Domain Dewa : Raja Pedang

Domain Dewa : Raja Pedang
Kepala Desa


__ADS_3

Melihat pasukan Rumah Perlindungan Rostov kocar-kacir, kelompok bantuan dari guild Rose Merry mundur.


Mario menyetujui tindakan tersebut, dia memerintahkan semua pasukannya untuk mundur. "Jangan melawan, mundur terus!" teriaknya.


Dia sadar akan keberadaan Fairy Dance yang menjadi monster pelindung mereka. Bahkan jika kelompoknya memaksakan keadaan untuk menyerang, hanya pembantaian yang menunggu mereka.


Aqila yang berada di atas tembok pertahanan Rumah Perlindungan Rostov belum bergerak terlalu banyak. Mario tahu bahwa kelompok pemain yang ada di atas tombok pertahanan adalah penyihir dengan serangan skala besar.


Semua pasukan Rumah Perlindungan Rostov telah di kirim ke Rumah Kebangkitan, sedangkan kelompok bantuan hanya 10% yang mati.


Rumah Perlindungan Fairy kehilangan 4200 pemainnya. Fairy Dance yang harus bertanggung jawab akibat kematian mereka. Kompensasi yang sepadan membuat para pemain yang mati di medan perang puas.


Hal itu mengakibatkan para petualang yang tidak ikut perang merasa iri, mereka menyesal karena tidak percaya dengan perkataan Queen tentang kompensasi.


Bukannya tambah harmonis, para petualang malah terpecah belah. Beberapa merasa bahwa Queen tidak memihak jasa yang telah diberikan untuk membangun Rumah Perlindungan Fairy.


Arief mengetahui hal ini akan terjadi, jadi dia hanya menunggu perwakilan Galaxy Star menyelesaikan masalah.


Doran dan teman-temannya hidup lebih tenang di Rumah Perlindungan Fairy, mereka berburu monster untuk mendapatkan penghasilan tambahan.


Tanpa sengaja, mereka melihat Arief yang sedang berburu beberapa monster tanpa menggunakan topeng Setan.


"Wah, Bos sedang berburu monster. Bagaimana kalau kita ikut dengannya?" kata Doran menunjuk Arief di kepung 10 Semut Biru.


"Tunggu, seperti dia sedang berlatih," kata Maron melihat pergerakan Arief yang sangat tenang.


Maron adalah salah satu rekan Doran yang mempunyai keistimewaan dalam melihat situasi. Dia adalah orang yang paling mengerti tentang gerak tubuh dan ekspresi wajah.


"Aku juga melihatnya seperti itu," kata Martin memberikan tanggapannya.


"Baiklah, mari kita lihat ketrampilannya tanpa menggunakan topeng." Doran dan teman-temannya melihat latihan Arief.


Arief yang menyadari keberadaan mereka tersenyum tipis. "Sepertinya mereka sudah mulai percaya diri untuk keluar dari Rumah Perlindungan Fairy," katanya dalam hati.


Sebelumnya pasukan Doran tidak pernah keluar dari Rumah Perlindungan Fairy karena tidak mau menyusahkan para pemain lainnya.


Doran dan teman-temannya dianggap sebagai penyebab dari peperangan sebelumnya, banyak pemain mengucilkan mereka.


Arief berencana menunjukkan beberapa ketrampilan kombinasi untuk memberikan referensi tambahan untuk kelompoknya.


"Raul, keluarlah!" teriak Arief mengeluarkan Raul yang sudah lama tidak muncul.


Karena Arief sedang dikepung, dia berlari ke depan untuk menyerang dua Semut Biru. "Raul, gunakan Raungan!" katanya memberikan perintah.


Raul yang sangat cerdas langsung menjalankan perintah. Dia mengeluarkan Raungan hingga membuat sepuluh Semut Biru terhenti 2 detik.


Mungkin 2 detik sangat sebentar, tetapi bagi Arief waktu itu sangatlah lama. Dia menyerang dengan Slash untuk memberikan kerusakan awal.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 2300 kerusakan kritikal.


"Cannon Blade!" kata Arief menyebutkan nama skillnya, sebuah serangan jarak jauh menimpa monster di sebelahnya.


Raul langsung menggigit monster dibelakang Arief yang mencoba untuk membalas karena terkena serangan Slash.


"Bagus, Raul. Kamu sudah menjadi sangat pintar!."


Dengan raungan kecil khas serigala, Raul menjawab pujian yang dilontarkan Arief.


