Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Duel


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah guild, Arief kembali ke kamarnya dan masuk mesin virtual. "Mari melanjutkan perjalanan."


[Selamat datang di Domain Dewa.]


Blue sampai di tengah hutan, anehnya disini ada kuil untuk membangkitkan pemain. Jadi siapapun yang mati di wilayah ini, mereka tidak akan bisa keluar sebelum mengalahkan monster.


Meskipun para monster di wilayah ini hanya level 250an, para pemain tidak akan bisa keluar sebelum membentuk kelompok.


Karena Blue sudah dibangkitkan, ia melanjutkan perjalanan ke utara. Tepat setelah menginjakkan kaki di luar rumah kebangkitan, sekelompok monster serigala salju menyerangnya.


Blue masuk lagi kedalam kuil dan semua serigala segera kembali. "Seperti rumah kebangkitan ini sangat istimewa."


Dua pedang di punggungnya langsung ditarik. "Mari lakukan pembantaian."


Pedang di tangan kanan menebas leher serigala, sedangkan pedang kirinya memotong perut serigala lainnya. Kekuatan Blue jauh di atas mereka, jadi para monster bisa dikalahkan dengan mudah.


Setelah para serigala kalah, monster yang mencoba mengepungnya mundur. Para monster itu merasa tidak memiliki kesempatan menang, jadi memilih untuk mundur.


Blue tidak memperdulikannya, ia segera melanjutkan perjalanan. Suara tepuk tangan terdengar, ia langsung menoleh ke sumbernya.


3 Orc muncul, giginya yang tumbuh panjang menghadap atas membuatnya terlibat garang. Beberapa luka di sekujur tubuhnya menandakan mereka adalah petarung yang hebat. Kulitnya berwarna biru muda karena hidup di wilayah salju.


Menurut tatanan evolusi, Orc adalah goblin yang sudah berevolusi. Mereka mempunyai kecerdasan yang cukup baik dibandingkan goblin biasa.


"Manusia yang menarik, kau berhasil mengalahkan serigala dengan mudah. Ayo bertarung denganku!" kata Orc yang ada di tengah sambil menodongkan senjatanya.


Blue tersenyum tipis. "Mengapa tidak kita gunakan tinju, aku dengar ras kalian sangat suka dengan duel?"


"Haha, untuk ukuran manusia kau sangat berani melawan penguasa hutan ini. Baiklah, ayo kita lihat seberapa hebat tubuhmu!"


Blue tidak bisa memasukkan Dual Secret Sword ke ruang penyimpanan. Akhirnya ia menggunakan simbol untuk menyamarkannya.


Pembuat simbol dan penyihir berbeda. Penyihir bisa menggunakan sihir kapanpun ia mau, sedangkan pembuat simbol harus menyiapkan media kemudian baru bisa menggunakannya.


Setelah profesi pembuat simbol ditemukan, para penyihir akan dipaksa mempelajarinya. Mereka menganggap bahwa penyihir mempunyai dasar untuk membuat simbol. Namun sampai 35 tahun peluncuran domain dewa, tidak ada penyihir yang bisa membuat simbol tingkat puncak.


Blue memasang kuda-kuda seorang petinju. Ia menyadari bahwa kekuatan orc tidak bisa diremehkan.

__ADS_1


Pukulan orc langsung menghantam ke arah muka. Blue tidak menghindar, ia memblokir serangan musuh dengan kedua tangannya.


"Bum..." suara ledakan akibat pertempuran mereka.


Mencoba memanfaatkan situasi, Blue menggunakan kaki kirinya untuk melakukan serangan balik. Kecepatannya yang sangat tinggi membuat tendangannya berhasil mendarat dengan sempurna di pipi lawan.


[Blue memberikan kerusakan - 600, serangan kritikal.]


Karena tidak menggunakan dual secret sword, Blue hanya menghasilkan kerusakan kritikal. Jika ia menggabungkan dengan pedang sihirnya, pasti kerusakannya berwarna merah.


Setelah sadar serangannya mengenai musuhnya, Blue dengan cepat menarik kaki dan merapikan kuda-kudanya. Dua tangannya sedikit terbuka, senyum mengintimidasi diperlihatkan.


Orc yang tidak bisa mengendalikan emosinya langsung menyerang berturut-turut. Namun Blue tidak memblokir semuanya, ia menghindar layaknya seorang petinju.


Karena musuhnya hanyalah orc yang kecerdasannya masih di pertanyakan, Blue dapat menciptakan celah untuk membuat serangan.


Pukulan Blue berhasil menerobos melewati tangan musuh dan mengenai muka musuhnya. Seketika orc langsung mundur beberapa langkah, bukannya memberi kesempatan, Blue langsung melangkah dan mengayunkan bahu kananya.


Tinjunya melayang layaknya roket. Orc terkena serangan telak, ia mundur beberapa langkah dan mencoba menghentikan serangan lawan.


