
Blue menerima laporan dari Desa, banyak layar muncul mengandung informasi terkini peperangan.
"Zaha, bagaimana pendapatmu tentang Desa Mojoroto?" tanya Blue menunjuk Desa Mojoroto yang dipimpin Kana dan Horizon.
"Tidak terlalu buruk, tetapi mereka terlalu mengandalkan senjata sihir. Aku pikir akan lebih baik untuk memberikan tekanan pada pasukan musuh."
"Bukankah itu akan mengurangi pasukan kita, perlu diingat mereka mempunyai 7 juta pasukan."
"Kenapa kita tidak menggunakan para pemain bebas?" tanya Zaha sedikit kebingungan.
Blue menggelengkan kepala. "Tidak semudah itu, Shadow adalah guild besar yang mempunyai banyak jaringan. Aku yakin para pemain bebas di sekitar Danau Putih tidak akan menerima tawaran kita."
Perdebatan sengit antara Blue dan Zaha di lihat dengan Jessica dan Amelia. Mereka berdua harus mengakui bahwa Zaha jauh lebih hebat dibandingkan keduanya dalam bidang strategi perang.
Akhirnya keduanya memutuskan untuk mengundang beberapa kelompok petualang. Mereka akan memberikan hadiah kepada mereka yang membantu.
Fairy Dance akan memberikan kompensasi yang sangat menarik. Bahkan ada Mortir Manual yang akan diberikan.
Sekarang bukan waktunya untuk menahan diri, Shadow jelas tidak main-main dalam perang kali ini. Oleh karena itu, Blue akan memberikan banyak hadiah kepada mereka yang membantu.
Shadow memang guild besar, tetapi beberapa kelompok tidak takut berperang melawannya. Mereka adalah tujuan Fairy Dance untuk memperkuat kekuatan.
Jessica sebagai negosiator melakukan tugasnya, Amelia menyiapkan hadiah dan beberapa senjata perang. Blue akan turun ke medan perang untuk memberikan semangat pada pasukannya.
Desa pertama yang akan dikunjungi adalah Gayam. Pemimpin yang ditugaskan adalah Bima, kelas Pedang Sihir pertama Fairy Dance. Untungnya Blue menemukannya, jadi bisa mengembangkan bakatnya dengan sangat baik.
Sekarang Bima bisa dibilang menjadi pemain terampil yang paling ditakuti di seluruh Danau Putih. Dia berhasil menempati posisi ke 7 Arena di seluruh Danau Putih, tepat di bawah Qin Huang yang berada posisi 6.
5 orang di atas mereka adalah penyihir yang masih belum diketahui kelemahannya. Namun sebentar lagi pemain pemanah akan menjadi primadona baru.
Berbeda dengan kelas Magic Sword atau Pedang Sihir, mereka selalu menjadi pemain yang tidak akan pernah pudar dari papan ranking dunia.
Fairy Dance berhasil mendapatkan 2 pemain yang sangat berpotensi. Blue tidak akan membiarkan kekuatan lain merebutnya atau merusaknya.
"Bima, bagaimana keadaan desa?" tanya Blue melalui pesan suara. Dia masih dalam perjalanan menuju tempat lokasi.
Bima tampak sangat kelelahan. "Keadaan semakin memburuk, pasukan tidak akan bisa bertahan lebih dari 10 menit," katanya.
Ternyata pemimpin dari kelompok penyerang Desa Gayam adalah wakil ketua Shadow, Boa. Blue sangat mengenalnya, dia adalah pemain yang mempunyai otak paling encer.
Bahkan Blue harus mengakuinya, sayangnya setelah Surya tidak menjabat lagi sebagai ketua, dia keluar dari Shadow dengan sangat santai. Bahkan Juna tidak ingin berurusan dengannya.
Asal usulnya juga sangat misterius, Blue tidak menemukan jejak yang pasti. Namun ada satu petunjuk yang Blue yakini, Boa adalah salah satu pasukan khusus yang mendukung Juna.
Hal itu dibuktikan ketika Blue belum menjabat sebagai ketua Shadow. Kala itu Juna bisa berbuat semuanya, tetapi setelah Surya turun Juna lebih banyak menunggu kesempatan pasti.
Blue tidak pernah mempermasalahkannya, tetapi keadaan sekarang berbeda. Mereka sekarang menjadi musuh, jadi Blue tidak perlu takut dengan kekuatan Boa dan pasukan di belakangnya.