8 semut yang di abaikan mulai berlari kearah Arief dan Raul yang sibuk dengan dua monster. "Raul, lari!" kata Arief sambil melompat ke atas punggungnya.


Mereka berlari keluar dari kepungan para Semut Biru, setelah berhenti Raul menggunakan Skill Raungan untuk menghentikan pergerakan monster untuk kedua kalinya.


"Keseimbangan!" kata Arief menggunakan Skill untuk meningkatkan kerusakan kritikal. Setelah api biru menyelimuti tubuhnya, dia berlari seperti sebuah anak panah yang baru lepas dari busurnya.

__ADS_1


"Ekstrim Blade!."


10 Semut Biru terkena serangan dengan telak. Kerusakan yang di berikan Ekstrim Blade kepada monster jauh lebih besar dari perkiraan Doran dan teman-temannya.


¬ Pemain Blue memberikan kerusakan - 70 ribu kerusakan kritikal.


"Ini Gila, bukankah bos seperti monster yang menggiling temannya sendiri!" kata Maron yang terkejut melihat kerusakan yang dilihatnya.


"Aku juga tidak menyangka, Bos memiliki teknik yang dapat memberikan kerusakan super tinggi," kata Martin tidak percaya dengan jumlah kerusakan Arief.


"Sudahlah, mari kita mengunjunginya," kata Doran sambil berjalan dengan tenang. Dia adalah orang yang paling terkejut, tetapi sebagai seorang pemimpin Doran diharuskan bersikap tenang.


Arief yang menggunakan Pedang Sihir juga terkejut dengan kerusakannya. Dia tidak pernah menyangka pertahanan Semut Biru jauh lebih rendah dari kehidupan sebelumnya.


Padahal kerusakan ganda belum terpicu pada serangan sebelumnya, tidak terbayangkan kerusakan yang dihasilkan ketika efek dari Pedang Sihir terpicu.


"Mungkin aku sedikit berlebihan," gumam Arief sambil mengelus kepala Raul yang berdiri di depannya.


"Sangat mengesankan, Bos. Kamu menghancurkan sekelompok semut dengan sangat mudah, bagaimana kamu menghasilkan kerusakan yang super gila seperti itu?" tanya Doran sambil berjalan menghampiri Arief yang terlihat bersama hewan peliharaannya.


Arief tersenyum tipis, "Tidak ada yang istimewa, aku hanya mengalokasikan poin statusku dengan baik dan selalu berolah raga setiap pagi."


Doran dan teman-temannya hanya bisa tersenyum kecut, mereka semua tidak mempunyai tangan kiri. Jadi olah raga fisik menjadi sangat berat untuknya.


Maron yang bagus dalam membaca ekspresi wajah mengetahui bahwa Arief tidak berbohong. Akhirnya dia menceritakan kondisinya semua orang di dunia nyata.


"Bukan tidak mungkin untuk berlatih dalam keadaan kalian. Aku mempunyai teknik untuk melatih tubuh dengan tangan kiri yang terputus," kata Arief memberikan harapan kepada semua orang yang ada di depannya.


Latihan yang dia sarankan bukan berlari atau latihan fisik yang menuntut keseimbangan tubuh. Dia menyarankan berlatih yoga dan kelenturan tubuh serta angkat beban untuk meningkatkan massa otot.


Dia memberikan sebuah teknik pernapasan untuk membuat tubuh mereka seimbang tanpa tangan kiri. Setidaknya butuh beberapa tahun untuk menguasai pernapasan tersebut.


Pada saat pelatihan militer mereka juga mendapatkan teknik pernapasan yang hampir sama, tetapi teknik yang diberikan Arief sedikit berbeda pada tempo pembuangan nafas.


Teknik pernapasan ini sering di gunakan pada petarung masa depan untuk melatih konsentrasi dan menghemat stamina.


Bahkan jika teratur menggunakan teknik pernapasan, ada kemungkinan untuk menjaga kebugaran tubuh. Bahkan ada kasus yang menyebutkan bahwa seorang biksu yang teratur menggunakannya bisa hidup sampai 210 tahun.


Sayangnya semua itu hanya rumor, tidak ada bukti kongkret yang mendukungnya. Jadi rumor terus beredar tanpa ada bukti video di era digital seperti sekarang.


Namun Arief tetap menggunakannya karena terbukti meningkatkan kebugaran tubuhnya. Bahkan bisa membuatnya menjadi seorang pemimpin guild Peringkat 2 di masa jayanya.


"Bos, bagaimana kamu menciptakan teknik pernapasan seperti ini?" tanya Doran yang penasaran.


