
Yohan tertawa mendengar perkataan Arief yang membanggakan dirinya. "Gertakan yang kamu lakukan tidak akan membuatku takut," katanya.
Arief tersenyum lebar dan berkata, "Baiklah, sampai kapan kalian hanya berdiam saja?"
"Nikmatilah kesenanganmu untuk sekarang, dalam 2 jam kamu akan kehilangan Desa Koral dan Desa Sahara. Bahkan Desa Abidzar akan hancur dibawah kakiku," kata Yohan tertawa keras. Dia sangat percaya diri dengan strategi miliknya.
Arief berlari ke depan dan menggunakan langkah cahaya untuk menutup jarak dengan Yohan. Ayunan pedang menyerang musuhnya dengan sangat mulus.
¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 3000 kerusakan kritikal.
Kerusakan yang diberikan langsung membuat HP Yohan berwarna kuning. Jelas kerusakan Arief bukan main-main.
Semua pemain yang terlambat bergerak langsung mengepung Arief yang bertindak gegabah. "Apa kamu mulai gelisah, nikmatilah kehancuran Fairy Dance!" kata Yohan sambil tertawa dan mundur minum ramuan Penyembuh HP dan MP.
Arief menggunakan kedua pedangnya untuk menghancurkan sekelompok pemain sendirian. Keterampilan pedangnya jelas bukan isapan jempol semata, Arief yang dikepung 7 orang masih bisa memberikan kerusakan dengan stabil.
"Ekstrim Blade!" kata Arief menyebutkan nama skillnya. Seketika 7 orang langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan.
Yohan yang tidak percaya 7 orang terpercayanya hanya bisa menahan Arief selama 30 detik langsung berlari menuju pasukan utama. "Sial, aku melewatkan monster Blue yang melindungi Fairy Dance!" gumamnya dalam hati.
Raul di keluarkan, dia berlari menuju Yohan yang masih berlari. Dengan skill menggigit, Raul memberikan serangan beruntun. Karena terkena serangan fatal, Yohan tidak akan bisa menggunakan pemulihan HP dan MP.
Arief yang melihatnya Yohan kehilangan kestabilan langsung berlari untuk memburunya. Sayangnya pasukan bantuan sudah datang, orang itu tidak lain adalah Kelompok Hantu yang sempat kabur dari Danau Putih.
Aliando yang pernah kalah dengan Arief muncul di depan Yohan. "Blue, kenapa kamu tidak menunggu peperangan dimulai. Kami sudah memberikan kejutan untukmu," katanya sambil tersenyum.
"Apa sekarang perang belum dimulai, aku kira sudah dimulai makanya aku menyerang kamp kalian. Tanpa diduga, kamp pasukan musuh sangat lemah," kata Arief.
Yohan yang pendengarnya langsung naik pitam, dia langsung berlari kearah Arief menggunakan ketrampilan terbaiknya untuk menyerang.
Namun Arief dengan santai melihat kekuatan yang diperlihatkan Yohan, dia menggunakan Speed of Light dan Langkah Cahaya untuk menghindar.
Yohan yang masih belum menstabilkan pijakan setelah menggunakan serangan pamungkas, langsung berubah menjadi transparan karena HPnya habis. Arief muncul dari belakangnya dan menancapkan pedang ganda di tubuhnya.
"Sebaiknya jangan pernah mengganggu kami lagi, atau World War akan mengalami kerugian yang tidak pernah kamu bayangkan," kata Arief membisikkan suara pelan kepada Yohan.
Aliando yang tidak dapat melihat pergerakan Arief mulai ketakutan. Dia merasa sudah berkembang banyak, tetapi masih ada seorang pemain yang bisa melewatinya dengan mudah.
"Blue, kamu melanggar ketentuan perang. Sebelum kami menyerang tidak ada yang boleh membunuh pemimpin," teriak Aliando menandakan dia adalah seorang dari kalangan militer.
Arief memasang wajah kebingungan berkata, "Apa maksudmu, bukankah kita sudah mulai?"
Aliando menyimpulkan bahwa Blue adalah orang awam yang tidak mengetahui etika perang. "Sialan, sekali lagi aku salah," katanya dalam hati.
__ADS_1
Dia mengira bahwa Arief adalah orang dari militer yang sangat menghormati etika perang. Oleh sebab itu, Aliando dan Yohan mengulur waktu untuk mengumpulkan kekuatan dari berbagai pihak.
