
Blue sedikit terkejut melihat levelnya sudah mencapai 200 dalam satu hari saja. Jika ada yang melihat ini, semua rela mati demi mendapatkan berkah seperti Demigod.
Sayangnya menjadi Demigod tidak akan sebebas Blue yang mempunyai Dual Secret Sword. Mereka yang mempunyai gelar itu akan dikejar sepanjang hidupnya.
"Wow, aku sudah membunuh lebih dari 15 ribu serigala salju." Blue melakukannya tanpa henti, ia baru sadar sudah menghabiskan 18 jam untuk menggiling monster.
Tubuh serigala salju tidak hilang, Blue mendekatinya dan mencoba memotong perutnya. Sebuah cahaya kuning memancar dari dalam perutnya.
"Wow Batu Mana, benda ini sangat dibutuhkan untuk misi kelas ke 4." Blue langsung memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan.
Perbedaan batu mana dan batu energi terletak pada jenis batunya. Batu mana bisa menyerap energi terus menerus, itu adalah bahan utama untuk membuat pelindung mana. Sedangkan Batu Energi adalah batu yang mengandung energi tetap, batu ini biasa digunakan untuk bahan bakar Senjata Sihir.
Batu Mana dibagi menjadi 5 jenis, pemain biasa membedakan mereka dari warnanya. Putih, kuning, biru, merah, dan ungu adalah jenis batu mana.
Bahan yang digunakan Baruna untuk perahu terbangnya hanyalah Batu Mana berwarna putih. Sedangkan Blue mendapatkan batu mana kuning.
"Sebaiknya aku segera kembali ke kota dan istirahat." Blue berlari ke toko npc yang memberinya misi.
Setelah beberapa saat berjalan, Blue menemukan dua pria kembar dikepung oleh 20 bandit yang mencoba merampoknya.
"Keberuntunganku menemukan orang sangat mengerikan." Blue melihat dua pemain yang akan menjadi ranker nomor 4 dan 5 di masa depan.
Dua pria itu adalah Gerrad dan Gerrel, keduanya adalah pengguna tombak. Karena kembar, kombinasi serangan mereka tidak jauh dari Hira dan Hida yang sudah mendapatkan bimbingan Blue.
"Serahkan batu mana itu!" bentak pemimpin bandit.
Gerrad dan Gerrel hanya pemain level 60, tetapi mereka berhasil mendapatkan batu mana yang bisa dijual dengan harga selangit. Super guild bersedia membeli batu mana seharga 10 ribu koin emas, itu jumlah yamg sangat banyak untuk pemain kecil.
"Tidak!" jawab Gerrad tegas.
Keduanya menodongkan dua tombak kayu yang tidak terlalu mahal. Tidak ada sedikitpun ketakutan di mata kedua saudara kembar itu.
Blue tersenyum tipis, ia mempunyai rencana cemerlang untuk menghadapi situasi ini. Untuk sementara ia akan melihat perkembangannya.
"Bocah, sialan!"
Para bandit langsung menerjang saudara kembar itu, tetapi mereka sedikit kesusahan karena tombak mempunyai jangkauan serang yang lebih jauh. Ditambah level mereka tidak beda terlalu banyak.
__ADS_1
Pertarungan seimbang, 2 pemain berhasil mengimbangi 20 pemain level 70. Jika kedua orang ini diketahui super guild, mereka akan langsung merekrutnya dengan bayaran tinggi.
Sayangnya pada kehidupan sebelumnya kedua saudara kembar itu bergabung dengan organisasi Tujuh Mawar, lebih tepatnya Divisi Raja Tombak. Namanya semakin terkenal karena berhasil mengalahkan Toma, ketua Divisi Pedang Kaku. Meskipun sudah pernah menang ketika menggunakan senjata, Toma membalas kekalahannya dengan tangan kosong.
Blue awalnya tidak mau ikut campur, tetapi seseorang yang terlalu kuat datang.
[Lorenzo, level 100, guild Wind Star.]
Wind Star adalah guild kelas 2 yang cukup disegani di wilayah Kerajaan Nuuk. Lorenzo adalah pemain dengan keterampilan berburu yang sangat efektif. Level 100 di Benua Utara sudah bisa dikategorikan jenius masa kini.
Lorenzo tepuk tangan melihat Gerrad dan Gerrel menahan 20 bandit suruhannya. Alasan mengapa Lorenzo menjadi pria kaya tidak lain karena merampok pria kecil seperti mereka berdua. Perlengkapannya sangat mewah dan mempunyai banyak efek khusus.
Meskipun begitu, keterampilan pedang yang ia miliki sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kombinasi tombak kedua saudara tersebut.
"Serahkan batu itu. Aku akan membiarkan kalian pergi dengan nyaman." Lorenzo menyodorkan telapak tangannya serta tatapan mengintimidasi.
