Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
273. Kemarahan


__ADS_3

Kekuatan Venom tidak bisa dirasakan oleh Raja Iblis lain, beberapa orang sudah membuat pergerakan dengan menyerang pinggiran wilayahnya.


Setelah mendapatkan wilayah tidak ada sedikitpun perlawanan, itu membuat banyak Raja Iblis yang bergerak kebingungan.


Kemudian mereka meneruskan ekspansinya perlahan. Rumor tentang Venom yang tidak mempunyai prajurit tersebar luas.


Blue yang berada di istana kerajaan bisa mencarinya dengan mudah. "Sial, ini jauh lebih parah dari yang aku duga."


Bee keluar dari ruang penyimpanan sambil membawa kaki kepiting yang baru di masak. "Bukankah ini kesempatan bagus untuk memasukkan Venom ke Dunia Buatan," katanya melalui telepati.


Mereka harus berkomunikasi dengan telepati supaya Venom tidak mendengarnya. Walaupun kekuatannya sudah melemah, Venom sangat peka terhadap suara.


"Terlalu beresiko, bahkan Jessica saja tidak tahu aku mempunyai Dunia Buatan. Mana mungkin aku memberitahu orang lain dengan mudah, setidaknya Venom sudah mendapatkan hukuman sistem."


Blue tidak mau mentolelir keputusannya, jika Venom mengetahuinya tanpa hukuman sistem. Itu akan sangat berbahaya.


Misalkan saja Venom tahu, kemudian Blue di tangkap dengan segel yang mematikan dan harus menuruti semua perkataannya.


Terlebih lagi jika dia memanfaatkan Fairy Dance untuk perang karena Blue ada di bawah perintahnya. Itu akan sangat merepotkan, bahkan bisa sangat berbahaya.


Sayangnya Blue dan Bee tidak mengetahui bahwa Venom sudah mendapatkan hukuman sistem. Jadi keduanya masih saling curiga.


"Baiklah, sekarang apa yang bisa kita perbuat. Perkiraan ada 7 Raja Iblis yang telah menodongkan pedangnya. Bahkan jika Venom memiliki kekuatan aslinya, mustahil untuk mengalahkan mereka semua."


Bee memberikan pandangannya tentang situasi konyol yang mereka alami. Jika saja Blue menghadang Venom lebih keras, pasti kejadiannya tidak seperti ini.


"Aku yakin Venom bisa melewati. Jangan pernah mengira bahwa aku tidak memperhitungkan tindakanku di gua misterius kemarin. Sebenarnya aku membiarkan Venom masuk untuk meningkatkan kepercayaannya, kamu tahu apa yang sedang aku tuju," kata Blue sambil melirik Bee.


Sebagai hewan cerdas, Bee mengetahui maksud sebenarnya dari tuannya. "Hai, mana ada teman seperti ini. Kamu selalu memperhitungkan untung dan rugi, mana mungkin Venom akan mudah tergoda."


"Prinsip berteman adalah saling menguntungkan dan percaya. Jangan menganggap teman adalah orang yang selalu ada untuk kita, tetapi orang yang ada jika kita membutuhkan."


Singkat tapi jelas, itulah yang disampaikan Blue. Teman yang dia inginkan bukan yang selalu ada ketika susah ataupun selalu ada ketika senang. Melainkan teman yang akan membantu dengan sendirinya ketika dia membutuhkan pertolongan tanpa meminta.


Bee menutup mata dan melanjutkan makannya. "Baiklah, aku akan percaya padamu lagi. Menurut informasi dari Iblis Kecil, 7 Raja Iblis yang akan menyerang merupakan tingkat 1 dan 2."


"Yah, jika 1 dan 2 mungkin Venom bisa mengatasinya. Namun jika ada Raja Iblis tingkat 3, aku harus menyiapkan suatu kejutan."


Robot Penembak tidak bisa menembus kulit para Raja Iblis, cara terbaik untuk mengalahkan mereka dengan menggunakan Antri Gravitasi. Sayangnya Blue hanya bisa menggunakannya sekali selama beberapa hari. Itu sangat memakan waktu dan tenaga.


Terbesit pikiran di kepalanya tentang Kreston yang bisa merubah Batu Energi menjadi Batu Iblis. Tanpa menunggu lama, Blue mengeluarkan Gate dan langsung terbang menuju gua misterius.


Butuh satu hari Domain Dewa untuk samapi di sana dengan seluruh kecepatannya. Iblis Kecil dimasukkan ke Dunia Buatan untuk berlatih dan menyerap batu iblis tingkat hebat.