Kelompoknya juga belum menemukan Desa Sahara, perkataan sebelumnya hanya digunakan untuk menggertak musuhnya. Namun siapa sangka Arief yang terlihat tenang bisa bertindak gegabah seperti ini.
Aliando sudah tidak punya pilihan lain, dia memberikan perintah untuk mengepung Arief di kamp World War.
"Sekarang Blue menghadapi ribuan pemain sendirian, apakah dia bisa lolos dan kembali tanpa kekurangan apapun?" gumam Aliando dalam hati. Dia sangat penasaran dengan kekuatan ketua Fairy Dance.
Arief mencengkram erat pedangnya dan berlari menuju gerombolan pasukan musuh sendirian. Dia sedang menjalankan rencana yang bisa membuat musuh lainnya takut, hal itu tidak lain adalah kekuatan absolut.
Ayunan pedang Arief membuat satu pemain langsung dikirim ke Rumah Kebangkitan. Pergerakannya sangat cepat, pemain biasa tidak akan bisa memberikan kerusakan sedikitpun.
Bahkan pemain sihir akan kesulitan membidiknya karena pergerakan berkelok-kelok yang dilakukan, Arief memanfaatkan status Kelincahannya.
Pertarungan itu disiarkan langsung di forum Domain Dewa, orang yang merekamnya tidak lain adalah Rebecca yang mendapat panggilan dari Arief.
30 menit yang lalu, Arief menghubungi Rebecca untuk merekam semua pertarungan dan menyiarkannya secara langsung. Hal itu dilakukan supaya dunia tahu seberapa kuat Fairy Dance yang sesungguhnya, dia juga memperingatkan pasukan lain untuk tidak memprovokasinya.
"Orang gila itu beneran menerobos pasukan musuh sendirian!" kata Rebecca pelan. Dia awalnya tidak percaya, tetapi sebagai reporter mendapatkan berita menarik seperti itu pasti sangat menguntungkan.
Sekarang melihat 100 ribu penonton siaran langsungnya membuat Rebecca sangat senang. Dengan ini dapat dipastikan dia akan mendapatkan bonus yang sangat besar.
Setelah ribuan pemain kelompok Hantu mulai padat, Arief melempar 5 desain Menara Petir yang bisa dibangun secara instan.
Pasukan Hantu mulai berkurang dengan cepat, karena Arief berhasil membuat Menara Petir yang dapat memberikan kerusakan beruntun. Belum lagi lemparan bom Arief yang sangat mematikan, penempatan bom asap dan bom peledak sangatlah efektif.
Belum lagi bom lengket yang mempengaruhi pergerakan pasukan Hantu. Jika dibiarkan seperti ini terus, kelompok Hantu jelas akan musnah.
Aliando yang memimpin kelompok memberikan perintah untuk mundur. Dia tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar. Sialnya, jalan kabur mereka sudah ada pasukan Fairy Dance yang membangun Menara Petir yang kokoh.
Gempuran dari dua sisi membuat kelompok Hantu dapat dikalahkan dengan kerugian yang minimun. Arief yang mempunyai keberuntungan tinggi membuat banyak barang berjatuhan.
Hal itu membuat ketua kelompok Hantu geram. Dia dan kelompoknya berjanji akan membalas dendam dengan pasukan yang lebih besar.
Yohan yang sudah sampai di kamp tidak percaya dengan kejadian ini. Tidak mungkin pemain bisa melawan seribu orang sendirian, tetapi kejadiannya terlihat di depan mata.
"Aku terlalu meremehkan Fairy Dance, sebaiknya aku mundur," kata Yohan. Dia segera menarik 50 ribu pasukannya untuk mundur dari medan perang.
Di garis pelariannya ada 15 menara besar yang terbuat dari tanah, ini adalah kemampuan penyihir bumi. Saputra mempunyai tugas untuk membuat tembok dan menara yang kokoh, hal ini dilakukan supaya musuh tidak bisa kabur dengan mudah.
Walaupun bisa lewat samping, Meriam Sihir Otomatis sudah menanti mereka semua. Di samping itu, para penyihir api dan angin sudah berada di atas menara untuk menggunakan ketrampilannya.
"Tenang jangan panik. Kita akan selamat, bagi kelompok menjadi dua!" kata Yohan yang sedikit kebingungan.
