kurasa menangkap semua tahanan sedikit sudah." Blue tidak mau mengerjakan tugas yang mustahil untuk diselesaikan.


"Tenang saja, aku akan memberikan alat untuk mendeteksi para tahanan yang kabur." Prabu Buwana menjentikkan jari, sebuah alat aneh sebesar ponsel muncul. Alat deteksi ini bisa mencari para tahanan yang kabur, keakuratannya 99%.


Mana Kristal dikeluarkan dan diberikan pada Prabu Buwana. Bukannya merasa lega, Prabu Buwana malah tertawa terbahak-bahak.


"Haha, kau mau menipu orang tua ini!" katanya sambil tertawa keras.


Gusti Nurul langsung menggunakan mata identifikasi, ia tidak menemukan sesuatu yang janggal.

__ADS_1


"Apa maksud anda?" tanya Blue.


"Berikan Mana Kristal yang alsi."


Blue mengulur waktu dari tadi untuk situasi ini, ia menduplikasi Mana Kristal dengan keterampilan Celah Dimensi. Karena sistem tidak dapat mendaftarkan keterampilan ini, seharusnya Prabu Buwana tidak bisa melihat tipuan ini.


Keduanya saling memandang dan tersenyum. "Sial, aku harus hati-hati!" gumam keduanya dalam hati.


Gusti Nurul yang memegang Mana Kristal hanya bisa menggaruk kepalanya. "Sebenarnya apa yang salah?"


Prabu Buwana mengambil Mana Kristal dan berjalan ke arah Blue. Mereka masih saling menatap dan tersenyum tipis.


Kemampuan duplikat ini mempunyai kelemahan yaitu, tidak bisa menyalin kehendak buatan milik pembuat.


"Mata mata anda sangat baik," ucap Blue menyodorkan Mana Kristal yang asli, ia tidak mempunyai alasan untuk mengambilnya.


Sebenarnya Prabu Buwana juga tidak mengetahui Mana Kristal itu asli atau tidak, tetapi kehendak miliknya sudah hilang di Mana Kristal. Dengan kekuatan Blue saat ini, tidak mungkin bisa menghapusnya dalam beberapa menit.


"Kemampuan yang mengesankan. Kamu bisa menduplikasi benda dengan sangat sempurna, bedanya kekuatan mananya jauh berada di bawahnya." Prabu Buwana tidak mengembalikan Mana Kristal yang palsu.


"Bolehkan aku meminta Mana Kristal lainnya?" tanya Blue.


"Tidak, kamu terlalu berbahaya. Jadi memegang Mana Kristal akan merusak keseimbangan dunia. Tugasmu sekarang menemukan para tahanan," ucap Prabu Buwana.


[Misi Tersembunyi telah dipicu, temukan para tahanan dan serahkan pada Kota Surakarta. Hadiah yang menantimu adalah sebuah kotak kristal.]


Kotak Kristal adalah hadiah yang berisi barang acak dari tingkat Epik sampai tidak terbatas. Blue tidak sabar menemukan semua tahanan.


"Jangan senang dulu, beberapa dari mereka level 300an." Prabu Buwana memberikan peringatan.


"Sejak kapan anda begitu simpati, bukankah sebelumnya anda bilang level bukan mewakili kekuatan?"


Blue menatap tajam ke arah Prabu Buwana, ia merasa tindakannya sudah benar jadi tidak perlu takut.


"Haha, anak yang bersemangat." Prabu Buwana melepaskan kurungan. Blue langsung menggendong Regina dan tersenyum.


"Kita akan bertemu lagi." Blue menggunakan Gate dan menghilang dari pandangan semua orang.


"Bocah sialan, ternyata dari tadi ia hanya menunggu hadiahnya. Gusti Nurul, jangan banyak bicara dengannya."


"Mengapa, Tuan?"


"Lidahnya benar-benar beracun, keterampilannya sangat banyak dan tidak bisa di tebak." Prabu Buwana melihat dua Mana Kristal yang sama persis.

__ADS_1


Blue dan Regina sampai di tempat tujuan, mereka melihat Kana dan teman-temannya dikepung oleh 18 orang tak dikenal.


__ADS_2