Arief menunjuk pelipisnya, "Semuanya di dapat dari pemikiran dan usaha keras. Aku tidak akan mengetahuinya jika tidak mencobanya terus menerus."


Maron tersenyum mendengar perkataan Arief, dia mengetahui perkataan pernyataan yang dilontarkan Arief bukan kebohongan.


Setelah berbincang panjang lebar sambil berburu monster Semut Biru, akhirnya Arief harus kembali ke Desa Monster untuk mengerjakan sebuah misi.


"Aku sudah berburu cukup lama, tetapi masih belum meningkat. Sungguh kelas yang sangat mengerikan!" gumam Arief bar pengalaman yang masih menunjukkan 96%.


Nama : Blue


Kelas : Pendekar Pedang (Mistik)


Ras : Manusia


Profesi : All Role


- Pandai Besi (Mahir)(Pandai Besi yang Terlupakan)


- Arsitek (Pemula)

__ADS_1


Level : 34 (96%)


Kekuatan : 263


Pertahanan : 120


Kelincahan : 357


Daya Tahan : 52


Kepintaran : 19


HP : 2320


MP : 790


Setelah sampai di Desa Monster, Arief di datangi oleh pria tua dengan rambut dan jenggot putih.


Nama : Mosas


Jabatan : Kepala Desa


Level : -


"Anak Muda, aku telah melihat kekuatanmu. Maukah engkau membantuku membunuh para beruang yang mengancam Desa?" tanya Mosas sambil tersenyum.


Arief membalas senyum Mosas untuk memberi hormat. Walaupun tampak tenang, sebenarnya Arief sangat terkejut dengan permintaan Kepala Desa.


Beruang yang mengancam Desa Monster adalah monster level 200. Tidak mungkin untuknya mengalahkan monster sekuat itu dengan kekuatannya sekarang.


"Kepala Desa, maafkan aku. Beruang yang mengancam desa adalah bos monster yang sangat kuat, tidak mungkin untukku mengalahkannya," kata Arief dengan ekspresi penyesalan.


Mendengar jawaban Arief, Mosas malah tersenyum dan berkata, "Pemikiranmu sungguh sangat hebat, Nak. Aku selalu menunggu orang sepertimu yang berpikir rasional, sebenarnya kamu tidak perlu mengalahkannya. Aku hanya ingin kamu menjadi umpan sementara, sedangkan aku akan mengambil barang milikku."


Arief sudah mengetahui skill yang dimiliki Beruang Merah yang mengancam Desa Monster, tetapi dia tidak mempunyai peralatan yang dibutuhkan untuk mengalihkan perhatiannya.


"Aku masih belum cukup kuat untuk mengalihkan perhatiannya. Jika memiliki Menara Suara, aku bisa mengalihkan perhatiannya selama 1 menit." kata Arief memberikan saran.


Menara Suara berfungsi untuk menciptakan suara berisik untuk mengganggu pendengaran monster. Beruang tidak memiliki pendengaran yang istimewa, tetapi dia akan marah jika ada suara yang mengganggu telinganya.


Arief akan membeli ribuan boneka perang untuk mengurangi kerusakan, yang diterima Menara Suara.


Sehingga dia dapat mengalihkan perhatian monster level 200 dalam beberapa menit. Arief mengatakan bahwa dia dapat menahan dalam 1 menit bukan tanpa alasan.


Dia hanya meminimalkan resiko, jika Beruang Merah menggunakan Ketrampilan pamungkasnya. Semua boneka perang akan langsung menghilang.


Karena Beruang Merah mempunyai kecerdasan tingkat menengah, serangannya tidak dapat diprediksi dengan mudah.


Arief hanya bisa menghitung langkah yang bisa dia simpan untuk melarikan diri. Jika dia mati karena serangan Beruang Merah, levelnya akan berkurang sebanyak 2 tingkat.


Mungkin bagi pemain biasa jumlah tersebut tidak terlalu banyak, tetapi untuk Arief yang mempunyai kelas Mistik beda cerita.


"Baiklah, aku akan menyiapkan Menara Suara dalam 3 hari. Jangan lupa mengunjungi aku di rumah setelah tiga hari."


Mosas langsung kembali ke rumah setelah memberikan misi tersembunyi.


Misi Tersembunyi (Penyerangan Beruang)


- Kunjungi Mosas setelah 3 hari


Hadiah :


- Menara Suara (Acak)

__ADS_1


Setelah Mosas pergi, Arief bergumam dalam hati, "Gila, kembali terulang aku dipaksa menjalankan misi super susah!."


__ADS_2