Tanpa pikir panjang, Blue menggunakan Gate untuk sampai di Desa Gayam dengan cepat. Dia langsung muncul di Rumah Petualang Desa Gayam.
__ADS_1
"Sepertinya kondisi disini sangat genting," kata Blue melihat pasukan Shadow sudah masuk kedalam desa.
Tanpa menunggu lama, dia mencari Bima dan para petinggi pelindung Desa Gayam. Raul di keluarkan, dia langsung berlari dengan tubuhnya yang sangat besar.
Setiap melihat musuh, Raul akan menggigit dan mencakar. Tidak lupa Blue mengayunkan kedua pedangnya untuk memberikan kerusakan tambahan.
Raul yang tinggi membuatnya sangat mencolok, Boa yang sedang mendesak Bima memalingkan pandangannya untuk sementara.
Hal itu dimanfaatkan Bima untuk memberikan kerusakan karena selama ini dia tidak bisa mendaratkan serangan.
[Bima memberikan kerusakan - 400]
"Bocah sialan, kamu berhasil membuatku marah!" teriak Boa sambil berlari dengan kecepatan super tinggi dan mengayunkan pedangnya.
Blue berlari menggunakan Langkah Cahaya untuk memperpendek jarak. Dalam sekejap dia berhasil sampai di depan Bima yang sudah kelelahan.
Suara benturan pedang terdengar sangat keras. Perlu diketahui senjata Boa adalah tingkat Epik, sehingga komposisi pedangnya sangat kuat.
Namun Blue menggunakan Pedang Sihir yang sangat kuat, sejarah tidak pernah mencatat Pedang Sihir yang hancur.
"Jadi Blue adalah seorang pengguna prana. Pantas saja kamu bisa berkembang dengan cepat," kata Boa sambil tersenyum.
Boa adalah pemain yang mempunyai status rendah, tetapi memiliki keterampilan pedang yang sangat bagus. Di jaman modern sangat jarang orang yang menguasai pedang dengan baik.
Beberapa diantara mereka lebih memilih senjata laser atau pistol. Hanya segelintir orang yang menggunakan pedang untuk bertarung.
Pedang adalah senjata yang sering digunakan pengguna prana, jadi dapat dipastikan Boa adalah pengguna prana yang baik.
Boa bertahan dengan baik, tidak ada kerusakan yang terlihat. "Memang benar mataku sangat kecil untuk melihat seluruh dunia, tetapi anak berumur 16 tahun bisa menggunakan prana sungguh kejutan yang mencengangkan."
Blue membalas senyumnya dan berkata, "Itu karena kamu terlalu lemah untuk mengetahui adanya anak berumur 16 yang bisa menggunakan prana."
Keduanya saling memuji, tetapi di sela perkataannya terdapat sindiran. Ketika dua orang cerdas saling berhadapan, situasi ini akan sering terjadi.
Boa kembali menyerang Blue yang gagal memberikan kerusakan. Jual beli serangan antara Blue dan Boa dilihat Bima yang tidak percaya dengan matanya.
Kecepatan, kelincahan, ayunan pedang, pijakan kaki, gerak tubuh, semuanya tampak sangat alami. Keduanya menyerang dan bertahan tanpa kehabisan napas.
Tanpa sadar Bima telah masuk kedalam zona ketenangan. Selangkah lagi dia bisa melepaskan prana dengan baik, tetapi kekuatan tubuhnya masih membutuhkan waktu.
Melihat Bima masuk kedalam zona ketenangan, Boa tidak percaya dengan matanya. Dia langsung menyerang Bima dengan seluruh kemampuannya.
Blue tidak akan membiarkan Boa menyentuh Bima. Jika dia gagal, Bima harus mengulang lagi. Untuk masuk zona ketenangan tidak semudah yang dibayangkan.
Banyak prajurit khusus yang gagal karena tidak bisa memasukinya. Walaupun ada beberapa orang yang bisa menggunakan prana tanpa masuk zona ketenangan.
"Sialan, apa yang sebenarnya kamu ajarkan. Tidak mungkin ada anak berumur 18 lainnya yang bisa menjadi pengguna prana!" teriak Boa.
Blue melempar pedang kirinya, kemudian jari telunjuk menutupi mulutnya yang tersenyum lebar. "Jangan mengganggunya," katanya.
__ADS_1
Dengan gerakan jari, pedang kirinya kembali kearahnya. Sayangnya Boa berhasil menepisnya sehingga tidak memberikan kerusakan.