__ADS_1
Dia tidak bisa menentukan jalan yang paling aman, sehingga menggunakan pasukannya untuk melihat keamanan jalur.
Meriam Sihir Otomatis menyerang kedua sisi, Yohan sekarang mengerti kenapa Arief mengatakan bahwa Fairy Dance adalah guild yang kuat. Meriam Sihir Otomatis yang cukup langka, muncul di perang ini sebanyak 300 buah. Jelas itu menandakan keuangan dan pendukung Fairy Dance bukan sembarangan.
Kelompok World War kalang kabut melihat rekannya tidak bisa menerobos jalan kanan maupun kiri. Yohan yang melihat pasukannya ketakutan hanya bisa tersenyum kecut.
Sekarang dia mengerti, militer tidak bisa di samakan dengan permainan. Dalam militer tidak ada kemungkinan pasukannya takut mati, tetapi sekarang prajuritnya saling bertabrakan karena ingin menyelamatkan diri.
Mentari sebagai ketua kelompok penyihir di atas menara berteriak, "Serang!"
Sihir api dan angin saling menguatkan, badai api tercipta karena keduanya mengeluarkan ketrampilan yang sama.
Banyak orang mulai menyadari bahwa skill dasar sangat penting untuk serangan kombinasi, buktinya sudah diperlihatkan anggota Fairy Dance yang menggunakan skill dasar seorang penyihir api dan penyihir angin.
Kemenangan telak jelas berada di tangan Fairy Dance. Tidak ada yang pernah menyangka 50 ribu pemain di pecah belah dengan sangat mudah.
Siaran langsung masih berjalan, Rebecca mengikuti Arief yang berjalan menuju Yohan untuk kedua kalinya. "Aku penasaran, kenapa kamu bisa kembali ke medan perang dengan sangat cepat?" tanyanya pada Yohan sambil mengerutkan kening.
"Mengapa aku harus menjawab, semua adalah rahasia yang tidak akan pernah World War bocorkan," jawab Yohan dengan tegas.
Sebagai seorang pemimpin dia dituntut untuk menjadi pria yang kuat dalam pendiriannya. Jadi memberikan informasi kepada musuh adalah kesalahan besar.
"Biar aku tebak, kamu mempunyai scroll kehidupan, Kan?" tanya Arief dengan senyum lebar di bibirnya.
Yohan langsung terkejut mendengar musuhnya mengetahui scroll kehidupan yang tidak sengaja ditemukan World War.
Walaupun begitu, Yohan masih tampak tenang. Dia harus merubah topik pembicaraan supaya Arief tidak mengetahui kebenarannya. Pesan masuk membuatnya tersenyum manis.
"Kami sudah menemukan Desa Sahara, jangan pernah meremehkan kekuatan World War dan koneksinya," kata Yohan tertawa keras.
Arief mengerutkan kening, dia sudah mengetahui bahwa perkataan Yohan bukan kebohongan. Namun ada Amelia dan Zaha yang menjaga Desa, mana mungkin mereka memberikannya dengan mudah.
200 pemain mengepung Desa Sahara yang tertutup dari umum. Namun sebelum mereka semua mendekati gerbang, serangan 50 Meriam Sihir Otomatis menyambut mereka.
Berbeda dengan meriam biasanya yang mempunyai jeda, Meriam Sihir Otomatis kali ini jauh lebih cepat. Bahkan 200 pemain langsung di kirim ke Rumah Kebangkitan sebelum menggunakan skill penyelamat hidup.
Arief yang menunggu berita selanjutnya bersantai duduk di atas tanah. Pertahanan Desa Sahara adalah yang paling tinggi. Jadi tidak mungkin merebutnya dengan mudah.
Pesan kedua muncul membuat Yohan melompat tidak percaya. "Apa yang baru saja kamu lakukan?" tanyanya kebingungan.
"Fairy Dance bukan guild lemah, jadi jangan pernah meremehkan pertahanan Desa Sahara," kata Arief sambil berdiri dan merapikan pakaian.
Dengan sekejap, Arief langsung mengirim Yohan menuju Rumah Kebangkitan untuk kedua kalinya pada perang kali ini.
__ADS_1
50 ribu pemain tidak bisa musnahkan, sebagian berhasil kabur karena keterbatasan senjata dan prajurit yang kurang terlatih.