"Sudah aku bilang, kita tidak akan menyerahkannya apapun yang terjadi!" jawab Gerrad tegas. Ia berencana untuk menjual batu mana ke super guild dengan harga yang pantas.
"Haha, memangnya apa yang bisa dilakukan pemain tanpa guild sepertimu!" ucap Lorenzo sambil mengibaskan tangannya. Seketika 20 bandit menyerang dengan serius.
HP Gerrad dan Gerrel sudah berwarna merah, mereka tidak mungkin bertarung lebih lama.
"Jangan bercanda, kita saudara. Apapun itu aku akan terus bersamamu!"
"Huh, baiklah. Mari bertarung dengan tenaga yang tersisa."
Gerrad membuka serangan dengan gerakan tombak, Gerrel memberikan serangan kejutan pada lawan. Kemudian mereka berganti posisi dengan cepat.
Ini adalah kemampuan Dua Kaisar Tombak yang pernah Blue lihat di kehidupan sebelumnya. Kombinasi mereka sangat lembut, udara di sekitar juga mendukung pergerakan mereka.
Namun lawannya kali ini terlalu kuat, Gerrad tidak bisa menahan serangan lawan. Tombaknya patah dan kerusakan kritis ia terima, tidak jauh dari Gerrel yang terkena serangan dari belakang.
Keduanya terjatuh dangan kepala tertunduk. "Sial, sial, sial!" teriak Gerrad marah dengan kekuatannya yang lemah.
Lorenzo berjalan mendekatinya. "Lemah!"
Pedangnya langsung di ayunkan, tetapi ada sebuah pedang berwarna hitam menghentikannya.
__ADS_1
Blue datang di waktu yang sangat tepat, ia masih menggunakan Topeng Setan. "Hai, menindas dua pemain tidak baik loh," katanya pelan.
Lorenzo sedikit terkejut dan mundur beberapa langkah, lengannya gemetar. "Sial, pria ini kuat!"
Para bandit yang tidak mengetahui kekuatan Blue langsung menyerang. Karena HP mereka sudah kuning, Blue mengalahkan mereka tanpa menggunakan skill yang berlebihan.
Dua saudara kembar melihat serangan Blue yang lembut dan matanya tidak berkedip sama sekali. Tanpa sadar gerakan pedang itu akan melahirkan dua kaisar tombak lebih cepat dari seharusnya.
Blue mendekat dan mengulurkan kedua tangannya. "Ayo berdiri, kalian memiliki bakat yang pantas untuk diasah!"
Kedua saudara tak segan-segan menjabat tangannya dan berdiri. "Terima kasih telah menolong kami."
"Bukan sesuatu yang besar." Blue memberikan ramuan penambah HP dan MP yang sangat langka di Benua Utara.
Tanpa rasa malu, kedua saudara kembar itu menggunakan ramuan untuk bertahan hidup. Lorenzo mundur beberapa langkah, hanya guild tingkat tinggi yang mempunyai ramuan penambah HP dan MP.
Blue sudah mengetahuinya, itulah alasan mengapa ia datang ke Benua Utara. Bisnis ramuan sederhana seperti penambah HP dan MP saja akan dihargai sangat tinggi.
Untuk memproduksi masal ramuan ini, Blue tidak perlu memikirkan bahan bakunya. Dunia Buatan mempunyai semua bahan baku untuk membuat ramuan sederhana seperti itu. Ditambah lagi jumlahnya mencapai miliaran buah.
"Siapa kau?"
Blue tersenyum tipis. "Seseorang yang tidak boleh kau jadikan musuh. Wind Star tidak akan membantumu jika berurusan denganku!" katanya dengan tatapan mengintimidasi.
Lorenzo segera kabur dan melaporkan kejadian ini ke atasan. Berbeda dari perkataan Blue, Wind Star memberikan dukungan penuh untuk menghabisi orang yang memakai topeng.
Karena Gerrad dan Gerrel sudah pulih, Blue melepas topengnya. "Huh, ini akan merepotkan."
"Terima kasih bantuannya. Aku tidak menyangka Lorenzo akan ketakutan hanya karena ramuan penambah HP dan MP." Gerrad menanggapi.
"Lorenzo memang seperti itu, padahal kita sudah membantunya mengalahkan bos dungeon." Gerrel menimpali.
"Sebaliknya kalian tidak perlu memperdulikan Lorenzo, fokus saja pada pengembangan kekuatan. Wind Star akan mengejar kalian sampai ujung dunia!"
Blue berencana pergi, tetapi dihentikan Gerrad. "Bolehkan aku tahu namamu?"
"Aku Blue, aku menantikan kejutan dari kalian berdua." Blue menghilang sambil mengirim permintaan pertemanan.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Gerrad dan Gerrel menerima permintaan berteman dari sosok penolongnya. Mereka segera berlari menuju Kerajaan Nuuk.