Blue berharap dengan banyaknya sumber daya, Iblis Kecil bisa lebih cepat berkembang dan membantunya melawan para Raja Iblis.


Ketika perjalanan menuju Desa, Blue dihadang oleh sekelompok iblis yang menggunakan pakaian dengan lambang wilayah lain.


"Mereka sudah sampai?" gumam Blue sedikit kebingungan.

__ADS_1


Seorang Iblis langsung menghunuskan pedangnya. "Cepat serahkan semua barang milikmu!" katanya dengan nada tinggi.


Hanya dengan satu kata Blue dapat menarik kesimpulan, kelompok itu telah melanggar batasan yang diberikan oleh tuannya.


Blue bisa menggunakan kesempatan ini untuk menakuti Raja Iblis lainnya.


"Pemecah Pikiran!" Gumam Blue membelah pikirannya menjadi dirinya sendiri dan Red Devil.


Keduanya langsung menerjang kelompok iblis yang berjumlah 20 orang. Ayunan pedang Blue dan Red Devil sangat serasi sehingga membuat kelompok iblis kalang kabut.


Hanya perlu 3 menit saya untuk menyelesaikan kelompok iblis tersebut. Blue memiliki level 110, tetapi kekuatan aslinya setara dengan pemain level 140.


Sedangkan para iblis yang mengepung hanya level 90an karena mereka pasukan pengintai belaka. Red Devil langsung melompat ke kiri, Blue melompat ke kanan.


Keduanya langsung mencari kamp para iblis yang berencana menyerang. Tidak butuh waktu lama karena keduanya bisa menggunakan gate.


"Bukankah ini sedikit curang," gumam Bee yang kebingungan harus mengikuti siapa. Dia di dalam ruang penyimpanan melihat dua pandangan yang berbeda.


Sebuah mata berwana hijau bersinar, Bee langsung melihatnya. "Ela?" tanyanya.


Ela tidak menjawab, dia tampak seperti sedang mencari jalan keluar dari penyerangan ruang penyimpanan. Tubuhnya semakin bersinar memancarkan cahaya berwarna hijau.


Perlahan-lahan cahaya hijau meredup, sayangnya Ela belum berhasil membangkitkan kesadarannya di dalam ruang penyimpanan.


Bee tersenyum kecut melihatnya. "Aku benar-benar kagum dengan mata bocah itu. Ela sedikit pendiam, tetapi kecepatan belajarnya sungguh sesuatu. Jika dia diberikan sedikit ruang untuk berkembang, pasti dia bisa menandingi Ratu Dryad."


Tepat setelah cahaya Ela meredup, Raul memancarkan cahaya berwarna biru keputihan tampak seperti petir.


Keduanya meredup bersamaan, Blue tidak menyadarinya karena sedang fokus membelah pikirannya.


"Harus aku akui, pilihannya adalah yang terbaik. Aku harap Venom dapat memenuhi harapannya," gumam Bee sambil melihat dua layar layar didepannya.


Blue akhirnya menemukan kamp penyusup. Dia langsung melepas bayangannya dan menarik Red Devil.


Tobias dan 20 pasukannya dikeluarkan. Semua pasukan langsung menundukkan badan dan memberikan hormat.


"Hancurkan semua kawanan iblis dengan senyap. Lakukan dengan cepat, masih ada pekerjaan yang menanti kalian."


Dengan anggukan kepala, Tobias dan pasukannya langsung menghilang seperti debu yang ditiup angin.


Sebagai seorang Pendekar Pedang, Tobias mempunyai kemampuan bersembunyi yang sangat baik. Makanya di Dunia Buatan, semua orang mempelajari teknik bersembunyi dan bertarung.


Tobias menarik pedang hitam ya dengan aura dingin. Ayunan pedangnya sangat lembut seperti air mengalir, seketika iblis langsung tergeletak tanpa mengeluarkan suara apapun.


20 orang lainnya juga melakukan pekerjaan yang sama rapinya. Tidak butuh waktu 4 menit untuk menghancurkan seluruh pasukan musuh.


Tobias langsung berlutut didepan Blue yang sedang tersenyum puas. "Semua sudah selesai, Bos. Bolehkah saya tahu perintah anda selanjutnya?"


"Untuk sementara kalian berpisah dan mencari kamp musuh. Ingat lambang ini," kata Blue menunjukkan sebuah lambang milik Venom.