Blue malah menghujaninya dengan serangan beruntun. Anehnya pukulannya selalu mengenai wajah musuh dengan mulus. Orc yang melawannya menjadi samsak tinju.


"Sialan, pasti kau menggunakan senjata!"


"Kalah tetaplah kalah. Sesuai perjanjian hutan, kalian akan menjadi budak pemenang. Jadi segera lakukan sumpah darah untuk melayani Fairy Dance!"


Blue memanfaatkan situasi untuk menarik minat kelompok Orc. Jika membuat kontrak dengan pemain, para Orc akan mempunyai sistem yang sama seperti manusia pada umumnya. Ditambah lagi mereka akan menjadi lebih kuat dibandingkan orc pada umumnya.


Dua orc yang ada dibelakang tidak protes, mereka langsung berlutut dan mengucap sumpah darah untuk melayani Fairy Dance. Berbeda dengan orc yang masih berbaring di tanah.


"Lebih baik kau membunuhku!" teriak orc.


Karena ia mempunyai kecerdasan di atas orc lainnya. Orc itu mempunyai kehendaknya sendiri, berbeda dengan dua orc di belakang yang selalu memuja yang kuat. Blue adalah seorang Demigod, sudah sepantasnya para orc memberikan kesetiaannya.


Melihat orc yang keras kepala, Blue melancarkan tinjunya lagi. Ia melakukannya supaya orc yang terbaring di tanah merasa kesakitan.


Bukannya takut, orc yang hampir terbunuh terus tersenyum dan tertawa. Blue mempunyai ide lain untuk meyakinkannya.

__ADS_1


Ia menyuruh dua orc yang sudah melakukan sumpah darah mengikatnya. "Kalian berdua bertugas untuk menyeret orc bodoh itu." Blue memberikan 10 energi tambahan untuk kedua monster.


"Sekaligus tunjukkan jalan menuju tempat persembunyian kalian. Aku ingin melihat petinggi orc!" kata Blue.


Dua orang mematuhi perkataannya, mereka menyeret mantan pimpinnya ke sarang para orc. Mereka hanya membutuhkan waktu lima menit untuk sampai di sarang orc.


Blue berhenti sejenak untuk melihat gua yang begitu besar. "Apa para orc ini sangat kaya? Bagaiman ada batu mana di setiap dinding guanya."


Meskipun hanya batu mana tingkat putih, setidaknya ada 100 batu yang ditancapkan pada dinding gua. Setelah sesampainya di ruangan raja orc, Blue menyadari bahwa ruangan ini sangat istimewa.


"Jadi semua simbol yang ada di dinding gua bertujuan untuk memperkuat raja kalian. Sungguh mengejutkan untuk monster tanpa akal seperti kalian!"


Raja para orc membuka matanya. "Jangan lancang kau manusia!"


"Raja Orc apa yang sedang terjadi dengan kalian?" tanya Blue yang sedang memainkan perannya sebagai orang yang tidak tahu malu.


Mendengar suara Blue, Raja Orc langsung tenang. Ia menggelengkan kepala. "Lupakan, apa yang kau lakukan disini?"


"Tentu saja untuk berduel denganmu. Aku dengar kalian para orc sangat menyukai duel dengan taruhan nyawa kalian."


"Haha, manusia ingin duel dengan ras orc. Jangan membuatku tertawa manusia!"


Blue hanya tersenyum manis, ia menunjuk raja orc. "Jika tidak berani katakan saja, aku tidak akan menindas mahkluk lemah sepertimu!"


"Bajingan kecil! Beraninya kau menghina raja ini!"


Pukulan Raja Orc langsung melayang dengan cepat. Blue tidak mungkin mengadu stamina dengan lawannya, ia memilih untuk menggunakan teknik baguazhang.


Teknik ini berfokus untuk membelokkan serangan musuh dan memukul dengan telapak tangan. Namun Blue modifikasinya sedikit, ia menyerang balik dengan pukulan keras.


Pukulan raja orc berhasil dibelokkan dengan sempurna, Blue menyusuri lengan lawan degan tinjunya. Kepalan tangan Blue mendarat tepat di hidung raja orc.


"Anak babi!" teriak Raja Orc. Ia menyerang musuhnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Setiap pukulannya bisa menghancurkan tanah di bawah pijakan lawan.


Blue menemukan strategi yang tepat, ia melompat ke tanah yang lebih datar.


"Sekarang aku menemui kelemahan teknik itu, Manusia!" ucap Raja Orc penuh percaya diri.

__ADS_1


Padahal Blue hanya merasa kurang bagus ketika berada di atas tanah yang sudah hancur. "Kau mendapatnya, Raja Orc."


Bukannya meluruskan kesalahan, Blue malah membenarkan pendapat musuhnya.


__ADS_2