"Fairy Dance sungguh menarik. Lusa aku akan mengunjungi markas yang tidak bisa di tembus oleh para pembunuh bayaran," kata Boa mundur. Tidak lupa Boa menarik pasukannya.
Blue akan menjaga Bima dalam zona ketenangannya. Jika berhasil, dapat dipastikan Fairy Dance akan memiliki satu lagi pengguna prana.
Laporan terkini menyebutkan Fairy Dance telah kehilangan 3 Desanya yaitu Banyakan, Maron, dan Ngampel. Walaupun belum secara resmi dimiliki Shadow, mereka berhasil mengusir semua pemain Fairy Dance dan menghancurkan semua bangunan.
Blue tidak bisa berfokus pada semua desa. Dia harus memperkecil kerusakan dan mencari keuntungan. Hanya dengan peperangan di Desa Koral dan Sawah Hijau, Fairy Dance meraih keuntungan yang setara dengan 5 Desa.
"Jessica bagaimana keadaan desa lainnya?" tanya Blue melalui panggilan suara.
"Pasukan Shadow telah mundur, mereka mengalami banyak korban. Kita juga mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit, tetapi 3 desa telah direbut sepenuhnya."
"Bukankah Token Kepemilikan berada di tangan Salju?" tanya Blue sambil mengerutkan kening.
Jessica menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Kali ini Salju bergerak sendiri tanpa meminta konfirmasi dari Blue, dia masih mengira bahwa dirinya ketua guild.
Salju meminta negosiasi kepada Shadow untuk menghentikan penyerangan. Dia menawarkan beberapa barang pribadi untuk mengajukan perdamaian.
Akhirnya Surya menerima tawaran dan menarik mundur pasukannya. Salju tidak mengetahui apa fungsi barang tersebut, tetapi dengan cerobohnya menawarkannya.
Benda itu adalah Batu Hitam peninggalan kakeknya, rumor mengatakan bahwa batu itu bisa membawa keberuntungan.
Surya yang mengetahui rumor tersebut langsung menyetujuinya karena beberapa kolektor berani membayar dengan 10 miliar kredit. Dia juga tidak yakin bisa menumbangkan semua desa milik Fairy Dance, lebih baik menerimanya.
Karena inisiatif Salju perang memang berakhir, tetapi masalah sebenarnya malah bertambah banyak. Berita mengatakan Fairy Dance jatuh dan menyerah, publik akan menyanjung kekuatan Shadow.
Hal yang paling buruk akan terjadi, banyak anggota Fairy Dance yang baru direkrut mengundurkan diri. Mereka tidak ingin mengembangkan diri di Guild yang menyerah sebelum perang berakhir.
Beberapa pemain yang ingin bergabung juga mengurungkan niatnya. Sekarang Fairy Dance berada di ujung tanduk, Shadow akan menyerang lagu dengan pasukan yang lebih besar. Sedangkan Fairy Dance tidak akan memiliki pasukan yang hebat.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Blue dengan ekspresi serius. Wajahnya memerah karena marah, dia masih menahannya karena janjinya dengan Mawar Putih.
Jika tidak ada perjanjian, pasti dia akan menamparnya. Tindakan Salju kali ini benar-benar kelewatan.
Dia melakukan tindakan yang dapat mempengaruhi guild, tetapi tidak mengkonfirmasi pada ketua Guild. Bukannya gila akan kehormatan, tetapi Blue dan Zaha sudah menyusun semua strategi untuk menumbangkan Shadow.
Sekarang mereka tidak hanya rugi uang, tetapi juga tenaga. Bahkan Jessica sudah menandatangani kontrak dengan 50 kelompok rahasia yang akan membantu.
Setidaknya ada 300 ribu orang akan membantu Fairy Dance dalam perang. Namun Salju menghancurkan semuanya, hal itulah yang membuat Blue marah.
"Aku hanya ingin mencari jalan terbaik!" kata Salju dengan nada tinggi.
"Bodoh!" teriak Jessica yang tidak bisa menahan diri. Dia baru sampai di ruang komando Desa Sawah Hijau.
Amelia yang baru muncul langsung menggunakan tinjunya untuk menjatuhkan Salju.
Padangan ketiganya tampak sangat mengerikan, semuanya juga melepaskan prana untuk memperingatkan Salju.
__ADS_1
Blue menjelaskan apa akibat yang akan diterima Fairy Dance setelah tindakan sembrono Salju.