__ADS_1


"Jika kalian menemukan lambang lain, segera hubungi rekan kalian dan hancurkan kamp itu!" Blue mengeluarkan lagi 130 orang dari Dunia Buatan..


Semuanya memiliki level 160 atau diatasnya. Waktu di Dunia Buatan lebih cepat dari Domain Dewa, itulah mengapa mereka semua memiliki level yang sangat tinggi.


151 orang langsung menghilang seperti debu yang tertipu angin. Sudah waktunya Blue menunjukan beberapa kemampuannya membina pasukan.


Alasan mengapa semua guild takut menyerang Desa Koral karena Blue sangat misterius. Dia bisa menciptakan sebuah senjata yang sangat krusial dan mematahkan semua strategi yang dirancang secara matang.


Bahkan Super Guild tidak mau mengganggunya karena adanya Pasukan Garuda dan beberapa penjaga misterius yang bisa menghilangkan semua mata dengan mudah.


Pasukan Tobias membantai para iblis rendahan dengan sangat mudah. Hanya dalam 3 jam, hampir semua pasukan Raja Iblis lain sudah di musnahkan di wilayah tambang.


Blue melangkah kedalam desa dengan tenang, betapa terkejutnya dia melihat seluruh desa dihancurkan. Para iblis desa tergeletak tak berdaya di tanah.


Sepuluh kesatria yang setia padanya tetap berdiri walaupun nyawa mereka sudah tidak tertolong lagi. "Sial, aku terlambat!" geram Blue.


Perasaan marahnya sampai pada Venom dan semua familia yang terhubung dengannya. Kekuatan mereka semua meledak tak terkendali.


Blue sangat senang dengan adanya 10 iblis yang setia padanya, tetapi dia melihat kesepuluhnya tewas di depan matanya.


"Bukankah Iblis bisa hidup lagi ketika mati?" gumam Blue.


Bee keluar dari ruang penyimpanan. "Tidak semua iblis bisa hidup lagi, hanya Iblis yang sudah dikontrak pemain yang bisa hidup kembali. Artinya 10 iblis didepan sudah tidak bernyawa."


Kemarahan Blue meluap, Venom yang merasakan amarahnya langsung membuka matanya. Sebuah cahaya berwana hitam gelak terpancar.


Tiga tanduk yang awalnya hanya sepanjang 5 centimeter, sekarang menjulang tinggi hingga 10 centimeter. Kekuatannya meluap hingga batas Raja Iblis tingkat 2. Sekarang dia bisa membunuh Raja Iblis tingkat 3 biasa.


"Apa yang terjadi dengan Blue, aku merasakan amarah yang amat pekat!" gumam Venom kebingungan. Dia langsung keluar dari ruangan tanpa memperhatikan perkembangan kekuatannya.


Hanya dengan satu langkah saja, Venom sudah sampai di desa tujuan. Namun dia tidak langsung keluar karena melihat seluruh desa telah dihancurkan.


Blue melangkah kearah gua misterius, ternyata ada Kepala Desa dan anaknya mati didepan gua. Mereka mati berdiri karena kehabisan tenaga dan darah.


Semua penyerang mati di bawah kakinya seperti 10 pengikut setianya. Tidak ada satupun orang yang berhasil lolos, terapi Blue tidak percaya.


Dia masuk kedalam gua dan mendapati 21 iblis yang memiliki level 140. Matanya berubah merah dan menggunakan kekuatan khusus dari Celah Dimensi.


"Flame King!" kata Blue menyebutkan nama keterampilannya.


Jubah Raja Api digunakan, pedang Secret Dual Sword memancarkan api yang sangat membara. Blue langsung berlari dengan kecepatan penuh dengan sayap yang memancarkan warna api.


"Biadab!" kata Blue dengan nada marah.


Blue mengayunkan pedang di tangan kirinya, sebuah sayatan api berbentuk bulan sabit tercipta. Tidak sampai disitu Blue melanjutkan serangannya dengan ayunan pedang tangan kirinya.


Brutal itulah yang bisa digambarkan pada pertarungan kali ini. Blue membasmi 21 iblis hanya dalam 30 detik saja.


Sungguh kerusakan yang sangat mengerikan. Bahkan Bee tidak percaya ada orang yang bisa mengontrol pedang degan sangat lihai pada kecepatan itu.

__ADS_1


Bahkan Venom yang melihatnya harus mengakui bahwa keterampilan pedang Blue jauh diatasnya.


__ADS_2